Dolar AS Melemah setelah Data Tenaga Kerja AS Melambat
Dolar AS melemah pada perdagangan Kamis setelah laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan perlambatan perekrutan tenaga kerja selama Juni. Data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru kembali memperketat kebijakan moneternya, sehingga dolar kehilangan momentum terhadap mayoritas mata uang utama.
Indeks Dolar AS (DXY) turun hingga mendekati level 100,90 setelah Nonfarm Payrolls (NFP) hanya bertambah 57.000 pada Juni. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan revisi kenaikan Mei menjadi 129.000 dari sebelumnya 172.000.
Tingkat pengangguran justru turun menjadi 4,2%. Namun, penurunan itu terjadi seiring turunnya tingkat partisipasi angkatan kerja menjadi 61,5%. Sementara itu, pertumbuhan upah tetap stabil dengan Average Hourly Earnings naik 0,3% secara bulanan dan 3,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan pasar tenaga kerja mulai mendingin, meski tekanan kenaikan upah belum sepenuhnya mereda.
Euro dan Poundsterling Menguat terhadap Dolar
Dolar AS melemah mendorong pasangan EUR/USD menguat sekitar 0,5% ke area 1,1430. Penguatan euro juga mendapat dukungan dari kondisi pasar tenaga kerja kawasan Eropa yang tetap solid.
Eurostat melaporkan tingkat pengangguran Zona Euro bertahan di 6,2% pada Mei, tidak berubah dibandingkan April. Sementara itu, tingkat pengangguran Uni Eropa tetap berada di 5,9% dan lebih rendah dibandingkan 6,0% pada periode yang sama tahun lalu. Data tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja Eropa masih cukup tangguh meskipun pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya pulih.
Poundsterling juga menguat dengan GBP/USD diperdagangkan di sekitar 1,3350. Meski demikian, potensi kenaikannya masih terbatas karena investor masih menunggu arah kebijakan Bank of England. Risiko inflasi di Inggris yang masih bertahan membuat pelaku pasar terus mencermati data ekonomi berikutnya serta pernyataan para pejabat bank sentral.
Yen Jepang Menguat, Dolar Australia Menanti Data Penting
USD/JPY turun hampir 1% menuju area 161,10 setelah pelemahan data ketenagakerjaan AS menekan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat. Penurunan tersebut juga mengurangi ekspektasi pasar terhadap kemungkinan Federal Reserve kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Investor juga tetap memperhatikan potensi intervensi pemerintah Jepang apabila pelemahan yen kembali dianggap berlebihan.
Sementara itu, AUD/USD naik ke kisaran 0,6920 karena dolar AS melemah, meskipun penguatannya masih terbatas. Investor memilih menunggu rilis data aktivitas sektor jasa Australia dan China.
Data awal menunjukkan PMI Komposit Australia berada di 49,8 dan PMI Jasa di 49,9, masih sedikit di bawah batas ekspansi 50. Aktivitas bisnis mulai mendekati stabil, tetapi pesanan baru masih menurun dan optimisme pelaku usaha melemah.
Di sisi lain, pasar juga menantikan data PMI Jasa China. Apabila sektor jasa China kembali menunjukkan ekspansi yang kuat, sentimen terhadap dolar Australia berpotensi membaik mengingat eratnya hubungan perdagangan kedua negara.
Emas Menguat, Harga Minyak Bertahan
Harga emas melanjutkan penguatan hingga diperdagangkan di sekitar 4.124 dolar AS per troy ons. Pelemahan dolar dan meredanya ekspektasi pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve meningkatkan daya tarik aset safe haven yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bertahan di sekitar 68,60 dolar AS per barel. Harga masih mendapat dukungan dari risiko geopolitik dan prospek permintaan energi. Namun, perlambatan pasar tenaga kerja Amerika Serikat memunculkan kekhawatiran bahwa pertumbuhan konsumsi energi dapat melambat pada periode mendatang.
Wall Street Bergerak Beragam
Bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi menjelang libur nasional. Indeks Dow Jones melonjak 595 poin dan mencetak rekor penutupan tertinggi baru berkat penguatan saham-saham sektor tradisional yang diuntungkan oleh turunnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Sebaliknya, indeks S&P 500 ditutup relatif datar, sedangkan Nasdaq 100 turun 0,8%. Saham-saham teknologi, khususnya sektor semikonduktor, kembali mengalami tekanan setelah investor mulai mempertanyakan tingginya valuasi yang dipicu oleh optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Micron Technology, Applied Materials, Advanced Micro Devices, Marvell Technology, SanDisk, dan Tesla mencatat penurunan tajam. Di sisi lain, Apple menguat 4,8%, sementara Visa dan Walmart masing-masing naik sekitar 3%, sehingga membantu menopang kinerja Dow Jones.
