Dolar AS akan menghadapi ujian penting pada pekan pertama Agustus setelah mengalami pelemahan tajam pada akhir Juli. Investor kini mengalihkan perhatian dari keputusan bank sentral menuju rangkaian data ekonomi baru. Laporan Non-Farm Payrolls (NFP) bulan Juli menjadi sorotan utama, sementara survei ISM, data ADP Employment, dan JOLTS Job Openings akan memberikan gambaran tambahan soal kekuatan ekonomi AS.
Fokus Pasar pada Data Ketenagakerjaan AS
Indeks Dolar AS (DXY) bergerak di kisaran 99,90 menjelang laporan ketenagakerjaan Juli yang terbit hari Jumat. Pasar memperkirakan ekonomi AS menambah 91 ribu lapangan kerja, naik dari 57 ribu pada Juni. Pasar juga memperkirakan tingkat pengangguran naik tipis menjadi 4,3%. Sebelum laporan payroll keluar, ISM Manufacturing, ISM Services, JOLTS Job Openings, dan ADP Employment akan menjadi sinyal penting soal momentum pasar tenaga kerja. Data yang lebih kuat dari perkiraan bisa memperkuat sikap hawkish The Fed, sedangkan data yang lebih lemah berpotensi menghidupkan kembali ekspektasi pelonggaran kebijakan.
Zona Euro Waspadai Tekanan Inflasi
EUR/USD bertahan di level 1,1530 menjelang pekan baru. Kalender ekonomi zona Euro cukup padat pekan ini. Data Retail Sales bulan Juni dan PMI Manufaktur final terbit hari Senin, sedangkan data Services PMI dan Producer Price Index menyusul hari Rabu. Data Factory Orders Jerman dan rilis Retail Sales lain pada akhir pekan akan memberi gambaran lebih jelas soal permintaan domestik dan aktivitas industri. Inflasi yang masih tinggi dan aktivitas ekonomi yang tangguh berpotensi menopang Euro, meski data AS yang kuat bisa membatasi penguatan EUR/USD.
Pound Sterling Mengikuti Arah Dolar AS
GBP/USD bergerak di kisaran 1,3480 menutup pekan. Inggris memiliki kalender ekonomi yang relatif sepi pekan ini, sehingga rilis data AS lebih banyak memengaruhi pergerakan GBP/USD. Survei ISM, data ADP Employment, dan laporan NFP hari Jumat akan menentukan arah pasangan mata uang ini.
Yen Jepang Nantikan Data Upah dan Notulen BoJ
USD/JPY mengakhiri Juli di level 159,10 setelah muncul dugaan intervensi otoritas Jepang. Pelaku pasar kini mencermati data Labor Cash Earnings Jepang bulan Juni dan notulen rapat kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ). Investor mencari bukti tambahan bahwa pertumbuhan upah masih sejalan dengan arah pengetatan kebijakan BoJ setelah pertemuan kebijakan pekan lalu. Sinyal inflasi upah yang lebih kuat berpotensi menambah dukungan bagi Yen Jepang.
Dolar Australia Pantau Data Ekonomi China
AUD/USD bergerak di kisaran 0,7040. Pasangan ini akan menghadapi pekan penting karena China merilis data PMI Jasa Caixin dan data perdagangan Juli. Kedua indikator ini mendapat perhatian besar karena hubungan dagang Australia dengan China cukup erat. Di dalam negeri, data Neraca Perdagangan Australia akan memberi gambaran tambahan soal permintaan eksternal. Data China yang positif bisa mendukung Dolar Australia, sedangkan data yang lemah berpotensi memicu kekhawatiran soal pertumbuhan kawasan.
Emas Tertekan Menjelang Data Tenaga Kerja AS
Harga emas menutup pekan di kisaran $4.050 dengan tren melemah. Investor akan terus memantau data pasar tenaga kerja AS dan imbal hasil obligasi Treasury sepanjang pekan ini. Data tenaga kerja yang kuat cenderung mendukung Dolar AS dan imbal hasil obligasi, sehingga membatasi penguatan harga emas. Sebaliknya, data yang lemah berpotensi menghidupkan kembali permintaan terhadap logam mulia ini.
