PPI AS menjadi perhatian utama pasar pada Kamis, 10 September, saat dolar AS masih bergerak dalam tekanan. Indeks Dolar AS (DXY) bertahan di bawah level 99,00 meski imbal hasil Treasury AS kembali naik di berbagai tenor. Pergerakan dolar juga mendapat tekanan setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana pembelian kembali obligasi Treasury bertenor 10 hingga 20 tahun senilai maksimal US$6 miliar.
Pasar kini mengalihkan perhatian ke data inflasi AS yang akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan Federal Reserve. Selain PPI AS, investor juga menunggu Initial Jobless Claims, Existing Home Sales, Wholesale Inventories, serta laporan mingguan persediaan minyak mentah dari EIA.
PPI AS Jadi Fokus Pasar
Rilis PPI AS akan menjadi salah satu agenda penting menjelang data inflasi konsumen AS yang dijadwalkan pada Jumat. Data harga produsen dapat memberikan gambaran mengenai tekanan inflasi di tingkat produsen dan membantu pasar memperkirakan arah kebijakan The Fed.
Kenaikan harga minyak juga menambah perhatian terhadap prospek inflasi. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang berkaitan dengan Selat Hormuz terus mendorong harga energi lebih tinggi. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat bertahan lebih lama.
ECB Meeting Perkuat Perhatian di Eropa
Di pasar Eropa, ECB Meeting menjadi agenda utama yang dapat memengaruhi pergerakan euro. Pasar memperkirakan European Central Bank menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Investor juga menunggu data inflasi final Jerman sebagai tambahan petunjuk mengenai kondisi harga di kawasan euro.
EUR/USD mempertahankan bias positif dan naik menuju level 1,1650. Penguatan euro terjadi ketika dolar AS masih berada dalam tekanan. Jika sentimen tersebut bertahan, pasangan EUR/USD berpeluang melanjutkan kenaikan dalam jangka pendek.
GBP/USD juga kembali bergerak naik setelah perdagangan Selasa yang cenderung datar. Pasangan tersebut mencapai area 1,3570, sementara pasar Inggris hanya menunggu rilis RICS House Price Balance.
Yen Menguat, Aussie Capai Level Tertinggi
USD/JPY melanjutkan tren penurunan dan kembali menguji area 153,00. Level tersebut menjadi posisi terendah dalam sekitar tujuh bulan. Pasar juga menunggu data Foreign Bond Investment Jepang dan pidato pejabat Bank of Japan, Masu, yang dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter Jepang.
Sementara itu, AUD/USD mencatat level tertinggi baru di sekitar 0,7240. Level tersebut terakhir terlihat pada awal Mei. Perhatian pasar Australia selanjutnya tertuju pada data Consumer Inflation Expectations yang dipantau Melbourne Institute.
Harga Minyak dan Emas Kembali Menguat
Harga minyak WTI bergerak mendekati US$97 per barel dan mencapai level tertinggi dalam empat bulan. Ketegangan AS-Iran serta risiko gangguan pasokan melalui Selat Hormuz terus menjadi pendorong utama harga minyak.
Kenaikan harga energi juga dapat memperbesar tekanan inflasi global. Kondisi ini menjadi perhatian pasar menjelang pertemuan Federal Reserve pekan depan.
Emas berhasil menghentikan penurunan selama tiga hari berturut-turut dan kembali berada di atas US$4.400 per troy ounce. Pelemahan dolar AS, ketegangan geopolitik, serta sikap hati-hati investor menjelang data inflasi AS mendukung permintaan terhadap aset safe haven.
Wall Street Tertekan Kenaikan Imbal Hasil
Pasar saham AS berakhir melemah pada Rabu karena kenaikan imbal hasil Treasury meningkatkan tekanan terhadap margin perusahaan dan daya beli konsumen. S&P 500 turun 0,5%, Nasdaq melemah 0,3%, sedangkan Dow Jones kehilangan 405 poin.
Kenaikan biaya pendanaan juga menjadi perhatian bagi perusahaan teknologi besar. Investor menilai suku bunga yang lebih tinggi dapat meningkatkan biaya pembangunan pusat data dan menekan prospek perusahaan yang agresif melakukan ekspansi kecerdasan buatan.
Di sisi korporasi, Alphabet turun 2,3% setelah mengumumkan investasi US$15,1 miliar untuk pembangunan fasilitas di Finlandia. Amazon melemah 1,8%, sedangkan Meta melonjak 6,5% setelah memperkenalkan agen AI baru. Apple turun 0,3% meski meluncurkan iPhone lipat. Saham semikonduktor membantu membatasi penurunan Nasdaq, dengan Micron naik 2,7% dan AMD menguat 3%.
Fokus Pasar Hari Ini
Perhatian pasar pada Kamis akan tertuju pada ECB Meeting dan PPI AS. Keputusan ECB dapat menentukan arah euro, sementara data harga produsen AS akan menjadi petunjuk tambahan bagi ekspektasi kebijakan The Fed. Pergerakan harga minyak dan perkembangan konflik Timur Tengah juga tetap menjadi faktor penting karena dapat memengaruhi prospek inflasi dan sentimen risiko global.
Prospek Harga Emas Kamis | 10 September 2026
Pergerakan emas pada grafik H4 masih menunjukkan tekanan bearish setelah tertahan di bawah garis trendline menurun dan SMA 50. Pembentukan candlestick terakhir menunjukkan konsolidasi di area bawah, sementara RSI 48.26 bergerak datar di area netral cenderung melemah, mengonfirmasi momentum beli yang masih lemah. Selama harga bertahan di bawah 4.450, emas berpeluang melanjutkan penurunan menuju support 4.340, dan jika level tersebut ditembus, penurunan berikutnya dapat mengarah ke 4.282 hingga 4.223.
Sebaliknya, jika harga mampu kembali menembus area 4.400, peluang rebound akan terbuka menuju 4.450, dengan 4.510 sebagai resistance penting yang perlu ditembus untuk mengubah tekanan bearish saat ini.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.450 R2 4.510 R3 4.565
S1 4.340 S2 4.282 S3 4.223
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.345 |
| Profit Target Level | 4.425 |
| Stop Loss Level | 4.280 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.430 |
| Profit Target Level | 4.360 |
| Stop Loss Level | 4.460 |
Prospek Harga US Oil Kamis | 10 September 2025
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 masih berada dalam tren bullish, terlihat dari posisi harga sekitar 97,08 yang bertahan di atas SMA 50 di sekitar 90,93 serta bergerak dalam struktur kenaikan yang kuat. Harga juga telah menembus resistance 93,43, sehingga level tersebut kini menjadi area support penting. RSI 14 berada di 71,24, menandakan momentum bullish masih kuat tetapi sudah memasuki area overbought, sehingga risiko koreksi tetap perlu diperhatikan.
Jika harga terkoreksi dan menembus 93,43, tekanan turun berpotensi mengarah ke 91,79 dan 89,52, sedangkan selama harga mampu bertahan di atas 93,43, tren naik berpeluang berlanjut menuju 99,32, 101,78, hingga 105,15.
US Oil INTRADAY AREA
R1 99,32 R2 101,78 R3 105,15
S1 93,43 S2 91,79 S3 89,52
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 93,50 |
| Profit Target Level | 98,00 |
| Stop Loss Level | 91,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 99,30 |
| Profit Target Level | 96,00 |
| Stop Loss Level | 101,80 |
Baca analisa sebelumnya: Pasar Forex Hari Ini Menanti Data Inflasi AS
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
