Dolar AS menguat tajam pada perdagangan hari ini. Indeks Dolar AS (DXY) melonjak mendekati level 101,30, naik sekitar 0,3%. Eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mendorong permintaan aset aman investor. Kondisi ini juga membuat harga energi melonjak tajam.
Ketegangan AS-Iran Mendorong Permintaan Aset Aman
Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap terbuka untuk pelayaran internasional. Ia menyebut Amerika Serikat sebagai penjaga Selat Hormuz dan mengumumkan blokade terhadap kapal serta pembeli minyak asal Iran.
Iran menolak keterlibatan Washington dalam urusan selat tersebut. Pemerintah Iran memperingatkan bahwa upaya AS untuk melintasi Selat Hormuz tanpa izin akan mendapat perlawanan keras. Teheran juga menyatakan bahwa kerja sama negara-negara kawasan dengan AS berpotensi dianggap sebagai tindakan perang.
Investor Menanti Data Inflasi AS
Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS. Inflasi utama diperkirakan turun menjadi 3,8% secara tahunan pada Juni, dari sebelumnya 4,2%. Secara bulanan, inflasi diprediksi turun 0,1% setelah naik 0,5% pada bulan sebelumnya. Inflasi inti diperkirakan stabil di 2,9% secara tahunan dan 0,2% secara bulanan.
Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dijadwalkan memberikan kesaksian di hadapan parlemen pada sesi perdagangan nanti. Beberapa pejabat The Fed lainnya juga akan menyampaikan pandangan mereka setelah sesi tersebut.
Euro dan Poundsterling Tertekan Dolar AS
EUR/USD melemah menuju 1,1380, turun 0,3%. Penguatan Dolar AS secara luas mengalahkan sentimen positif bagi mata uang tunggal Eropa. Kenaikan harga minyak juga berpotensi mempersulit prospek inflasi dan pertumbuhan kawasan Euro, mengingat wilayah ini sangat bergantung pada impor energi.
Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde dijadwalkan memberikan pernyataan pada hari ini. Meski demikian, data inflasi AS tetap menjadi penggerak utama pergerakan EUR/USD.
GBP/USD turun ke kisaran 1,3350, melemah sekitar 0,4%. Investor beralih ke Dolar AS di tengah ketidakpastian geopolitik. Tidak ada data ekonomi penting dari Inggris hari ini, sehingga Poundsterling akan mengikuti perkembangan Selat Hormuz, rilis CPI AS, dan pernyataan pejabat The Fed.
Yen Jepang Melemah ke Level Multi-Dekade
USD/JPY naik menuju 162,40, menguat sekitar 0,5%. Yen Jepang tetap tertekan meski suasana pasar cenderung menghindari risiko. Lonjakan harga minyak membebani prospek ekonomi Jepang karena negara ini sangat bergantung pada impor energi.
Kenaikan pasangan mata uang ini mendekati level tertinggi dalam beberapa dekade terakhir. Kondisi tersebut memunculkan spekulasi bahwa otoritas Jepang dapat melakukan intervensi pasar.
Dolar Australia dan Dolar Kanada Bergerak Variatif
AUD/USD turun ke bawah 0,6920, melemah sekitar 0,5%. Selera risiko yang melemah menekan Dolar Australia. Ekspor China pada Juni diperkirakan naik 18,2% secara tahunan, melambat dari 19,4% pada bulan sebelumnya. Impor China diperkirakan naik 24% secara tahunan, turun dari 27,4%.
USD/CAD bergerak relatif stabil di kisaran 1,4150. Lonjakan harga minyak mentah menopang Dolar Kanada. Namun, penguatan Dolar AS menahan pasangan ini agar tidak melemah lebih jauh.
Harga Minyak Melonjak, Emas Tertekan
Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) melonjak tajam mendekati $78,00 per barel, naik sekitar 9% dan menyentuh level tertinggi dalam sebulan terakhir. Kekhawatiran atas potensi gangguan pelayaran di Selat Hormuz memicu kecemasan pasokan energi global yang lebih ketat.
Harga emas turun di bawah level psikologis $4.000, anjlok sekitar 3%. Emas gagal mendapat keuntungan dari ketidakpastian geopolitik. Penguatan Dolar AS dan kekhawatiran bahwa harga energi tinggi akan menahan suku bunga tetap tinggi menekan permintaan emas.
Wall Street Ditutup Melemah
Bursa saham Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Senin. Saham-saham teknologi anjlok menyusul aksi jual di pasar saham Korea Selatan sebelumnya. Kembalinya premi risiko geopolitik akibat eskalasi tajam ketegangan AS-Iran turut menekan pasar saham.
Indeks S&P 500 turun 0,8% dan ditutup di level 7.516,68 poin. NASDAQ Composite yang sarat saham teknologi anjlok 1,6% ke level 25.873,18 poin. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,3% dan berakhir di level 52.498,82 poin.
Secara keseluruhan, Dolar AS menguat tajam karena kombinasi ketegangan geopolitik dan lonjakan harga energi. Investor kini menanti data inflasi AS serta pernyataan pejabat bank sentral untuk menentukan arah pasar selanjutnya.
