FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bearish Range 0,69800 – 0,69300
Kondisi mata uang Aussie terhadap mata uang Dollar AS mengalami tekanan. Meskipun demikian Dollar Australia ini tetapi tetap berada di dekat level tertinggi 3 minggu dan berada di jalur untuk kenaikan mingguan ketiga berturut-turut karena Dollar AS secara umum tetap lebih lemah, sementara konflik Timur Tengah yang meningkat membebani sentimen risiko. Data inflasi konsumen dan produsen AS yang lebih rendah dari perkiraan mendorong pasar untuk mengurangi kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat, sehingga mengurangi dukungan terhadap Dollar AS. Namun, penguatan Aussie dibatasi oleh meningkatnya risiko geopolitik setelah harga minyak mentah Brent melonjak sekitar 17% selama dua minggu terakhir karena kekhawatiran bahwa gangguan berkepanjangan terhadap pengiriman melalui Selat Hormuz dapat memicu kembali inflasi global dan mempersulit prospek kebijakan bagi bank sentral utama. Di Australia, ekspektasi terhadap pengetatan kebijakan lebih lanjut tetap rendah, dengan pasar hanya memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 20% pada bulan Agustus dan sekitar 60% pada bulan Desember. Data ketenagakerjaan dan inflasi penting yang akan dirilis akhir bulan ini akan memberikan petunjuk lebih lanjut tentang prospek kebijakan.
Pivot : 0,69822
R1 : 0,69990 S1 : 0,69639
R2 : 0,70173 S2 : 0,69471
R3 : 0,70341 S3 : 0,69288
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 162,400 – 162,900
Pelemahan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback terus terjadi. Bahkan menutup perdagangan market pekan kemarin Yen Jepang melemah dan sentuh level terendahnya di 162,513. Kondisi Yen ini berfluktuasi di dekat level terlemahnya dalam empat dekade karena investor melihat sedikit tanda tindakan tegas dari Tokyo untuk mendukung mata uang tersebut. Sebuah laporan terbaru juga mengindikasikan bahwa Jepang tidak memiliki rencana segera untuk mengubah alokasi aset dana pensiun negara, sehingga mengurangi ekspektasi dukungan jangka pendek untuk pasar keuangan domestik. Para investor kini menunggu data intervensi yang akan dirilis akhir bulan ini untuk menilai apakah otoritas Jepang berada di balik kenaikan tajam namun singkat pada Yen yang terlihat dalam beberapa pekan terakhir. Mata uang tersebut juga tetap berada di bawah tekanan akibat kenaikan tajam harga minyak, yang dipicu oleh meningkatnya konflik antara AS dan Iran, yang secara efektif menggagalkan perjanjian perdamaian sementara. Karena Jepang sangat bergantung pada impor energi dari Timur Tengah, negara ini tetap sangat rentan terhadap gangguan pasokan energi regional.
Pivot : 162,351
R1 : 162,584 S1 : 162,189
R2 : 162,746 S2 : 161,956
R3 : 162,979 S3 : 161,794
GBPUSD
Opportunity : Bearish menuju : 1.3408 – 1.3380
Poundsterling kembali tertekan oleh penguatan U.S Dollar. Indeks Dollar AS berakhir naik tipis pada akhir pekan hari Jumat, mendapat dukungan dari lonjakan harga minyak mentah WTI yang meningkatkan ekspektasi inflasi dan dapat mendorong The Fed untuk menerapkan kebijakan moneter yang lebih ketat. GBP/USD melemah ke kisaran 1,3450. Sterling menghadapi sejumlah rilis data domestik yang penting pekan ini. Laporan tenaga kerja Selasa diperkirakan menunjukkan kenaikan upah tanpa bonus sebesar 3,4%, sementara upah termasuk bonus diproyeksikan naik 4,5%. Jumlah tenaga kerja diperkirakan bertambah 100 ribu orang, dengan tingkat pengangguran bertahan di 4,9%. Pounds masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang dibayangi oleh penguatan Dollar AS.
Open : 1.3433 Pivot 1.3447
R1 : 1.3460 S1 : 1.3426
R2 : 1.3480 S2 : 1.3408
R3 : 1.3514 S3 : 1.3380
EURUSD
Opportunity : Bearish menuju 1.1410 – 1.1391
Euro ditutup melemah pada akhir perdagangan pekan kemarin. Indeks dolar AS berakhir naik tipis pada akhir pekan hari Jumat, mendapat dukungan dari lonjakan harga minyak mentah WTI yang meningkatkan ekspektasi inflasi dan dapat mendorong The Fed untuk menerapkan kebijakan moneter yang lebih ketat. Indeks dolar AS ditutup naik 0,05% pada 100,76. Rilis data ekonomi AS pada hari Jumat beragam untuk Dollar, dengan pembangunan perumahan dan sentimen konsumen lebih kuat dari yang diperkirakan, tetapi izin pembangunan dan produksi manufaktur di bawah ekspektasi. EUR/USD diperdagangkan lebih rendah di kisaran 1,1440. Kalender ekonomi Zona Euro cukup padat pekan ini. Jerman akan merilis data inflasi produsen pada Senin, disusul survei ZEW dan Bank Lending Survey milik European Central Bank (ECB) pada Selasa. Indeks Sentimen Ekonomi Jerman diperkirakan membaik ke 18,0 dari 10,5, sementara Indeks Situasi Saat Ini diproyeksikan naik ke -77,8 dari -81,0. EUR masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang disebabkan akan rilisnya data Indeks Harga Produsen Jerman yang diperkirakan turun dari angka sebelumnya. Disatu-sisi U.S Dollar masih diperkirakan masih akan menguat.
Open : 1.1427 Pivot : 1.1435
R1 : 1.1441 S1 : 1.1424
R2 : 1.1452 S2 : 1.1410
R3 : 1.1468 S3 : 1.1391
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.8113 – 0.8131
Swiss Franc ditutup sedikit menguat terhadap U.S Dollar. Franc Swiss ditutup lebih rendah di tengah penguatan U.S Dollar. Indeks Dollar AS berakhir naik tipis pada akhir pekan hari Jumat, mendapat dukungan dari lonjakan harga minyak mentah WTI yang meningkatkan ekspektasi inflasi dan dapat mendorong The Fed untuk menerapkan kebijakan moneter yang lebih ketat. Indeks Dollar AS ditutup naik 0,05% pada 100,76. Indeks Dollar AS naik ke level 100,8 pada pekan ini. Kenaikan ini terjadi setelah mata uang tersebut sempat menyentuh titik terendah dalam sebulan di angka 100,5 pada 16 Juli lalu. Imbal hasil obligasi Treasury justru melemah pada saat yang sama. Investor tampak beralih ke aset yang lebih aman di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. CHF berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang akan dibayangi oleh penguatan U.S Dollar.
Open : 0.8086 Pivot : 0.8073
R1 : 0.8093 S1 : 0.8061
R2 : 0.8113 S2 : 0.8045
R3 : 0.8131 S3 : 0.8034
DXY
Opportunity: Bullish Range 100,700 – 101,000
Pergerakan mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya mulai menguat dan nampak di market. Kondisi Dollar AS terlihat pada Indeks Dollar AS (DXY) yang kembali naik dan sentuh level tertinggi hariannya di 100,867. Penguatan ini pulih dari level terendah satu bulan dan berlawanan dengan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah di tengah pergeseran ke aset yang lebih aman. Kekhawatiran perdagangan dengan China kembali menjadi sorotan setelah Presiden Trump mengklaim bahwa China ikut campur dalam pemilihan presiden AS 2020. Klaim tersebut membahayakan gencatan senjata dalam hubungan ekonomi mereka sejak pertukaran tarif mereda tahun lalu, memperbesar hambatan pengiriman yang sedang berlangsung di tengah perang di Timur Tengah. Perselisihan perdagangan juga mewarnai hubungan antara Uni Eropa dan China, yang meredam permintaan terhadap Euro. Di bidang kebijakan moneter, anggota FOMC terus memberi sinyal bahwa bukti inflasi inti yang tetap tinggi mungkin membenarkan kenaikan suku bunga tahun ini, didukung oleh bukti terkini tentang penjualan ritel yang kuat dan tingkat klaim pengangguran yang rendah. Pernyataan yang agresif tersebut tetap berlaku meskipun data inflasi Juni lemah dan penurunan kedua dalam ekspektasi inflasi menurut survei kepercayaan konsumen Michigan.
Pivot : 100,756
R1 : 100,865 S1 : 100,645
R2 : 100,976 S2 : 100,536
R3 : 101,085 S3 : 100,425

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bearish ke area 60,115
Indeks Nikkei 225 anjlok 4,03% dan ditutup pada 64.140 pada hari Jumat, sementara Indeks Topix yang lebih luas turun 2,72% menjadi 3.919, dengan kedua indeks acuan tersebut berakhir pada level terendah dalam lebih dari sebulan karena aksi jual global saham semikonduktor meningkat di tengah kekhawatiran yang meningkat atas pengeluaran besar terkait AI dan valuasi yang terlalu tinggi. Sentimen investor juga terbebani oleh konflik yang meningkat antara AS dan Iran, yang mendorong harga minyak lebih tinggi dan meningkatkan kekhawatiran inflasi dan suku bunga. Saham teknologi dan terkait AI memimpin penurunan di Jepang, dengan Kioxia Holdings anjlok 16,1%, Tokyo Electron merosot 8,1%, SoftBank Group kehilangan 9%, Advantest turun 7,2%, dan Taiyo Yuden turun 11,9%. Untuk minggu ini, indeks Nikkei 225 dan Topix mencatat kerugian masing-masing sebesar 6,4% dan 2,9%. Pasar Jepang akan tutup pada hari Senin karena libur.
Pivot : 62,026
R1 : 63,068 S1 : 60,773
R2 : 64,321 S2 : 59,731
R3 : 66,616 S3 : 57,436
HANGSENG
Opportunity: Menguji support ke area: 25,434
Indeks Hang Seng melonjak 2,3%, atau 551 poin, menjadi 25.115 pada hari Senin, pulih dari kerugian tajam hari Jumat karena saham teknologi dan konsumen memimpin reli yang luas meskipun ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih berlanjut. Sentimen membaik setelah Beijing meningkatkan upaya untuk menstabilkan pasar sahamnya, dengan dua dana besar yang didukung negara mengungkapkan pembelian ekuitas baru dan regulator bersiap untuk bertemu dengan para pelaku industri utama, meningkatkan kepercayaan pada aset Tiongkok. Aksi beli saham murah setelah aksi jual global yang dipimpin sektor teknologi minggu lalu dan optimisme atas pendapatan perusahaan semakin mendukung selera risiko, meskipun investor tetap waspada terhadap risiko geopolitik dan potensi dampaknya terhadap harga energi dan inflasi global. Di antara saham yang mengalami kenaikan tertinggi adalah Tencent (1,7%), Semiconductor Manufacturing International Corporation (4,3%), Xiaomi (1,3%), Kingboard Laminates (5,4%), dan Shanghai Iluvatar CoreX (3,6%).
Pivot : 25,870
R1 : 26,094 S1 : 25,448
R2 : 26,516 S2 : 25,224
R3 : 27,162 S3 : 24,578
NASDAQ
Opportunity: Sell Limit: 29,737| SL: 29,840 | TP: 28,500
Kontrak berjangka saham AS sedikit berubah pada hari Senin karena investor menunggu katalis pasar baru minggu ini, dengan indeks utama baru saja mengalami penurunan setelah aksi jual tajam di saham semikonduktor. Pekan lalu, Nasdaq Composite turun 2,9%, sementara S&P 500 dan Dow Jones masing-masing kehilangan 1,55% dan 0,93%. ETF Semikonduktor VanEck anjlok hampir 9%, menandai penurunan mingguan ketiga dalam empat minggu terakhir. Investor juga terus memantau meningkatnya permusuhan antara AS dan Iran, yang mendorong harga minyak lebih tinggi dan meningkatkan kekhawatiran tentang inflasi dan potensi kenaikan suku bunga. Iran mengatakan gencatan senjata dengan AS telah runtuh, sementara militer AS melaporkan kematian anggota militer ketiga dalam dua hari terakhir. Para pelaku pasar kini mengalihkan perhatian mereka ke gelombang baru laporan keuangan perusahaan minggu ini, termasuk hasil dari Alphabet, Tesla, dan Intel.
