Dolar AS menguat pada perdagangan Rabu, mendorong Indeks Dolar AS (DXY) naik menuju level 99,20. Investor menyesuaikan posisi menjelang Simposium Jackson Hole yang akan menjadi penentu arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya. Penguatan mata uang ini turut menekan permintaan emas sebagai aset lindung nilai.
Ketegangan Geopolitik Mereda, Emas Kehilangan Daya Tarik
Sentimen pasar membaik setelah muncul kabar gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Kesepakatan ini berpotensi membuka kembali jalur Selat Hormuz bagi lalu lintas kapal tanker minyak dunia. Kondisi tersebut mengurangi kebutuhan investor terhadap emas sebagai aset aman. Harga emas tergelincir ke kisaran 4.600 dolar AS per troy ons. Data inflasi Juli yang beragam membuat pelaku pasar masih ragu memprediksi arah kebijakan suku bunga The Fed selanjutnya.
Mata Uang Utama Bergerak Variatif
Dolar Australia tampil berbeda dari mata uang utama lainnya. Mata uang ini mempertahankan penguatan setelah data inflasi Australia pekan ini melampaui ekspektasi pasar. Pasangan AUD/USD bertahan di kisaran 0,7100 meski dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama.
Saat dolar AS menguat, pair EUR/USD justru melemah dan bergerak menuju level 1,1600-an. Kombinasi dolar yang lebih kuat serta kehati-hatian pelaku pasar menjelang risalah kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) menekan mata uang tunggal ini. Pasangan GBP/USD mengalami tekanan paling besar dan tergelincir ke bawah level 1,3600. Sementara itu, USD/JPY bertahan kuat di atas level 159,00 menjelang rilis data inflasi Tokyo.
Data Inflasi PCE Perkuat Ekspektasi The Fed Tahan Suku Bunga
Biro Analisis Ekonomi AS (BEA) merilis indeks harga PCE inti yang menjadi acuan utama The Fed dalam mengukur inflasi. Indeks ini naik 0,2% secara bulanan dan 3,3% secara tahunan pada Juli, sesuai perkiraan pasar. Angka bulanan meningkat dibanding Juni, sementara angka tahunan tidak berubah. Level 3,3% ini jauh melampaui target jangka panjang The Fed sebesar 2%.
Secara headline, indeks PCE naik 0,2% bulanan dan 3,7% tahunan, sedikit di atas perkiraan. Data ini memperkuat keyakinan pelaku pasar bahwa The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan September mendatang.
Pertumbuhan Ekonomi dan Data Lainnya Tetap Solid
BEA juga merilis estimasi kedua pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil AS untuk kuartal kedua. Angka ini tetap berada di level 1,5%, sesuai konsensus pasar. Biro Sensus AS mencatat pesanan baru barang tahan lama pada Juli tumbuh 1,1%, melampaui perkiraan kenaikan 0,4%. Data-data ini menggambarkan ekonomi AS yang masih solid di tengah ketidakpastian arah suku bunga.
Harga Minyak WTI Ikut Menguat
Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) naik dan menembus level 82,00 dolar AS per barel. Penguatan dolar AS tidak menghalangi kenaikan harga minyak ini, seiring pasar mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah.
Jackson Hole Jadi Sorotan Utama Pasar Hari Ini
Sesi Asia hari ini menyajikan rilis data Belanja Modal Swasta Australia kuartal kedua. Analis memperkirakan data ini melambat setelah pencapaian kuat pada periode sebelumnya, sebuah hasil yang berpotensi memengaruhi pergerakan dolar Australia pasca data inflasi pekan ini. Eropa akan merilis Risalah Rapat Kebijakan Moneter ECB serta Survei Kepercayaan Konsumen GfK Jerman.
Amerika Serikat akan merilis data Klaim Pengangguran Mingguan. Analis memperkirakan klaim ini naik tipis ke sekitar 208 ribu. Kanada turut merilis data Neraca Berjalan kuartal kedua. Simposium Jackson Hole akan menjadi pusat perhatian pasar. Ketua The Fed Kevin Warsh akan menyampaikan pidato kunci yang menjadi risiko utama pergerakan dolar AS pekan ini. Dolar AS menguat menjelang pidato tersebut karena pelaku pasar berharap sinyal jelas soal arah kebijakan suku bunga ke depan.
Prospek Harga Emas Kamis | 27 Agustus 2026
Pergerakan XAU/USD pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish setelah harga bertahan di atas SMA 50, meski saat ini mengalami koreksi dari area 4.697. Selama harga tetap bertahan di atas support 4.573–4.541, peluang bullish masih terbuka untuk kembali menguji resistance 4.660 dan 4.697, dengan target lanjutan 4.746 jika 4.697 berhasil ditembus.
RSI yang berada di 54,08 juga masih menunjukkan momentum bullish yang cukup terjaga. Sebaliknya, jika harga menembus ke bawah 4.541, koreksi berpotensi berlanjut menuju support 4.485.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.660 R2 4.697 R3 4.746
S1 4.573 S2 4.541 S3 4.485
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.575 |
| Profit Target Level | 4.660 |
| Stop Loss Level | 4.530 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.660 |
| Profit Target Level | 4.580 |
| Stop Loss Level | 4.700 |
Prospek Harga US Oil Kamis | 27 Agustus 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 cenderung bearish setelah harga menembus ke bawah trendline naik dan bergerak di bawah SMA 50. Selama harga tertahan di bawah resistance 82,68–84,28, tekanan jual masih berpotensi berlanjut untuk menguji support 79,88, kemudian 77,74 dan 76,51.
RSI yang berada di 42,68 juga menunjukkan momentum bearish masih cukup terjaga. Sebaliknya, jika harga mampu kembali menembus 82,68, peluang rebound terbuka untuk menguji 84,28 hingga resistance 85,79.
US Oil INTRADAY AREA
R1 82,68 R2 84,28 R3 85,79
S1 79,88 S2 77,74 S3 76,51
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 80,50 |
| Profit Target Level | 82,50 |
| Stop Loss Level | 79,30 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 82,65 |
| Profit Target Level | 80,50 |
| Stop Loss Level | 84,30 |
Baca analisa sebelumnya: Dolar Tertekan Jelang Pidato The Fed di Jackson Hole
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
