Harga emas naik pada perdagangan Kamis setelah data inflasi Amerika Serikat sesuai dengan perkiraan pasar. Pelemahan dolar AS memberikan dorongan bagi logam mulia, meski kenaikan harga minyak membatasi penguatan lebih lanjut. Harga emas spot ditutup menguat 0,7% ke level US$4.026,78 per troy ounce, sedangkan kontrak berjangka naik 0,8% menjadi US$4.041,60 per troy ounce.
Data PCE Tekan Dolar AS
Pelaku pasar mencermati rilis indeks Core Personal Consumption Expenditures (PCE) Mei yang menjadi acuan inflasi utama Federal Reserve. Data tersebut menunjukkan inflasi inti naik 0,3% secara bulanan dan 3,4% secara tahunan. Angka itu sesuai dengan ekspektasi pasar dan sedikit lebih tinggi dibandingkan April.
Sementara itu, inflasi PCE secara keseluruhan meningkat 0,4% secara bulanan dan 4,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meskipun masih berada jauh di atas target inflasi The Fed sebesar 2%, hasil tersebut berhasil meredakan kekhawatiran bahwa bank sentral akan kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
Sinyal meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga membuat dolar AS melemah setelah sebelumnya mencatat penguatan selama enam hari berturut-turut. Kondisi tersebut menjadi faktor utama yang mendorong harga emas naik.
Sikap Hawkish The Fed Masih Jadi Perhatian
Pekan lalu, Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menyampaikan proyeksi ekonomi yang lebih hawkish dari perkiraan pasar. Dot plot terbaru menunjukkan sedikitnya separuh anggota Federal Open Market Committee (FOMC) memperkirakan kenaikan suku bunga masih mungkin terjadi tahun ini.
Namun, pelaku pasar mulai menilai tekanan inflasi akibat lonjakan harga energi telah mencapai puncaknya. Kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran mendorong kembali aktivitas pelayaran di Selat Hormuz sehingga harga minyak sempat turun ke level sebelum konflik Timur Tengah memanas.
Perubahan tersebut membuat investor kembali mempertimbangkan peluang kebijakan moneter yang lebih moderat pada beberapa bulan mendatang.
Harga Minyak Bangkit karena Ketegangan Hormuz
Kenaikan harga emas naik tidak berlangsung tanpa hambatan. Harga minyak kembali menguat setelah muncul laporan serangan terhadap sebuah kapal di dekat Oman serta meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terkait tarif pelayaran di Selat Hormuz.
Brent untuk kontrak September naik 1,7% menjadi US$75,14 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) kontrak Agustus menguat 1,7% ke US$71,53 per barel.
Meski demikian, pasar menilai premi risiko geopolitik telah jauh berkurang dibandingkan beberapa bulan lalu. Saat konflik memuncak, harga Brent sempat mendekati US$120 per barel.
JPMorgan memperkirakan keseimbangan pasar energi akan tercapai lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Bank investasi tersebut memproyeksikan harga Brent rata-rata berada di kisaran US$80 per barel pada paruh kedua 2026.
Wall Street Bergerak Mixed
Bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi. Indeks S&P 500 turun 0,1%, sementara Nasdaq melemah 0,5%. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average berhasil menguat tipis 0,1% dan sempat mencetak rekor intraday baru.
Pergerakan pasar dipengaruhi dua sentimen berbeda. Laporan keuangan Micron Technology yang kuat sempat mendorong optimisme investor. Namun, pengumuman Apple mengenai kenaikan harga produknya memicu kekhawatiran terhadap tekanan inflasi sehingga pasar kehilangan arah.
Prospek Harga Emas Jumat | 26 Juni 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish karena harga masih bergerak di bawah garis SMA 50 dan membentuk pola lower high serta lower low. Meski terjadi rebound dari area support, kenaikan diperkirakan masih bersifat korektif selama harga belum mampu menembus resistance di kisaran 4.121 hingga 4.199.
Jika gagal menembus area tersebut, tekanan jual berpotensi kembali mendorong harga turun untuk menguji support 3.959, dengan peluang pelemahan lanjutan menuju 3.819. Sebaliknya, jika harga mampu menembus dan bertahan di atas 4.199, peluang penguatan jangka pendek akan semakin terbuka.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.050 R2 4.121 R3 4.199
S1 3.959 S2 3.819 S3 3.717
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.960 |
| Profit Target Level | 4.010 |
| Stop Loss Level | 3.920 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.050 |
| Profit Target Level | 3.960 |
| Stop Loss Level | 4.090 |
Prospek Harga US Oil Jumat | 26 Juni 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang tetap berada di bawah garis moving average serta struktur lower high dan lower low yang masih terjaga. Meski terdapat potensi rebound jangka pendek dari area support, kenaikan diperkirakan masih bersifat korektif selama harga belum mampu menembus resistance di kisaran 72,80 hingga 75,16.
Jika gagal menembus area tersebut, tekanan jual berpotensi kembali mendominasi dan mendorong harga turun menguji support 68,86, dengan peluang pelemahan lanjutan menuju 65,79. Sebaliknya, jika harga mampu menembus dan bertahan di atas 75,16, peluang penguatan yang lebih signifikan akan semakin terbuka.
