Dolar AS Kembali Menguat di Atas 102,00
Dolar AS kembali menguat pada perdagangan Senin setelah mencatat penurunan selama dua hari berturut-turut. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury menopang mata uang tersebut. Kekhawatiran politik dan sosial di Prancis juga menekan euro, sehingga memberi ruang bagi dolar AS untuk memulihkan sebagian pelemahannya.
Indeks Dolar AS (DXY) kembali bergerak di atas level 102,00. Pasar kini menantikan sejumlah data ekonomi AS, termasuk ADP Employment Change Weekly, Pending Home Sales, Housing Starts, dan Building Permits. Laporan mingguan persediaan minyak mentah dari American Petroleum Institute (API) juga menjadi perhatian pelaku pasar.
Euro Tertekan oleh Kekhawatiran Prancis
Pasangan EUR/USD melemah setelah kehilangan sebagian kenaikan selama sesi sebelumnya. Tekanan muncul seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap situasi politik dan sosial di Prancis. Pasangan mata uang ini kembali mendekati level 1,1200.
Pelaku pasar selanjutnya mencermati data Current Account dan Construction Output kawasan euro. Indeks sentimen ekonomi ZEW dari Jerman dan kawasan euro juga berpotensi memengaruhi arah perdagangan euro.
Pound dan Yen Bergerak Beragam
GBP/USD terkoreksi setelah mencatat pemulihan selama dua hari. Pasangan ini menemukan dukungan di sekitar level 1,3300. Pasar kini menunggu laporan ketenagakerjaan Inggris untuk memperoleh petunjuk mengenai kondisi ekonomi dan prospek kebijakan Bank of England.
Sementara itu, USD/JPY kembali bergerak di atas level 158,00 setelah mencatat penurunan selama tiga hari berturut-turut. Pasangan ini masih menunjukkan fase konsolidasi. Data neraca perdagangan Jepang menjadi agenda penting yang dapat memengaruhi pergerakan yen.
Dolar Australia Mendapat Dukungan Data China
AUD/USD menguat setelah rilis data ekonomi China menunjukkan hasil yang solid. Perkembangan tersebut mendorong pasangan ini mendekati level psikologis 0,7000 dan memperpanjang pemulihan yang dimulai pada Jumat.
Dari Australia, pasar menantikan data awal PMI manufaktur dan jasa S&P Global pada 23 Oktober. Hasilnya dapat memberikan gambaran mengenai aktivitas ekonomi sekaligus memengaruhi prospek dolar Australia.
Harga Minyak dan Emas Mengalami Tekanan
Harga minyak mentah WTI untuk kontrak terdekat menghadapi tekanan jual baru pada Senin. Harganya sempat menembus level US$97 per barel sebelum mengalami koreksi. Aksi ambil untung turut memengaruhi perdagangan, sementara investor menilai perkembangan konflik di Timur Tengah dan Rusia-Ukraina.
Pasar juga mencermati dampak pengecualian tarif dan sanksi dari AS terhadap ekspor minyak mentah Rusia. Kebijakan tersebut berpotensi memengaruhi pasokan minyak global dan pergerakan harga energi.
Di pasar logam mulia, harga emas melanjutkan koreksi sejak Jumat dan turun di bawah US$4.150 per troy ounce. Penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil Treasury di berbagai tenor menekan daya tarik emas. Kondisi ini membuat pergerakan dolar dan imbal hasil obligasi tetap menjadi faktor penting bagi arah harga emas dalam jangka pendek.
Wall Street Menguat Berkat Saham Teknologi
Bursa saham AS mayoritas menguat pada penutupan Senin. Pemulihan saham perusahaan teknologi besar, khususnya sektor kecerdasan buatan (AI), mengimbangi pelemahan di sejumlah sektor lain. Indeks S&P 500 naik 0,4%, sedangkan Nasdaq 100 menguat 1,2%. Dow Jones Industrial Average ditutup relatif datar.
