Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam pada perdagangan Senin. Pelaku pasar merespons kabar bahwa Amerika Serikat dan Iran akan segera melanjutkan pembicaraan. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa percakapan dengan Iran sedang berlangsung. Pernyataan ini muncul setelah Teheran menyebut belum ada rencana negosiasi langsung.
Penurunan harga minyak dunia ini menjadi sorotan utama pasar. Investor juga mencermati data ekonomi AS serta pergerakan dolar dan mata uang utama lainnya. Berikut rangkuman lengkap kondisi pasar keuangan hari ini.
Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Sinyal Damai AS-Iran
West Texas Intermediate (WTI) anjlok sekitar 7,4% dan diperdagangkan mendekati US$78 per barel. Penurunan ini menjadi salah satu koreksi harian terbesar tahun ini. Prospek negosiasi antara Washington dan Teheran mendorong trader melepas posisi lindung nilai yang mereka bangun selama eskalasi konflik.
Teheran juga memberi sinyal kemajuan dalam pembicaraan terkait pemulihan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Sinyal ini menambah optimisme pasar bahwa gangguan pasokan minyak akan mereda.
Dolar AS Menguat Usai Data Manufaktur Membaik
Indeks Dolar AS (DXY) naik sekitar 0,1% dan diperdagangkan mendekati 99,90, masih bertahan di bawah level 100,00. Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur ISM naik ke 55,6 pada Juli dari 53,3 bulan sebelumnya. Angka ini melampaui perkiraan pasar di level 54.
Indeks Pesanan Baru juga membaik ke 56,7. Sementara itu, komponen Harga yang Dibayar (Prices Paid) turun ke 71,1 dari 73. Meski melambat, angka ini tetap berada jauh di zona ekspansi dan menunjukkan tekanan biaya masih membayangi pelaku usaha.
Mata Uang Utama Tertekan oleh Penguatan Dolar
EUR/USD melemah sekitar 0,2% dan bergerak mendekati 1,1510. Pasangan mata uang ini menyerahkan sebagian penguatan pekan lalu setelah data ISM yang solid mengangkat imbal hasil Treasury AS. EUR/USD tetap bertahan di atas level 1,1500.
GBP/USD turun sekitar 0,4% dan menetap di kisaran 1,3430. Poundsterling menjadi mata uang utama Eropa dengan kinerja terlemah. Cable mundur dari level tertinggi multi-minggu yang dicapai setelah Bank of England menahan suku bunga dengan nada hawkish.
USD/JPY turun sekitar 0,4% ke level 156,90. Pasangan ini melanjutkan pelemahan setelah intervensi pekan lalu dan sikap hawkish Bank of Japan. Yen tetap sulit menguat meski dolar melemah terhadap mata uang lain, karena investor masih enggan membangun kembali posisi short yen selagi otoritas Jepang mengancam intervensi lanjutan.
AUD/USD tergelincir sekitar 0,5% ke kisaran 0,6990, turun ke bawah level psikologis 0,7000. Dolar Australia memimpin pelemahan di antara mata uang utama akibat tekanan dari melemahnya harga komoditas dan penguatan dolar AS.
Emas Bertahan di Atas US$4.000
Harga emas (XAU/USD) naik tipis sekitar 0,2% dan diperdagangkan mendekati US$4.052 per troy ons. Emas tetap bertahan di atas level US$4.000 meski dolar menguat. Investor mempertahankan eksposur aset lindung nilai sambil menunggu kepastian hasil pembicaraan AS-Iran.
Wall Street Cetak Rekor Baru
Indeks saham AS ditutup menguat pada Senin, didukung oleh rebound di pasar obligasi Treasury. S&P 500 naik 1,5% dan mendekati rekor tertinggi. Dow Jones bertambah 693 poin dan ditutup di rekor 53.178. Nasdaq 100 melonjak 1,8%.
AS tidak melancarkan serangan ke Iran selama akhir pekan. Harga bahan bakar juga turun, sehingga imbal hasil obligasi ikut melandai di seluruh kurva. Pasar pun menyesuaikan ekspektasi risiko inflasi.
Saham teknologi berkapitalisasi besar mencatat penguatan signifikan. Amazon melesat 4,6% dan melampaui valuasi pasar US$3 triliun. Alphabet naik 4,9%, Microsoft naik 4,9%, dan Meta melonjak 6%. Produsen chip turut menguat, dengan Nvidia naik 2,9%, AMD naik 1,8%, dan Sandisk melonjak 6%. Investor kini menantikan laporan kinerja SpaceX, yang sahamnya naik 5,7%, dan AMD pada hari Selasa.
