Dolar AS Menguat Berkat Data Tenaga Kerja yang Kuat
Dolar AS menguat secara luas pada hari Kamis. Data klaim pengangguran mingguan AS turun tajam ke level 187 ribu untuk pekan yang berakhir 18 Juli, jauh di bawah perkiraan pasar sebesar 212 ribu. Angka ini juga lebih rendah dari revisi minggu sebelumnya di 209 ribu. Pasar mencatat ini sebagai level terendah sejak tahun 1969. Data ini memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan moneter ketat dalam waktu lebih lama.
Indeks Dolar AS (DXY) naik sekitar 0,3% ke atas level 101,40. Yield obligasi AS yang lebih tinggi, ketidakpastian geopolitik, dan ekspektasi kenaikan harga energi mendukung penguatan ini.
Ketegangan Timur Tengah Mendorong Sentimen Pasar
Presiden Donald Trump menyatakan dirinya hampir mengambil keputusan soal operasi militer besar terhadap Iran. Pernyataan ini langsung memperburuk sentimen pasar global. Harga minyak melonjak setelah serangan terhadap kapal tanker Saudi di Laut Merah. Investor mengkhawatirkan gangguan pasokan energi bisa meluas ke Selat Bab el-Mandeb dan Selat Hormuz.
Performa Mata Uang Utama
Saat dolar AS menguat EUR/USD jatuh ke kisaran 1,1380, turun sekitar 0,3%. Bank Sentral Eropa mempertahankan tiga suku bunga acuan tanpa perubahan, sesuai perkiraan pasar. Bank sentral ini tetap membuka peluang pengetatan lebih lanjut jika tekanan inflasi akibat harga energi terus berlanjut. Namun keputusan ini tidak cukup menopang Euro karena permintaan Dolar AS mendominasi pergerakan pasar.
GBP/USD turun di bawah level 1,3320, melemah sekitar 0,4%. Investor bersikap hati-hati menjelang laporan Retail Sales Inggris yang akan terbit Jumat. Pasar memperkirakan penjualan bulanan turun 0,3% pada Juni, setelah kenaikan 1,2% pada Mei.
Dolar AS juga menguat atas yen Jepang, membuat USD/JPY naik menuju level 163,85, menguat sekitar 0,4% dan mencapai level tertinggi dalam hampir empat dekade. Yield AS yang naik dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menekan Yen, melebarkan kesenjangan kebijakan moneter antara AS dan Jepang. Pergerakan tajam ini membuat pasar waspada terhadap kemungkinan intervensi otoritas Jepang.
AUD/USD melemah ke kisaran 0,6970, turun sekitar 0,4% meski data ketenagakerjaan Australia mengejutkan pasar. Lapangan kerja Australia bertambah 76,3 ribu pada Juni, jauh melampaui perkiraan 15 ribu, sementara tingkat pengangguran tetap di 4,4%. Meski begitu, permintaan Dolar AS sebagai aset safe haven dan sentimen risiko yang hati-hati tetap mengalahkan data domestik yang positif.
Harga Minyak Melonjak, Emas Justru Turun
Minyak WTI melonjak lebih dari 6% menuju $92,00 per barel. Ketegangan geopolitik meningkatkan kekhawatiran soal pasokan energi global. Serangan Ansar Allah terhadap kapal tanker Saudi membuka titik gangguan baru di Laut Merah, sementara penurunan lalu lintas di Selat Hormuz terus memperketat ekspektasi pasokan.
Emas turun sekitar 2% menuju $4.050, mundur dari level tertinggi terbarunya. Dolar AS menguat, yield obligasi naik, dan ekspektasi harga minyak yang lebih tinggi memaksa bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi, sehingga menekan logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil ini.
Saham AS Melemah, Alphabet dan Tesla Anjlok
Saham AS melemah pada penutupan Kamis di tengah kondisi makroekonomi yang memburuk dan keraguan baru soal belanja AI. Indeks S&P 500 turun 1,2%, Nasdaq 100 turun 1,9%, dan Dow Jones kehilangan 507 poin. Sektor komunikasi dan konsumer diskresioner mencatat performa terburuk, sementara sektor teknologi juga tertekan.
