Selat Hormuz kembali menjadi sorotan pasar keuangan global pada Selasa. Al Arabiya dan Al Hadath melaporkan bahwa pengumuman resmi soal pembukaan kembali jalur pelayaran itu bisa muncul dalam hitungan jam. Kabar reopening Selat Hormuz ini langsung mendorong investor melepas premi risiko geopolitik yang selama ini menopang harga minyak. Belum ada konfirmasi resmi, namun optimisme pasar sudah menular ke hampir semua kelas aset.
Harga Minyak Anjlok usai Kabar Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Setelah kabar pembukaan kembali Selat Hormuz tersebut, harga minyak jatuh tajam menyusul kabar tersebut. West Texas Intermediate turun sekitar 5,3% ke level $75,80 per barel, melanjutkan pelemahan hari sebelumnya. Trader ramai-ramai melepas posisi lindung nilai yang mereka pasang saat risiko gangguan pasokan masih tinggi. Pasar kini menanti pengumuman resmi soal Selat Hormuz, sehingga premi risiko pada harga minyak terus menyusut.
Dolar AS Melemah usai Data Tenaga Kerja Lesu
Indeks Dolar AS turun sekitar 0,10% ke kisaran 99,90 setelah data JOLTS Job Openings mengecewakan pasar. Lowongan kerja AS turun ke 7,359 juta pada Juni, dari 7,537 juta bulan sebelumnya, dan meleset dari perkiraan 7,4 juta. Data ini menunjukkan permintaan tenaga kerja terus melonggar.
Presiden Federal Reserve Philadelphia, Anna Paulson, menilai inflasi inti masih terlalu tinggi. Ia menyebut kebijakan moneter perlu tetap sedikit restriktif, dan level suku bunga saat ini kemungkinan sudah memenuhi syarat tersebut.
Euro menguat sekitar 0,20% ke 1,1530 terhadap dolar AS, memulihkan pelemahan hari Senin seiring imbal hasil Treasury AS yang turun setelah data JOLTS. Pound sterling naik tipis 0,10% ke 1,3450 dan bergerak dalam rentang terbatas karena minim katalis domestik.
Yen Jepang justru melemah. USD/JPY naik 0,40% ke 157,80 karena investor kembali membuka posisi carry trade setelah risiko geopolitik mereda. Dolar Australia melesat 0,60% ke 0,7050 karena sentimen risk-on menguat dan prospek biaya energi di kawasan makin murah.
Wall Street Cetak Rekor Baru
Wall Street melesat pada Selasa dan menutup sesi di level rekor tertinggi baru. S&P 500 naik 1,8% ke 7.737 dan Dow Jones melonjak 907 poin ke 54.086. Nasdaq 100 melompat 3,3% karena optimisme investor soal kesepakatan AS dan Iran untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis itu semakin menguat.
Saham Palantir melonjak 29% dan mencatat kenaikan harian terbesar dalam lebih dari dua tahun setelah laba kuartal kedua perusahaan jauh melampaui ekspektasi. Saham semikonduktor ikut menguat. Intel memimpin kenaikan dengan melonjak 10,8%, Marvell melesat 13%, Micron naik 7,6%, dan Broadcom naik 6,6%. Caterpillar naik 5,5% setelah laba kuartal kedua mengalahkan proyeksi analis dan perusahaan menaikkan target pertumbuhan pendapatan.
SpaceX melaporkan pendapatan kuartal kedua yang melampaui ekspektasi pasar, laporan keuangan pertama sejak IPO perusahaan pada Juni. Namun sahamnya justru turun pada sesi setelah penutupan karena belanja modal melonjak tajam.
Emas dan Perak Ikut Menguat
Harga emas naik 0,60% ke $4.080 per troy ons karena dolar AS melemah dan imbal hasil obligasi turun, meski suasana geopolitik mereda. Harga perak melesat lebih tajam, naik 2,5% menuju $59,58, karena prospek permintaan industri yang membaik menambah dorongan dari penurunan suku bunga riil.
