Market Summary
Peluang trading USD/CAD kembali menarik perhatian pelaku pasar pada awal pekan ini. Dolar Kanada bertahan di dekat level tertinggi dalam sebulan terakhir terhadap Dolar AS. Pasangan USD/CAD terkonsolidasi di kisaran 1,4000 setelah turun sekitar 1,25% dalam dua pekan terakhir. Reli harga minyak menopang penguatan Loonie. Fokus pasar hari ini tertuju pada rilis data Indeks Harga Konsumen Kanada.
Data Inflasi Kanada Bulan Juni Jadi Sorotan Utama
Ekonom memperkirakan inflasi Kanada melambat ke 2,9% secara tahunan pada Juni. Angka ini turun dari 3,2% pada Mei, level tertinggi dalam hampir satu setengah tahun. Secara bulanan, inflasi kemungkinan mengalami kontraksi 0,2%, setelah naik 1% pada bulan sebelumnya. Data ini bisa meredakan tekanan bagi Bank of Canada untuk mengetatkan kebijakan moneter. Inflasi yang lebih rendah berpotensi menekan Loonie. Namun, data tersebut belum mencerminkan reli minyak sebesar 20% yang terjadi sepanjang Juli, sehingga reaksi pasar bisa lebih terbatas dari perkiraan.
Reli Harga Minyak Jadi Katalis Utama Penguatan Loonie
Harga minyak menjadi alasan utama penguatan Dolar Kanada dalam dua pekan terakhir. Minyak merupakan komoditas ekspor utama Kanada. Harga minyak melonjak lebih dari 20% sejak Amerika Serikat dan Iran kembali berseteru. Iran memblokir Selat Hormuz untuk kedua kalinya, sehingga meningkatkan risiko pasokan global. Kenaikan harga minyak ini akan mendongkrak pendapatan perdagangan Kanada secara signifikan dalam waktu dekat.
Dolar AS Tertekan Data Inflasi Konsumen dan Produsen yang Lunak
Peluang trading USD/CAD juga dipengaruhi oleh pelemahan Dolar AS pekan lalu. Data inflasi konsumen dan produsen Amerika Serikat tercatat lunak, sehingga meredam ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam beberapa bulan mendatang. Probabilitas kenaikan suku bunga Juli anjlok ke 12%, dari hampir 42% sepekan sebelumnya. Peluang kenaikan suku bunga September juga turun ke 57%, dari sekitar 75%. Data ini bersumber dari CME FedWatch Tool.
Ketegangan Timur Tengah Angkat Indeks Dolar dan Ekspektasi The Fed
Indeks Dolar AS diperdagangkan di kisaran 101 pada Senin, setelah naik dua sesi berturut-turut. Eskalasi ketegangan di Timur Tengah mengangkat harga minyak dan memicu kekhawatiran inflasi serta prospek suku bunga lebih tinggi. Militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara baru terhadap Iran pada Minggu, menyusul tewasnya tiga anggota militer Amerika. Iran menyatakan gencatan senjata dengan Amerika Serikat telah runtuh. Teheran juga mengklaim mencegat empat kapal yang melintasi Selat Hormuz akhir pekan lalu.
Presiden Fed Cleveland, Beth Hammack, pada Jumat ikut menyuarakan kekhawatiran soal inflasi yang masih tinggi. Ia menegaskan bahwa tekanan inflasi berpotensi bertahan lebih lama dari perkiraan pasar. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga Fed pada September mencapai 53%, naik dari 47% sehari sebelumnya. Meski begitu, bank sentral Amerika Serikat masih diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan ini.
Peluang trading USD/CAD hari ini akan sangat bergantung pada rilis data CPI Kanada serta perkembangan geopolitik Timur Tengah. Kedua faktor ini berpotensi menggerakkan pasangan USD/CAD secara signifikan dalam waktu dekat.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa USD/CAD masih berpotensi bergerak bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.4030. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih berlanjut untuk menguji support di 1.3990, kemudian 1.3975, hingga 1.3960.
Sebaliknya, jika harga mampu menembus dan bertahan di atas 1.4030, peluang kenaikan dapat terbuka dengan target resistance di 1.4055 hingga 1.4070.
Resistance 1: 1.4030 Resistance 2: 1.4055 Resistance 3: 1.4070
Support1: 1.3990 Support 2: 1.3975 Support 3: 1.3960
Baca juga: Peluang Trading USD/CHF Pasca Data Inflasi AS
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.






Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish. Setelah tertahan di area resistance 4.115–4.081 yang juga berdekatan dengan garis downtrend jangka menengah dan SMA 50, harga terus melemah hingga mendekati support 3.942. Emas kemudian sempat rebound dan membentuk resistance baru di 4.023, namun gagal melanjutkan kenaikan dan kembali bergerak turun, bahkan disertai gap pada pembukaan perdagangan awal pekan ini.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish setelah berhasil menembus garis downtrend jangka menengah dan bergerak di atas SMA 50. Setelah menembus resistance 77,79 yang kini berfungsi sebagai support, harga bergerak konsolidasi dalam rentang 77,79–81,22 sebelum akhirnya berhasil menembus resistance 81,22. Penguatan tersebut turut disertai gap pada pembukaan perdagangan awal pekan ini, yang mengindikasikan masih kuatnya tekanan beli.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa USD/CHF pada time frame H4 berpotensi melanjutkan koreksi turun dengan level pivot di 0.8085. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, pelemahan diperkirakan berlanjut menuju area support di 0.8055, kemudian 0.8035, hingga 0.8015.

Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari harga yang tetap bergerak di bawah garis downtrend jangka menengah serta berada di bawah SMA 50. Setelah gagal menembus area resistance 4.115, harga kembali melemah dan menembus support 4.014 yang kini beralih fungsi menjadi resistance.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish setelah berhasil menembus garis downtrend jangka menengah dan bergerak di atas SMA 50. Setelah menembus resistance 76,02 yang kini beralih fungsi menjadi support, harga melanjutkan kenaikan hingga menguji resistance 81,22.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa emas pada time frame H4 masih bergerak dalam tren bearish. Level pivot berada di 4.058. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih berlanjut. Target penurunan berada di area support 4.013, kemudian 3.990, dan 3.960.

Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, ditunjukkan oleh harga yang bergerak di bawah garis downtrend jangka menengah dan masih tertahan di bawah SMA 50. Setelah gagal menembus area resistance sekaligus garis tren turun di kisaran 4.115, tekanan jual kembali meningkat sehingga harga berbalik melemah.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 telah berbalik bullish setelah berhasil menembus garis downtrend jangka menengah dan bergerak di atas SMA 50. Penembusan resistance 76,02 mengonfirmasi perubahan tren. Level tersebut kini berfungsi sebagai area support yang cukup kuat. Setelah reli hingga menguji resistance 81,22, harga kini bergerak konsolidasi. Support terdekat berada di 77,79, sedangkan resistance terdekat berada di 81,22.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan XAG/USD pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot berada di 59,00. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih berpotensi berlanjut dengan target penurunan ke area support di 57,80, kemudian 57,30, hingga 56,80.
