Market Summary
Peluang trading emas jelang data PCE AS menjadi perhatian utama pelaku pasar pada perdagangan hari ini. Harga emas masih bergerak di bawah tekanan setelah dolar AS menguat dan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve kembali meningkat. Kondisi tersebut membuat minat terhadap aset safe haven seperti emas berkurang dalam jangka pendek.
Harga emas spot tercatat turun ke sekitar USD 3.992 per troy ounce, sementara kontrak berjangka emas AS berada di kisaran USD 4.008 per troy ounce. Penurunan ini membawa emas menembus level psikologis USD 4.000 untuk pertama kalinya sejak November 2025. Dari puncaknya pada Januari 2026 di USD 5.595 per troy ounce, harga emas telah terkoreksi hampir 30%.
Dolar AS dan Ekspektasi Suku Bunga Menekan Emas
Penguatan dolar AS menjadi faktor utama yang membebani pergerakan emas. Indeks dolar bertahan di level tertinggi dalam 13 bulan setelah mencatat kenaikan selama enam sesi perdagangan berturut-turut.
Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed semakin besar. Data CME FedWatch menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga pada September mencapai sekitar 65%. Ekspektasi tersebut muncul karena inflasi masih relatif tinggi dan pasar tenaga kerja AS tetap solid.
Dolar yang lebih kuat membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar Amerika Serikat. Selain itu, kenaikan suku bunga meningkatkan daya tarik instrumen berbunga sehingga mengurangi minat terhadap emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Data PCE Menjadi Fokus Utama Pasar
Fokus pasar saat ini tertuju pada rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index AS. Indikator ini merupakan ukuran inflasi favorit Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan moneter.
Untuk periode Mei 2026, inflasi inti PCE diperkirakan naik 0,3% secara bulanan setelah meningkat 0,2% pada April. Secara tahunan, inflasi inti diproyeksikan mencapai 3,4%.
Sementara itu, inflasi PCE utama diperkirakan naik 0,5% secara bulanan dari sebelumnya 0,4%. Dalam basis tahunan, inflasi diperkirakan meningkat menjadi 4,1%, level tertinggi sejak April 2023.
Angka tersebut menunjukkan tekanan inflasi masih bertahan di ekonomi AS. Kenaikan biaya energi akibat konflik di Timur Tengah sebelumnya turut memberikan kontribusi terhadap kenaikan harga konsumen.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish dengan level pivot di 4.020. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih berlanjut dengan target support terdekat di 3.940. Jika level ini ditembus, penurunan berpotensi berlanjut menuju 3.900 hingga 3.820.
Sebagai skenario alternatif, apabila harga berhasil menembus dan bertahan di atas level 4.020, peluang rebound dapat terbuka dengan target kenaikan menuju area resistance 4.050 hingga 4.090.
Resistance 1: 4.090 Resistance 2: 4.050 Resistance 3: 4.090
Support1: 3.940 Support 2: 3.900 Support 3: 3.820
Baca juga: Peluang Trading AUD/USD Pasca Data CPI Australia
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai pergerakan AUD/USD pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish dengan level pivot di 0.6940. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, peluang penurunan masih terbuka dengan target support terdekat di 0.6880. Jika support ini berhasil ditembus, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju area support berikutnya di 0.6860 dan 0.6840.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa GBP/USD masih bergerak dalam tren bearish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.3275. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual masih berpotensi berlanjut dengan target support terdekat di 1.3200. Jika level ini berhasil ditembus, penurunan selanjutnya berpeluang mengarah ke area support 1.3160 hingga 1.3125.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan silver pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish dengan level pivot di 65,00. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka menuju resistance terdekat di 67,00. Jika berhasil menembus area tersebut, silver berpotensi melanjutkan penguatan untuk menguji resistance berikutnya di 68,50 hingga 69,80.
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai pergerakan GBP/JPY pada time frame H4 masih cenderung bullish dengan level pivot berada di 212,499. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance di 213,785, kemudian 214,059, dan berlanjut ke 214,333.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa GBP/USD masih bergerak dalam tren bearish pada time frame H4 dengan level pivot berada di 1.3305. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual masih berpotensi berlanjut dengan target support terdekat di 1.3210. Jika support ini berhasil ditembus, penurunan berikutnya berpeluang mengarah ke area support 1.3160 hingga 1.3120.
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai silver pada time frame H4 masih bergerak dalam tren bullish. Level pivot berada di 68,95. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka. Target resistance terdekat berada di 71,25. Jika berhasil ditembus, harga berpotensi melanjutkan kenaikan ke 72,50 dan 73,40.
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai AUD/USD masih memiliki peluang melanjutkan penguatan pada time frame H4 dengan level pivot berada di 0.7040. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance 0.7090, kemudian 0.7120, hingga 0.7145.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish dengan level pivot di 81,70. Saat ini harga sedang menguji area support penting di 78,50. Jika berhasil ditembus secara valid, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju area support berikutnya di 76,50 hingga 74,40.
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai GBP/USD masih bergerak dalam tren bullish pada time frame H4 dengan level pivot berada di 1.3375. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka menuju resistance terdekat di 1.3435. Jika berhasil menembus area tersebut, penguatan berpotensi berlanjut ke 1.3460 hingga 1.3480.