Prospek Harga Emas Selasa | 14 Juli 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang berada di bawah garis downtrend jangka menengah dan masih tertahan di bawah SMA 50. Setelah gagal bertahan di atas resistance 4.132, harga kembali melemah dan menembus support 4.072, yang kini menjadi area resistance terdekat. Pelemahan ini membuka peluang bagi emas untuk melanjutkan penurunan menuju support 3.972, dengan target berikutnya di 3.942 hingga 3.836 apabila tekanan jual semakin meningkat.
Sementara itu, indikator RSI (14) yang berada di kisaran 32 menunjukkan momentum bearish masih dominan meski mulai mendekati area oversold, sehingga peluang terjadinya rebound jangka pendek tetap terbuka. Namun, selama harga masih berada di bawah resistance 4.072 dan belum mampu menembus area 4.134 hingga 4.180, prospek pergerakan emas masih cenderung bearish.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.072 R2 4.134 R3 4.180
S1 3.972 S2 3.942 S3 3.886
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.980 |
| Profit Target Level | 4.060 |
| Stop Loss Level | 3.940 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.070 |
| Profit Target Level | 3.990 |
| Stop Loss Level | 4.140 |
Prospek Harga US Oil Selasa | 14 Juli 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 mulai menunjukkan perubahan ke arah bullish setelah berhasil rebound dari area support 67,00 dan membentuk lower high yang diikuti dengan penembusan garis downtrend jangka menengah. Harga juga telah bergerak di atas SMA 50 dan berhasil menembus resistance 76,02, yang kini berpotensi menjadi area support terdekat. Selama mampu bertahan di atas level tersebut, US Oil berpeluang melanjutkan kenaikan menuju resistance 81,63, dengan target berikutnya di 85,55 hingga 88,61 apabila tekanan beli tetap terjaga.
Sementara itu, indikator RSI (14) yang berada di kisaran 72 menunjukkan momentum bullish masih dominan meski telah memasuki area overbought, sehingga potensi koreksi jangka pendek tetap perlu diwaspadai. Namun, selama harga masih bertahan di atas support 76,02 dan tidak kembali turun di bawah 73,38, prospek pergerakan US Oil masih cenderung bullish.
US Oil INTRADAY AREA
R1 76,02 R2 78,07 R3 81,63
S1 69,18 S2 67,00 S3 64,82
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 78,10 |
| Profit Target Level | 81,60 |
| Stop Loss Level | 76,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 81,60 |
| Profit Target Level | 78,60 |
| Stop Loss Level | 83,50 |
Baca analisa sebelumnya: Dolar Melemah, Pasar Tunggu Data Inflasi AS
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari harga yang bergerak di bawah garis downtrend jangka menengah dan SMA 50. Setelah gagal menembus area resistance sekaligus trendline di kisaran 4.134–4.180, tekanan jual kembali meningkat sehingga harga berbalik melemah.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 mulai menunjukkan sinyal pemulihan setelah berhasil rebound dari area support 67,00 dan menembus SMA 50. Namun, kenaikan tersebut masih tertahan oleh garis downtrend jangka menengah yang telah menjadi resistance dinamis sejak pertengahan Mei, sehingga harga kembali mengalami koreksi. Selama harga masih mampu bertahan di atas support 69,18 sekaligus SMA 50, peluang untuk kembali menguji area downtrend dan resistance 76.02 masih terbuka.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central melihat bahwa pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bearish dengan level pivot berada di 72,50. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih berlanjut dengan potensi menguji area support di 70,70, kemudian 70,10, hingga 69,40.
