Download TPFx Mobile Available On

Pasar Global Bergejolak, Emas dan Yen Menguat

by Alwy Assegaf
Flash News - TPFx

Pasar global bergerak beragam pada Kamis. Dolar AS kehilangan sebagian kekuatannya, sementara yen Jepang dan emas mencatat kenaikan. Harga minyak mentah juga pulih setelah mengalami penurunan tajam pada sesi sebelumnya. Sebaliknya, bursa saham Amerika Serikat menghadapi tekanan besar akibat aksi jual saham teknologi dan semikonduktor.

Dolar AS Bergerak Terbatas, Investor Menanti Data Ketenagakerjaan

Indeks dolar AS bergerak relatif stabil di sekitar 101,6 pada Kamis setelah melemah 0,3% pada sesi sebelumnya. Kemenangan Partai Demokrat di Senat dan House of Representatives memunculkan ekspektasi perubahan arah kebijakan fiskal dan hubungan luar negeri AS.

Hasil pemilu tersebut meningkatkan harapan terhadap pengurangan belanja pemerintah, pemangkasan pajak, serta peluang penyelesaian diplomatik konflik dengan Iran. Namun, keputusan ekonomi dan kebijakan luar negeri tetap berada dalam kendali besar Presiden AS.

Data ekonomi terbaru menunjukkan perusahaan swasta menambah 86.000 pekerjaan pada Oktober berdasarkan laporan ADP. Klaim awal tunjangan pengangguran juga turun ke level terendah dalam 57 tahun. Sementara itu, pertumbuhan produktivitas pada kuartal III melampaui perkiraan pasar.

Investor kini menunggu laporan nonfarm payrolls pada Jumat untuk memperoleh gambaran lebih jelas mengenai kondisi pasar tenaga kerja. Pasar juga memperkirakan peluang sekitar 70% hingga 80% bagi Federal Reserve (The Fed) untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember.

Yen Jepang Menguat, Pasar Antisipasi Kenaikan Suku Bunga BoJ

Yen Jepang menguat terhadap dolar AS pada Kamis. Penguatan ini muncul setelah risalah rapat Bank of Japan (BoJ) memberikan sinyal kuat mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember.

Pasangan USD/JPY turun dari level tertinggi Selasa di bawah 159,00 menuju kisaran 157,50. Penurunan saham teknologi AS turut mendukung penguatan yen karena investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

Dalam rapat 30 Oktober, BoJ mempertahankan suku bunga di 1,25% melalui keputusan delapan suara berbanding satu. Anggota dewan BoJ, Takata, menginginkan kenaikan suku bunga menjadi 1,5%.

BoJ akan menggelar pertemuan berikutnya pada 17-18 Desember. Pasar kini menilai peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan tersebut semakin besar.

Selisih suku bunga Jepang dan AS saat ini mencapai sekitar 2,5 poin persentase atau lebih. The Fed mempertahankan kisaran suku bunga 3,75%-4,00%. Jika BoJ menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, selisih tersebut akan menyempit apabila The Fed tidak mengubah kebijakannya.

Presiden Federal Reserve Cleveland, Beth Hammack, juga menyampaikan pandangannya pada Kamis. Ia menilai kebijakan moneter perlu bergerak ke wilayah yang lebih ketat. Hammack sebelumnya mendukung kenaikan suku bunga dalam rapat 28 Oktober.

Poundsterling Menguat Menjelang Keputusan Bank of England

Poundsterling menguat terhadap dolar AS. Pasangan GBP/USD bergerak mendekati 1,3485 selama perdagangan sesi Asia pada Kamis.

Pelemahan dolar AS setelah kemenangan besar Partai Demokrat menjadi salah satu pendorong penguatan poundsterling. Hasil pemilu tersebut juga mengurangi kekhawatiran pasar terhadap potensi sengketa hasil pemilu.

Pelaku pasar kini menunggu keputusan suku bunga Bank of England (BoE). Bank sentral Inggris diperkirakan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, dari 3,75% menjadi 4,0%.

Pernyataan Gubernur BoE Andrew Bailey akan menjadi perhatian utama. Investor ingin memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan moneter Inggris dalam beberapa bulan mendatang.

