Pekan ini menjadi salah satu pekan paling krusial bagi pasar global, dengan seluruh perhatian pelaku pasar tertuju pada keputusan suku bunga The Federal Reserve yang akan diumumkan pada 16 September 2026 waktu AS (dini hari WIB). Ketegangan antara data inflasi yang masih tinggi akibat lonjakan harga energi dan pasar tenaga kerja yang tetap solid membuat probabilitas kenaikan suku bunga acuan meningkat tajam. Sebuah skenario yang jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir dan berpotensi mengguncang arah XAUUSD maupun indeks saham AS, termasuk Nasdaq.
Market Summary: XAUUSD (Gold Spot)
Harga emas (XAUUSD) mengalami tekanan setelah sempat gagal menembus resistance psikologis di area $4.700. Secara struktur besar, harga masih bergerak dalam ascending channel dengan bias jangka menengah-panjang yang cenderung bullish, namun dalam beberapa hari terakhir XAUUSD tertekan ke level terendah dalam lebih dari sebulan.
Pergerakan kemarin mencerminkan volatilitas tersebut:
- Kemarin (14 September 2026): High $4.355,47 — Low $4.253,46 (daily range ±$102)
Beberapa faktor fundamental utama yang membebani harga emas saat ini:
- Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed — CME FedWatch Tool menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga meningkat menjadi sekitar 92,4%, sebuah pembalikan tajam dari ekspektasi pemangkasan yang sempat dominan beberapa bulan sebelumnya.
- Yield obligasi AS yang melonjak — yield US Treasury tenor 10 tahun sempat menembus level 5%, tertinggi sejak 2007, sementara yield 30 tahun bertahan tinggi di kisaran 5,33% menjelang pertemuan FOMC.
- Reli harga minyak — kenaikan harga minyak mentah turut mendorong ekspektasi inflasi (inflation-hike bets), menambah tekanan pada aset non-yield seperti emas.
Sebagai konteks, XAUUSD sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level $5,597 pada Januari 2026, sehingga level saat ini mencerminkan koreksi signifikan dari puncaknya, meski tren jangka panjang secara umum masih dalam fase konstruktif.
Market Summary: Nasdaq
Indeks saham AS, termasuk Nasdaq, turut mengalami tekanan jual dalam beberapa sesi terakhir menjelang keputusan The Fed. Pada perdagangan Senin (14 September 2026), Nasdaq Composite melemah sekitar 1,03% ke level 26.061, menjadikannya indeks dengan performa terlemah dibanding Dow Jones (-0,54%) dan S&P 500 (-0,80%). Nasdaq-100 sendiri juga terkoreksi di kisaran 0,5%–0,56% pada sesi yang sama di angka 29,161.75.
Katalis utama pelemahan Nasdaq:
- Kekhawatiran seputar laju investasi AI — dua perusahaan AI terdepan menyerukan perlambatan pengembangan industri AI secara luas, memicu aksi jual tajam pada saham-saham chip dan teknologi yang selama ini menjadi penggerak utama reli Nasdaq.
- Yield obligasi yang mendekati 5% — kenaikan yield menekan valuasi saham pertumbuhan (growth stocks) yang mendominasi komposisi Nasdaq.
- Harga minyak yang melonjak di atas $109/barel — menambah tekanan biaya dan kekhawatiran inflasi yang berdampak pada sentimen risk asset secara umum.
Meski demikian, saham-saham Big Tech (Magnificent Seven) sempat menahan laju penurunan lebih dalam pada awal pekan, mengindikasikan bahwa minat beli pada nama-nama besar masih relatif bertahan di tengah volatilitas sektor chip/semikonduktor.
Ke Depan
Dengan keputusan FOMC yang jatuh pada 16 September 2026, volatilitas tinggi pada XAUUSD dan Nasdaq sangat mungkin berlanjut hingga akhir pekan. Skenario kenaikan suku bunga yang lebih agresif dari ekspektasi berpotensi menekan lebih lanjut harga emas sekaligus menambah tekanan jual pada Nasdaq, sementara skenario “hawkish tapi terukur” dapat memicu pemulihan teknikal jangka pendek pada kedua instrumen.
Analisa Teknikal
XAUUSD
Pada chart 1H, XAUUSD menunjukkan pergeseran struktur dari bullish ke bearish. Harga sempat menguji resistance di area $4.409–$4.420 pada pertengahan pekan lalu, namun gagal bertahan dan membentuk lower high di $4.381 sebelum akhirnya break down melewati level $4.339 dan $4.313 — mengonfirmasi Change of Character (CHoCH) ke sisi bearish. Level $4.313,13 yang sebelumnya berperan sebagai support kini berbalik fungsi menjadi resistance, dengan harga saat ini berkonsolidasi di kisaran $4.287.
