Market Summary
Peluang trading gold menjelang data NFP AS menjadi perhatian pelaku pasar pada perdagangan Jumat. Harga emas (XAU/USD) kembali menghadapi tekanan jual setelah gagal bertahan di atas level $4.100 pada sesi Asia. Pergerakan ini memperpanjang koreksi dari level tertinggi dalam dua pekan yang tercapai sehari sebelumnya.
Penguatan kembali dolar AS turut membebani pergerakan logam mulia. Indeks dolar mendapat dukungan dari kenaikan tipis imbal hasil obligasi pemerintah AS setelah sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan. Kondisi tersebut membuat emas kehilangan sebagian daya tariknya karena harga logam mulia menggunakan denominasi dolar AS.
Meski demikian, tekanan terhadap emas masih relatif terbatas. Pelaku pasar cenderung menahan posisi besar menjelang publikasi laporan ketenagakerjaan AS atau Nonfarm Payrolls (NFP). Data tersebut berpotensi mengubah ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
Proyeksi NFP Oktober Menjadi Fokus Pasar
Laporan NFP Oktober diperkirakan menunjukkan penambahan 65.000 tenaga kerja baru. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi bulan sebelumnya yang hanya mencapai 29.000 pekerjaan. Sementara itu, tingkat pengangguran AS diperkirakan bertahan di 4,2%.
Selain pertumbuhan lapangan kerja, investor juga mencermati data Average Hourly Earnings atau rata-rata upah per jam. Indikator ini memiliki peran penting dalam mengukur tekanan inflasi dari sisi tenaga kerja.
Pertumbuhan upah yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memperkuat ekspektasi kebijakan moneter ketat. Kondisi tersebut berpotensi mendorong dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Sebaliknya, pertumbuhan pekerjaan dan upah yang lebih lemah dapat mengurangi tekanan terhadap The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi.
Karena itu, peluang trading gold menjelang data NFP AS berkaitan erat dengan respons pasar terhadap ketiga indikator tersebut. Hasil NFP, tingkat pengangguran, dan pertumbuhan upah berpotensi memicu volatilitas di pasar keuangan.
Ekspektasi Suku Bunga The Fed Membatasi Penguatan Emas
Pergerakan imbal hasil obligasi AS juga mencerminkan perubahan ekspektasi suku bunga. Setelah mengalami penurunan tajam pada pertengahan pekan, yield obligasi mulai menunjukkan pemulihan. Kenaikan harga minyak mentah turut memicu kembali kekhawatiran terhadap tekanan inflasi.
Di sisi kebijakan moneter, pasar masih memperhitungkan peluang sekitar 70% bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan Desember. Ekspektasi tersebut memberikan dukungan bagi dolar AS sekaligus membatasi ruang penguatan emas.
Suku bunga yang lebih tinggi biasanya meningkatkan daya tarik aset berbunga, seperti obligasi pemerintah. Sebaliknya, emas tidak menawarkan imbal hasil sehingga cenderung menghadapi tekanan ketika yield meningkat.
Namun, hasil NFP dapat mengubah ekspektasi tersebut. Data tenaga kerja yang lebih lemah berpotensi menekan dolar AS dan yield obligasi. Sebaliknya, angka yang kuat dapat memperkuat pandangan bahwa The Fed perlu mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.
Ketidakpastian Politik dan Geopolitik Menopang Permintaan Safe Haven
Selain faktor ekonomi, perkembangan politik AS turut memengaruhi sentimen pasar. Kemenangan besar Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu AS memicu kekhawatiran terhadap perlambatan pengembangan kecerdasan buatan (AI). Sentimen tersebut mendorong aksi jual di Wall Street pada perdagangan Kamis.
Kondisi ini meningkatkan minat investor terhadap aset safe haven, termasuk obligasi pemerintah AS dan emas. Namun, pemulihan dolar AS serta kenaikan yield membatasi dampak positif dari permintaan aset lindung nilai tersebut.
Risiko geopolitik juga masih menjadi perhatian. Presiden AS Donald Trump pada Kamis menyatakan bahwa AS mungkin perlu menghancurkan sisa kekuatan Iran. Ia juga mengatakan bahwa publik akan segera mengetahui apakah AS mengambil tindakan tersebut.
Ketegangan antara Washington dan Teheran masih berkaitan dengan program nuklir Iran serta situasi di Selat Hormuz. Ketidakpastian ini menjaga premi risiko geopolitik di pasar keuangan dan mendukung permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven.
Situasi tersebut menciptakan dinamika yang beragam bagi harga emas. Di satu sisi, risiko geopolitik dan ketidakpastian pasar saham menopang permintaan logam mulia. Di sisi lain, penguatan dolar AS dan kenaikan yield obligasi memberikan tekanan terhadap XAU/USD.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai bahwa pergerakan harga emas pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bearish, dengan level pivot di 4.092. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan bearish berpotensi berlanjut dengan menguji area support 4.007. Jika berhasil ditembus, penurunan dapat berlanjut menuju support berikutnya di 3.986 dan 3.966.
Sebaliknya, apabila harga mampu menembus dan bergerak di atas level pivot 4.092, peluang pemulihan terbuka dengan target pengujian resistance di 4.126 hingga 4.146.
Resistance 4.092 Resistance 2: 4.126 Resistance 3: 4.146
Support1: 4.007 Support 2: 3.986 Support 3: 3.966
Baca juga: Peluang Trading USD/CAD di Tengah Gejolak Harga Minyak
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
