Laporan tenaga kerja AS menjadi perhatian utama investor setelah dolar AS bertahan di tengah data manufaktur yang masih menunjukkan ekspansi. Pelaku pasar kini menunggu data ketenagakerjaan resmi Amerika Serikat sebagai petunjuk terbaru mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Sementara itu, pergerakan euro, poundsterling, yen Jepang, dolar Australia, emas, minyak, dan Wall Street juga dipengaruhi oleh berbagai data ekonomi serta pernyataan pejabat bank sentral.
Dolar AS Bertahan Didukung Data Manufaktur
Indeks Dolar AS (DXY) bergerak stabil di sekitar level 101,40. Pergerakan tersebut didukung oleh aktivitas manufaktur Amerika Serikat yang masih berada di zona ekspansi serta imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor panjang yang tetap tinggi.
Data ISM Manufacturing PMI turun menjadi 53,3 pada Juni dari 54,0 pada Mei. Meskipun lebih rendah dari perkiraan pasar, angka tersebut masih berada di atas level 50 yang menandakan sektor manufaktur terus bertumbuh. Komponen New Orders turun menjadi 56,0, sedangkan indeks Prices Paid merosot menjadi 73,0 dari 82,1. Kondisi ini menunjukkan tekanan biaya produksi mulai mereda, walaupun masih berada pada level yang cukup tinggi.
Laporan Tenaga Kerja AS Jadi Penentu Arah Pasar
Perhatian investor kini tertuju pada laporan tenaga kerja AS setelah data ketenagakerjaan versi ADP menunjukkan penambahan tenaga kerja sektor swasta sebanyak 98.000 pada Juni. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kenaikan 122.000 pada Mei dan juga berada di bawah ekspektasi pasar.
Data tersebut membuat penguatan dolar AS menjadi terbatas karena memunculkan kekhawatiran bahwa pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum. Investor kini menantikan laporan Nonfarm Payroll yang diperkirakan menunjukkan perlambatan pertumbuhan lapangan kerja, sementara tingkat pengangguran diproyeksikan tetap berada di sekitar 4,3%. Hasil laporan tenaga kerja AS diperkirakan akan menjadi faktor utama yang menentukan arah pergerakan pasar keuangan dalam jangka pendek.
Federal Reserve Masih Fokus Menekan Inflasi
Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, menegaskan bahwa bank sentral tetap berkomitmen menjaga inflasi pada target 2%. Ia mengatakan The Fed tidak akan membiarkan inflasi bertahan di atas target dalam waktu yang terlalu lama.
Warsh belum memberikan petunjuk mengenai keputusan suku bunga pada pertemuan Juli. Pernyataan tersebut membuat investor memilih menunggu data ekonomi berikutnya sebelum menentukan posisi di pasar.
Inflasi Zona Euro Melambat, Euro Tertekan
EUR/USD masih bergerak di sekitar level 1,1380 setelah inflasi Zona Euro melambat. Inflasi tahunan berdasarkan HICP turun menjadi 2,8% pada Juni dari 3,2% pada Mei dan berada di bawah perkiraan pasar sebesar 3,0%. Inflasi inti juga turun menjadi 2,4% dari 2,6%.
Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan risiko terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi kini menjadi lebih seimbang setelah harga energi mengalami penurunan. Sementara itu, pejabat ECB Alexander Demarco mengingatkan bahwa bank sentral tidak perlu terburu-buru menaikkan suku bunga karena turunnya harga energi dapat membantu menjaga ekspektasi inflasi.
Poundsterling Bergerak Hati-Hati
GBP/USD bertahan di sekitar level 1,3280 setelah Gubernur Bank of England Andrew Bailey menyampaikan bahwa bank sentral masih memiliki waktu untuk mengevaluasi dampak kenaikan harga energi terhadap perekonomian Inggris.
Bailey juga memperkirakan inflasi Inggris masih berpotensi naik hingga 3,2% pada akhir tahun. Pernyataan tersebut membuat pelaku pasar tetap berhati-hati dalam memperkirakan arah kebijakan moneter Bank of England.
Yen dan Dolar Australia Masih Tertekan
USD/JPY bergerak di sekitar level 162,50. Data ADP yang lebih lemah membatasi penguatan dolar AS, tetapi yen Jepang tetap berada di dekat level terendah dalam beberapa dekade sehingga pasar masih mewaspadai potensi intervensi dari pemerintah Jepang.
Di sisi lain, AUD/USD melemah menuju area 0,6890. Dolar Australia masih berada di bawah tekanan menjelang rilis data neraca perdagangan Australia yang diperkirakan akan memengaruhi prospek mata uang tersebut.
