Pasar global jelang data tenaga kerja bergerak hati-hati pada awal November 2026. Dolar AS melemah meski aktivitas manufaktur Amerika menunjukkan ekspansi. Investor lebih memperhatikan perkembangan negosiasi AS-Iran dan potensi perubahan kebijakan perdagangan serta geopolitik. Indeks Dolar AS (DXY) turun 0,24% ke 101,72. Sementara itu, pasar menunggu pemilihan paruh waktu AS, data Factory Orders, dan laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS).
Aktivitas Manufaktur AS Menguat
Institute for Supply Management (ISM) melaporkan PMI manufaktur AS naik menjadi 55,5 pada Oktober 2026, dari 54,5 pada September. Angka tersebut melampaui ekspektasi pasar sebesar 54,6 dan menunjukkan ekspansi aktivitas manufaktur. Indeks di atas 50 menandakan pertumbuhan sektor tersebut.
Namun, data positif ini belum mampu menopang dolar AS. Investor justru mencermati peluang kemajuan diplomasi Washington dan Teheran. Presiden Donald Trump dikabarkan memilih memberi lebih banyak waktu bagi jalur diplomasi sebelum mempertimbangkan serangan baru terhadap Iran. Harapan tersebut menekan permintaan aset safe haven dan turut memengaruhi harga minyak.
Euro dan Poundsterling Menguat
EUR/USD naik 0,33% dan bergerak mendekati 1,1200. PMI manufaktur HCOB menunjukkan perkembangan positif di Spanyol dan Jerman. Sebaliknya, Italia mencatat kontraksi dengan indeks turun dari 50,4 menjadi 49,4, di bawah perkiraan pasar. Investor kini menantikan pernyataan pejabat European Central Bank (ECB), Joachim Nagel dan Olaf Sleijpen.
GBP/USD bergerak di sekitar 1,3400 setelah mencapai puncak 1,3448. Namun, pembeli belum mampu mempertahankan momentum kenaikan. Pasar tetap memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga Bank of England (BoE) pada Kamis, dengan probabilitas mendekati 100% menurut data LSEG.
Yen, Dolar Australia, dan Franc Swiss
USD/JPY bergerak sideways setelah Bank of Japan (BoJ) memberikan kejutan dovish pada Jumat lalu. Meski pesan kebijakan relatif hawkish, pasar uang masih memperkirakan kenaikan suku bunga pada pertemuan Desember.
AUD/USD turun menuju 0,7000 menjelang keputusan Reserve Bank of Australia (RBA) pada pukul 03.30 GMT. Pasar memperkirakan kenaikan suku bunga 25 basis poin dengan probabilitas sekitar 85%. Investor juga menunggu pernyataan kebijakan moneter dan konferensi pers Gubernur RBA Michele Bullock.
USD/CHF menjadi pasangan mata uang dengan performa terbaik di antara instrumen yang dibahas. Pasangan ini turun dari sekitar 0,8250 menuju 0,8182 tanpa katalis yang jelas. Investor menantikan data CPI Oktober Swiss untuk melihat arah kebijakan Swiss National Bank (SNB), yang diperkirakan mempertahankan suku bunga rendah.
Harga Minyak Turun, Emas Menguat
Harga minyak WTI anjlok lebih dari 6,60% menuju $96,11 per barel. Harapan tercapainya kesepakatan antara Washington dan Teheran memicu tekanan jual. Laporan Axios menyebut Trump ingin memberi kesempatan lebih besar bagi diplomasi sebelum mempertimbangkan serangan baru terhadap Iran.
Sebaliknya, harga emas (XAU/USD) naik lebih dari 1,50% menuju $3.964 per troy ounce. Pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil Treasury AS mendukung logam mulia. Meski demikian, struktur teknikal masih menunjukkan tren turun. Harga perlu kembali menembus $4.000 untuk membuka peluang pemulihan lebih lanjut.
Wall Street Tertekan Saham Teknologi
Pasar saham AS memulai November dengan pergerakan beragam. S&P 500 turun 0,5%, Nasdaq melemah 1,1%, sedangkan Dow Jones naik 214 poin. Tekanan saham teknologi dan energi membebani indeks utama.
