Wall Street turun pada perdagangan Rabu setelah harapan tercapainya perdamaian cepat antara Amerika Serikat dan Iran kembali memudar. Eskalasi konflik di Timur Tengah mendorong investor mengurangi aset berisiko, sementara harga minyak melonjak mendekati level 100 dolar AS per barel.
Indeks saham utama di Amerika Serikat bergerak melemah setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi. Kondisi ini menunjukkan bahwa pelaku pasar masih sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik yang berpotensi mengganggu pertumbuhan ekonomi global.
Wall Street Turun di Tengah Eskalasi Konflik Iran
Wall Street turun dengan indeks Dow Jones Industrial Average melemah 1,21%. Sementara itu, S&P 500 turun 0,74% dan Nasdaq Composite kehilangan 0,89%.
Tekanan jual terutama terjadi pada sektor teknologi dan keuangan. Sebaliknya, saham-saham energi memperoleh dukungan dari kenaikan harga minyak mentah yang terus berlanjut.
Sentimen pasar memburuk setelah ketegangan di Timur Tengah meningkat. Serangan Iran ke Kuwait dilaporkan merusak bandara dan menyebabkan puluhan korban luka. Di saat yang sama, militer Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah target di sekitar Selat Hormuz.
Upaya diplomatik untuk menghentikan konflik juga belum menunjukkan kemajuan berarti. Ketidakpastian tersebut membuat investor memilih mengambil keuntungan setelah reli panjang yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Bursa Global Ikut Tertekan
Wall Street turun dan diikuti oleh pelemahan pasar saham global. Indeks STOXX 600 Eropa terkoreksi 0,66%, sementara indeks saham global MSCI turun 0,65%.
Meski demikian, bursa Asia menunjukkan kinerja yang lebih baik. Indeks saham Jepang dan Taiwan justru mencetak rekor tertinggi baru. Optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan masih menjadi faktor utama yang menopang pasar di kawasan tersebut.
Euforia AI Masih Menopang Sentimen
Di tengah tekanan geopolitik, tema kecerdasan buatan tetap menjadi pendorong utama minat investor.
Saham Marvell Technology naik 3,73% dan memperpanjang kenaikan setelah CEO Nvidia, Jensen Huang, menyebut perusahaan tersebut berpotensi menjadi perusahaan bernilai triliunan dolar berikutnya.
Selain itu, SpaceX dilaporkan berencana melakukan penawaran saham perdana senilai 75 miliar dolar AS. Rencana tersebut semakin memperkuat optimisme bahwa investasi pada infrastruktur AI dan pusat data masih akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Permintaan terhadap semikonduktor dan pusat data yang terus tumbuh juga membantu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi global meskipun ketidakpastian geopolitik meningkat.
Harga Minyak Mendekati 100 Dolar AS
Harga minyak menjadi salah satu aset yang paling diuntungkan dari meningkatnya konflik di Timur Tengah.
Minyak Brent ditutup naik 1,89% ke level 97,81 dolar AS per barel. Pasar khawatir gangguan pasokan energi dapat terjadi apabila konflik meluas ke wilayah strategis seperti Selat Hormuz.
Selain faktor geopolitik, harga minyak juga mendapat dukungan dari penurunan persediaan minyak mentah Amerika Serikat yang lebih besar dibandingkan perkiraan pasar.
Negosiasi antara Washington dan Teheran yang berjalan lambat turut memperbesar kekhawatiran investor terhadap stabilitas pasokan energi global.
Yen Melemah dan Risiko Intervensi Jepang Meningkat
Pasar valuta asing juga bergerak cukup volatil. Dolar AS menguat hingga menyentuh level 160 yen, yang selama ini dianggap sebagai batas psikologis yang meningkatkan risiko intervensi pemerintah Jepang.
Yen melemah 0,11% ke level 160,05 per dolar AS. Kondisi tersebut mendorong Menteri Keuangan Jepang kembali memberikan peringatan terkait pergerakan mata uang yang dianggap berlebihan.
Sementara itu, euro turun 0,27% ke level 1,160 dolar AS. Indeks dolar AS naik 0,23% menjadi 99,52.
Pelaku pasar kini juga menyesuaikan ekspektasi suku bunga. Sebelum konflik Iran meningkat, investor masih memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga yang lebih besar. Namun kini pasar lebih berhati-hati karena risiko inflasi akibat kenaikan harga energi kembali meningkat.
Imbal Hasil Obligasi Naik, Emas Justru Melemah
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 3,4 basis poin menjadi 4,489%.
Data menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta AS pada Mei lebih kuat dibandingkan perkiraan. Investor kini menunggu laporan ketenagakerjaan resmi yang akan dirilis pada Jumat untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter Federal Reserve.
Di pasar logam mulia, harga emas spot justru turun 0,99% ke level 4.440,06 dolar AS per ons.
Penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi menjadi faktor utama yang menekan emas. Meskipun ketidakpastian geopolitik meningkat, investor lebih memilih aset berbasis dolar yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.
Konflik AS-Iran Masih Menjadi Fokus Pasar
Konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi perhatian utama investor global. Ketegangan meningkat setelah militer AS mengumumkan tindakan terhadap sebuah kapal tanker yang berupaya menuju pelabuhan Iran.
Perkembangan terbaru ini menambah ketidakpastian terkait prospek perdamaian antara kedua negara. Selama konflik belum menunjukkan tanda-tanda mereda, pasar keuangan global diperkirakan akan tetap bergerak volatil dengan harga energi menjadi salah satu indikator utama yang terus dipantau investor.