Kenaikan ini membalikkan sebagian tekanan pekan lalu. Saat itu, hasil keuangan Anthropic yang kurang memuaskan dan kekhawatiran mengenai tekanan utang pada penyedia layanan komputasi awan, terutama CoreWeave, mengurangi minat investor terhadap saham teknologi berisiko tinggi.
Aksi beli saat harga melemah mendorong saham Micron naik 3,1%, Intel menguat 3%, dan Amazon melonjak 5%. Nvidia bertambah 1,4%, Alphabet naik 1,2%, Microsoft menguat 0,8%, dan Tesla melonjak 3,4%.
Sebaliknya, saham perbankan melemah setelah sejumlah bank merilis laporan keuangan pekan lalu. Morgan Stanley turun 1%, Bank of America terkoreksi 1,7%, dan Wells Fargo melemah 2,5%.
Fokus Pasar Selanjutnya
Pergerakan pasar global menunjukkan bahwa dolar AS kembali menguat di tengah kenaikan imbal hasil Treasury dan meningkatnya ketidakpastian politik di Eropa. Kondisi tersebut menekan euro dan emas, sementara saham teknologi AS memperoleh dukungan dari aksi beli setelah pelemahan sebelumnya.
Dalam jangka pendek, investor akan mencermati data ketenagakerjaan dan perumahan AS, perkembangan politik Prancis, serta arah imbal hasil Treasury. Perkembangan konflik geopolitik dan kebijakan terkait ekspor minyak Rusia juga dapat memicu volatilitas pada pasar energi dan aset keuangan global.
Prospek Harga Emas Selasa | 20 Oktober 2026
Pergerakan emas pada timeframe H4 masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah mengalami tren bearish yang cukup kuat sejak akhir Agustus. Harga saat ini berada di sekitar 4.134 dan bergerak di bawah SMA 50, sehingga tekanan bearish masih terlihat. Harga bergerak dalam rentang 4.066–4.207, dengan resistance terdekat di 4.167 dan 4.207. Jika harga mampu menembus 4.167, peluang rebound menuju 4.207 – 4.244 terbuka.
Sebaliknya, jika harga gagal bertahan dan menembus support 4.106, emas berpotensi kembali menguji 4.066, dengan support berikutnya di 4.020. RSI berada di 43,09 atau di bawah level 50, yang menunjukkan momentum masih cenderung bearish. Namun, selama harga masih bergerak di dalam area konsolidasi tersebut, arah pergerakan berikutnya belum terkonfirmasi.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.167 R2 4.207 R3 4.244
S1 4.106 S2 4.066 S3 4.020
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.110 |
| Profit Target Level | 4.165 |
| Stop Loss Level | 4.060 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.167 |
| Profit Target Level | 4.110 |
| Stop Loss Level | 4.210 |
Prospek Harga US Oil Selasa | 20 Oktober 2026
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan tren bullish setelah harga berhasil menembus resistance 93,82, 95,25, dan 96,72, yang kini berpotensi menjadi area support. Harga bergerak di atas SMA 50, sehingga momentum kenaikan masih terjaga. Jika mampu bertahan di atas 96,72, US Oil berpeluang melanjutkan kenaikan menuju resistance 99,29, kemudian area 100,49–101,56 yang berdekatan dengan gap sebelumnya.
Namun, RSI berada di 63,37, menunjukkan momentum bullish cukup kuat dan mulai mendekati area jenuh beli. Jika harga gagal menembus 99,29 dan turun kembali di bawah 96,72, US Oil berpotensi mengalami koreksi menuju 95,25 atau 93,82.
US Oil INTRADAY AREA
R1 99,29 R2 100,49 R3 101,56
S1 96,72 S2 95,25 S3 93,82
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 96,75 |
| Profit Target Level | 99,00 |
| Stop Loss Level | 95,20 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 99,25 |
| Profit Target Level | 97,00 |
| Stop Loss Level | 100,50 |
Baca analisa sebelumnya: Prospek Suku Bunga The Fed Tekan Pasar Global
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
