Indeks Dolar AS naik ke level 100,8 pada pekan ini. Kenaikan ini terjadi setelah mata uang tersebut sempat menyentuh titik terendah dalam sebulan di angka 100,5 pada 16 Juli lalu. Imbal hasil obligasi Treasury justru melemah pada saat yang sama. Investor tampak beralih ke aset yang lebih aman di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
Ketegangan Dagang AS-China Angkat Indeks Dolar AS
Presiden Donald Trump menuduh China ikut campur dalam pemilihan presiden AS tahun 2020. Tudingan ini mengancam gencatan senjata dagang yang sempat mereda sejak pertukaran tarif melunak tahun lalu. Ketegangan ini juga memperbesar dampak gangguan rantai pasok akibat konflik di Timur Tengah.
Sengketa dagang antara Uni Eropa dan China turut menekan permintaan terhadap Euro. Anggota FOMC tetap memberi sinyal hawkish. Mereka menilai inflasi inti yang masih tinggi bisa memicu kenaikan suku bunga tahun ini. Data penjualan ritel yang kuat dan klaim pengangguran yang rendah memperkuat pandangan tersebut. Sikap hawkish ini bertahan meski data inflasi Juni melunak dan ekspektasi inflasi konsumen versi survei Michigan kembali turun.
Euro Tertekan Jelang Keputusan Suku Bunga ECB
EUR/USD diperdagangkan lebih rendah di kisaran 1,1440. Kalender ekonomi Zona Euro cukup padat pekan ini. Jerman akan merilis data inflasi produsen pada Senin, disusul survei ZEW dan Bank Lending Survey milik European Central Bank (ECB) pada Selasa. Indeks Sentimen Ekonomi Jerman diperkirakan membaik ke 18,0 dari 10,5, sementara Indeks Situasi Saat Ini diproyeksikan naik ke -77,8 dari -81,0.
ECB kemungkinan besar mempertahankan suku bunga Main Refinancing Operations di 2,40% dan Deposit Facility Rate di 2,25% pada Kamis. Presiden ECB Christine Lagarde akan menggelar konferensi pers usai pengumuman kebijakan tersebut. Investor akan mencermati setiap kalimat dalam pernyataan kebijakan untuk mencari petunjuk soal arah inflasi dan kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan.
Dua pejabat ECB dijadwalkan memberikan pandangan mereka sepanjang pekan ini. Anggota Dewan Gubernur ECB, Joachim Nagel, akan berbicara pada Selasa, 21 Juli. Kepala Ekonom ECB, Philip Lane, menyusul pada Jumat, 24 Juli. Pasar akan menimbang setiap komentar dari keduanya sebagai sinyal awal arah kebijakan moneter Zona Euro. PMI pendahuluan Prancis, Jerman, dan Zona Euro pada Jumat juga akan memberi gambaran tambahan soal momentum ekonomi kawasan.
Poundsterling Tertekan Data Domestik Inggris
GBP/USD melemah ke kisaran 1,3450. Sterling menghadapi sejumlah rilis data domestik yang penting pekan ini. Laporan tenaga kerja Selasa diperkirakan menunjukkan kenaikan upah tanpa bonus sebesar 3,4%, sementara upah termasuk bonus diproyeksikan naik 4,5%. Jumlah tenaga kerja diperkirakan bertambah 100 ribu orang, dengan tingkat pengangguran bertahan di 4,9%.
Data inflasi Inggris menyusul pada Rabu. Inflasi inti diperkirakan melandai ke 2,5% secara tahunan dari 2,6% sebelumnya, sementara inflasi utama sebelumnya tercatat 2,8%. Data Penjualan Ritel dan PMI pendahuluan akan dirilis pada Jumat. Data inflasi atau upah yang lebih panas berpotensi memperkuat ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) akan mempertahankan kebijakan ketat. Sebaliknya, data tenaga kerja dan konsumsi yang lebih lemah dapat menekan Poundsterling.
