Market Summary
Pidato Kevin Warsh menjadi perhatian utama pelaku pasar karena sidang konfirmasi calon Ketua Federal Reserve berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Investor menunggu sinyal kebijakan dari Kevin Warsh yang dapat menentukan prospek suku bunga dalam beberapa bulan ke depan.
Harga emas memulai pekan dengan tekanan setelah kenaikan harga energi memicu kembali kekhawatiran inflasi global. Lonjakan harga minyak dan gas mendorong ekspektasi inflasi lebih tinggi, sehingga membatasi ruang kenaikan emas dalam jangka pendek.
Meski demikian, harga emas masih menunjukkan ketahanan karena risiko geopolitik tetap tinggi. Ketegangan di jalur energi strategis global menjaga permintaan aset safe haven tetap stabil.
Inflasi Energi Menekan Prospek Kenaikan Emas
Kenaikan harga energi kembali menjadi faktor utama yang memengaruhi sentimen pasar emas. Gangguan pasokan di sekitar Selat Hormuz membuat harga minyak tetap tinggi dan meningkatkan tekanan inflasi global.
Ketika inflasi meningkat, imbal hasil obligasi AS biasanya ikut naik. Kondisi ini mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga. Oleh karena itu, kenaikan yield obligasi menjadi salah satu hambatan utama bagi penguatan harga emas dalam waktu dekat.
Namun, risiko penurunan harga emas masih terbatas karena ketidakpastian geopolitik menjaga minat terhadap aset lindung nilai.
Ketegangan AS–Iran Menjaga Volatilitas Tinggi
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkatkan ketidakpastian pasar. Rencana negosiasi lanjutan di Pakistan memberikan harapan terhadap perpanjangan gencatan senjata yang rapuh.
Di sisi lain, Iran menunjukkan sikap hati-hati terhadap proses diplomasi selama tekanan militer masih berlangsung. Situasi ini memicu keraguan investor terhadap tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat.
Penutupan jalur pelayaran strategis oleh Iran meningkatkan harga minyak mentah dan memicu kekhawatiran inflasi baru. Kenaikan inflasi tersebut berdampak langsung pada pergerakan yield obligasi AS dan memberikan tekanan tambahan pada harga emas.
Peluang Volatilitas Tinggi Menjelang Pidato Kevin Warsh
Perhatian pasar saat ini tertuju pada pidato Kevin Warsh yang dijadwalkan dalam sidang konfirmasi Senat Amerika Serikat. Pidato Kevin Warsh yang bernada hawkish dapat memperkuat dolar AS dan menekan harga emas.
Sebaliknya, peluang pemangkasan suku bunga masih terbuka hingga akhir tahun. Probabilitas penurunan suku bunga sekitar 45–50% membuat penguatan dolar cenderung terbatas, sehingga emas tetap memiliki potensi dukungan harga.
Ketidakpastian arah kebijakan moneter membuat trader cenderung menunggu sinyal lanjutan sebelum membuka posisi besar di pasar emas.
Pergerakan Harga Emas Masih Terbatas dalam Range
Harga emas sempat mengalami rebound dari area terendah mingguan di sekitar 4.737, namun kenaikan tersebut belum mampu mempertahankan momentum. Tekanan jual kembali muncul selama sesi Asia dan membawa harga mendekati level 4.800.
Penurunan harga masih terlihat terbatas karena pelaku pasar menghindari pembukaan posisi agresif di tengah ketidakpastian geopolitik dan kebijakan moneter. Sentimen pasar tetap bergantung pada perkembangan negosiasi internasional dan arah kebijakan bank sentral.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot berada di 4.808. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, peluang penurunan masih terbuka dengan support terdekat di area 4.767. Jika harga menembus level ini, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju area support berikutnya di kisaran 4.735 hingga 4.700.
Sebagai skenario alternatif, jika harga mampu bergerak naik dan menembus level 4.808, maka tren berpeluang berbalik menguat untuk menguji resistance selanjutnya di area 4.832 hingga 4.855.
Resistance 1: 4.808 Resistance 2: 4.832 Resistance 3: 4.855
Support1: 4.767 Support 2: 4.735 Support 3: 4.700
Baca juga: Peluang Trading USD/CAD Jelang Data CPI Kanada
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.





Pergerakan emas pada timeframe H4 masih menunjukkan tren naik setelah mampu bertahan di atas area support 4.771, dengan harga kembali bergerak di atas SMA 50 sebagai sinyal bullish. Selama harga tidak turun di bawah kisaran 4.771–4.737, potensi kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance sekaligus menutup gap di area 4.870, lalu berlanjut ke 4.900 hingga 4.970.
Pergerakan US Oil (WTI) pada timeframe H4 saat ini menunjukkan potensi penurunan untuk mengisi gap di area 83,60 yang juga berperan sebagai support kunci. Jika level tersebut ditembus, tekanan bearish berpotensi berlanjut menuju 81,69 hingga 78,67.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa USD/CAD masih berpotensi rebound pada time frame H4 dengan level pivot di 1.3675. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan terbuka untuk menguji resistance di 1.3710. Jika level ini ditembus, penguatan dapat berlanjut menuju 1.3740 hingga 1.3760.

Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat mulai kehilangan momentum bullish setelah gagal bertahan di atas area resistance 4.858–4.899, dengan munculnya gap dan harga kini bergerak di bawah resistance terdekat di 4.805 serta mulai menembus ke bawah garis tren naik dan SMA 50, yang mengindikasikan potensi perubahan arah ke bearish.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, namun rebound terbaru menjadi lebih valid setelah harga membentuk support di 78,97 dan membuka gap up hingga kini bertahan di atas 87,21, dengan harga bergerak di kisaran 88.30. Selama harga mampu bertahan di atas 87,21, momentum kenaikan berpeluang berlanjut untuk menguji resistance terdekat di 91,06, dengan potensi ekstensi ke 95,27 jika tekanan beli menguat.
Outlook: Fokus Pekan 20–24 April 2026
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/GBP pada time frame H4 masih cenderung bullish, dengan level pivot berada di 0.8697. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance di 0.8740, kemudian 0.8751, hingga 0.8762.

Pergerakan emas di time frame H4 sempat mengalami rebound, namun kenaikan masih tertahan di area resistance 4.858 sehingga memicu koreksi dalam jangka pendek. Tekanan turun ini muncul setelah harga gagal bertahan di atas level tersebut, meskipun pelemahan yang terjadi masih terbatas.
