Market Summary
USD/CAD bergerak turun ke kisaran 1,3860 pada sesi Eropa awal hari Senin. Dolar AS melanjutkan pelemahan terhadap Dolar Kanada setelah pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve. Pelaku pasar kini menantikan rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) Kanada untuk bulan Juli, yang jatuh pekan ini.
Pasangan mata uang ini turun ke level terendah sejak 3 Juni. Penurunan ini terjadi setelah rilis data ekonomi AS yang lemah, termasuk penurunan tak terduga pada penjualan ritel. Tanda-tanda pelonggaran inflasi di AS membuat pasar mengurangi taruhan terhadap kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Probabilitas kenaikan suku bunga bulan depan kini berada di angka 30%. Angka ini turun tajam dari sekitar 40% sepekan sebelumnya, menurut alat CME FedWatch.
Data Ekonomi AS yang Lesu Tekan Dolar
Ekonom senior BMO Capital Markets menilai perlambatan ini mengindikasikan pelemahan signifikan pada pertumbuhan belanja konsumen riil di kuartal ketiga. Menurut ekonom tersebut, laporan tenaga kerja yang lebih lemah turut menambah tekanan. Kombinasi ini, ditambah inflasi inti yang masih terkendali, meningkatkan kemungkinan bank sentral AS tetap menahan diri pada pertemuan September mendatang.
Bank of Canada Pertahankan Suku Bunga Acuan
Bank of Canada mempertahankan suku bunga acuan di level 2,25% pada pertemuan kebijakan Juli. Keputusan ini menandai penahanan keenam berturut-turut. Gubernur Bank of Canada, Tiff Macklem, menegaskan bahwa bank sentral tetap mencermati gejolak energi jangka pendek. Macklem menyatakan pihaknya “tidak akan membiarkan harga energi tinggi menjadi inflasi yang persisten.”
Bank of Canada menjadwalkan pertemuan kebijakan berikutnya pada 2 September. RBC Economics dan CIBC memperkirakan bank sentral akan tetap menahan suku bunga sepanjang sisa tahun 2026. Kedua lembaga ini menilai langkah tersebut perlu guna memantau kondisi ekonomi secara menyeluruh.
Proyeksi Inflasi Kanada Bulan Juli
Strategis di Brown Brothers Harriman memperkirakan laporan CPI Kanada Juli akan menegaskan tekanan harga yang masih terkendali. Prediksi mereka menunjukkan inflasi inti kemungkinan tetap berada di bawah ambang batas 2% milik Bank of Canada. Menurut proyeksi tersebut, BBH memperkirakan inflasi headline naik menjadi 2,9% secara tahunan, dari 2,8% pada Juni. Sementara itu, BBH memperkirakan inflasi inti—yang mengecualikan komponen makanan dan energi—berada di angka 1,8%.
Ekonom secara umum memperkirakan inflasi headline Kanada naik menjadi 2,9% dalam basis tahunan pada Juli. Angka ini meningkat dari 2,8% di bulan sebelumnya. Secara bulanan, ekonom memperkirakan harga naik 0,7%. Ekonom juga memperkirakan ukuran inti—yang mengecualikan makanan dan energi—naik menjadi 2,2%, dari 2,1% pada bulan sebelumnya.
Gejolak geopolitik turut memengaruhi dinamika harga minyak mentah, sehingga tekanan inflasi belum sepenuhnya mereda. Selain itu, tarif AS turut memengaruhi harga konsumen domestik Kanada.
Indikator inflasi inti favorit bank sentral, yaitu CPI-Common, Trimmed Mean, dan Median, tercatat masing-masing di 2,6%, 1,8%, dan 1,9% pada Juni.
Peluang Trading USD/CAD ke Depan
Momentum inflasi Kanada sedikit melambat pada Juni, meski pelaku pasar masih skeptis terhadap keberlanjutan tren ini hingga Juli. Bank of Canada mempertahankan suku bunga acuan di 2,25% pada pertemuan terakhir. Proyeksi pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dan kelonggaran kapasitas ekonomi saat ini menahan potensi pengetatan tambahan. Namun, ekspektasi inflasi yang lebih tinggi membuat bank sentral tetap waspada. Sikap hati-hati Macklem terhadap kenaikan suku bunga beruntun turut memperkuat sinyal kewaspadaan ini terhadap tekanan harga akibat minyak.
Sejauh ini, pelaku pasar memperkirakan pengetatan kebijakan sebesar sedikit di atas 18 basis poin hingga akhir tahun. Bagi trader, rilis data inflasi Kanada mendatang berpotensi menjadi katalis pergerakan USD/CAD dalam jangka pendek. Jika inflasi headline melampaui ekspektasi, Dolar Kanada berpeluang menguat lebih lanjut terhadap Dolar AS. Sebaliknya, data yang lebih lemah dari perkiraan dapat membuka ruang pelemahan Dolar Kanada.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat pergerakan USD/CAD masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.3899. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut dengan support terdekat di 1.3843. Jika level tersebut ditembus, penurunan berpotensi berlanjut menuju support berikutnya di 1.3820 hingga 1.3818.
Sebagai skenario alternatif, jika harga bergerak naik dan menembus level 1.3899, tren berpotensi berbalik bullish untuk menguji area resistance 1.3920 hingga 1.3932.
Resistance 1.3899 Resistance 2: 1.3920 Resistance 3: 1.3932
Support1: 1.3843 Support 2: 1.3830 Support 3: 1.3818
Baca juga: Peluang Trading USD/CAD Pasca Data Inflasi AS
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.