Harga Emas Tembus US$4.120, Dolar dan Imbal Hasil Obligasi Melemah

Harga emas naik lebih dari 1% hingga menembus US$4.120 per ons pada Kamis. Kenaikan ini memperpanjang reli setelah pemilu AS dan membawa harga emas ke level tertinggi sejak 21 Oktober.

Pelemahan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang mendukung harga logam mulia. Selain itu, harga minyak yang bertahan di bawah US$100 per barel membantu meredakan kekhawatiran terhadap inflasi.

Pada Rabu, harga emas melonjak lebih dari 3%. Kenaikan harian tersebut menjadi yang terbesar sejak 19 Agustus. Penurunan harga energi dan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut memperkuat daya tarik emas.

Kemenangan Partai Demokrat di Senat dan House of Representatives juga memberikan tekanan terhadap dolar dan imbal hasil obligasi. Hasil pemilu tersebut meningkatkan ekspektasi bahwa Kongres akan membatasi kebijakan yang berpotensi memperbesar defisit anggaran pemerintahan Trump.

Selain itu, investor melihat peluang meredanya konflik Iran. Perkembangan ini dapat mengurangi risiko geopolitik dan tekanan inflasi global.

Kini, perhatian pasar kembali tertuju pada laporan nonfarm payrolls AS pada Jumat. Data tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed dan arah pergerakan emas.

Harga Minyak Pulih Hampir 3% di Tengah Risiko Geopolitik

Harga minyak mentah naik hampir 3% ke sekitar US$90,5 per barel pada Kamis. Kenaikan ini mengakhiri penurunan selama empat sesi berturut-turut. Pada sesi sebelumnya, harga minyak sempat anjlok lebih dari 8% hingga menyentuh level terendah dalam hampir dua bulan.

Pelaku pasar terus menilai dampak kemenangan Partai Demokrat terhadap peluang penyelesaian diplomatik konflik antara AS dan Iran. Teheran dilaporkan tengah meninjau sejumlah proposal yang disampaikan melalui mediator regional.

Namun, Washington dan Teheran masih memiliki perbedaan pandangan mengenai persyaratan kesepakatan. Kondisi ini membuat risiko geopolitik di kawasan Teluk Persia tetap tinggi.

Risiko terhadap jalur pelayaran juga belum mereda. Setidaknya lima insiden terkait kapal terjadi di Teluk Persia sejak Minggu. Ancaman terhadap lalu lintas komersial masih berlanjut meskipun pengiriman minyak melalui Selat Hormuz mulai pulih.

Ekspor minyak mentah dari kawasan Teluk juga mendekati level sebelum perang. Namun, biaya transportasi kini lebih tinggi. Situasi tersebut menunjukkan bahwa pemulihan pasokan belum sepenuhnya menghilangkan risiko gangguan distribusi.

Bursa Saham AS Anjlok, Saham Teknologi Tertekan

Bursa saham Amerika Serikat mengalami aksi jual besar pada Kamis. Indeks S&P 500 turun 4,4%, sedangkan Nasdaq anjlok 6,4% ke level terendah dalam tujuh bulan. Dow Jones juga kehilangan 1.833 poin. Penurunan tersebut menghapus kenaikan yang tercatat pada sesi sebelumnya. S&P 500 bahkan mencatat penurunan harian terdalam sejak aksi jual akibat kebijakan tarif pada April 2025.

Tekanan terbesar datang dari saham semikonduktor. Investor mengkhawatirkan dampak kemenangan Partai Demokrat terhadap regulasi pusat data dan infrastruktur komputasi yang mendukung pengembangan kecerdasan buatan (AI). Kekhawatiran terhadap potensi pembatasan investasi AI meningkatkan ketidakpastian terhadap proyeksi pendapatan perusahaan teknologi.

Fokus Pasar Hari Ini: Data Tenaga Kerja AS dan Pidato Gubernur BoJ

Pasar global akan mencermati sejumlah agenda ekonomi penting pada Jumat (6/11). Fokus utama tertuju pada data ketenagakerjaan Amerika Serikat, terutama perubahan jumlah tenaga kerja nonpertanian (Non-Farm Employment Change), pertumbuhan upah, dan tingkat pengangguran.

