Dolar AS Menanti Keputusan The Fed Pekan Ini
Kebijakan The Fed menjadi fokus utama pasar global pekan ini. Indeks Dolar AS (DXY) bertahan dekat 99,00 setelah menguat dari tekanan singkat pada Kamis. Pasar kini menunggu keputusan suku bunga The Fed pada Rabu.
Pasar memperkirakan The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Langkah itu akan membawa target suku bunga ke 4,00% dari 3,75%. Data inflasi konsumen AS bulan Agustus menjadi salah satu pendorong ekspektasi tersebut.
Inflasi inti tercatat lebih tinggi dari perkiraan. Karena kenaikan suku bunga sudah masuk dalam harga pasar, perhatian beralih ke proyeksi ekonomi terbaru. Pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh juga menjadi sorotan utama.
Data Ekonomi Jadi Penggerak Pasar
Pekan ini menghadirkan sejumlah data penting dari negara-negara ekonomi utama. Kanada membuka agenda pada Senin dengan data inflasi Agustus. China juga akan merilis sejumlah data aktivitas ekonomi.
Inggris menyusul pada Selasa dengan laporan tenaga kerja. Jerman juga merilis survei sentimen ekonomi ZEW pada hari yang sama.
Rabu menjadi titik penting bagi pasar. Inggris akan merilis inflasi konsumen sebelum keputusan The Fed. AS juga akan menerbitkan data penjualan ritel yang diperkirakan kembali meningkat.
Bank of England (BoE) kemudian mengambil perhatian pada Kamis. Bank of Japan (BoJ) menutup agenda utama pada Jumat.
Di Eropa, Presiden European Central Bank (ECB) Christine Lagarde akan tampil dalam beberapa agenda. Sejumlah pejabat ECB lainnya juga dijadwalkan memberikan pernyataan.
Data Eurozone relatif terbatas pekan ini. Pasar akan mencermati konfirmasi inflasi, produksi industri, dan survei ZEW.
EUR/USD Masih Menunggu Arah Dolar
EUR/USD bergerak di sekitar 1,1590 setelah melemah tipis. Agenda ekonomi Eropa yang terbatas membuat pasangan ini lebih sensitif terhadap pergerakan dolar AS.
Sinyal hawkish dari The Fed dapat menekan euro. Namun, kegagalan dolar mempertahankan penguatan sebelumnya masih memberi ruang bagi EUR/USD untuk bertahan.
GBP/USD Punya Banyak Katalis
GBP/USD bergerak di sekitar 1,3525 dan relatif stabil. Inggris akan menghadirkan sejumlah data penting pekan ini.
Laporan tenaga kerja keluar pada Selasa. Tingkat pengangguran diperkirakan naik menjadi 5,0%.
Inflasi Inggris menyusul pada Rabu. Inflasi inti diperkirakan meningkat menjadi 2,7%.
BoE kemudian mengumumkan keputusan suku bunga pada Kamis. Pasar memperkirakan BoE mempertahankan suku bunga di 3,75%.
Namun, pasar juga melihat peluang sejumlah anggota memilih kenaikan suku bunga. Meski begitu, arah dolar tetap menjadi faktor utama bagi sterling.
Yen Berpeluang Menguat
USD/JPY bergerak di sekitar 153,70 dan mulai tertekan. Yen menguat ketika dolar kehilangan momentum.
Pertemuan BoJ pada Jumat menjadi agenda utama Jepang. Pasar memperkirakan BoJ menaikkan suku bunga menjadi 1,25%.
Level tersebut akan menjadi yang tertinggi dalam beberapa dekade. Data inflasi nasional Jepang pada Kamis akan memperkuat atau mengurangi ekspektasi tersebut.
Jika The Fed dan BoJ sama-sama memperketat kebijakan, yen berpeluang mendapat dukungan tambahan.
Dolar Australia Masih Relatif Kuat
AUD/USD bertahan di sekitar 0,7170. Pasangan ini menjadi salah satu mata uang utama dengan kinerja paling kuat.
Agenda Australia cukup terbatas pekan ini. Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Michele Bullock menjadi perhatian pada Kamis.
