Market Summary
Dollar Amerika Serikat melemah pada hari Jumat, menyerahkan sebagian kenaikan yang diperoleh pada sesi sebelumnya. Indeks Dollar AS turun 0,2% ke level 96,605, di tengah kekhawatiran pasar terhadap tenggat waktu 9 Juli untuk sejumlah kesepakatan dagang AS. Meski sebelumnya menguat 0,4% pada Kamis berkat data ketenagakerjaan yang lebih baik dari perkiraan, penguatan tersebut hanya berlangsung singkat.
Fokus kini beralih ke dinamika perdagangan, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa surat pemberitahuan tarif akan dikirim ke sejumlah negara, yang menandai perubahan pendekatan dari negosiasi individual ke kebijakan tarif menyeluruh. Pasar pun mulai mengantisipasi potensi volatilitas akibat kebijakan ini.
Euro Naik Meski Data Ekonomi Jerman Melemah
EUR/USD naik 0,1% ke 1,1774 dan diperkirakan mencatat kenaikan mingguan sebesar 0,5%. Hal ini terjadi meskipun data pesanan industri Jerman untuk bulan Mei turun 1,4%, lebih buruk dari perkiraan. Bank Sentral Eropa telah memangkas suku bunga sebanyak delapan kali tahun ini, namun memberi sinyal akan menahan diri dalam pertemuan berikutnya.
Pasar mulai memperhatikan potensi penguatan euro lebih lanjut, dengan kekhawatiran bahwa EUR/USD yang bergerak cepat menuju 1,20 bisa menimbulkan intervensi verbal dari otoritas moneter.
Pound Inggris Tertekan oleh Ketidakpastian Fiskal dan Politik
GBP/USD naik tipis 0,1% ke 1,3664, namun tetap mencatat penurunan mingguan sebesar 0,4% terhadap dollar dan sekitar 1% terhadap euro—penurunan mingguan terbesar sejak awal April. Ketidakpastian fiskal meningkat setelah pemerintah Inggris mundur dari reformasi kesejahteraan yang diusulkan, memicu kekhawatiran akan masa depan Menteri Keuangan.
Spekulasi meningkat bahwa pemerintah akan menaikkan pajak dalam anggaran musim gugur mendatang sebagai upaya menyeimbangkan anggaran. Imbal hasil obligasi (gilt) relatif stabil, namun tekanan terhadap sterling tetap tinggi karena pasar memperkirakan Bank of England akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada September, bahkan mungkin satu kali lagi sebelum akhir tahun.
Yen Menguat Setelah Data Pengeluaran Rumah Tangga Positif
USD/JPY turun 0,4% ke 144,36 setelah data pengeluaran rumah tangga Jepang bulan Mei menunjukkan hasil lebih baik dari perkiraan, memperkuat sinyal tekanan inflasi di negara tersebut. Namun yen sempat mengalami pelemahan tajam pada sesi sebelumnya, mencerminkan ketidakpastian arah pasar dalam jangka pendek.
Yuan Menguat Tipis, China Umumkan Stimulus Baru
USD/CNY turun 0,1% ke 7,1644 setelah pemerintah China mengumumkan rencana stimulus baru, termasuk kebijakan untuk meningkatkan angka kelahiran yang melambat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Beijing untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan domestik dan global.
Harga Emas Naik Didukung Melemahnya Dollar
Harga emas menguat 0,3% ke $3.336,39 per troy ounce, mencatat kenaikan mingguan hampir 1,9%. Penguatan ini didukung oleh pelemahan dollar serta meningkatnya permintaan safe haven menjelang batas waktu kesepakatan dagang AS. Kontrak berjangka emas AS juga naik 0,1% ke $3.346,60.
Turunnya indeks dollar membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, yang turut mendorong permintaan logam mulia tersebut.
Saham AS Catat Rekor Baru, Didukung Data Ketenagakerjaan
Tiga indeks saham utama AS menguat lebih dari 0,8% pada Kamis, dengan S&P 500 dan Nasdaq 100 mencatat rekor tertinggi. Penguatan ini terjadi setelah laporan nonfarm payrolls menunjukkan tambahan 147.000 pekerjaan pada bulan Juni, melampaui ekspektasi sebesar 110.000. Tingkat pengangguran turun ke 4,1%, memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS tetap tangguh.
Sektor teknologi memimpin kenaikan, dengan Nvidia naik 1,3% dan Synopsys melesat 4,2% setelah pemerintah AS mencabut pembatasan ekspor perangkat lunak desain chip ke China. Saham Cadence dan Synopsys masing-masing naik sekitar 5%, sementara Datadog melonjak 10% setelah diumumkan akan bergabung dalam indeks S&P 500.
