Market Summary
Peluang Trading USD/CHF kembali menjadi perhatian setelah Swiss National Bank (SNB) mempertahankan suku bunga acuannya di 0%. Keputusan tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar. Namun, pernyataan SNB memberi sinyal bahwa bank sentral Swiss belum melihat alasan untuk memperketat kebijakan moneter dalam waktu dekat.
Keputusan SNB tersebut membuat Franc Swiss (CHF) melemah terhadap Dolar AS (USD). USD/CHF sempat naik ke 0,8269, level tertinggi sejak akhir Mei, setelah sebelumnya bergerak di bawah 0,8530 pada sesi perdagangan yang sama.
SNB Pertahankan Suku Bunga di 0%
SNB mempertahankan suku bunga pada level 0% dalam pertemuan kebijakan moneter terbarunya. Bank sentral Swiss mencatat inflasi meningkat pada Agustus. Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi oleh harga minyak yang lebih tinggi.
SNB memperkirakan inflasi masih akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang. Namun, tekanan tersebut diperkirakan mulai mereda pada 2027. Kondisi ini membuat SNB memiliki ruang terbatas untuk memperketat kebijakan moneter dalam waktu dekat.
SNB juga menilai pertumbuhan ekonomi Swiss pada kuartal kedua cukup kuat. Meski demikian, bank sentral memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan kembali berada pada level moderat dalam beberapa kuartal mendatang.
Ketidakpastian ekonomi yang tinggi dan tekanan inflasi menjadi perhatian utama SNB. Dengan kondisi tersebut, arah kebijakan SNB saat ini belum menunjukkan indikasi kuat menuju kenaikan suku bunga.
Perbedaan Kebijakan SNB dan The Fed
Perbedaan arah kebijakan antara SNB dan Federal Reserve menjadi faktor penting bagi Peluang Trading USD/CHF. Di Amerika Serikat, sejumlah data ekonomi terbaru justru meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed masih dapat memperketat kebijakan moneter sebelum akhir tahun.
Data awal S&P Global PMI AS menunjukkan aktivitas bisnis meningkat dengan cepat pada September. Pertumbuhan tersebut mencapai level tercepat dalam lima tahun. Data juga menunjukkan peningkatan lapangan kerja dan upah, sementara biaya input masih meningkat akibat tingginya harga energi.
Kondisi tersebut membuat pasar kembali memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Oktober mencapai hampir 70%. Angka tersebut meningkat dari sekitar 55% sebelum data PMI AS dirilis.
Pasar juga hampir sepenuhnya memperhitungkan setidaknya satu kenaikan suku bunga tambahan The Fed sebelum akhir tahun. Jika ekspektasi tersebut bertahan, perbedaan arah kebijakan antara The Fed dan SNB dapat terus memberikan dukungan bagi Dolar AS terhadap Franc Swiss.
Peluang Trading USD/CHF
Peluang Trading USD/CHF pasca SNB Meeting akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekspektasi suku bunga The Fed dan perubahan komunikasi SNB. Suku bunga SNB yang tetap berada di 0% membuat Franc Swiss menghadapi tekanan ketika pasar meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga AS.
Dari sisi fundamental, kondisi tersebut membuka ruang bagi USD/CHF untuk mempertahankan kecenderungan menguat. Namun, pergerakan pasangan mata uang ini tetap bergantung pada data ekonomi AS berikutnya dan komentar pejabat The Fed.
Pelaku pasar juga perlu memperhatikan perkembangan inflasi Swiss. SNB memperkirakan tekanan inflasi akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang sebelum kembali menurun pada 2027. Perubahan pada prospek tersebut dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan SNB.
Dengan demikian, fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada data ekonomi AS, ekspektasi suku bunga The Fed, serta komunikasi SNB. Kombinasi ketiga faktor tersebut dapat menentukan keberlanjutan pergerakan USD/CHF setelah keputusan suku bunga Swiss.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat pergerakan USD/CHF pada time frame H4 masih cenderung bullish dengan level pivot di 0.8248. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka menuju resistance 0.8301, kemudian 0.8311, hingga 0.8322.
Sebaliknya, jika harga menembus ke bawah level pivot 0.8248, tekanan koreksi berpotensi berlanjut menuju area support 0.8230 hingga 0.8220.
Resistance 0.8301 Resistance 2: 0.8311 Resistance 3: 0.8322
Support1: 0.8248 Support 2: 0.8230 Support 3: 0.8220
Baca juga: Peluang Trading GBP/JPY Pasca Data PMI Inggris
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat pergerakan GBP/JPY masih menunjukkan potensi bearish dengan level pivot di 210,495. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan turun masih berpeluang berlanjut menuju support 209,027, kemudian 208,643 hingga 208,259.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat XAU/USD masih berada dalam tren bearish pada time frame H4. Level pivot berada di 67,21. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual masih berpotensi berlanjut. Harga berpeluang menguji support di 64,59, kemudian 63,91 dan 63,24.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat peluang trading USD/JPY masih cenderung bearish pada time frame H4. Level pivot berada di 157,58. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual masih berpeluang berlanjut dengan target support di 156,62, 156,37, dan 156,12.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat pergerakan XAU/USD masih cenderung bearish pada time frame H4. Level pivot berada di 4.398. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual masih berpotensi berlanjut dengan target support di 4.280, kemudian 4.250 dan 4.220.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa EUR/USD masih memiliki potensi untuk bergerak bullish pada time frame H4. Level pivot berada di 1.1620. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target pengujian resistance di 1.1674, kemudian 1.1687, hingga 1.1701.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat peluang trading AUD/USD masih berada dalam tren bullish pada time frame H4. Level pivot berada di 0,7199. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target resistance di 0,7239, 0,7249, dan 0,7259.
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai US Oil masih berada dalam tren bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 91,45. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka menuju area resistance 96,00. Jika momentum bullish berlanjut, harga berpotensi melanjutkan penguatan ke level 98,00 hingga 100,00.