Pergerakan dolar Australia juga bergantung pada sentimen risiko. Data aktivitas China pada Senin turut menjadi faktor penting bagi aussie.
Pandangan hawkish dari The Fed tetap menjadi risiko utama bagi penguatan AUD/USD.
Minyak Bertahan Dekat $100
West Texas Intermediate (WTI) bergerak dekat $100 setelah turun lebih dari 3%. Belum ada data minyak utama dalam agenda pekan ini.
Perhatian pasar tetap tertuju pada ketegangan Iran dan Selat Hormuz. Kondisi tersebut menjaga risiko pasokan energi tetap tinggi. Kebijakan the Fed juga akan jadi sorotan pasar minyak.
International Energy Agency (IEA) juga memperingatkan potensi pelebaran defisit pasokan. Namun, penurunan harga harian menunjukkan sentimen minyak masih mudah berubah.
Arab Saudi juga menutup jalur pipa penting setelah serangan drone. Jalur tersebut sebelumnya membantu mengurangi ketergantungan terhadap Selat Hormuz.
Emas Bertahan di Sekitar $4.350
Harga emas bergerak di sekitar $4.350. Logam mulia belum memiliki katalis domestik yang dominan pekan ini.
Kebijakan The Fed kembali menjadi penentu arah emas. Kenaikan suku bunga yang hawkish dapat memicu aksi ambil untung.
Sebaliknya, nada yang lebih lunak dari Kevin Warsh dapat memperpanjang penguatan emas. Investor juga akan mencermati proyeksi ekonomi terbaru The Fed.
Bursa AS Menghadapi Risiko Baru
Futures saham AS bergerak melemah pada Senin. Investor mulai mencermati risiko keamanan dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI).
CEO Anthropic Dario Amodei meminta perusahaan AI memperlambat pengembangan model tercanggih. Ia menilai perkembangan teknologi tersebut membawa risiko keamanan.
Sementara itu, CEO OpenAI Sam Altman menyatakan perusahaannya tidak berencana melakukan penawaran saham perdana tahun ini.
Pasar juga menghadapi tekanan dari kenaikan harga energi. Harga minyak kembali naik setelah Arab Saudi menutup pipa penting.
Kenaikan minyak dapat memperbesar tekanan inflasi. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi keputusan dan kebijakan The Fed.
Indeks Dow Jones turun 1,57% pada pekan sebelumnya. S&P 500 melemah 0,80%, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,66%.
Dengan berbagai risiko tersebut, keputusan The Fed menjadi titik utama pergerakan pasar pekan ini. Investor akan mencari petunjuk mengenai arah suku bunga setelah keputusan Rabu.
Prospek Harga Emas Senin| 14 September 2026
Pergerakan emas pada timeframe H4 masih menunjukkan tren keseluruhan yang bearish, dengan harga berada di bawah SMA 50 dan tekanan jual masih terlihat dari RSI yang berada di bawah level 50. Jika harga kembali melemah, area 4.282–4.261 menjadi zona potensial untuk rebound karena sebelumnya berperan sebagai support.
Namun, rebound dari area tersebut masih perlu dikonfirmasi dengan kemampuan harga menembus kembali 4.376. Jika berhasil, peluang kenaikan dapat berlanjut menuju 4.410–4.435, sementara kegagalan bertahan di zona 4.282–4.261 akan memperkuat tekanan bearish.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.376 R2 4.410 R3 4.435
S1 4.282 S2 4.261 S3 4.223
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.290 |
| Profit Target Level | 4.340 |
| Stop Loss Level | 4.260 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.375 |
| Profit Target Level | 4.300 |
| Stop Loss Level | 4.410 |
Prospek Harga US Oil Senin | 14 September 2025
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 masih menunjukkan tren bullish, meski sebelumnya harga sempat mengalami koreksi dan tertahan di area support 98,52. Hari ini harga kembali bergerak di atas 101,23 setelah membuka gap up di kisaran 100,23–101,23, yang mengindikasikan tekanan beli kembali menguat.
