PPI AS panas mendorong Dolar AS kembali menguat hingga menembus level 99 pada indeks DXY. Data tersebut memperkuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Federal Reserve pekan depan. Kenaikan harga minyak akibat eskalasi konflik Amerika Serikat dan Iran turut menambah tekanan inflasi.
PPI AS Perkuat Ekspektasi The Fed
PPI Amerika Serikat naik 0,4% secara bulanan pada Agustus. Secara tahunan, kenaikannya mencapai 5,4%. Harga energi menjadi salah satu faktor yang mendorong tekanan inflasi di tingkat produsen.
PPI inti hanya naik 0,2% secara bulanan. Angka tersebut lebih rendah dari kenaikan 0,3% pada Juli dan perkiraan pasar sebesar 0,3%.
PPI AS panas membuat pasar meningkatkan peluang kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada pekan depan menjadi 70%. Sehari sebelumnya, peluang tersebut masih berada di sekitar 60%. Untuk Oktober, pasar bahkan sudah sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga.
Perhatian pasar kini beralih ke data Consumer Price Index (CPI) AS. Inflasi utama diperkirakan bertahan di sekitar 3,4%. Data sentimen konsumen Michigan dan ekspektasi inflasi juga akan menjadi perhatian.
Euro dan Pound Tertekan
EUR/USD melemah dan bergerak di sekitar 1,1600. Euro gagal mempertahankan kenaikan meski European Central Bank (ECB) menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin sesuai perkiraan.
Kenaikan tersebut membawa suku bunga deposito ECB ke 2,50%. Presiden ECB Christine Lagarde menyebut keputusan itu sebagai langkah yang tidak perlu diperdebatkan. Pasar kemudian meningkatkan ekspektasi terhadap pengetatan kebijakan berikutnya.
Namun, penguatan Dolar AS tetap membatasi ruang kenaikan euro. Christine Lagarde dan Kepala Ekonom ECB Philip Lane dijadwalkan memberikan pidato pada Jumat.
GBP/USD juga kehilangan momentum dan turun menuju area 1,3500. Pasar Inggris menunggu data Produk Domestik Bruto (PDB), produksi industri, dan produksi manufaktur untuk Juli. Ekspektasi inflasi konsumen juga menjadi perhatian.
Yen dan Dolar Australia Melemah
USD/JPY rebound menuju area 154,00 setelah sebelumnya menyentuh level terendah dalam tujuh bulan. Penguatan dolar membantu pasangan tersebut naik meski ekspektasi kebijakan hawkish Bank of Japan (BoJ) masih menopang yen.
AUD/USD juga tertekan dan turun menuju pertengahan area 0,7100. Sebelumnya, pasangan ini sempat mencapai level tertinggi empat bulan di sekitar 0,7240.
Dolar Australia sebelumnya mendapat dorongan dari rencana stimulus China senilai US$54 miliar dan komentar hawkish Reserve Bank of Australia (RBA). Namun, momentum tersebut memudar saat Dolar AS kembali mendapat dukungan dari ekspektasi suku bunga.
Harga Minyak Tembus US$100
West Texas Intermediate (WTI) melonjak melewati US$100 per barel dan bergerak di sekitar US$102,50. Eskalasi konflik Amerika Serikat dan Iran meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak global.
Situasi di kawasan Selat Hormuz menjadi perhatian utama pasar. Kenaikan harga minyak juga dapat meningkatkan tekanan inflasi dan memperkuat alasan bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama.
Emas Tertekan Kenaikan Yield
Harga emas mengalami tekanan jual dan turun menuju US$4.320 per troy ounce. Kenaikan Dolar AS dan imbal hasil Treasury membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi kurang menarik.
PPI AS panas turut mendorong kenaikan yield Treasury karena pasar melihat risiko inflasi masih tinggi. Kondisi tersebut menekan emas dan perak secara bersamaan.
Harga perak bahkan mengalami penurunan lebih tajam dibandingkan emas pada perdagangan Kamis.
Bursa AS Berakhir Melemah
Indeks saham Amerika Serikat berakhir lebih rendah setelah kenaikan harga minyak dan bahan bakar mendorong yield Treasury. Kondisi tersebut meningkatkan tekanan terhadap margin perusahaan.
S&P 500 turun 0,6%, Nasdaq melemah 1,1%, sedangkan Dow Jones kehilangan 316 poin. Saham perusahaan semikonduktor menjadi salah satu kelompok yang tertekan akibat kenaikan biaya pinjaman jangka panjang.
Nvidia turun 2,3%, Micron merosot 4,9%, AMD melemah 3,4%, dan Intel turun 5,6%. Oracle juga kehilangan 5,4% menjelang laporan keuangannya.
Meta turun 1,4% dan Palantir melemah 2,2%. Sebaliknya, Apple naik 3,6% setelah mengumumkan sejumlah produk baru, termasuk iPhone Duo yang dapat dilipat.
Pasar kini menunggu data CPI AS sebagai petunjuk berikutnya mengenai arah inflasi. Hasilnya akan menjadi perhatian penting sebelum keputusan suku bunga The Fed pekan depan.
Prospek Harga Emas Jumat| 11 September 2026
Pergerakan emas pada H4 masih menunjukkan tekanan bearish, dengan harga berada di bawah SMA 50 dan trendline menurun. RSI 36,38 menunjukkan momentum jual masih dominan, sementara candlestick terakhir terlihat bearish setelah menembus support 4.340. Jika tekanan jual berlanjut, harga berpotensi turun menuju 4.282, kemudian 4.261 dan 4.223.
Namun, apabila terjadi rebound dan harga kembali di atas 4.340, peluang kenaikan terbuka menuju 4.376 dan 4.410, dengan area 4.410 menjadi resistance penting karena berdekatan dengan trendline. Secara keseluruhan, selama harga masih di bawah SMA 50 dan trendline, bias utama tetap bearish.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.340 R2 4.376 R3 4.410
S1 4.282 S2 4.261 S3 4.223
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.285 |
| Profit Target Level | 4.330 |
| Stop Loss Level | 4.260 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.340 |
| Profit Target Level | 4.285 |
| Stop Loss Level | 4.380 |
Prospek Harga US Oil Jumat | 11 September 2025
Pergerakan US Oil pada H4 masih menunjukkan tren bullish dengan harga berjalan di 103,77 setelah menembus resistance 101,23 yang kini beralih menjadi support. SMA 50 terus menanjak, sementara RSI 14 berada di 82,70, menandakan momentum bullish masih kuat meski harga sudah memasuki area overbought.
Selama bertahan di atas 101,23, US Oil berpeluang melanjutkan kenaikan menuju 105,15 hingga 107,34. Sebaliknya, jika harga turun menembus 101,23, koreksi berpotensi berlanjut menuju 98,52 hingga 95,34.
US Oil INTRADAY AREA
R1 105,15 R2 107,34 R3 109,41
S1 101,23 S2 98,52 S3 95,34
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 101,25 |
| Profit Target Level | 105,10 |
| Stop Loss Level | 98,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 105,15 |
| Profit Target Level | 102,00 |
| Stop Loss Level | 107,35 |
Baca analisa sebelumnya: Dolar AS Tertekan Jelang PPI dan ECB Meeting
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