Harga Minyak Turun Akibat Kenaikan Produksi OPEC+
Harga minyak turun sekitar 1% pada awal pekan setelah OPEC+ menyepakati peningkatan produksi sebesar 548.000 barel per hari mulai Agustus. Brent turun 67 sen menjadi $67,63 per barel, sedangkan WTI anjlok $1,20 menjadi $65,80 per barel. Kesepakatan ini muncul di tengah kekhawatiran akan kelebihan pasokan setelah lonjakan harga akibat ketegangan geopolitik antara Israel, AS, dan Iran.
Prospek harga Emas Senin | 07 Juli 2025
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan konsolidasi di sekitar garis SMA 50 dengan RSI netral di level 49, menandakan belum adanya momentum yang dominan. Jika harga mampu menembus resistensi di 3.342 dan 3.350, maka peluang menuju 3.366 akan terbuka.
Namun, jika harga menembus support di 3.323 dan 3.311, potensi penurunan lanjutan menuju 3.297 akan menguat. Saat ini, pasar berada dalam fase menunggu konfirmasi arah selanjutnya.
GOLD INTRADAY AREA
R1 3.342 R2 3.350 R3 3.366
S1 3.323 S2 3.311 S3 3.297
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.325 |
| Profit Target Level | 3.350 |
| Stop Loss Level | 3.310 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 3.350 |
| Profit Target Level | 3.325 |
| Stop Loss Level | 3.370 |
Prospek harga Oil Senin | 07 Juli 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 saat ini menguji garis tren naik yang bertepatan dengan SMA 50, yang berfungsi sebagai support dinamis di sekitar level 65,34. RSI berada di 46,15, mengindikasikan tekanan jual masih ada. Jika harga berhasil bertahan di atas support ini dan menembus resistensi di 66,40 dan 67,56, maka peluang kenaikan menuju 69,39 terbuka lebar.
Sebaliknya, penembusan ke bawah support dan tren line akan membuka jalan bagi penurunan lebih lanjut ke 64,15 hingga 62,80.
US Oil INTRADAY AREA
R1 66,40 R2 67,56 R3 69,39
S1 65,34 S2 64,15 S3 62,80
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | Breakout 66,40 |
| Profit Target Level | 67,50 |
| Stop Loss Level | 64,15 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 67,56 |
| Profit Target Level | 66,45 |
| Stop Loss Level | 68,00 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disiniGRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Pada pekan mendatang, perhatian investor global akan tertuju pada perkembangan kebijakan perdagangan Amerika Serikat, seiring mendekatnya tenggat waktu 9 Juli. Tanggal tersebut menandai berakhirnya masa penangguhan tarif impor yang diumumkan pada bulan April lalu. Pemerintahan AS telah mulai mengirimkan surat resmi kepada mitra dagangnya, berisi rincian tarif yang akan diberlakukan jika tidak tercapai kesepakatan baru.







Setelah gagal menembus resistance kuat di area 3.366, harga XAU/USD mengalami koreksi dan saat ini sedang menguji support dinamis di sekitar level 3.323 yang bertepatan dengan posisi SMA 50. SMA 50 ini menjadi kunci penentu arah pergerakan selanjutnya; jika harga mampu bertahan di atasnya, maka potensi rebound menuju 3.342 hingga 3.366 masih terbuka.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan bahwa harga masih bergerak dalam struktur uptrend yang didukung oleh garis tren naik dan mulai pulih setelah koreksi tajam. Saat ini harga sedang bergerak di atas area support penting di 66,40 yang juga berdekatan dengan garis tren naik dan SMA 50. Selama support ini bertahan, potensi kenaikan tetap terbuka dengan target ke area resistance 67,85, lalu 69,39 hingga 71,32.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa harga emas masih cenderung berada dalam tren bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 3.341. Selama harga bergerak di atas level tersebut, arah pergerakan selanjutnya berpotensi naik untuk menguji area resistance di kisaran 3.378–3.400.

Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat harga berhasil menembus trendline turun dan bergerak di atas garis SMA 50, mengindikasikan potensi perubahan tren ke arah bullish. Saat ini harga berada di area 3.350 dan telah menguji level support baru di 3.343. Jika momentum beli berlanjut, target selanjutnya berada di area resistance 3.372, 3.382, hingga 3.397. RSI yang mengarah ke atas mendekati level 60 juga mendukung peluang kelanjutan kenaikan. Namun, jika harga turun kembali di bawah 3.343, potensi koreksi ke 3.333 atau bahkan 3.323 bisa terjadi.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan sinyal awal penguatan setelah berhasil keluar dari fase konsolidasi (area kuning) dan menembus ke atas area resistance 66,40. Harga juga masih bergerak di atas garis tren naik (trendline biru), yang menjadi penopang utama dari struktur bullish saat ini. Selain itu, harga mulai menjauhi SMA 50 yang sebelumnya menjadi tekanan dinamis. RSI saat ini berada di sekitar level 63,68, mencerminkan momentum positif yang masih cukup sehat.