Alphabet turun 6,9% meski mencatat laba solid, setelah menaikkan proyeksi belanja modal. Tesla anjlok 14,5% karena laba turun meski pengiriman kendaraan listrik tetap kuat. Nvidia, Microsoft, Meta, Amazon, Broadcom, dan Oracle juga mencatat pelemahan saham. Goldman Sachs turun 2,1% dan Visa turun 0,5%. Comcast anjlok 6,8% setelah melaporkan penurunan laba, sementara RTX melonjak 7,3% setelah mengalahkan ekspektasi pasar.
Fokus Hari Ini
Pasar memperkirakan GfK Consumer Confidence Jerman membaik ke -28,5 dari -29,2. Prancis, Jerman, dan zona Euro akan merilis PMI HCOB pendahuluan bulan Juli. Pasar memperkirakan PMI Manufaktur zona Euro berada di 51,3 dan PMI Jasa di 49,8.
Inggris akan mempublikasikan data Retail Sales dan PMI S&P Global pendahuluan. AS juga akan merilis PMI pendahuluan bulan Juli. Pasar memperkirakan PMI Manufaktur AS naik ke 54,5 dari 53,9, sementara PMI Jasa turun ke 51,0 dari 51,2. AS akan merilis data New Home Sales bulan Juni pada hari Jumat juga.
Prospek Harga Emas Jumat | 24 Juli 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, meski sebelumnya sempat menembus garis downtrend jangka menengah dan menguji resistance di area 4.104 hingga 4.166. Namun, kenaikan tersebut gagal dipertahankan sehingga harga kembali terkoreksi dan kini menguji area support 4.042 yang juga berdekatan dengan SMA 50.
Selama harga mampu bertahan di atas level 4.042, peluang rebound masih terbuka untuk kembali menguji resistance 4.104, kemudian 4.111 hingga 4.166. Sebaliknya, jika support 4.042 ditembus, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju support berikutnya di 4.019 dan 3.983. RSI yang turun ke kisaran 44 menunjukkan momentum bullish mulai melemah, sehingga pergerakan harga dalam jangka pendek masih cenderung berada dalam fase konsolidasi dengan risiko koreksi tetap perlu diwaspadai.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.104 R2 4.141 R3 4.166
S1 4.042 S2 4.019 S3 3.983
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.045 |
| Profit Target Level | 4.090 |
| Stop Loss Level | 4.010 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.100 |
| Profit Target Level | 4.050 |
| Stop Loss Level | 4.125 |
Prospek Harga US Oil Jumat | 24 Juli 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan tren bullish setelah berhasil menembus resistance 84,53 yang kini beralih menjadi support dan bertepatan dengan area SMA 50. Harga kemudian melanjutkan penguatan hingga menguji resistance 93,58, namun mulai mengalami konsolidasi setelah reli yang cukup tajam.
Selama harga mampu bertahan di atas support 89,63, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance 95,42 hingga 96,94. Sebaliknya, jika support 89,63 ditembus, harga berpotensi melanjutkan koreksi menuju area support 87,27 hingga 84,53 sebelum mencoba kembali melanjutkan tren naik. RSI yang berada di atas level 80 menunjukkan kondisi overbought, sehingga potensi koreksi jangka pendek tetap perlu diwaspadai meski tren utama masih bullish.
US Oil INTRADAY AREA
R1 88,61 R2 91,43 R3 93,58
S1 84,53 S2 83,09 S3 81,22
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 90,00 |
| Profit Target Level | 92,70 |
| Stop Loss Level | 89,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 93,00 |
| Profit Target Level | 90,00 |
| Stop Loss Level | 94,50 |
Baca analisa sebelumnya: Dolar AS Melemah Tipis Jelang Data Ekonomi Penting
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
