Market Summary
Peluang trading EUR/USD menjadi perhatian pelaku pasar pada awal pekan karena investor menunggu rilis data ISM Services PMI Amerika Serikat. Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke area 1,1415 setelah gagal menembus level 1,1470 pada akhir pekan lalu. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) kembali menguat di atas level 101 seiring meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven.
Dolar AS Menguat di Tengah Ketidakpastian Geopolitik
Penguatan dolar terjadi meski data tenaga kerja Amerika Serikat pekan lalu menunjukkan perlambatan pertumbuhan lapangan kerja. Investor mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve setelah laporan tersebut dirilis. Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September sekitar 56%, turun dibandingkan sekitar 64% sebelum data ketenagakerjaan diumumkan.
Selain itu, ketidakpastian mengenai hubungan Amerika Serikat dan Iran kembali meningkatkan minat terhadap dolar AS. Iran kembali menyatakan keinginannya mengenakan biaya bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Amerika Serikat menolak wacana tersebut. Di sisi lain, meningkatnya ketegangan retorika antara Iran dan Israel juga memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan.
Data Jerman Beri Dukungan Terbatas untuk Euro
Dari kawasan Eropa, data ekonomi Jerman menunjukkan hasil yang lebih baik dari perkiraan. Factory Orders Jerman naik 1,9% secara bulanan pada Mei, lebih tinggi dibanding ekspektasi pasar sebesar 1,2%. Data tersebut menjadi pemulihan setelah kontraksi 3,2% pada April.
Sentimen investor kawasan Euro juga membaik. Indeks Sentix Investor Confidence naik menjadi -3,1 pada Juli dari -13,4 pada bulan sebelumnya. Perbaikan ini menunjukkan optimisme mulai kembali muncul, meski ketidakpastian geopolitik masih membatasi penguatan euro.
Pasar juga akan mencermati data Producer Price Index (PPI) dan Retail Sales Zona Euro sebagai petunjuk tambahan mengenai kondisi ekonomi kawasan tersebut.
Data ISM Services PMI Jadi Penentu Arah Pasar
Fokus utama investor hari ini tertuju pada rilis ISM Services PMI Amerika Serikat. Data tersebut akan menjadi indikator penting untuk melihat apakah perlambatan sektor tenaga kerja mulai memengaruhi aktivitas ekonomi secara lebih luas.
Apabila data ISM Services PMI lebih lemah dari perkiraan, peluang Federal Reserve menunda kenaikan suku bunga akan semakin besar. Kondisi tersebut dapat memberikan tekanan terhadap dolar AS sekaligus membuka ruang penguatan euro.
Sebaliknya, jika hasil ISM Services PMI tetap solid, pasar kemungkinan kembali memperkirakan kebijakan moneter yang lebih ketat. Skenario ini berpotensi mendorong dolar AS menguat dan menekan pergerakan EUR/USD.
Selain data ekonomi, pelaku pasar juga menantikan pidato anggota Dewan Gubernur Federal Reserve, Christopher Waller. Komentarnya dapat memberikan petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat.
Peluang Trading EUR/USD Masih Bergantung pada Data AS
Peluang trading EUR/USD dalam jangka pendek masih dipengaruhi oleh kombinasi data ekonomi Amerika Serikat, perkembangan geopolitik Timur Tengah, dan ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve. Selama belum ada kejutan besar dari data ISM Services PMI maupun pernyataan Christopher Waller, pergerakan EUR/USD diperkirakan tetap berada dalam fase konsolidasi dengan volatilitas yang meningkat menjelang rilis data.
Bagi pelaku pasar, peluang trading EUR/USD akan semakin jelas setelah arah dolar AS ditentukan oleh hasil ISM Services PMI dan sinyal terbaru dari Federal Reserve.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa EUR/USD masih bergerak dalam tren bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.1435. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih berlanjut dengan target penurunan menuju support 1.1400, kemudian 1.1385, dan 1.1375.
Sebagai skenario alternatif, apabila harga berhasil menembus dan bertahan di atas level 1.1435, peluang penguatan kembali terbuka dengan target kenaikan menuju area resistance 1.1455, kemudian 1.1470.
Resistance 1: 1.1435 Resistance 2: 1.1455 Resistance 3: 1.1470
Support1: 1.1400 Support 2: 1.1385 Support 3: 1.1375
Baca juga: Peluang Trading GBP/USD Menguat Jelang Pidato Bailey
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan pemulihan setelah berhasil membentuk dasar di area 3.942 dan menembus resistance 4.063 yang kini beralih menjadi support. Harga saat ini bergerak di atas SMA 50 yang mulai mendatar, mengindikasikan momentum bullish jangka pendek mulai menguat, meskipun tren utama masih dibayangi garis tren turun jangka menengah. Area 4.221 menjadi resistance penting yang bertepatan dengan trendline bearish, sehingga penembusan yang diikuti penutupan harga di atas level tersebut berpotensi membuka jalan menuju resistance 4.265 hingga 4.310.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang masih bergerak di bawah SMA 50 yang terus menurun sehingga tekanan jual jangka menengah masih mendominasi. Setelah sempat rebound dari area 67,00, harga kini bergerak konsolidasi di sekitar resistance 69,18, yang juga berdekatan dengan SMA 50 dan menjadi area krusial untuk menentukan arah pergerakan berikutnya. Apabila harga mampu menembus dan bertahan di atas 69,18, peluang penguatan akan terbuka menuju resistance 71,52, kemudian 74,69.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa peluang trading GBP/USD pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish, dengan level pivot di 1.3325. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance 1.3405, kemudian 1.3430, dan selanjutnya 1.3455.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah garis tren turun (descending trendline) jangka menengah. Meski demikian, harga saat ini sedang mengalami rebound dan berhasil naik di atas SMA 50, mengindikasikan adanya momentum pemulihan dalam jangka pendek. RSI yang bergerak di kisaran 65 juga menunjukkan momentum bullish mulai menguat, namun belum memasuki area jenuh beli sehingga ruang kenaikan masih terbuka.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah SMA 50 yang masih menurun. Setelah membentuk titik terendah di sekitar 67,00, harga mulai mengalami technical rebound, namun kenaikan tersebut masih tertahan di area resistance 69,18 yang berdekatan dengan SMA 50 sehingga tekanan jual belum sepenuhnya mereda.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas masih cenderung bullish pada time frame H4. Level pivot berada di 4.027. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka. Harga berpotensi menguji resistance 4.115, kemudian 4.140, hingga 4.165.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah SMA 50 yang terus menurun sehingga menunjukkan tekanan jual masih mendominasi pasar. Sebelumnya, harga sempat menembus support 3.959 hingga menyentuh area 3.942 sebelum berbalik menguat ke kisaran 4.063. Namun, rebound tersebut masih tertahan di area SMA 50 yang berdekatan dengan resistance 4.096, sehingga tekanan jual kembali muncul dan mendorong harga terkoreksi. Meski demikian, harga masih mampu bertahan di atas support 3.959, menjadikan area tersebut sebagai level penting yang perlu dipertahankan.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan tren bearish yang kuat, terlihat dari posisi harga yang terus bergerak di bawah SMA 50 yang menurun sehingga mengindikasikan tekanan jual masih mendominasi pasar. Setelah gagal mempertahankan area support sebelumnya, harga kembali melemah dan saat ini bergerak di sekitar 67,95, mendekati support penting di 65,79. Selama harga masih berada di bawah resistance 69,18, potensi penurunan diperkirakan tetap terbuka untuk menguji support 65,79. Jika level tersebut ditembus, pelemahan berpotensi berlanjut menuju 63,57 hingga 61,72.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah SMA 50 yang terus menurun sehingga menunjukkan tekanan jual masih mendominasi pasar. Sebelumnya, harga sempat menembus support 3.959 hingga menyentuh area 3.942 sebelum berbalik menguat ke kisaran 4.063. Namun, rebound tersebut masih tertahan di area SMA 50 yang berdekatan dengan resistance 4.096, sehingga tekanan jual kembali muncul dan mendorong harga terkoreksi. Meski demikian, harga masih mampu bertahan di atas support 3.959, menjadikan area tersebut sebagai level penting yang perlu dipertahankan.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish. Hal ini terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah SMA 50 yang terus menurun. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar. Saat ini harga bergerak di kisaran support 68,86. Level ini menjadi area penting untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya. Jika support tersebut mampu bertahan, harga berpeluang melakukan rebound menuju resistance 72,80. Level resistance tersebut juga berdekatan dengan SMA 50 sehingga berpotensi menjadi penghalang kenaikan.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa peluang trading USD/JPY masih bergerak dalam tren bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 162,05. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan diperkirakan masih terbuka untuk menguji resistance 162,50, kemudian 162,65, dan 162,80.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, tercermin dari posisi harga yang terus bergerak di bawah SMA 50 yang masih mengarah turun. Setelah gagal menembus area resistance 4.096 yang berdekatan dengan SMA 50, harga kembali terkoreksi dan kini diperdagangkan di sekitar 4.020, mengindikasikan bahwa tekanan jual masih mendominasi. Sementara itu, indikator RSI bergerak di bawah level 50, yang menunjukkan momentum bearish masih cukup kuat meskipun belum memasuki area jenuh jual.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang tetap bergerak di bawah SMA 50 yang masih menurun. Setelah membentuk rebound dari area support 68,86, harga kini menguji resistance 72,80 yang juga berada tidak jauh di bawah SMA 50, sehingga kenaikan yang terjadi masih berpotensi bersifat korektif. Di sisi lain, indikator RSI mulai menguat namun masih berada di bawah level 50, menunjukkan bahwa momentum beli mulai meningkat tetapi belum cukup kuat untuk mengubah arah tren utama.