US Oil INTRADAY AREA
R1 72,80 R2 75,16 R3 78,07
S1 68,86 S2 65,79 S3 63,57
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 70,02 |
| Profit Target Level | 72,50 |
| Stop Loss Level | 68,70 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 72,80 |
| Profit Target Level | 70,00 |
| Stop Loss Level | 75,20 |
Baca analisa sebelumnya: Dolar AS Menguat, Harga Emas Tertekan di Dekat US$4.100
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish yang kuat, terlihat dari harga yang terus bergerak di bawah SMA 50 serta membentuk rangkaian lower high dan lower low. Setelah gagal bertahan di area 4.050, tekanan jual kembali meningkat dan mendorong harga turun mendekati support penting di 3.929. Meskipun indikator RSI menunjukkan kondisi yang sudah berada di area oversold dan membentuk potensi bullish divergence, sinyal tersebut sejauh ini baru mengindikasikan peluang koreksi terbatas, bukan perubahan tren utama.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari harga yang bergerak di bawah SMA 50 dan masih berada di bawah garis tren turun yang membatasi pergerakan sejak awal Mei. Setelah gagal mempertahankan kenaikan di area 4.145, harga kembali melemah dan bergerak di bawah level 4.100, sehingga tekanan jual masih mendominasi dalam jangka pendek. Selama harga bertahan di bawah resistance 4.145, potensi penurunan masih terbuka menuju support 4.072, kemudian 4.052, dan selanjutnya 4.024.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah SMA 50 dan terus membentuk lower high serta lower low. Setelah gagal melanjutkan kenaikan dari resistance 78,49, harga kembali tertekan dan kini menguji support penting di area 72,80. Area ini menjadi level kunci yang akan menentukan arah pergerakan berikutnya.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah harga gagal bertahan di area resistance 4.278. Tekanan jual kemudian mendorong harga menembus support 4.218 dan turun hingga membentuk support baru di kisaran 4.118. Dari area tersebut, harga sempat melakukan rebound, namun kenaikan masih tertahan di resistance 4.218 yang kini menjadi resistance terdekat sekaligus berdekatan dengan SMA 50.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah SMA 50 yang terus menurun. Setelah membentuk support di area 72,80, harga sempat mengalami rebound, namun kenaikan tersebut masih terbatas dan belum mampu menembus resistance 78,49 yang kini menjadi hambatan terdekat.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish setelah harga menembus support 4.218 yang kini berbalik menjadi resistance terdekat. Tekanan jual semakin kuat karena area resistance tersebut juga berdekatan dengan SMA 50 yang masih bergerak menurun, sehingga memperbesar peluang munculnya aksi jual saat terjadi rebound.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish meskipun saat ini sedang mengalami rebound dari area support 72,80–75,02. Kenaikan yang terjadi sejauh ini masih bersifat korektif karena harga tetap bergerak di bawah SMA 50 yang menurun, menunjukkan bahwa tekanan jual jangka menengah masih mendominasi pasar.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah gagal mempertahankan penguatan di atas area resistance 4.330–4.364 yang juga berdekatan dengan resistance trendline menurun. Penolakan di area tersebut mendorong harga kembali turun menembus support dinamis SMA dan saat ini bergerak di bawah level 4.278, yang kini berubah menjadi resistance.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan tren bearish yang kuat setelah harga menembus beberapa level support penting dan bergerak jauh di bawah SMA yang terus menurun. Tekanan jual yang dominan mendorong harga turun hingga menguji area support 72,80 sebelum mengalami rebound terbatas. Meski demikian, pemulihan yang terjadi sejauh ini masih bersifat korektif selama harga belum mampu menembus area resistance 78,49 yang sebelumnya merupakan support dan kini berbalik menjadi resistance.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan bahwa harga sempat menembus resistance 4.306 dan melanjutkan kenaikan hingga menembus resistance 4.364, bahkan mencetak puncak baru di sekitar 4.380. Namun, kegagalan harga untuk bertahan di atas area tersebut memicu aksi ambil untung yang cukup agresif sehingga harga berbalik turun dan menghapus sebagian besar kenaikan sebelumnya. Koreksi tersebut akhirnya membawa harga menutup gap yang berada di sekitar area 4.235.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish. Setelah sempat mengalami rebound dari area support 73,22–74,77, harga berhasil naik menguji resistance 78,49. Namun, kenaikan tersebut tidak mampu dipertahankan dan kembali memicu tekanan jual, menandakan bahwa minat beli masih relatif lemah di tengah dominasi tren turun yang lebih besar.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan harga masih berada dalam fase pemulihan setelah rebound tajam dari area support 4.023. Namun, momentum kenaikan kembali tertahan di area resistance 4.364 yang bertepatan dengan garis tren turun (bearish trendline) yang telah membatasi pergerakan harga sejak pertengahan Mei. Kegagalan menembus area tersebut mengindikasikan bahwa tekanan jual masih cukup kuat dan para pelaku pasar masih menjadikan area tersebut sebagai zona distribusi.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan harga masih berada dalam fase pemulihan setelah rebound tajam dari area support 4.023. Kenaikan tersebut berhasil membawa harga menembus beberapa resistance penting di 4.118, 4.170, dan 4.235. Namun, momentum bullish mulai tertahan di area 4.364–4.369 yang bertepatan dengan resistance trendline bearish yang telah membatasi pergerakan harga sejak pertengahan Mei.
Harga emas rebound setelah pembukaan dengan gap up dan berhasil kembali menembus area 4.235 yang sebelumnya menjadi resistance. Area tersebut kini beralih fungsi menjadi support dan menjadi level penting yang perlu dipertahankan untuk menjaga momentum kenaikan. Gap yang terbentuk saat pembukaan juga masih belum tertutup, sehingga selama harga bertahan di atas 4.235 dan tidak kembali mengisi gap tersebut, peluang gap berkembang menjadi runaway gap tetap terbuka.
Pergerakan US Oil masih berada dalam tren bearish setelah gagal bertahan di atas resistance 85,93, yang sebelumnya merupakan area support penting. Tekanan jual kemudian berlanjut hingga menembus support 81,63, sehingga level tersebut kini juga beralih fungsi menjadi resistance.