Fokus Hari Ini
Sesi Asia-Pasifik menyajikan agenda ekonomi paling padat hari ini. Selandia Baru merilis data ketenagakerjaan kuartal kedua. Tingkat pengangguran diperkirakan naik ke 5,4% dari 5,3%, sementara perubahan lapangan kerja diperkirakan melambat ke 0,1% dari 0,2%. Indeks Biaya Tenaga Kerja diproyeksikan mempercepat kenaikan ke 0,6% secara kuartalan.
Australia merilis PMI Jasa dan Komposit final S&P Global. Kedua indeks ini diperkirakan dikonfirmasi masing-masing di level 53 dan 52,6, bersama dengan Indeks Industri AiG.
Jepang akan mempublikasikan data Upah Tunai Tenaga Kerja, yang diperkirakan naik ke 3,4% secara tahunan pada Juni dari 3,2%. Data ini mendapat perhatian ekstra karena Bank of Japan menekankan pentingnya siklus upah-harga dalam kebijakan moneternya. BoJ juga akan merilis Risalah Rapat Kebijakan Juni, yang akan diteliti investor untuk mencari bukti awal pergeseran sikap hawkish yang muncul dalam perbedaan suara pada pertemuan pekan lalu. China menutup sesi dengan PMI Jasa RatingDog, yang diperkirakan melandai ke 53,7 dari 54,1.
Lebih awal, Kanada merilis PMI Manufaktur S&P Global, yang diperkirakan berada di 50,2 setelah 53 pada Juni. Di Amerika Serikat, Pesanan Pabrik diperkirakan rebound 0,2% secara bulanan pada Juni setelah kontraksi 1,3%. Sementara itu, data JOLTS Job Openings diperkirakan melandai ke 7,45 juta dari 7,594 juta, menjelang laporan ADP pada Rabu.
Prospek Harga Emas Selasa | 04 Agustus 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 masih cenderung bergerak dalam fase konsolidasi dengan bias bearish setelah kembali gagal menembus area resistance 4.080–4.116. Harga saat ini juga bergerak di sekitar hingga sedikit di bawah SMA 50, yang menunjukkan tekanan jual masih cukup dominan selama belum mampu kembali bertahan di atas indikator tersebut.
Selama harga tetap berada di bawah resistance 4.080, peluang penurunan masih terbuka untuk menguji support 3.995, kemudian 3.960 hingga 3.942. Namun, jika harga mampu menembus dan bertahan di atas 4.080, maka penguatan berpotensi berlanjut untuk menguji resistance 4.116 dan 4.141. RSI yang berada di kisaran 48 juga mengindikasikan momentum masih netral dengan kecenderungan melemah.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.080 R2 4.116 R3 4.141
S1 3.995 S2 3.960 S3 3.942
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.970 |
| Profit Target Level | 4.050 |
| Stop Loss Level | 3.940 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.060 |
| Profit Target Level | 4.000 |
| Stop Loss Level | 4.090 |
Prospek Harga US Oil Selasa | 04 Agustus 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah gagal bertahan di atas area SMA 50 dan kembali bergerak di bawah resistance 82,96. Harga juga belum mampu menutup gap di kisaran 81,17–84,82, sehingga area tersebut tetap menjadi resistance yang kuat dalam jangka pendek.
Selama harga masih bergerak di bawah area gap dan SMA 50, peluang pelemahan masih terbuka untuk menguji support 77,75, kemudian 76,02 hingga 73,06. Sebaliknya, jika harga mampu menembus dan bertahan di atas 82,96 serta menutup gap tersebut, maka tekanan jual berpotensi mereda dengan peluang kenaikan menuju resistance 84,82. RSI yang berada di kisaran 41 juga menunjukkan momentum masih cenderung lemah sehingga bias pergerakan tetap bearish.
US Oil INTRADAY AREA
R1 81,17 R2 82,96 R3 84,82
S1 77,75 S2 76,02 S3 73,06
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 78,00 |
| Profit Target Level | 81,00 |
| Stop Loss Level | 76,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 81,00 |
| Profit Target Level | 79,00 |
| Stop Loss Level | 83,00 |
Baca analisa sebelumnya: Dolar AS Diuji Laporan Payroll Pekan Ini
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