Prospek Harga Emas Jumat | 03 Juli 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah garis tren turun (descending trendline) jangka menengah. Meski demikian, harga saat ini sedang mengalami rebound dan berhasil naik di atas SMA 50, mengindikasikan adanya momentum pemulihan dalam jangka pendek. RSI yang bergerak di kisaran 65 juga menunjukkan momentum bullish mulai menguat, namun belum memasuki area jenuh beli sehingga ruang kenaikan masih terbuka.
Selama harga mampu bertahan di atas area support 4.030, penguatan berpeluang berlanjut untuk menguji resistance 4.169, kemudian 4.221 hingga 4.265 yang juga berdekatan dengan area trendline bearish. Namun, apabila harga gagal menembus area resistance tersebut dan kembali bergerak di bawah 4.030, tekanan jual berpotensi kembali mendominasi sehingga membuka peluang penurunan menuju support 3.942, bahkan berlanjut ke 3.886.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.169 R2 4.221 R3 4.265
S1 4.030 S2 3.942 S3 3.886
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.060 |
| Profit Target Level | 4.150 |
| Stop Loss Level | 4.025 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.165 |
| Profit Target Level | 4.090 |
| Stop Loss Level | 4.225 |
Prospek Harga US Oil Jumat | 03 Juli 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah SMA 50 yang masih menurun. Setelah membentuk titik terendah di sekitar 67,00, harga mulai mengalami technical rebound, namun kenaikan tersebut masih tertahan di area resistance 69,18 yang berdekatan dengan SMA 50 sehingga tekanan jual belum sepenuhnya mereda.
Sementara itu, RSI yang bergerak di kisaran 41 menunjukkan momentum mulai membaik, meski belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren. Area resistance 69,18 menjadi level kunci yang akan menentukan arah pergerakan selanjutnya. Apabila harga mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan dapat berlanjut menuju resistance 71,52, kemudian 74,69. Sebaliknya, jika kembali gagal menembus 69,18, tekanan jual berpotensi kembali mendominasi sehingga harga berisiko turun menguji support 67,00, kemudian 64,82, hingga 61,72.
US Oil INTRADAY AREA
R1 69,18 R2 71,52 R3 74,69
S1 67,00 S2 64,82 S3 61,72
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 67,10 |
| Profit Target Level | 69,00 |
| Stop Loss Level | 66,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 69,10 |
| Profit Target Level | 67,20 |
| Stop Loss Level | 71,60 |
Baca analisa sebelumnya: Dolar AS Bertahan Jelang Laporan Tenaga Kerja AS
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah SMA 50 yang terus menurun sehingga menunjukkan tekanan jual masih mendominasi pasar. Sebelumnya, harga sempat menembus support 3.959 hingga menyentuh area 3.942 sebelum berbalik menguat ke kisaran 4.063. Namun, rebound tersebut masih tertahan di area SMA 50 yang berdekatan dengan resistance 4.096, sehingga tekanan jual kembali muncul dan mendorong harga terkoreksi. Meski demikian, harga masih mampu bertahan di atas support 3.959, menjadikan area tersebut sebagai level penting yang perlu dipertahankan.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan tren bearish yang kuat, terlihat dari posisi harga yang terus bergerak di bawah SMA 50 yang menurun sehingga mengindikasikan tekanan jual masih mendominasi pasar. Setelah gagal mempertahankan area support sebelumnya, harga kembali melemah dan saat ini bergerak di sekitar 67,95, mendekati support penting di 65,79. Selama harga masih berada di bawah resistance 69,18, potensi penurunan diperkirakan tetap terbuka untuk menguji support 65,79. Jika level tersebut ditembus, pelemahan berpotensi berlanjut menuju 63,57 hingga 61,72.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah SMA 50 yang terus menurun sehingga menunjukkan tekanan jual masih mendominasi pasar. Sebelumnya, harga sempat menembus support 3.959 hingga menyentuh area 3.942 sebelum berbalik menguat ke kisaran 4.063. Namun, rebound tersebut masih tertahan di area SMA 50 yang berdekatan dengan resistance 4.096, sehingga tekanan jual kembali muncul dan mendorong harga terkoreksi. Meski demikian, harga masih mampu bertahan di atas support 3.959, menjadikan area tersebut sebagai level penting yang perlu dipertahankan.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish. Hal ini terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah SMA 50 yang terus menurun. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar. Saat ini harga bergerak di kisaran support 68,86. Level ini menjadi area penting untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya. Jika support tersebut mampu bertahan, harga berpeluang melakukan rebound menuju resistance 72,80. Level resistance tersebut juga berdekatan dengan SMA 50 sehingga berpotensi menjadi penghalang kenaikan.