Market Summary
Peluang trading US Oil di tengah sinyal damai Timur Tengah menjadi perhatian pelaku pasar setelah harga minyak dunia terkoreksi pada perdagangan Kamis. Munculnya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon meningkatkan harapan terhadap tercapainya kesepakatan yang lebih luas antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi risiko gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz.
Kontrak berjangka minyak Brent turun 0,8% ke level US$97,03 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 0,7% ke US$95,32 per barel. Penurunan ini terjadi setelah reli sekitar 2% pada sesi sebelumnya akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Gencatan Senjata Tingkatkan Optimisme Pasar
Israel dan Lebanon mengumumkan kesepakatan untuk menerapkan gencatan senjata pada Rabu malam. Langkah tersebut memunculkan optimisme bahwa negosiasi antara Washington dan Teheran dapat mengalami kemajuan dalam waktu dekat.
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa perkembangan positif dalam pembicaraan dengan Iran dapat terjadi secepat akhir pekan ini. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menyatakan bahwa komunikasi dengan Washington masih berlangsung meskipun belum menghasilkan kemajuan yang signifikan. Menurutnya, kedua pihak masih mempelajari dokumen yang telah dipertukarkan dalam proses negosiasi.
Pasar melihat perkembangan diplomatik ini sebagai faktor yang dapat menurunkan premi risiko geopolitik yang selama beberapa pekan terakhir mendukung kenaikan harga minyak.
Risiko Pasokan Timur Tengah Masih Menjadi Penopang Harga
Meski sentimen damai mulai muncul, ketegangan di kawasan belum sepenuhnya mereda. Belum ada konfirmasi bahwa Hezbollah menerima syarat gencatan senjata yang telah disepakati Israel dan Lebanon. Selain itu, konflik antara Amerika Serikat dan Iran masih berlangsung dengan aksi saling serang yang dalam beberapa hari terakhir meluas hingga Bahrain dan Kuwait.
Pelaku pasar juga masih mencermati keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Jalur ini menjadi salah satu rute pengiriman energi paling penting di dunia. Selama arus pasokan masih menghadapi hambatan, potensi kenaikan harga minyak tetap terbuka.
Penurunan Stok Minyak AS Beri Dukungan Tambahan
Faktor fundamental lain yang menopang pasar berasal dari sisi persediaan minyak Amerika Serikat. Data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan stok minyak mentah AS turun 8 juta barel menjadi 433,7 juta barel pada pekan yang berakhir 29 Mei.
Penurunan tersebut jauh lebih besar dibandingkan ekspektasi pasar yang memperkirakan penurunan sekitar 4 juta barel. Selain itu, stok minyak AS telah mengalami penurunan selama enam pekan berturut-turut. Kondisi ini menunjukkan pasokan domestik yang semakin ketat dan berpotensi memberikan dukungan terhadap harga minyak dalam jangka pendek.
Permintaan China Masih Menjadi Tantangan
Di sisi lain, perlambatan permintaan dari China masih membatasi potensi kenaikan harga minyak yang lebih agresif. Beberapa sumber perdagangan melaporkan bahwa minyak Iran mulai diperdagangkan dengan diskon untuk pertama kalinya sejak April. Premi minyak Rusia juga mengalami penurunan karena para pedagang menawarkan harga yang lebih kompetitif guna menarik pembeli dari China.
Lemahnya aktivitas permintaan dari konsumen minyak terbesar kedua di dunia tersebut menjadi faktor yang menahan reli harga meskipun risiko geopolitik masih tinggi.
Peluang Trading US Oil di Tengah Sinyal Damai Timur Tengah
Peluang trading US Oil di tengah sinyal damai Timur Tengah masih cenderung positif selama risiko pasokan dari Timur Tengah belum sepenuhnya hilang. Penurunan stok minyak AS yang berlangsung konsisten turut memberikan dukungan terhadap harga.
Namun, pasar tetap harus mewaspadai perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Jika tercapai kesepakatan yang mampu meredakan konflik secara signifikan, tekanan jual berpotensi meningkat karena premi risiko geopolitik akan berkurang.
Untuk jangka pendek, peluang trading US Oil di tengah sinyal damai Timur Tengah akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan diplomatik di Timur Tengah, kondisi pasokan global, serta data permintaan dari China yang masih menunjukkan tanda-tanda perlambatan.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa US Oil berpotensi melanjutkan koreksi pada time frame H4 dengan level pivot berada di 96,25. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan bearish masih berpeluang berlanjut dengan target penurunan menuju area support 94,20 yang telah ditembus, kemudian ke level 93,20 dan 92,20.
Sebagai skenario alternatif, jika harga mampu menembus dan bertahan di atas 96,25, momentum bullish berpotensi kembali terbentuk sehingga membuka peluang kenaikan untuk menguji area resistance di 97,00 hingga 97,70.
Resistance 1: 96,25 Resistance 2: 97,00 Resistance 3: 97,70
Support1: 94,20 Support 2: 93,20 Support 3: 92,20
Baca juga: Peluang Trading USD/JPY di Tengah Ancaman Intervensi
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Pergerakan harga emas masih berada dalam tren bearish pada time frame H4, terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah SMA 50 serta masih tertahan di bawah garis tren turun. Setelah gagal menembus area resistance 4.497, harga kembali mengalami tekanan jual dan kini mendekati support 4.418. Jika support tersebut berhasil ditembus, penurunan berpotensi berlanjut menuju 4.397 hingga 4.366.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan fase pemulihan setelah sebelumnya turun hingga membentuk low di area support 90,08. Rebound yang terjadi berhasil mendorong harga menembus SMA 50 dan menguji resistance 94,68, sehingga membuka peluang kenaikan lanjutan menuju resistance berikutnya di 98,60. Meski demikian, tren yang lebih besar masih cenderung bearish karena harga masih bergerak di bawah garis tren turun yang membatasi kenaikan sejak akhir April.