Data Non-Farm Employment Change diperkirakan menunjukkan penambahan 65.000 pekerjaan, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya sebanyak 29.000 pekerjaan. Sementara itu, Average Hourly Earnings diproyeksikan tumbuh 0,3% secara bulanan, naik dari 0,1% pada periode sebelumnya.

Tingkat pengangguran AS diperkirakan bertahan di 4,2%, sama seperti periode sebelumnya. Kombinasi ketiga data tersebut akan memberikan gambaran mengenai kekuatan pasar tenaga kerja dan tekanan upah di AS.

Hasil data yang lebih kuat dari perkiraan dapat memperkuat dolar AS karena pasar berpotensi menilai The Fed perlu mempertahankan kebijakan moneter ketat. Sebaliknya, data yang lebih lemah dapat menambah tekanan terhadap dolar dan mendukung harga emas.

Selain data AS, perhatian investor juga tertuju pada pidato Gubernur Bank of Japan (BoJ), Kazuo Ueda, yang dijadwalkan pada pukul 23.00 WIB. Pernyataan Ueda berpotensi memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai peluang kenaikan suku bunga Jepang pada pertemuan Desember.

Jika Ueda memberikan sinyal hawkish, yen berpotensi melanjutkan penguatannya terhadap dolar AS. Sebaliknya, pernyataan yang lebih berhati-hati dapat membatasi penguatan yen.

Prospek Harga Emas Jumat | 06 November 2026

Prospek emas 06 November 2026 - TPFxPergerakan emas pada timeframe H4 mulai menunjukkan perubahan momentum ke arah bullish setelah berhasil menembus descending trendline dan SMA 50. Harga rebound kuat dari area 3.900, tetapi saat ini mengalami koreksi setelah tertahan di resistance 4.147.

Level 4.066 menjadi support penting untuk menjaga momentum kenaikan. Jika harga mampu bertahan di atasnya, peluang rebound menuju 4.147 terbuka kembali. Penembusan level tersebut berpotensi mendorong kenaikan menuju 4.200 hingga 4.244.

Sebaliknya, jika harga turun di bawah 4.066, koreksi dapat berlanjut menuju support 4.029. Penembusan level ini berpotensi membawa harga menguji 3.975.

RSI(14) berada di 60,08, menunjukkan momentum bullish masih cukup kuat meskipun mulai melemah dari area mendekati overbought.

GOLD INTRADAY AREA

R1  4.147   R2  4.200   R3 4.244

S1  4.066   S2  4.029   S3 3.975

OPEN POSITION BUY
Price Level 4.070
Profit Target Level 4.145 – 4.200
Stop Loss Level 4.025
OPEN POSITION SELL
Price Level 4.200
Profit Target Level 4.150
Stop Loss Level 4.245

Prospek Harga US Oil  Jumat | 06 November 2026

Prospek Oil 06 November 2026 - TPFxPergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan tren bearish setelah harga menembus ascending trendline dan SMA 50. Setelah merosot dari area 103–104 hingga support 86.82, harga kini mulai rebound ke sekitar 91.26.

Jika kenaikan berlanjut, harga berpeluang menguji resistance 93.55. Penembusan level ini membuka peluang menuju 95.10 hingga 97.09. Sebaliknya, jika kembali tertahan dan berbalik turun, harga berpotensi menguji support 89.56, kemudian 87.90–86.82.

RSI(14) berada di 40.82, menunjukkan momentum masih cenderung bearish meskipun mulai pulih dari area oversold. Selama harga masih berada di bawah SMA 50, rebound saat ini belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren.

US Oil INTRADAY AREA

R1  93,55   R2  95,10   R3 97,09

S1 89,56  S2  87,90   S3 86,82

OPEN POSITION BUY
Price Level 88,00
Profit Target Level 91,00
Stop Loss Level 86,70
OPEN POSITION SELL
Price Level 93,55
Profit Target Level 91,00
Stop Loss Level 95,10

Baca analisa sebelumnya: Pasar Global Jelang Data Tenaga Kerja AS

Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.

Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.

You may also like

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures

Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id

Call Center: 
(+62) 21 252 75 77

Pengaduan

Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA

 

Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.

 

Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy