Market Summary
Peluang trading Silver kembali menarik perhatian pelaku pasar meski harga logam mulia ini masih tertekan. Silver (XAG/USD) mencatat pelemahan selama dua hari berturut-turut dan diperdagangkan di kisaran $68,40 per troy ounce pada sesi Eropa hari Selasa. Namun tekanan ini berpotensi berbalik arah seiring langkah intervensi pemerintah AS di pasar obligasi yang menghidupkan kembali narasi debasement trade.
Buyback Obligasi AS Jadi Pemicu Utama
Momentum ini muncul setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana melipatgandakan operasi buyback untuk obligasi bertenor panjang. Laporan menyebutkan bahwa Menteri Keuangan AS Scott Bessent dapat memanfaatkan dana hingga US$1 triliun dari Treasury General Account untuk mendanai pembelian kembali tersebut. Langkah sebesar ini berpotensi mengubah likuiditas pasar secara signifikan dan menekan arah yield Treasury dalam waktu dekat.
Kebijakan agresif semacam ini bukan tanpa risiko. Pelaku pasar menilai intervensi ini kemungkinan hanya solusi sementara, sementara kekhawatiran soal krisis utang AS yang terus membesar justru semakin kuat.
Risiko Utang dan Inflasi Masih Membayangi
Selain isu likuiditas, buyback obligasi ini turut memperbesar kekhawatiran soal inflasi yang belum reda dan potensi pelemahan dolar AS ke depan. Kombinasi ketiga faktor ini menciptakan kondisi yang secara historis mendukung logam mulia sebagai aset lindung nilai, termasuk silver dan gold.
Permintaan Industri Perkuat Fondasi Harga
Di luar faktor makroekonomi, peluang trading Silver juga ditopang oleh konsumsi industri yang tetap kuat. Permintaan silver tumbuh signifikan di beberapa sektor strategis, mulai dari transisi energi hijau, produksi panel surya fotovoltaik, kendaraan listrik, hingga ekspansi infrastruktur pusat data untuk kecerdasan buatan. Kombinasi permintaan investasi dan industri ini membuat fundamental silver relatif lebih solid dibanding komoditas logam lain.
Sentimen Emas dan Sanksi Iran Ikut Berperan
Pergerakan harga silver juga cenderung mengikuti momentum kenaikan gold. Analis Commerzbank mencatat bahwa permintaan aset safe haven untuk gold semakin kuat setelah AS memperluas sanksi terhadap Iran. Cakupan sanksi baru ini menyasar pendapatan minyak, sektor pelayaran, penerbangan, teknologi, emas, hingga aset digital milik Iran. Bank tersebut juga menyoroti potensi sanksi sekunder bagi negara ketiga yang masih menjalin bisnis dengan Iran.
Menurut Commerzbank, perluasan sanksi ini menambah ketidakpastian geopolitik dan fiskal yang belakangan menopang harga gold. Kondisi ini secara tidak langsung turut memperkuat sentimen positif untuk silver, sehingga peluang trading Silver tetap layak dicermati oleh pelaku pasar dalam beberapa hari ke depan. Investor perlu memantau perkembangan kebijakan buyback obligasi AS serta arah sanksi terhadap Iran sebagai dua katalis utama pergerakan harga selanjutnya.
Analisa Teknikal
Secara teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan silver pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot di 68,86. Selama harga masih bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut dengan target penurunan menuju area support 66,28, kemudian 65,58, hingga 64,87.
Sebagai skenario alternatif, apabila harga berhasil menembus dan bertahan di atas level 68,86, maka peluang kenaikan akan semakin terbuka, dengan target menuju area resistance 70,06 hingga 70,77.
Resistance 68,86 Resistance 2: 70,06 Resistance 3: 70,77
Support1: 66,28 Support 2: 65,58 Support 3: 64,87
Baca juga: Peluang Trading Minyak di Tengah Risiko Iran
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.





Harga emas masih bergerak dalam tren bullish setelah menembus resistance 4.625 dan bertahan di atas area tersebut. Posisi harga yang berada jauh di atas SMA 50 mengindikasikan momentum kenaikan masih kuat, meski RSI 14 di 73,84 menunjukkan kondisi overbought sehingga peluang koreksi tetap terbuka.
Harga US Oil masih bergerak dalam tren bullish setelah berhasil bertahan di atas SMA 50 dan support 84,28. Saat ini harga sedang mengalami koreksi, namun RSI 14 di 50,17 menunjukkan momentum masih relatif netral sehingga ruang untuk kembali menguat masih terbuka.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat US Oil masih berpotensi bearish pada time frame H4. Level pivot berada di 86,60. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan bearish masih berpeluang berlanjut dengan support terdekat di 84,80. Jika support ini ditembus, penurunan dapat berlanjut menuju 83,90 hingga 83,15.
Pergerakan emas pada grafik H4 masih menunjukkan tren bullish setelah menembus resistance 4.573 dan bergerak di atas SMA 50. Harga sedang mengalami koreksi setelah mencetak high di 4.630, sementara RSI berada di sekitar 70 yang menunjukkan kondisi overbought dan membuka peluang koreksi jangka pendek.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih menunjukkan bias bullish setelah harga bergerak di atas SMA 50 yang mulai menanjak. Saat ini harga sedang mengalami koreksi setelah gagal menembus resistance 87,63, dengan RSI di 57,08 yang masih berada di area positif dan belum menunjukkan kondisi overbought.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central melihat pergerakan EUR/USD masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.1668. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance terdekat di 1.1711. Jika resistance tersebut berhasil ditembus, EUR/USD berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area resistance berikutnya di 1.1723 hingga 1.1734.

Pergerakan emas pada time frame H4 masih menunjukkan tren bullish setelah berhasil menembus resistance 4.444 dan bergerak di atas SMA 50. Harga kini berada di sekitar 4.525 dan sedang menguji resistance 4.541, dengan RSI 14 di level 67 yang menunjukkan momentum bullish masih cukup kuat.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan momentum bullish dengan harga berada di atas SMA 50 dan RSI 14 sekitar 62. Harga telah menutup gap di 87,63, namun masih berada di bawah area gap tersebut sehingga level 87,63 kini menjadi resistance penting.
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai AUD/USD masih menunjukkan kecenderungan bullish pada time frame H4. Level pivot berada di 0.7102. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target resistance di 0.7144, 0.7154, dan 0.7164.
