Market Summary
Peluang trading USD/JPY di tengah harga energi kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah pasangan mata uang ini mencatat kenaikan selama enam hari berturut-turut. USD/JPY diperdagangkan di kisaran 158,90 pada sesi Eropa hari Senin seiring lonjakan permintaan dolar AS dari importir energi Jepang.
Kenaikan pasangan mata uang ini dipicu oleh melonjaknya biaya impor energi Jepang akibat naiknya harga minyak global. Importir energi di Jepang harus menjual Yen dalam jumlah besar untuk membeli dolar AS guna membayar tagihan energi yang semakin mahal. Kondisi tersebut membuat tekanan terhadap mata uang Jepang terus meningkat dalam jangka pendek.
Harga Energi Dorong Permintaan Dolar AS
Lonjakan harga energi menjadi faktor utama yang menopang penguatan USD/JPY. Konflik geopolitik di Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak global, terutama terkait jalur distribusi di Selat Hormuz. Situasi ini meningkatkan permintaan terhadap aset berbasis dolar AS dan memperkuat posisi Greenback di pasar global.
Meski demikian, harga minyak sempat memangkas kenaikan harian setelah muncul laporan bahwa tim teknis Iran dan Oman bertemu untuk membahas mekanisme jalur aman di Selat Hormuz. Jika negosiasi berjalan lancar, distribusi energi global berpotensi membaik dan tekanan harga minyak dapat mereda.
Bank of Japan Hadapi Tekanan Inflasi
Kenaikan harga energi juga memperbesar tekanan inflasi di Jepang. Anggota dewan Bank of Japan, Kazuyuki Masu, mendorong kenaikan suku bunga lebih cepat karena risiko inflasi dinilai semakin kuat akibat perang yang masih berlangsung.
Ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ sebenarnya dapat membantu membatasi pelemahan Yen. Namun, arus keluar Yen untuk kebutuhan impor energi masih mendominasi pergerakan pasar saat ini.
Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Seiji Kihara, menyatakan pemerintah terus memantau pergerakan pasar dan imbal hasil obligasi dengan tingkat kewaspadaan tinggi. Namun, pemerintah Jepang belum memberikan sinyal terkait kemungkinan intervensi di pasar valuta asing.
Dolar AS Masih Didukung Prospek Kebijakan The Fed
Di sisi lain, dolar AS tetap mendapat dukungan dari ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve. Inflasi Amerika Serikat terus meningkat seiring naiknya biaya energi global.
Data Consumer Price Index (CPI) AS bulan April menunjukkan inflasi tahunan naik menjadi 3,8%, level tertinggi dalam hampir tiga tahun terakhir. Kondisi ini membuat pasar mulai mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang Federal Reserve menaikkan suku bunga setidaknya satu kali tahun ini mencapai 54,5%. Ekspektasi tersebut menjadi faktor tambahan yang menopang penguatan USD terhadap Yen.
Meski indeks dolar AS sempat turun ke area 99,15 pada sesi Eropa, Greenback sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi lebih dari lima minggu di sekitar 99,45 pada sesi Asia.
Fokus Pasar Tertuju pada Risalah FOMC
Pelaku pasar kini menanti risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan dirilis Rabu mendatang. Dokumen tersebut dapat memberikan petunjuk baru terkait arah kebijakan suku bunga Federal Reserve di tengah tekanan inflasi dan ketidakpastian geopolitik global.
Selama harga energi masih bertahan tinggi, USD/JPY berpotensi tetap bergerak bullish. Namun, perkembangan negosiasi di Timur Tengah dan potensi perubahan sikap The Fed tetap menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan trader dalam jangka pendek.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat USD/JPY masih memiliki peluang melanjutkan tren bullish pada time frame H4 dengan level pivot berada di 158,50. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, potensi kenaikan diperkirakan tetap terbuka dengan target resistance terdekat di 159,05. Jika level itu berhasil ditembus, pergerakan bullish berpotensi berlanjut menuju area resistance berikutnya di kisaran 159,40 hingga 159,90.
Sebaliknya, apabila harga bergerak turun di bawah 158,50, USD/JPY berisiko mengalami koreksi lebih dalam untuk menguji area support di 158,25 hingga 157,95.
Resistance 1: 159,05 Resistance 2: 159,40 Resistance 3: 159,90
Support1: 158,50 Support 2: 158,25 Support 3: 157,95
Baca juga: Peluang Trading GBP/USD di Tengah Krisis Politik Inggris
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/JPY pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish, dengan level pivot di 156,45. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji area resistance di 157,65, kemudian 158,00, hingga 158,30.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa USD/JPY masih cenderung bearish pada time frame H4 dengan level pivot di 156,80. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, potensi penurunan tetap terbuka untuk menguji support di 155,00, kemudian 154,50, hingga 154,00.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/JPY masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 159,20. Selama harga bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance di 159,65, kemudian 159,85 hingga 159,95.
Pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish, terlihat dari struktur lower high serta posisi harga yang bergerak di bawah garis tren turun dan SMA 50. Saat ini harga mencoba rebound ke area resistance di sekitar 1.1575–1.1620, namun belum mampu menembusnya secara konsisten, sehingga potensi penurunan masih terbuka.
Pergerakan USD/JPY pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish, terlihat dari struktur higher low yang terbentuk serta harga yang masih bergerak di atas garis tren naik. Saat ini harga sedang berkonsolidasi di sekitar area 159,00–159,40 setelah sempat terkoreksi, namun tetap bertahan di atas support penting di 158,20. Selama level ini tidak ditembus, peluang kenaikan masih terbuka untuk kembali menguji resistance di 160,00 hingga 160,45.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa USD/JPY masih memiliki potensi bergerak bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 159,50. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance di 160,00, dilanjutkan ke 160,20 hingga 160,45.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/JPY pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish dengan level pivot di 157,30. Selama harga bertahan di bawah area tersebut, peluang penurunan tetap terbuka untuk menguji support 156,20, lalu 155,85, hingga 155,50.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menilai USD/JPY pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan pivot di 158,50. Selama harga berada di bawah level tersebut, tekanan penurunan diperkirakan berlanjut menuju support terdekat di 157,75. Jika support ini ditembus, USD/JPY berpotensi melanjutkan pelemahan ke area 157,40 hingga 157,00.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa USD/JPY masih berpeluang bergerak bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 155.70. Selama harga berada di bawah area tersebut, tekanan turun diperkirakan berlanjut menuju support 155.00–154.35.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat bahwa USD/JPY pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish dengan level pivot di 156.46. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, potensi penurunan dapat berlanjut menuju support 155.60, kemudian 155.40, hingga 155.20.
