Harga Minyak Naik Dorong Volatilitas Pasar Global
Harga minyak naik pada awal perdagangan Asia setelah negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu. Kondisi ini menjaga ketidakpastian tinggi di pasar, terutama karena jalur penting Selat Hormuz masih tertutup.
Kontrak minyak Brent melonjak lebih dari 2% dan sempat menyentuh level tertinggi dalam tiga pekan di $107,97 per barel. Kenaikan ini terjadi di tengah kekhawatiran gangguan pasokan energi global yang belum menunjukkan tanda mereda.
Di sisi lain, kontrak berjangka S&P 500 terkoreksi sekitar 0,3% setelah sebelumnya mencetak rekor penutupan tertinggi. Pergerakan ini mencerminkan sikap hati-hati investor terhadap perkembangan geopolitik.
Dolar Menguat Tipis di Tengah Ketidakpastian
Seiring harga minyak naik, dolar AS bergerak menguat terhadap mata uang utama, meskipun penguatannya terbatas. Euro turun tipis ke $1,1706, sementara yen melemah ke kisaran 159,53 per dolar.
Penguatan dolar didorong oleh meningkatnya ekspektasi inflasi akibat lonjakan harga energi. Kondisi ini juga meningkatkan potensi kebijakan suku bunga yang lebih tinggi, yang membuat dolar tetap menarik bagi investor global.
Pernyataan Donald Trump Tambah Ketidakpastian
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa kesepakatan hanya dapat tercapai jika Iran menghentikan ambisi nuklirnya. Ia juga menyampaikan bahwa jalur komunikasi tetap terbuka, namun belum ada langkah konkret menuju kesepakatan.
Trump menyatakan bahwa Iran mengetahui syarat utama dalam perjanjian tersebut, yaitu tidak memiliki senjata nuklir. Pernyataan ini meredam harapan pasar terhadap penyelesaian konflik dalam waktu dekat.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, terus melakukan diplomasi ke berbagai negara, meskipun belum ada pertemuan langsung dengan pihak Amerika Serikat.
Harga Emas Tertekan oleh Kenaikan Imbal Hasil
Harga emas sempat menguat, namun masih berada dalam jalur penurunan mingguan pertama dalam lima pekan terakhir. Kenaikan harga minyak mendorong ekspektasi inflasi dan imbal hasil obligasi, yang menekan daya tarik emas.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik sekitar 1,5% sepanjang pekan ini. Kenaikan ini meningkatkan opportunity cost dalam memegang emas, sehingga permintaan terhadap aset safe haven tersebut menurun.
Selain itu, penguatan dolar juga membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga membatasi potensi kenaikan lebih lanjut.
Harga Minyak Naik Jaga Tekanan Inflasi Global
Harga minyak naik tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi arah pasar global. Selama Selat Hormuz belum dibuka kembali, risiko gangguan pasokan energi akan terus membayangi pasar.
Kondisi ini menjaga tekanan inflasi tetap tinggi dan membuka peluang kebijakan moneter yang lebih ketat. Pasar kini bergerak sangat bergantung pada perkembangan berita terkait konflik dan negosiasi geopolitik.
Kesimpulannya, harga minyak naik tidak hanya mendorong pergerakan energi, tetapi juga memperkuat dolar dan menekan emas. Selama ketidakpastian ini berlanjut, volatilitas pasar global diperkirakan tetap tinggi.
Prospek Harga Emas Senin | 27 April 2026
Pergerakan emas pada timeframe H4 terlihat sedang dalam fase koreksi setelah gagal bertahan di atas area resistance 4.743, dengan harga kini bergerak di bawah SMA 50 dan menembus trendline naik, yang mengindikasikan melemahnya momentum bullish. Selama harga masih tertahan di bawah area 4743, tekanan turun berpotensi berlanjut untuk menguji zona support kuat di 4.668–4.644, bahkan bisa melebar ke 4607 jika tekanan jual meningkat.
