Wall Street Mixed, Minyak Tetap Naik Setelah Ketegangan Timur Tengah Mereda
Wall Street mixed mewarnai perdagangan awal pekan setelah ketegangan antara Iran dan Israel mulai mereda. Pasar keuangan global mencermati perkembangan geopolitik terbaru setelah kedua negara menyatakan penghentian serangan menyusul seruan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Meskipun situasi terlihat lebih tenang, ketidakpastian masih membayangi pasar. Iran menegaskan akan kembali melakukan serangan jika Israel melanjutkan aksi militernya terhadap kelompok Hizbullah yang didukung Teheran di Lebanon. Sebelumnya, Israel menyerang fasilitas petrokimia di Iran barat daya, sementara Garda Revolusi Iran mengklaim telah membalas dengan menyerang fasilitas serupa di kota Haifa, Israel.
Wall Street Bangkit Dipimpin Saham Teknologi
Wall Street mixed terjadi setelah investor kembali memburu saham teknologi yang sempat mengalami tekanan besar pada akhir pekan lalu. Aksi beli tersebut membantu indeks utama di Amerika Serikat pulih dari penurunan tajam yang dipicu kekhawatiran bahwa Federal Reserve mungkin perlu kembali menaikkan suku bunga setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan kondisi yang masih kuat.
Sektor teknologi dalam indeks S&P 500 melonjak 1,5% setelah sebelumnya anjlok 5,8%, yang merupakan penurunan harian terbesar sejak April 2025. Investor juga mulai mempersiapkan diri menghadapi IPO SpaceX yang sangat dinantikan pasar serta perubahan komposisi indeks S&P 500 yang akan memasukkan Marvell Technology.
Pada penutupan perdagangan, indeks Dow Jones turun 80,77 poin atau 0,16% ke 50.786,01. Sementara itu, S&P 500 naik 0,30% ke 7.405,73 dan Nasdaq Composite menguat 0,86% ke 25.929,66.
Bursa Asia Tertekan oleh Aksi Jual Saham Chip
Berbeda dengan pergerakan di Amerika Serikat, bursa saham Asia mengalami tekanan signifikan. Indeks KOSPI Korea Selatan yang didominasi saham semikonduktor merosot 8,3%, menjadikannya salah satu penurunan harian terbesar tahun ini.
Di Jepang, indeks Nikkei turun hampir 4%, sedangkan indeks utama Taiwan melemah 3,5%. Saham-saham yang terkait rantai pasok industri chip menjadi sektor yang paling banyak mengalami tekanan jual.
Sementara itu, indeks saham global MSCI turun 0,44% ke 1.100,96. Indeks STOXX 600 Eropa juga ditutup melemah 0,15%.
Harga Minyak Pangkas Kenaikan Tajam
Harga minyak sempat melonjak tajam pada awal perdagangan akibat kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah. Namun, kenaikan tersebut berkurang setelah muncul sinyal meredanya konflik antara Iran dan Israel.
Minyak mentah WTI ditutup naik 0,84% atau 76 sen menjadi 91,30 dolar per barel setelah sebelumnya sempat menembus 95 dolar per barel. Sementara itu, minyak Brent berakhir di 94,25 dolar per barel, naik 1,25% atau 1,16 dolar setelah sempat melampaui 98 dolar per barel.
Dolar AS Melemah, Bitcoin Rebound
Wall Street mixed juga diiringi pelemahan dolar AS. Berkurangnya permintaan aset safe haven setelah penghentian serangan antara Iran dan Israel membuat indeks dolar turun 0,08% ke level 100,00.
Euro menguat 0,1% ke 1,1531 dolar AS, sedangkan dolar AS melemah tipis terhadap yen Jepang ke level 160,17.
Di pasar kripto, Bitcoin berhasil bangkit setelah tekanan besar pada pekan sebelumnya. Mata uang digital terbesar tersebut naik 2,23% ke 63.248 dolar AS. Sebelumnya, Bitcoin mencatat penurunan mingguan terbesar sejak runtuhnya bursa kripto FTX pada akhir 2022.
Emas Bergerak Stabil di Tengah Prospek Suku Bunga
Harga emas bergerak relatif datar karena dua faktor yang saling berlawanan. Harapan tercapainya gencatan senjata antara Israel dan Iran membantu logam mulia tersebut menjauhi level terendah harian.
Namun, ekspektasi bahwa Federal Reserve masih berpotensi menaikkan suku bunga membatasi ruang kenaikan emas. Pada akhir perdagangan, harga emas spot tercatat turun tipis 0,03% ke 4.327,63 dolar AS per troy ounce.
Prospek Harga Emas Selasa | 09 Juni 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish setelah harga menembus support 4.423 dan 4.366, serta bergerak di bawah SMA 50 dan descending trendline. Tekanan jual sempat mendorong harga turun ke zona support 4.300–4.260 sebelum muncul rebound terbatas.
Meski tren utama masih negatif, indikator RSI membentuk bullish divergence, di mana harga mencetak lower low sementara RSI justru membentuk higher low. Kondisi ini menunjukkan momentum penurunan mulai melemah dan membuka peluang terjadinya technical rebound dalam jangka pendek.
Selama harga mampu bertahan di atas zona support 4.300–4.260, peluang pemulihan menuju resistance 4.366 masih terbuka. Penembusan di atas 4.366 dapat mendorong kenaikan lebih lanjut menuju 4.423 dan 4.463. Namun, jika harga kembali menembus area 4.300–4.260, tekanan bearish berpotensi berlanjut dan memperkuat tren turun yang masih mendominasi pergerakan emas saat ini.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.366 R2 4.423 R3 4.463
S1 4.300 S2 4.260 S3 4.204
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.300 |
| Profit Target Level | 4.350 |
| Stop Loss Level | 4.260 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.360 |
| Profit Target Level | 4.310 |
| Stop Loss Level | 4.380 |
Prospek Harga US Oil Selasa | 09 Juni 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih cenderung bearish karena harga bergerak di bawah SMA 50 dan tetap berada di bawah descending trendline yang membatasi pergerakan naik sejak akhir April. Setelah sempat menguat menguat tajam, harga kemudian mengalami koreksi dan berhasil menutup gap di area 90,08, sebelum kembali bergerak di bawah SMA 50.
Meski tekanan jual masih terlihat, area 90,08 sejauh ini mampu bertahan sebagai support. Selama harga tetap berada di atas level tersebut, peluang terjadinya rebound masih terbuka dengan target kenaikan menuju resistance 93,83, kemudian 95,65, dan 96,94. Namun, kegagalan mempertahankan support 90,08 akan menjadi sinyal negatif yang dapat memicu penurunan lebih lanjut menuju area 87,75 hingga 85,60.
US Oil INTRADAY AREA
R1 93,83 R2 95,65 R3 96,94
S1 90,08 S2 87,75 S3 85,60
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | Breakout 92,35 |
| Profit Target Level | 93,80 |
| Stop Loss Level | 90,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | Breakout 90,00 |
| Profit Target Level | 87,80 |
| Stop Loss Level | 93,50 |
Baca analisa sebelumnya: Emas Naik, Minyak Turun Usai Gencatan Senjata Israel – Lebanon
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