Microsoft turun 2,8%, Micron Technology merosot 5,8%, dan AMD melemah 7,5%. Apple juga turun 1,8% menjelang laporan keuangan setelah penutupan pasar. ExxonMobil kehilangan 4%, sementara Oracle anjlok 8,8% setelah mengumumkan penawaran saham senilai $10 miliar dan rencana penerbitan utang dengan nilai serupa.
Sebaliknya, sejumlah saham konsumer, material, dan keuangan mencatat kinerja lebih baik. Amazon naik 2,2%, Tesla menguat 1%, dan Walmart bertambah 3,4%.
Fokus Pasar Berikutnya
Pasar global jelang data tenaga kerja akan mencermati perkembangan geopolitik, pemilihan paruh waktu AS, serta sejumlah indikator ekonomi penting. Data JOLTS, Factory Orders, dan laporan tenaga kerja berikutnya berpotensi mengubah ekspektasi kebijakan Federal Reserve.
Investor juga perlu memperhatikan keputusan suku bunga RBA dan BoE serta perkembangan negosiasi AS-Iran. Pergerakan dolar, minyak, emas, dan saham teknologi akan bergantung pada kombinasi data ekonomi, arah kebijakan bank sentral, dan sentimen geopolitik.
Prospek Harga Emas Selasa | 03 November 2026
Pergerakan XAU/USD pada timeframe H4 masih menunjukkan tren bearish, meskipun harga mulai mengalami rebound setelah menyentuh area support 3.870. Harga saat ini berada di sekitar 3.946 dan masih bergerak di bawah SMA 50 serta descending trendline, sehingga tekanan jual belum sepenuhnya mereda. RSI 42,74 mulai naik dari area oversold, tetapi masih di bawah level 50 yang menunjukkan momentum bearish masih dominan.
Harga berpotensi menguji resistance 3.975. Jika berhasil menembus dan bertahan di atas level tersebut, rebound dapat berlanjut menuju 4.027, kemudian 4.066 yang berdekatan dengan descending trendline. Namun, selama harga belum mampu menembus trendline dan SMA 50, kenaikan masih berpotensi menjadi koreksi dalam tren bearish.
GOLD INTRADAY AREA
R1 3.975 R2 4.027 R3 4.066
S1 3.870 S2 3.819 S3 3.760
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.920 |
| Profit Target Level | 3.970 |
| Stop Loss Level | 3.870 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 3.970 |
| Profit Target Level | 3.925 |
| Stop Loss Level | 4.030 |
Prospek Harga US Oil Selasa | 03 November 2026

Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan tren bearish setelah gagal mempertahankan kenaikan di atas 100,99. Harga saat ini berada di sekitar 96,34, sudah menembus ascending trendline dan bergerak di bawah SMA 50. RSI 31,57 mendekati area oversold, menunjukkan tekanan jual masih kuat meskipun peluang rebound mulai terbuka.
Harga berpotensi menguji resistance 97,86. Jika berhasil menembus level tersebut, rebound dapat berlanjut menuju 99,41, kemudian 100,99 yang menjadi resistance penting sekaligus area bekas ascending trendline. Namun, selama harga belum mampu kembali bertahan di atas 100,99, kenaikan masih berpotensi menjadi koreksi dalam tren bearish.
Sebaliknya, jika harga gagal melewati 97,86 dan kembali turun, support 92,37 menjadi target penurunan berikutnya. Penembusan level tersebut membuka peluang menuju support 89,56, kemudian 86,82.
US Oil INTRADAY AREA
R1 97,86 R2 99,41 R3 100,99
S1 92,37 S2 89,56 S3 86,82
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 92,40 |
| Profit Target Level | 95,00 |
| Stop Loss Level | 90,90 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 97,85 |
| Profit Target Level | 94,00 |
| Stop Loss Level | 99,50 |
Baca analisa sebelumnya: Gejolak Pasar Global: Emas Turun, Minyak Melonjak
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