Yen Jepang Waspadai Risiko Intervensi
USD/JPY bertahan di kisaran 162,50. Pasar tetap waspada terhadap kemungkinan intervensi otoritas Jepang di level ini. Laporan perdagangan Jepang diperkirakan menunjukkan ekspor naik 18,6% secara tahunan dan impor meningkat 21,0%. Defisit perdagangan diperkirakan menyempit ke sekitar ¥120 miliar.
Data inflasi Jepang juga akan menjadi sorotan pekan ini. Inflasi inti tanpa harga makanan segar diperkirakan naik ke 1,6% secara tahunan, meningkat dari 1,4% sebelumnya. Inflasi yang lebih kuat dapat memperkuat ekspektasi pengetatan lanjutan oleh Bank of Japan (BoJ) dan memberi sedikit dukungan bagi Yen Jepang.
Dolar Australia Tertekan Jelang Data Tenaga Kerja
AUD/USD melemah ke kisaran 0,6980 menjelang rilis data tenaga kerja Australia pada Rabu. Jumlah lapangan kerja diperkirakan hanya bertambah 15 ribu pada Juni, melambat tajam dari kenaikan 40,3 ribu bulan sebelumnya. Tingkat pengangguran diperkirakan tetap di 4,4%.
PMI pendahuluan Australia menyusul pada Kamis. PMI Komposit sebelumnya berada di 50,4, dengan Manufaktur di 51,5 dan Jasa di 50,5. Keputusan suku bunga People’s Bank of China pada Minggu juga akan relevan bagi Dolar Australia yang sensitif terhadap kondisi ekonomi China. Bank sentral tersebut diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di 3,0%.
Harga Minyak dan Emas Menguat
Minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan mendekati $82 per barel, naik hampir 3%. Risiko geopolitik yang meningkat menjaga kekhawatiran soal pasokan tetap tinggi. Harga minyak akan tetap sensitif terhadap perkembangan di Timur Tengah dan rilis PMI global pendahuluan, yang bisa memengaruhi ekspektasi permintaan energi ke depan.
Harga emas naik mendekati $4.015 per ons. Ketidakpastian geopolitik dan permintaan aset defensif mendorong kenaikan ini. Namun, data aktivitas global atau inflasi yang lebih kuat berpotensi mengangkat imbal hasil obligasi pemerintah dan membatasi penguatan emas lebih lanjut.
Bursa Saham AS Melemah Akibat Sektor Chip
Indeks saham utama AS ditutup melemah pada Jumat. Aksi jual di saham produsen chip dan ketegangan geopolitik yang meningkat memicu pelemahan ini. S&P 500 turun 1%, Nasdaq melorot 1,5%, dan Dow Jones anjlok 407 poin.
Produsen semikonduktor jatuh tajam di tengah kekhawatiran bahwa perusahaan hyperscaler AI akan memangkas investasi infrastruktur AI mereka. Kondisi ini membalikkan sebagian reli sektor tersebut sepanjang tahun ini. Kemajuan model AI buatan China, termasuk rilis terbaru Kimi dari Moonshot, turut memicu kekhawatiran soal belanja modal yang lebih lemah. Nvidia turun 2,2%, Broadcom melemah 1%, AMD terkoreksi 1%, dan Intel merosot 2%.
Risiko inflasi juga meningkat seiring berlanjutnya perang di Timur Tengah dan kenaikan harga bahan bakar. Klaim Presiden Trump soal campur tangan China dalam pemilu 2020 turut memperkuat kekhawatiran pasar atas keberlangsungan gencatan senjata dagang. Di sisi lain, Netflix anjlok 7,3% setelah memproyeksikan pelambatan penjualan untuk kuartal berikutnya.
Agenda Minggu Ini: Bank Sentral dan Data Ekonomi
Pekan ini akan didominasi oleh keputusan suku bunga European Central Bank (ECB), data inflasi dan tenaga kerja Inggris, serta rilis PMI global pendahuluan. Data tenaga kerja Australia, inflasi Selandia Baru, dan inflasi Kanada juga akan menjadi perhatian pelaku pasar karena berpotensi memengaruhi pergerakan mata uang utama.