Pergerakan emas pada timeframe H4 sebelumnya sempat mencoba melanjutkan rebound dengan menembus resistance 4.525 dan bergerak di atas SMA 50. Namun penguatan tersebut gagal berlanjut setelah harga tertahan di resistance 4.546, sehingga kembali melemah dan bergerak di bawah SMA 50. Kondisi ini mengindikasikan bahwa tren bearish masih tetap dominan.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 berhasil rebound dari area support 86,26 dan kini bertahan di atas SMA 50 yang bertepatan dengan support 91,56. Saat ini harga sedang menguji resistance 94,66 setelah membentuk kenaikan bertahap dari area terendah sebelumnya, yang mengindikasikan momentum bullish mulai menguat. Indikator RSI (14) berada di level 62,25 atau di atas level netral 50, menunjukkan bahwa tekanan beli masih mendominasi pergerakan harga.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish. Setelah sebelumnya rebound dan menguji area resistance 4.570–4.595, harga gagal melanjutkan kenaikan dan kembali tertekan. Tekanan jual semakin menguat setelah harga menembus support 4.525 yang kini beralih fungsi menjadi resistance.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan tanda-tanda rebound setelah penurunan sebelumnya tertahan di area support 86,26. Harga berhasil menguat dan kembali bergerak di atas area 89,24, namun kenaikan masih menghadapi tantangan di sekitar SMA 50 yang saat ini berada di area 94,66. Selama harga mampu bertahan di atas support 89,24, peluang rebound masih terbuka untuk menguji resistance 94,66, kemudian 96,90 hingga 99,32.
Pergerakan harga emas sebelumnya sempat rebound setelah membentuk titik terendah di area 4.360. Namun, penguatan tersebut masih tertahan di area resistance 4.595 sehingga memicu koreksi terbatas. Meski mengalami tekanan jual, harga tetap mampu bertahan di atas SMA 50 dan support 4.491, yang menunjukkan bahwa struktur bullish jangka pendek masih terjaga.
Pergerakan US Oil sebelumnya mengalami tekanan jual yang cukup kuat hingga turun ke area support 86,50. Namun, penurunan tersebut gagal berlanjut setelah muncul minat beli yang mendorong harga rebound dari area tersebut. Penguatan yang terjadi saat ini membuka peluang bagi harga untuk melanjutkan kenaikan dan menguji resistance terdekat di 92,49.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah harga bergerak di bawah SMA 50 dan tetap tertahan di bawah garis descending trendline. Penurunan terbaru membawa harga menguji area support kuat di 4.366, kemudian memantul dan mencoba rebound jangka pendek menuju resistance di 4.512-4.537. Namun selama harga masih bergerak di bawah area resistance tersebut, tekanan jual diperkirakan masih dominan dengan potensi penurunan lanjutan untuk menguji kembali support 4.400 hingga 4.366.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan tekanan bearish setelah harga terus bergerak di bawah SMA 50 dan membentuk rangkaian lower high. Harga saat ini sedang mendekati area demand kuat di kisaran 85,41 hingga 83,21 yang sebelumnya menjadi area pantulan penting. Selama harga masih berada di bawah resistance 92,49, tekanan jual diperkirakan masih mendominasi dengan potensi penurunan lanjutan menuju area support tersebut.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah harga gagal bertahan di atas resistance 4.537 dan kembali bergerak di bawah SMA 50. Trendline menurun juga masih membatasi ruang kenaikan, menandakan dominasi seller masih kuat. Saat ini harga bergerak sedang mencoba bertahan di atas area support 4.400.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan tekanan bearish setelah harga menembus support 91.48, yang kini berubah menjadi resistance terdekat. Setelah breakdown tersebut, harga kembali melemah dan membentuk support baru di area 87,58. Harga juga masih bergerak di bawah SMA 50, sementara struktur lower high dan lower low tetap mendominasi, menandakan trend penurunan masih berlanjut.
Pergerakan harga emas pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah gagal menembus area resistance 4.543–4.560 yang juga berdekatan dengan garis MA. Harga saat ini bergerak di bawah moving average, menandakan tren turun masih dominan dalam jangka pendek. RSI yang berada di bawah level 50 turut mengindikasikan momentum beli yang masih lemah.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan upaya rebound setelah harga sempat menyentuh area support 89,40. Namun kenaikan tersebut masih berpotensi terbatas selama harga belum mampu menembus resistance 95,02 yang sebelumnya merupakan area support dan kini berubah menjadi resistance.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central melihat pergerakan oil pada time frame H4 masih berpeluang rebound dengan level pivot di 90,75. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance 94,70, kemudian 96,75, hingga 98,70.
Harga emas berhasil rebound setelah bertahan di atas support 4.453 dan kembali bergerak naik mendekati area resistance 4.589. Pergerakan ini juga didukung oleh RSI yang mulai menguat ke atas level 50, menandakan momentum bullish mulai kembali terbentuk dalam jangka pendek. Selain itu, harga mulai bergerak di atas SMA 50 pada time frame H4, yang membuka peluang lanjutan kenaikan.
Harga US Oil masih bergerak dalam tekanan bearish setelah gagal bertahan di atas resistance 95,02 dan kembali turun menembus support 92,65. Pelemahan ini juga terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah SMA 50 pada time frame H4, sementara RSI turun mendekati area oversold, menandakan momentum bearish masih cukup dominan.