Pivot : 29,057.92
R1 : 29,889.08 S1 : 28,291.17
R2 : 30,676.17 S2 : 27,439.67
R3 : 32,294.42 S3 : 25,821.42

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bearish selama di bawah 4.023, testing support 3.942
Harga emas kembali tergelincir ke bawah level $4.000 per troy ounce pada perdagangan Senin, mendekati level terendah dalam sembilan bulan terakhir. Tekanan utama datang dari eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong harga minyak melonjak tajam, sehingga memicu kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi dan kemungkinan kenaikan suku bunga acuan. Situasi geopolitik memburuk setelah militer AS melancarkan serangan udara baru terhadap Iran pada Minggu, menyusul tewasnya tiga personel militer Amerika. Di sisi lain, Teheran menyatakan bahwa gencatan senjata dengan AS praktis telah runtuh, sembari mengklaim telah mencegat empat kapal yang melintasi Selat Hormuz sepanjang akhir pekan.
Lonjakan harga minyak yang telah mencapai sekitar 30% sejak titik terendah Juli turut memperbesar risiko pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral guna meredam inflasi. Kekhawatiran ini semakin diperkuat oleh pernyataan Presiden Fed Cleveland, Beth Hammack, pada Jumat lalu, yang menjadi salah satu dari semakin banyak pejabat The Fed yang mengingatkan potensi inflasi yang persisten. Sebagai respons, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September mencapai sekitar 53%, naik dari 47% pada hari sebelumnya. Kondisi ini menekan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai tradisional di tengah prospek suku bunga yang lebih tinggi.
Pivot : 4.023
R1 4.023 R2 4.081 R3 4.115
S1 3.942 S2 3.886 S3 3.819
Oil
Opportunity : Bullish menguji resistance 85,55. Namun dengan indikator RSI yang overbought, memungkinkan adanya koreksi untuk menutup gap di kisaran 81,67.
Harga minyak mentah bergerak naik mendekati level $85 per barel pada Senin, melanjutkan tren penguatan sepekan terakhir seiring meningkatnya ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran yang memunculkan kekhawatiran akan gangguan lebih lanjut terhadap pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah. Iran menegaskan bahwa gencatan senjata dengan AS secara efektif telah berakhir, sembari menyatakan telah mencegat empat kapal yang melintasi Selat Hormuz selama akhir pekan. Sementara itu, militer AS melaporkan kematian personel militer ketiga dalam dua hari terakhir di tengah baku serang yang terus berlangsung dengan Teheran.
Konflik ini juga meluas hingga menyasar sasaran non-militer, dengan jembatan, fasilitas utilitas, dan pelabuhan turut menjadi target serangan. Kuwait Petroleum Corp. melaporkan bahwa salah satu fasilitas minyaknya terkena serangan Iran pada Sabtu. Akumulasi tekanan ini membuat harga minyak melonjak hampir 30% dari titik terendah Juli, seiring runtuhnya kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran, dilanjutkannya blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, serta intensifikasi serangan Teheran terhadap kapal-kapal di sekitar Selat Hormuz.
Pivot: 77,79
R1 85,55 S1 81,22
R2 88,61 S2 79,76
R3 91,43 S3 77,79
DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Senin, 20 Juli 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Bedah Zona Supply & Demand CAD Jelang Data Inflasi Kanada
Catat jam dan waktunya ya!
| Senin, 20 Juli 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