Agenda Ekonomi yang Perlu Dipantau Hari Ini
Sesi Asia-Pasifik hari ini menyajikan data pasar tenaga kerja kuartal kedua Selandia Baru, data upah tunai Jepang, dan risalah rapat Bank of Japan. China kemudian merilis PMI Jasa RatingDog. Australia akan merilis data neraca perdagangan Juni pada Kamis. Ekonom memperkirakan defisit menyempit ke 1.100 juta dari 3.018 juta.
Eropa akan membuka sesi dengan rilis akhir PMI Jasa dan Komposit HCOB. Ekonom memperkirakan PMI Jasa Spanyol naik ke 55,3 dari 54,2, sementara PMI Jasa Jerman bertahan di 49,6, masih di zona kontraksi, dengan PMI Komposit di 51,2. Ekonom memperkirakan PMI Komposit Zona Euro stabil di 51,9. Zona euro juga akan merilis data indeks harga produsen. Ekonom memperkirakan inflasi tahunan pabrik melambat tajam ke 4,6% dari 5,9%.
Di Amerika Serikat, ekonom memperkirakan data ADP Employment Change menunjukkan perlambatan perekrutan swasta ke 70 ribu pada Juli dari 98 ribu, menjelang rilis data payroll pada Jumat. Ekonom memperkirakan ISM Services PMI naik tipis ke 54,5 dari 54, dengan komponen Prices Paid terakhir di 67,7 dan Employment Index di 51,2. PMI Komposit S&P Global kemungkinan bertahan di 53,6, sesuai angka awal. Gubernur Federal Reserve Lisa Cook juga akan berbicara hari ini.
Prospek Harga Emas Rabu | 05 Agustus 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah sebelumnya terkoreksi tajam dan kini diperdagangkan di sekitar area SMA 50 yang mulai bergerak mendatar. Selama beberapa sesi terakhir, harga terlihat bergerak sideways dalam kisaran sempit, menandakan pasar masih menunggu katalis baru untuk menentukan arah pergerakan berikutnya. Selama harga mampu bertahan di atas support 4.019, peluang penguatan masih terbuka dengan target menguji resistance 4.116, kemudian 4.141 hingga 4.166.
Namun, apabila harga kembali menembus ke bawah support 4.019, tekanan jual berpotensi meningkat dan mendorong harga melanjutkan pelemahan menuju 3.995 hingga 3.960. Sementara itu, indikator RSI yang berada di kisaran 52 menunjukkan momentum cenderung netral dengan sedikit kecenderungan menguat.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.116 R2 4.141 R3 4.166
S1 4.019 S2 3.995 S3 3.960
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.025 |
| Profit Target Level | 4.090 |
| Stop Loss Level | 3.990 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.116 |
| Profit Target Level | 4.030 |
| Stop Loss Level | 4.145 |
Prospek Harga US Oil Rabu | 05 Agustus 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish setelah rebound yang terjadi sebelumnya gagal menutup gap dan kenaikannya tertahan di area SMA 50. Tekanan jual kemudian kembali mendominasi sehingga harga turun tajam dengan menembus support 81,17, 79,54, dan 77,75 yang kini beralih menjadi area resistance.
Selama harga masih bergerak di bawah SMA 50 dan belum mampu menutup gap tersebut, peluang penurunan masih terbuka untuk menguji support 73,06, kemudian 70,72 hingga 68,91. Sementara itu, indikator RSI yang berada di kisaran 32 menunjukkan momentum bearish masih dominan, meski kondisi yang mulai mendekati area jenuh jual berpotensi memicu rebound teknikal dalam jangka pendek.
US Oil INTRADAY AREA
R1 77,75 R2 79,54 R3 81,17
S1 73,06 S2 70,72 S3 66,91
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 73,50 |
| Profit Target Level | 76,00 |
| Stop Loss Level | 72,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 76,50 |
| Profit Target Level | 73,50 |
| Stop Loss Level | 78,00 |
Baca analisa sebelumnya: Harga Minyak Dunia Anjlok, Dolar AS Menguat Tipis
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
