The Fed Pangkas Suku Bunga
Saham menguat dan yield turun pada perdagangan Rabu setelah Federal Reserve memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin dan memberi sinyal kemungkinan jeda dalam penurunan berikutnya. Keputusan ini disampaikan setelah pertemuan dua hari, di mana proyeksi tetap menunjukkan pemangkasan satu kali lagi pada 2026.
Jerome Powell menegaskan bahwa kebijakan suku bunga saat ini berada pada posisi tepat untuk merespons perkembangan ekonomi. Namun, ia tidak memberikan arahan jelas mengenai pemangkasan tambahan dalam waktu dekat, terutama karena minimnya data terbaru akibat tertundanya laporan payrolls dan inflasi.
Kenaikan Indeks Saham AS dan Global
Pasar saham langsung merespons positif. Dow Jones melonjak lebih dari 550 poin, diikuti penguatan S&P 500 dan Nasdaq. Indeks di Eropa seperti STOXX 600 juga menutup sesi dengan kenaikan tipis. Pelaku pasar menilai kebijakan The Fed konsisten dengan ekspektasi dan tetap percaya pada prospek pertumbuhan ekonomi.
Sentimen ini juga diperkuat oleh penundaan data ekonomi, yang membuat pelaku pasar lebih fokus pada arah kebijakan moneter.
Yield Obligasi Turun dan Dolar Melemah
Saham menguat dan yield turun seiring penurunan yield obligasi pemerintah AS, dengan yield 10-tahun turun ke 4.145%. Dolar ikut melemah terhadap euro dan yen. Pasar melihat peluang jeda kebijakan dari The Fed, sementara bank sentral global lain mendekati akhir siklus pelonggaran.
Pergerakan ini menggambarkan ekspektasi bahwa tekanan suku bunga ke depan tidak akan meningkat dalam jangka pendek.
Komoditas Menguat di Tengah Sentimen Kebijakan
Saham menguat dan yield turun bersamaan dengan penguatan komoditas. Harga minyak WTI naik lebih dari 1% menjadi $58.9 per barel setelah laporan penyitaan tanker oleh AS memicu kekhawatiran gangguan pasokan.
Harga emas menembus $4,230 per ons, mendekati rekor tertinggi. Pernyataan Jerome Powell yang membuka peluang pelonggaran tambahan membuat pasar meningkatkan ekspektasi akan lebih dari satu pemangkasan suku bunga pada 2026.
Prospek Kebijakan The Fed dan Ekonomi
Proyeksi pertumbuhan AS dinaikkan, sementara inflasi 2025–2026 direvisi turun. Kondisi ini menekan dolar dan mengurangi tekanan pada yield jangka panjang. Namun, kemungkinan jeda yang disampaikan dalam pernyataan kebijakan menandakan bahwa The Fed akan mencermati data-data terbaru sebelum mengambil langkah berikutnya.
Prospek harga Emas Kamis | 11 Desember 2025
Pergerakan XAUUSD pada grafik H4 masih menunjukkan konsolidasi di dalam area 4.226–4.260 setelah sebelumnya menjaga struktur higher low di atas trendline naik. Selama harga bertahan di atas trendline tersebut dan di atas area 4.170, bias jangka pendek cenderung bullish dengan peluang pengujian resistance 4.245 lalu 42.65, bahkan 4.293 jika terjadi penembusan tegas dari area konsolidasi.
Sebaliknya, jika harga turun dan menembus 4.170, tekanan jual bisa meningkat dan membuka jalan menuju support 4.140 hingga 4.108.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.245 R2 4.265 R3 4.293
S1 4.170 S2 4.140 S3 4.108
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.190 |
| Profit Target Level | 4.235 |
| Stop Loss Level | 4.160 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.245 |
| Profit Target Level | 4.200 |
| Stop Loss Level | 4.270 |
Prospek harga US Oil Kamis | 11 Desember 2025
Harga US Oil pada grafik H4 sebelumnya sempat rebound dari area support 57,65–58,13, namun kenaikan tersebut masih tertahan di area 59,16 yang juga bertepatan dengan SMA 50, sehingga menunjukkan bahwa tekanan bearish masih dominan. Selama harga gagal menembus resistance tersebut, potensi pelemahan berlanjut dengan tekanan yang dapat membawa harga kembali menguji support 58,13 dan 57,65, bahkan melebar menuju 57,09 jika area tersebut ditembus.
Sebaliknya, jika harga mampu melewati 59,16, struktur pergerakan mulai menunjukkan pemulihan dengan peluang kenaikan menuju 60,01.
US Oil INTRADAY AREA
R1 59,16 R2 59,62 R3 60,01
S1 58,13 S2 57,65 S3 57,09
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 58,15 |
| Profit Target Level | 58,80 |
| Stop Loss Level | 57,60 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 59,10 |
| Profit Target Level | 58,20 |
| Stop Loss Level | 59,70 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish dengan level pivot di 4.191. Selama harga bergerak di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance di 4.231–4.258.





Harga emas di grafik H4 bergerak sideways di dalam kisaran 4.170–4.265 setelah sebelumnya terkoreksi dari resistance 4.265 dan tertahan di support 4.170. Selama harga tetap berada di atas trendline naik dan SMA 50, struktur teknikal masih mendukung peluang rebound untuk kembali menguji resistance 4.245 dan 4.265.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan tekanan bearish setelah harga turun dari area 59.16–59.62 dan gagal bertahan di atas SMA 50. Penurunan ini membuat harga kembali menguji support 58.13, yang kini menjadi level penentu arah jangka pendek.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan GBP/USD masih cenderung bullish di time frame H4 dengan pivot di 1.3320. Selama harga berada di atas level ini, peluang kenaikan tetap terbuka. Resistance terdekat berada di area 1.3360–1.3365. Jika area tersebut ditembus, potensi naik dapat berlanjut menuju resistance berikutnya di 1.3415.

Harga emas pada grafik H4 mulai bergerak di bawah SMA 50 setelah gagal mempertahankan posisi di atas area 4.219, yang menunjukkan tekanan jual mulai meningkat. Selama harga bergerak di bawah garis SMA tersebut, peluang penurunan tetap dominan dan dapat mendorong harga menuju support 4.162 kemudian 4.140 bahkan 4.108 jika penurunan berlanjut.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 melemah setelah gagal bertahan di atas area 59,40. Harga kini turun dan menembus SMA 50, sehingga bias berubah menjadi bearish. Selama harga bergerak di bawah 59,40, tekanan jual berpeluang berlanjut menuju support 58,27, lalu 57,65, bahkan 57,09 jika penurunan semakin kuat.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa EUR/USD masih berada dalam tren bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.1635. Selama harga bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance di 1.1680 hingga 1.1720.

Pada timeframe H4, XAUUSD terlihat bergerak dalam tren naik dengan harga tetap bertahan di atas SMA 50, meskipun saat ini sedang mengalami fase konsolidasi setelah reli sebelumnya. Area 4.245–4.265 menjadi resistensi terdekat yang masih menahan kenaikan, sehingga penembusan dan penutupan harga di atas zona tersebut akan membuka peluang kelanjutan bullish menuju area 4.293.
Pada grafik H4 US Oil, harga terlihat mencoba membentuk pemulihan setelah sebelumnya bergerak dalam tren turun, dengan posisi saat ini berada di atas support 59,40–58,86 yang menahan tekanan jual dalam beberapa sesi terakhir. Selama area ini tetap dipertahankan, peluang technical rebound menuju zona resistance 60,80–61,45 masih terbuka, meskipun area tersebut berpotensi menjadi zona supply yang kembali memicu tekanan jual.