Prospek Harga Emas Kamis | 04 Juni 2026
Pergerakan harga emas masih berada dalam tren bearish pada time frame H4, terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah SMA 50 serta masih tertahan di bawah garis tren turun. Setelah gagal menembus area resistance 4.497, harga kembali mengalami tekanan jual dan kini mendekati support 4.418. Jika support tersebut berhasil ditembus, penurunan berpotensi berlanjut menuju 4.397 hingga 4.366.
Namun, apabila area 4.418 mampu menahan tekanan jual, harga berpeluang melakukan rebound teknikal untuk menguji kembali resistance 4.497. RSI yang berada di sekitar level 40 juga menunjukkan momentum bearish masih dominan, meski ruang untuk koreksi naik jangka pendek tetap terbuka.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.497 R2 4.546 R3 4.595
S1 4.418 S2 4.397 S3 4.366
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.425 |
| Profit Target Level | 4.470 |
| Stop Loss Level | 4.395 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.490 |
| Profit Target Level | 4.430 |
| Stop Loss Level | 4.525 |
Prospek Harga US Oil Kamis | 04 Juni 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan fase pemulihan setelah sebelumnya turun hingga membentuk low di area support 90,08. Rebound yang terjadi berhasil mendorong harga menembus SMA 50 dan menguji resistance 94,68, sehingga membuka peluang kenaikan lanjutan menuju resistance berikutnya di 98,60. Meski demikian, tren yang lebih besar masih cenderung bearish karena harga masih bergerak di bawah garis tren turun yang membatasi kenaikan sejak akhir April.
Selama harga mampu bertahan di atas 92,49, momentum rebound berpeluang berlanjut, sementara penembusan area 98,60 dapat memperkuat prospek kenaikan menuju area 100,34 hingga 102,54. Namun jika harga kembali gagal mempertahankan penguatan dan turun di bawah 92,49, tekanan jual berpotensi kembali mengarahkan harga ke support 90,08.
US Oil INTRADAY AREA
R1 98,60 R2 100,34 R3 102,54
S1 94,66 S2 92,49 S3 90,08
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 94,66 |
| Profit Target Level | 98,00 |
| Stop Loss Level | 92,40 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 98,00 |
| Profit Target Level | 95,00 |
| Stop Loss Level | 100,50 |
Baca analisa sebelumnya: Wall Street Cetak Rekor Meski Ketidakpastian Iran Berlanjut
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa USD/JPY masih berpotensi bergerak bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 159,55. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance terdekat di 159,90. Jika berhasil menembus area tersebut, penguatan berpotensi berlanjut menuju level psikologis 160,00, sebelum mengincar resistance berikutnya di 160,15.





Pergerakan emas pada timeframe H4 sebelumnya sempat mencoba melanjutkan rebound dengan menembus resistance 4.525 dan bergerak di atas SMA 50. Namun penguatan tersebut gagal berlanjut setelah harga tertahan di resistance 4.546, sehingga kembali melemah dan bergerak di bawah SMA 50. Kondisi ini mengindikasikan bahwa tren bearish masih tetap dominan.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 berhasil rebound dari area support 86,26 dan kini bertahan di atas SMA 50 yang bertepatan dengan support 91,56. Saat ini harga sedang menguji resistance 94,66 setelah membentuk kenaikan bertahap dari area terendah sebelumnya, yang mengindikasikan momentum bullish mulai menguat. Indikator RSI (14) berada di level 62,25 atau di atas level netral 50, menunjukkan bahwa tekanan beli masih mendominasi pergerakan harga.
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai GBP/USD masih memiliki peluang melanjutkan penguatan pada time frame H4 dengan level pivot di 1.3445. Selama harga bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance di 1.3485, kemudian 1.3505, dan selanjutnya 1.3530.

Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish. Setelah sebelumnya rebound dan menguji area resistance 4.570–4.595, harga gagal melanjutkan kenaikan dan kembali tertekan. Tekanan jual semakin menguat setelah harga menembus support 4.525 yang kini beralih fungsi menjadi resistance.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan tanda-tanda rebound setelah penurunan sebelumnya tertahan di area support 86,26. Harga berhasil menguat dan kembali bergerak di atas area 89,24, namun kenaikan masih menghadapi tantangan di sekitar SMA 50 yang saat ini berada di area 94,66. Selama harga mampu bertahan di atas support 89,24, peluang rebound masih terbuka untuk menguji resistance 94,66, kemudian 96,90 hingga 99,32.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa peluang trading EUR/JPY masih cenderung bullish pada time frame H4 dengan level pivot berada di 185,641. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji area resistance di 186,237, kemudian 186,397, dan selanjutnya 186,557.
Pergerakan harga emas sebelumnya sempat rebound setelah membentuk titik terendah di area 4.360. Namun, penguatan tersebut masih tertahan di area resistance 4.595 sehingga memicu koreksi terbatas. Meski mengalami tekanan jual, harga tetap mampu bertahan di atas SMA 50 dan support 4.491, yang menunjukkan bahwa struktur bullish jangka pendek masih terjaga.
Pergerakan US Oil sebelumnya mengalami tekanan jual yang cukup kuat hingga turun ke area support 86,50. Namun, penurunan tersebut gagal berlanjut setelah muncul minat beli yang mendorong harga rebound dari area tersebut. Penguatan yang terjadi saat ini membuka peluang bagi harga untuk melanjutkan kenaikan dan menguji resistance terdekat di 92,49.