Level kunci:
- Resistance: $4.313,13 (immediate) → $4.339,22 → $4.381,29 → $4.409,73
- Support: $4.287,34 (current) → $4.261,25 → $4.223,50 → $4.181,58
Skenario:
- Bearish (utama): Selama harga tertahan di bawah $4.313,13, bias tetap bearish dengan target penurunan ke $4.261,25, kemudian $4.223,50.
- Invalidasi/Bullish: Skenario bearish batal apabila terbentuk candle close 1H di atas $4.313,13, yang membuka jalan retracement menuju $4.339,22 → $4.381,29.
NASDAQ (UNK)
Pada chart 1H, NAS100 bergerak dalam downtrend sejak mencetak puncak di sekitar $29.780 pada 8 September, membentuk pola lower high dan lower low. Sempat terjadi rebound ke area $29.500 pada 12 September, namun tekanan jual berlanjut dan memicu breakdown tajam pada 14–15 September hingga menyentuh swing low di $28.829,14. Setelah itu muncul bounce ke sekitar $29.290, tetapi momentum bullish gagal bertahan — harga kembali tertekan dan saat ini berkonsolidasi di zona $29.003–$29.022, tepat di bawah resistance minor.
Level kunci:
- Resistance: $29.003,66–$29.022,63 (zona immediate) → $29.843,27 (major, jauh di atas)
- Support: $28.829,14 (swing low terakhir) → $28.617,12 (next support)
Skenario:
- Bearish (utama): Selama harga tertahan di bawah zona $29.003–$29.022, bias tetap bearish dengan target retest swing low $28.829,14, dan jika tertembus berlanjut ke $28.617,12.
- Invalidasi/Bullish: Skenario bearish batal apabila terbentuk candle close 1H yang solid di atas $29.022,63, membuka ruang recovery menuju swing high terakhir di $29.290.
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.








Pergerakan emas pada timeframe H4 masih menunjukkan tren keseluruhan yang bearish, dengan harga berada di bawah SMA 50 dan tekanan jual masih terlihat dari RSI yang berada di bawah level 50. Jika harga kembali melemah, area 4.282–4.261 menjadi zona potensial untuk rebound karena sebelumnya berperan sebagai support.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 masih menunjukkan tren bullish, meski sebelumnya harga sempat mengalami koreksi dan tertahan di area support 98,52. Hari ini harga kembali bergerak di atas 101,23 setelah membuka gap up di kisaran 100,23–101,23, yang mengindikasikan tekanan beli kembali menguat.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat pergerakan XAU/USD masih cenderung bearish pada time frame H4. Level pivot berada di 4.398. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual masih berpotensi berlanjut dengan target support di 4.280, kemudian 4.250 dan 4.220.

Pergerakan emas pada H4 masih menunjukkan tekanan bearish, dengan harga berada di bawah SMA 50 dan trendline menurun. RSI 36,38 menunjukkan momentum jual masih dominan, sementara candlestick terakhir terlihat bearish setelah menembus support 4.340. Jika tekanan jual berlanjut, harga berpotensi turun menuju 4.282, kemudian 4.261 dan 4.223.
Pergerakan US Oil pada H4 masih menunjukkan tren bullish dengan harga berjalan di 103,77 setelah menembus resistance 101,23 yang kini beralih menjadi support. SMA 50 terus menanjak, sementara RSI 14 berada di 82,70, menandakan momentum bullish masih kuat meski harga sudah memasuki area overbought.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa EUR/USD masih memiliki potensi untuk bergerak bullish pada time frame H4. Level pivot berada di 1.1620. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target pengujian resistance di 1.1674, kemudian 1.1687, hingga 1.1701.
Pergerakan emas pada grafik H4 masih menunjukkan tekanan bearish setelah tertahan di bawah garis trendline menurun dan SMA 50. Pembentukan candlestick terakhir menunjukkan konsolidasi di area bawah, sementara RSI 48.26 bergerak datar di area netral cenderung melemah, mengonfirmasi momentum beli yang masih lemah. Selama harga bertahan di bawah 4.450, emas berpeluang melanjutkan penurunan menuju support 4.340, dan jika level tersebut ditembus, penurunan berikutnya dapat mengarah ke 4.282 hingga 4.223.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 masih berada dalam tren bullish, terlihat dari posisi harga sekitar 97,08 yang bertahan di atas SMA 50 di sekitar 90,93 serta bergerak dalam struktur kenaikan yang kuat. Harga juga telah menembus resistance 93,43, sehingga level tersebut kini menjadi area support penting. RSI 14 berada di 71,24, menandakan momentum bullish masih kuat tetapi sudah memasuki area overbought, sehingga risiko koreksi tetap perlu diperhatikan.