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, tercermin dari posisi harga yang terus bergerak di bawah SMA 50 yang masih mengarah turun. Setelah gagal menembus area resistance 4.096 yang berdekatan dengan SMA 50, harga kembali terkoreksi dan kini diperdagangkan di sekitar 4.020, mengindikasikan bahwa tekanan jual masih mendominasi. Sementara itu, indikator RSI bergerak di bawah level 50, yang menunjukkan momentum bearish masih cukup kuat meskipun belum memasuki area jenuh jual.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang tetap bergerak di bawah SMA 50 yang masih menurun. Setelah membentuk rebound dari area support 68,86, harga kini menguji resistance 72,80 yang juga berada tidak jauh di bawah SMA 50, sehingga kenaikan yang terjadi masih berpotensi bersifat korektif. Di sisi lain, indikator RSI mulai menguat namun masih berada di bawah level 50, menunjukkan bahwa momentum beli mulai meningkat tetapi belum cukup kuat untuk mengubah arah tren utama.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish karena harga masih diperdagangkan di bawah SMA 50 yang terus mengarah turun. Setelah membentuk pantulan dari area support 3.959, harga kini mencoba melakukan rebound, namun kenaikan tersebut masih berpotensi menjadi koreksi selama belum mampu menembus resistance terdekat di 4.140. Struktur lower high dan lower low juga masih menunjukkan bahwa tekanan jual belum sepenuhnya mereda.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish yang kuat. Hal ini terlihat dari posisi harga yang masih bergerak di bawah SMA 50 yang terus menurun. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar. Setelah membentuk support sementara di area 68,86, harga mencoba melakukan rebound. Namun, kenaikan tersebut diperkirakan hanya bersifat korektif selama harga masih bertahan di bawah resistance 72,80.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa US Oil masih berpotensi melanjutkan tren bearish pada time frame H4, dengan pivot berada di level 70,90. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih mendominasi, dengan target penurunan menuju support terdekat di 68,60. Jika level support tersebut berhasil ditembus, penurunan berpotensi berlanjut untuk menguji area support berikutnya di 67,50 hingga 66,50.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish karena harga masih bergerak di bawah garis SMA 50 dan membentuk pola lower high serta lower low. Meski terjadi rebound dari area support, kenaikan diperkirakan masih bersifat korektif selama harga belum mampu menembus resistance di kisaran 4.121 hingga 4.199.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang tetap berada di bawah garis moving average serta struktur lower high dan lower low yang masih terjaga. Meski terdapat potensi rebound jangka pendek dari area support, kenaikan diperkirakan masih bersifat korektif selama harga belum mampu menembus resistance di kisaran 72,80 hingga 75,16.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish yang kuat, terlihat dari harga yang terus bergerak di bawah SMA 50 serta membentuk rangkaian lower high dan lower low. Setelah gagal bertahan di area 4.050, tekanan jual kembali meningkat dan mendorong harga turun mendekati support penting di 3.929. Meskipun indikator RSI menunjukkan kondisi yang sudah berada di area oversold dan membentuk potensi bullish divergence, sinyal tersebut sejauh ini baru mengindikasikan peluang koreksi terbatas, bukan perubahan tren utama.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari harga yang bergerak di bawah SMA 50 dan masih berada di bawah garis tren turun yang membatasi pergerakan sejak awal Mei. Setelah gagal mempertahankan kenaikan di area 4.145, harga kembali melemah dan bergerak di bawah level 4.100, sehingga tekanan jual masih mendominasi dalam jangka pendek. Selama harga bertahan di bawah resistance 4.145, potensi penurunan masih terbuka menuju support 4.072, kemudian 4.052, dan selanjutnya 4.024.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah SMA 50 dan terus membentuk lower high serta lower low. Setelah gagal melanjutkan kenaikan dari resistance 78,49, harga kembali tertekan dan kini menguji support penting di area 72,80. Area ini menjadi level kunci yang akan menentukan arah pergerakan berikutnya.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah harga gagal bertahan di area resistance 4.278. Tekanan jual kemudian mendorong harga menembus support 4.218 dan turun hingga membentuk support baru di kisaran 4.118. Dari area tersebut, harga sempat melakukan rebound, namun kenaikan masih tertahan di resistance 4.218 yang kini menjadi resistance terdekat sekaligus berdekatan dengan SMA 50.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah SMA 50 yang terus menurun. Setelah membentuk support di area 72,80, harga sempat mengalami rebound, namun kenaikan tersebut masih terbatas dan belum mampu menembus resistance 78,49 yang kini menjadi hambatan terdekat.