Fokus Pasar pada Data Ekonomi Amerika Serikat
Pergerakan Indeks Dolar AS akan tetap menjadi acuan utama pelaku pasar sepanjang pekan ini, mengingat kalender ekonomi Amerika Serikat relatif sepi. Pada Kamis, data Klaim Pengangguran Awal diperkirakan naik tipis menjadi 212 ribu dari sebelumnya 208 ribu.
Selanjutnya, perhatian pasar akan tertuju pada rilis PMI Global S&P pendahuluan dan data Penjualan Rumah Baru pada Jumat. Sebelumnya, PMI Komposit tercatat di level 51,9, dengan PMI Manufaktur sebesar 53,9 dan PMI Jasa 51,2. Jika data aktivitas ekonomi menunjukkan hasil yang lebih kuat dari perkiraan, Dolar AS berpeluang kembali menguat. Sebaliknya, data yang lebih lemah dapat memperpanjang tekanan terhadap mata uang tersebut.
Keputusan Suku Bunga Bank Sentral
People’s Bank of China akan mengumumkan keputusan suku bunga pada Minggu, 19 Juli. Bank sentral China diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di level 3,00%.
Sementara itu, European Central Bank (ECB) akan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya pada Kamis, 23 Juli. Pasar memperkirakan Main Refinancing Operations Rate tetap di 2,40%, sedangkan Deposit Facility Rate dipertahankan di 2,25%. Setelah pengumuman tersebut, Presiden ECB Christine Lagarde dijadwalkan menggelar konferensi pers untuk menjelaskan dasar pertimbangan kebijakan serta memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter ECB pada pertemuan-pertemuan berikutnya.
Prospek Harga Emas Senin | 20 Juli 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish. Setelah tertahan di area resistance 4.115–4.081 yang juga berdekatan dengan garis downtrend jangka menengah dan SMA 50, harga terus melemah hingga mendekati support 3.942. Emas kemudian sempat rebound dan membentuk resistance baru di 4.023, namun gagal melanjutkan kenaikan dan kembali bergerak turun, bahkan disertai gap pada pembukaan perdagangan awal pekan ini.
Selama harga masih bertahan di bawah resistance 4.023, tekanan bearish diperkirakan tetap mendominasi dengan peluang menguji kembali support 3.942. Jika level tersebut ditembus, penurunan berpotensi berlanjut menuju 3.886 hingga 3.819. Sementara itu, RSI (14) yang berada di kisaran 44 menunjukkan momentum masih cenderung bearish meski belum memasuki area jenuh jual.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.023 R2 4.081 R3 4.115
S1 3.942 S2 3.886 S3 3.819
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.960 |
| Profit Target Level | 4.010 |
| Stop Loss Level | 3.940 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.020 |
| Profit Target Level | 3.970 |
| Stop Loss Level | 4.050 |
Prospek Harga US Oil Senin | 20 Juli 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish setelah berhasil menembus garis downtrend jangka menengah dan bergerak di atas SMA 50. Setelah menembus resistance 77,79 yang kini berfungsi sebagai support, harga bergerak konsolidasi dalam rentang 77,79–81,22 sebelum akhirnya berhasil menembus resistance 81,22. Penguatan tersebut turut disertai gap pada pembukaan perdagangan awal pekan ini, yang mengindikasikan masih kuatnya tekanan beli.
Selama harga bertahan di atas 81,22, tren bullish diperkirakan masih berlanjut dengan peluang menguji resistance 85,55, kemudian 88,61 hingga 91,43. Sementara itu, RSI (14) yang berada di kisaran 74 menunjukkan momentum bullish masih kuat, meski sudah memasuki area overbought sehingga tetap perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek.
US Oil INTRADAY AREA
R1 81,22 R2 85,55 R3 88,61
S1 77,79 S2 76,02 S3 73,38
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 82,00 |
| Profit Target Level | 85,00 |
| Stop Loss Level | 81,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 85,50 |
| Profit Target Level | 83,00 |
| Stop Loss Level | 87,00 |
Baca analisa sebelumnya: Penguatan Dolar AS Tekan Emas dan Minyak
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