Namun, jika harga mampu bertahan di area support tersebut dan membentuk pantulan, maka peluang rebound tetap terbuka dengan target kembali ke area 4.743. RSI yang berada di sekitar level 40 juga mendukung potensi lanjutan koreksi, meskipun sudah mulai mendekati area jenuh jual yang bisa memicu rebound teknikal.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.743 R2 4.771 R3 4.833
S1 4.668 S2 4.644 S3 4.607
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.670 |
| Profit Target Level | 4.730 |
| Stop Loss Level | 4.640 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.740 |
| Profit Target Level | 4.690 |
| Stop Loss Level | 4.780 |
Prospek Harga US Oil Senin | 27 April 2025
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 terlihat sedang mencoba rebound setelah sebelumnya mengalami tekanan turun cukup tajam, dengan harga kini mendekati area resistance 97.90. Selama harga belum mampu menembus area tersebut, potensi koreksi masih terbuka untuk kembali menguji support di 92.26 hingga 89.57. Namun, jika resistance 97.90 berhasil ditembus secara valid, maka kenaikan berpotensi berlanjut menuju 99.92 hingga 102.58.
Posisi harga yang mulai bergerak di atas SMA 50 serta RSI yang berada di sekitar level 59 menunjukkan momentum bullish mulai terbentuk, meskipun masih membutuhkan konfirmasi lanjutan dari penembusan resistance terdekat.
US Oil INTRADAY AREA
R1 97,90 R2 99,92 R3 102,58
S1 92,26 S2 88,57 S3 87,58
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 94,50 |
| Profit Target Level | 98,00 |
| Stop Loss Level | 92,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 97,90 |
| Profit Target Level | 94,50 |
| Stop Loss Level | 100,00 |
Baca analisa sebelumnya: Wall Street Naik di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Outlook Pekan Ini: Fokus Geopolitik dan Kebijakan Bank Sentral
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot di 1.1700. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan turun berpotensi berlanjut untuk menguji support di 1.1665, kemudian 1.1650 hingga 1.1635.





Pergerakan emas pada timeframe H4 terlihat mulai kehilangan momentum bullish setelah gagal bertahan di atas area resistance 4.771 yang juga berdekatan dengan SMA 50, dan kini bergerak di bawah garis tren naik, yang mengindikasikan potensi perubahan arah menjadi bearish. Harga juga sudah berada di bawah SMA 50, memperkuat tekanan turun, sementara RSI melemah di bawah level tengah. Setelah penurunan tersebut, harga sempat mencoba rebound dari area support 4.668–4.644, namun kenaikan ini masih terbatas dan belum mampu mengubah struktur tren yang tetap cenderung bearish.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan adanya pemulihan yang cukup kuat setelah fase bearish, dengan harga kini sudah bergerak di atas SMA 50 yang mengindikasikan pergeseran momentum ke arah bullish. Kenaikan ini juga didukung oleh RSI yang menguat dan mendekati area overbought, mencerminkan tekanan beli yang masih dominan.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa GBP/JPY masih berpotensi bergerak bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 214.88. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka dengan target resistance terdekat di 215.94. Jika level ini berhasil ditembus, kenaikan berpotensi berlanjut menuju resistance berikutnya di 216.23 hingga 216.52.

Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat mulai kehilangan momentum bullish setelah harga turun menembus garis trendline naik dan bergerak di bawah SMA 50, yang mengindikasikan potensi perubahan arah menjadi bearish. Saat ini harga juga gagal bertahan di atas area resistance 4.771 dan cenderung bergerak melemah, sementara RSI berada di sekitar level 40 yang menunjukkan tekanan jual mulai meningkat namun belum masuk kondisi oversold.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan penguatan setelah sebelumnya mengalami tekanan bearish, dengan harga kini berhasil menembus SMA 50 dan bertahan di atas area support 89,57, yang mengindikasikan adanya pergeseran momentum ke arah bullish dalam jangka pendek. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance 95,17 sebagai target terdekat.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa GBP/USD masih berpotensi melanjutkan kenaikan dengan level pivot di 1.3500. Selama harga bertahan di atas level tersebut, potensi penguatan dapat menguji resistance terdekat di 1.3545, kemudian 1.3560, hingga 1.3585.