Wall Street Ditutup Menguat
Bursa saham Amerika Serikat menguat pada perdagangan Jumat karena sektor jasa konsumen, minyak dan gas, serta telekomunikasi mencatat kinerja positif. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,53%, S&P 500 menguat 0,70%, dan Nasdaq Composite melonjak 1,00%.
Saham Unggulan di Dow Jones
Amazon.com Inc menjadi saham dengan performa terbaik di indeks Dow Jones setelah melonjak 15,31% atau 36,05 poin ke level 271,55. Microsoft Corporation turut menguat 3,10% ke 465,10, sementara NVIDIA Corporation naik 2,95% ke 200,79.
Di sisi lain, Apple Inc menjadi saham dengan kinerja terburuk di Dow Jones setelah anjlok 7,35% ke 308,91. Boeing Co turun 2,15% ke 216,14, sedangkan UnitedHealth Group melemah 1,68% ke 414,40.
Pergerakan Saham di S&P 500
Di indeks S&P 500, Amazon.com Inc kembali memimpin penguatan dengan lonjakan 15,31% ke level 271,55. DexCom Inc naik 11,95% ke 83,45, sementara Monolithic Power Systems Inc menguat 8,35% ke 1.426,03.
Sebaliknya, GoDaddy Inc menjadi saham dengan penurunan terdalam setelah merosot 16,70% ke 82,74. Corteva Inc turun 11,90% ke 78,71, sedangkan FMC Corporation melemah 9,51% ke 10,71.
Performa Saham di Nasdaq Composite
Pada indeks Nasdaq Composite, OFA Group mencatat kenaikan paling tinggi dengan lonjakan 930,00% ke level 1,03. Focus Universal Inc melesat 517,02% ke 11,60, sementara Wetour Robotics Ltd menguat 189,00% ke 0,09.
Prospek Harga Emas Senin | 03 Agustus 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 masih cenderung bergerak sideways setelah beberapa kali gagal menembus resistance 4.116 hingga 4.141. Harga saat ini kembali berada di sekitar area SMA 50 yang berada di kisaran 4.064, sehingga level ini menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya. Selama harga masih bertahan di bawah SMA 50 dan resistance 4.116, peluang konsolidasi dengan kecenderungan bearish masih terbuka untuk menguji support 4.027 hingga 3.995.
Sebaliknya, apabila harga mampu menembus dan bertahan di atas 4.116, maka peluang kenaikan akan kembali terbuka dengan target menuju resistance 4.141 hingga 4.166. Sementara itu, indikator RSI yang berada di sekitar level 50 menunjukkan momentum yang masih netral sehingga mengindikasikan belum adanya dominasi yang kuat dari pihak pembeli maupun penjual.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.116 R2 4.141 R3 4.166
S1 4.027 S2 3.995 S3 3.960
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.030 |
| Profit Target Level | 4.115 |
| Stop Loss Level | 3.990 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.116 |
| Profit Target Level | 4.050 |
| Stop Loss Level | 4.145 |
Prospek Harga US Oil Senin | 03 Agustus 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 kembali berada di bawah SMA 50 setelah mengalami penurunan tajam yang sekaligus membentuk gap bearish di kisaran 81,22 hingga 84,53. Kegagalan harga bertahan di atas area SMA 50 mengindikasikan tekanan jual masih cukup dominan, sehingga selama harga bergerak di bawah resistance 84,82 hingga 85,89, kecenderungan masih bearish dengan peluang melanjutkan pelemahan untuk menguji support 79,54, kemudian 77,75 hingga 76,02.
Sebaliknya, apabila harga mampu kembali menembus dan bertahan di atas SMA 50 sekaligus menutup gap tersebut, maka peluang rebound akan semakin besar dengan target menuju resistance 85,89 hingga 87,27. Sementara itu, RSI yang berada di kisaran 40 menunjukkan momentum masih cenderung lemah, meski belum memasuki area jenuh jual sehingga ruang pelemahan masih terbuka.
US Oil INTRADAY AREA
R1 84,82 R2 85,89 R3 87,27
S1 79,54 S2 77,75 S3 76,02
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 80,00 |
| Profit Target Level | 83,20 |
| Stop Loss Level | 77,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 84,80 |
| Profit Target Level | 81,50 |
| Stop Loss Level | 86,00 |
Baca analisa sebelumnya: Dolar AS Anjlok Setelah Data PDB AS Mengecewakan
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