Selama harga mampu bertahan di atas 101,23, peluang kenaikan terbuka menuju 105,15, kemudian 107,34 dan 109,41. RSI 69,22 menunjukkan momentum bullish masih kuat, meski sudah mendekati area overbought sehingga koreksi tetap perlu diwaspadai.
US Oil INTRADAY AREA
R1 105,15 R2 107,34 R3 109,41
S1 101,23 S2 98,52 S3 95,34
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 100,50 |
| Profit Target Level | 104,00 |
| Stop Loss Level | 98,40 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 105,15 |
| Profit Target Level | 102,00 |
| Stop Loss Level | 107,35 |
Baca analisa sebelumnya: PPI AS Panas Dorong Dolar, Emas dan Saham Tertekan
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat pergerakan XAU/USD masih cenderung bearish pada time frame H4. Level pivot berada di 4.398. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual masih berpotensi berlanjut dengan target support di 4.280, kemudian 4.250 dan 4.220.






Pergerakan emas pada H4 masih menunjukkan tekanan bearish, dengan harga berada di bawah SMA 50 dan trendline menurun. RSI 36,38 menunjukkan momentum jual masih dominan, sementara candlestick terakhir terlihat bearish setelah menembus support 4.340. Jika tekanan jual berlanjut, harga berpotensi turun menuju 4.282, kemudian 4.261 dan 4.223.
Pergerakan US Oil pada H4 masih menunjukkan tren bullish dengan harga berjalan di 103,77 setelah menembus resistance 101,23 yang kini beralih menjadi support. SMA 50 terus menanjak, sementara RSI 14 berada di 82,70, menandakan momentum bullish masih kuat meski harga sudah memasuki area overbought.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa EUR/USD masih memiliki potensi untuk bergerak bullish pada time frame H4. Level pivot berada di 1.1620. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target pengujian resistance di 1.1674, kemudian 1.1687, hingga 1.1701.
Pergerakan emas pada grafik H4 masih menunjukkan tekanan bearish setelah tertahan di bawah garis trendline menurun dan SMA 50. Pembentukan candlestick terakhir menunjukkan konsolidasi di area bawah, sementara RSI 48.26 bergerak datar di area netral cenderung melemah, mengonfirmasi momentum beli yang masih lemah. Selama harga bertahan di bawah 4.450, emas berpeluang melanjutkan penurunan menuju support 4.340, dan jika level tersebut ditembus, penurunan berikutnya dapat mengarah ke 4.282 hingga 4.223.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 masih berada dalam tren bullish, terlihat dari posisi harga sekitar 97,08 yang bertahan di atas SMA 50 di sekitar 90,93 serta bergerak dalam struktur kenaikan yang kuat. Harga juga telah menembus resistance 93,43, sehingga level tersebut kini menjadi area support penting. RSI 14 berada di 71,24, menandakan momentum bullish masih kuat tetapi sudah memasuki area overbought, sehingga risiko koreksi tetap perlu diperhatikan.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat peluang trading AUD/USD masih berada dalam tren bullish pada time frame H4. Level pivot berada di 0,7199. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target resistance di 0,7239, 0,7249, dan 0,7259.

Pergerakan emas pada grafik H4 masih menunjukkan tekanan bearish setelah gagal bertahan di atas area 4.450 dan kembali bergerak di bawah SMA 50, sementara RSI 38 mengindikasikan momentum jual masih cukup kuat. Selama harga tertahan di bawah 4.413–4.450, emas berpeluang melanjutkan koreksi menuju support 4.324, dan jika level tersebut ditembus, penurunan berikutnya dapat mengarah ke 4.282 hingga 4.223.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih menunjukkan tren bullish dengan harga bertahan di atas SMA 50 dan terus membentuk higher high. Saat ini harga bergerak di sekitar 94 dan mulai mendekati resistance 95.42, sehingga penembusan level tersebut akan membuka peluang kenaikan menuju 96.94 dan selanjutnya 99.32. RSI 64 juga masih menunjukkan momentum bullish yang cukup kuat, meski harga perlu mewaspadai potensi koreksi jika gagal menembus 95.42.