Pergerakan emas sempat mengalami penurunan, tetapi tertahan di area support 4.310 yang berdekatan dengan SMA 50. Harga kemudian rebound, namun masih tertahan di resistance 4.402 yang menjadi level penting untuk menentukan arah selanjutnya. Jika berhasil menembus 4.402, harga berpeluang melanjutkan kenaikan menuju 4.444 hingga 4.476.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih cenderung sideways dengan harga bergerak di sekitar 81.24 dan SMA 50 yang mulai mendatar. RSI 14 berada di level 51.76, menunjukkan momentum yang masih netral.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat USD/CAD masih berpeluang melanjutkan tren bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.3920. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju support 1.3896, 1.3857, hingga 1.3844.

Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam fase koreksi setelah kenaikannya tertahan di resistance 4.442, kemudian harga turun dan kembali berada di bawah 4.402. Saat ini harga sedang menguji support 4.310 yang berdekatan dengan SMA 50, sehingga level tersebut menjadi area penting untuk menentukan arah selanjutnya.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih cenderung bearish setelah kenaikan tertahan di resistance 84,40, kemudian harga dibuka gap-down dan langsung berada di bawah 81,24 yang sebelumnya merupakan support dan kini beralih fungsi menjadi resistance, sekaligus berdekatan dengan SMA 50.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot berada di 1.1546. Selama harga masih bergerak di bawah level tersebut, tekanan bearish diperkirakan tetap berlanjut, dengan potensi penurunan menuju support di 1.1497, kemudian 1.1485, hingga 1.1472.

Pergerakan emas pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga mampu bertahan di atas support 4.356, kemudian melanjutkan kenaikan hingga tertahan di resistance 4.444. Setelah itu, harga mengalami koreksi, tetapi penurunan tersebut belum mengubah tren karena emas masih bergerak di atas support 4.356.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih cenderung bullish setelah harga mampu bertahan di atas support 81,24 yang berdekatan dengan SMA 50, kemudian rebound dan bergerak naik menuju area 84,40. Saat ini harga masih berkonsolidasi di bawah resistance 84,40, sehingga penembusan level tersebut berpotensi membuka jalan menuju 86,14 hingga 87,63 yang juga merupakan area gap.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat pergerakan harga emas masih cenderung bullish pada time frame H4. Level pivot berada di 4.348. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target resistance di 4.438, 4.462, dan 4.485.