Emas Menguat, Minyak Turun
Harga emas kembali menguat menuju kisaran US$4.050 per troy ons. Logam mulia memperoleh dukungan setelah data ADP menunjukkan perlambatan pasar tenaga kerja. Pernyataan Kevin Warsh yang menilai risiko inflasi mulai menurun juga meningkatkan minat investor terhadap aset safe haven.
Sebaliknya, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun mendekati level US$68 per barel atau menjadi yang terendah dalam tiga bulan terakhir. Penurunan terjadi setelah kekhawatiran terhadap gangguan pasokan mereda seiring meningkatnya optimisme mengenai pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran. Pasar juga memperhitungkan peluang OPEC+ meningkatkan target produksinya.
Wall Street Melemah Dipimpin Saham Teknologi
Bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu. Indeks S&P 500 turun 0,2%, sedangkan Nasdaq 100 melemah 1,5% akibat aksi jual pada saham-saham semikonduktor. Investor mulai mengevaluasi kembali prospek reli sektor kecerdasan buatan (AI) setelah valuasi sejumlah perusahaan dinilai sudah terlalu tinggi.
Sementara itu, Dow Jones ditutup relatif datar karena sektor nonteknologi mencatat kinerja yang lebih baik. Investor juga menilai meredanya tekanan biaya produksi serta pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh mengurangi kebutuhan bank sentral untuk segera mengambil kebijakan moneter yang lebih agresif.
Prospek Harga Emas Kamis | 02 Juli 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah SMA 50 yang terus menurun sehingga menunjukkan tekanan jual masih mendominasi pasar. Sebelumnya, harga sempat menembus support 3.959 hingga menyentuh area 3.942 sebelum berbalik menguat ke kisaran 4.063. Namun, rebound tersebut masih tertahan di area SMA 50 yang berdekatan dengan resistance 4.096, sehingga tekanan jual kembali muncul dan mendorong harga terkoreksi. Meski demikian, harga masih mampu bertahan di atas support 3.959, menjadikan area tersebut sebagai level penting yang perlu dipertahankan.
Sementara itu, indikator RSI berada di kisaran 42 yang menunjukkan momentum bearish mulai mereda, tetapi belum memberikan sinyal pembalikan tren. Selama harga tetap bergerak di bawah resistance 4.096, potensi pelemahan masih terbuka untuk menguji kembali support 3.959, kemudian 3.886, hingga 3.819. Sebaliknya, apabila harga mampu menembus dan bertahan di atas 4.096, peluang pemulihan dapat berlanjut menuju resistance berikutnya di 4.145 dan 4.199.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.116 R2 4.169 R3 4.221
S1 3.942 S2 3.886 S3 3.818
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.960 |
| Profit Target Level | 4.060 |
| Stop Loss Level | 3.940 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.090 |
| Profit Target Level | 3.990 |
| Stop Loss Level | 4.120 |
Prospek Harga US Oil Kamis | 02 Juli 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan tren bearish yang kuat, terlihat dari posisi harga yang terus bergerak di bawah SMA 50 yang menurun sehingga mengindikasikan tekanan jual masih mendominasi pasar. Setelah gagal mempertahankan area support sebelumnya, harga kembali melemah dan saat ini bergerak di sekitar 67,95, mendekati support penting di 65,79. Selama harga masih berada di bawah resistance 69,18, potensi penurunan diperkirakan tetap terbuka untuk menguji support 65,79. Jika level tersebut ditembus, pelemahan berpotensi berlanjut menuju 63,57 hingga 61,72.
Sebaliknya, apabila harga mampu berbalik naik dan menembus resistance 69,18, peluang rebound dapat berlanjut untuk menguji resistance berikutnya di 71,52, kemudian 74,69. Sementara itu, indikator RSI yang berada di sekitar level 33 menunjukkan momentum masih lemah dan mendekati area oversold, sehingga meskipun masih terdapat peluang terjadinya rebound teknikal, arah pergerakan secara keseluruhan tetap cenderung bearish selama harga belum mampu kembali bergerak di atas SMA 50.
US Oil INTRADAY AREA
R1 69,18 R2 71,52 R3 74,69
S1 65,79 S2 63,57 S3 61,72
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 65,80 |
| Profit Target Level | 68,00 |
| Stop Loss Level | 63,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 69,10 |
| Profit Target Level | 66,00 |
| Stop Loss Level | 71,60 |
Baca analisa sebelumnya: Data Tenaga Kerja AS Perkuat Dolar dan Wall Street
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