Pergerakan emas pada time frame H4 mulai menunjukkan perbaikan setelah membentuk pola symmetrical triangle dan berhasil bergerak di atas SMA 50, menandakan momentum beli mulai menguat. RSI yang berada di kisaran 53 juga mendukung peluang kenaikan lanjutan. Meski demikian, harga masih bergerak di bawah garis downtrend jangka menengah sehingga penguatan saat ini masih berpotensi menjadi fase koreksi.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang masih berada di bawah garis downtrend jangka menengah meskipun telah berhasil rebound dari area support 67,00. Rebound tersebut sempat membawa harga menembus SMA 50 dan menguji resistance 76,02, namun kembali terkoreksi sehingga kini bergerak di sekitar area SMA 50 yang menjadi support dinamis. RSI berada di kisaran 50, menunjukkan momentum yang mulai netral dan membuka peluang pergerakan ke arah berikutnya.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah garis downtrend. Setelah sempat menguat dan menguji area resistance 4.180, harga kembali berbalik melemah hingga menembus SMA 50 serta support 4.092 yang kini berubah menjadi resistance.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 mulai menunjukkan perubahan ke arah bullish setelah berhasil rebound dari area support 67,00. Harga kini telah menembus SMA 50 sekaligus resistance 69,18 dan 71,52 yang kini berubah menjadi area support, mengindikasikan momentum beli semakin menguat. Penguatan tersebut membawa harga bergerak mendekati resistance 74,50, sehingga selama harga mampu bertahan di atas 71,52, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance berikutnya di 78,07, bahkan berpotensi berlanjut ke 81,63.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan harga sempat mengalami rebound dari area support, namun kenaikannya masih tertahan di garis downtrend yang menjadi resistance utama sehingga kembali terkoreksi. Meski demikian, harga masih mampu bertahan di atas SMA 50 yang kini berdekatan dengan area support 4.063, menandakan momentum bullish jangka pendek belum sepenuhnya hilang.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah berhasil rebound dari area support 67,00 dan kini telah menembus sekaligus bertahan di atas SMA 50. Kenaikan tersebut mendorong harga menguji resistance 71,52, sementara indikator RSI yang berada di atas level 70 mencerminkan momentum bullish yang cukup kuat meski mulai memasuki area overbought sehingga potensi pullback jangka pendek tetap perlu diwaspadai.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish jangka menengah. Pada perdagangan sebelumnya, harga sempat menguat dan menguji area resistance 4.221 yang bertepatan dengan trendline bearish, namun gagal menembusnya sehingga kembali terkoreksi. Meski demikian, tekanan jual masih relatif terbatas karena harga tetap mampu bertahan di atas support 4.115. Selama level support tersebut masih terjaga, peluang rebound masih terbuka untuk kembali menguji resistance 4.221. Jika berhasil menembus dan bertahan di atas level tersebut, penguatan berpotensi berlanjut menuju resistance 4.265 hingga 4.310.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang masih bergerak di bawah SMA 50 yang terus menurun sehingga tekanan jual jangka menengah masih mendominasi. Pada perdagangan sebelumnya, harga sempat menguat, namun kembali gagal menembus resistance 69,18 yang juga berdekatan dengan SMA 50, sehingga masih tertahan dalam fase konsolidasi. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, tekanan jual masih berpotensi kembali mendominasi dengan target penurunan menuju support 67,00, kemudian 64,82 hingga 61,72.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan pemulihan setelah berhasil membentuk dasar di area 3.942 dan menembus resistance 4.063 yang kini beralih menjadi support. Harga saat ini bergerak di atas SMA 50 yang mulai mendatar, mengindikasikan momentum bullish jangka pendek mulai menguat, meskipun tren utama masih dibayangi garis tren turun jangka menengah. Area 4.221 menjadi resistance penting yang bertepatan dengan trendline bearish, sehingga penembusan yang diikuti penutupan harga di atas level tersebut berpotensi membuka jalan menuju resistance 4.265 hingga 4.310.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang masih bergerak di bawah SMA 50 yang terus menurun sehingga tekanan jual jangka menengah masih mendominasi. Setelah sempat rebound dari area 67,00, harga kini bergerak konsolidasi di sekitar resistance 69,18, yang juga berdekatan dengan SMA 50 dan menjadi area krusial untuk menentukan arah pergerakan berikutnya. Apabila harga mampu menembus dan bertahan di atas 69,18, peluang penguatan akan terbuka menuju resistance 71,52, kemudian 74,69.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah garis tren turun (descending trendline) jangka menengah. Meski demikian, harga saat ini sedang mengalami rebound dan berhasil naik di atas SMA 50, mengindikasikan adanya momentum pemulihan dalam jangka pendek. RSI yang bergerak di kisaran 65 juga menunjukkan momentum bullish mulai menguat, namun belum memasuki area jenuh beli sehingga ruang kenaikan masih terbuka.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah SMA 50 yang masih menurun. Setelah membentuk titik terendah di sekitar 67,00, harga mulai mengalami technical rebound, namun kenaikan tersebut masih tertahan di area resistance 69,18 yang berdekatan dengan SMA 50 sehingga tekanan jual belum sepenuhnya mereda.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah SMA 50 yang terus menurun sehingga menunjukkan tekanan jual masih mendominasi pasar. Sebelumnya, harga sempat menembus support 3.959 hingga menyentuh area 3.942 sebelum berbalik menguat ke kisaran 4.063. Namun, rebound tersebut masih tertahan di area SMA 50 yang berdekatan dengan resistance 4.096, sehingga tekanan jual kembali muncul dan mendorong harga terkoreksi. Meski demikian, harga masih mampu bertahan di atas support 3.959, menjadikan area tersebut sebagai level penting yang perlu dipertahankan.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan tren bearish yang kuat, terlihat dari posisi harga yang terus bergerak di bawah SMA 50 yang menurun sehingga mengindikasikan tekanan jual masih mendominasi pasar. Setelah gagal mempertahankan area support sebelumnya, harga kembali melemah dan saat ini bergerak di sekitar 67,95, mendekati support penting di 65,79. Selama harga masih berada di bawah resistance 69,18, potensi penurunan diperkirakan tetap terbuka untuk menguji support 65,79. Jika level tersebut ditembus, pelemahan berpotensi berlanjut menuju 63,57 hingga 61,72.
