Wall Street Cetak Rekor di Tengah Isu Iran
Wall Street cetak rekor pada perdagangan awal pekan meskipun pasar masih dibayangi ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Investor mencermati rencana pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang diperkirakan akan membahas konflik Iran serta isu perdagangan global.
Indeks saham utama Amerika Serikat berhasil ditutup menguat. Indeks S&P 500 naik 0,19% ke level 7.412,84 dan Nasdaq menguat 0,10% ke 26.274,13. Kedua indeks tersebut mencatat rekor penutupan tertinggi baru. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average naik 0,19% ke level 49.704,47, meskipun masih berada di bawah rekor tertinggi Februari lalu.
Kenaikan pasar saham terjadi karena investor berharap pertemuan Trump dan Xi dapat membuka peluang penyelesaian konflik di Timur Tengah, terutama terkait jalur perdagangan energi global di Selat Hormuz.
Harga Minyak Melonjak Akibat Ancaman Pasokan
Harga minyak dunia melonjak hampir 3% setelah Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran berada dalam kondisi “on life support”. Trump juga menilai respons Iran terhadap proposal perdamaian AS sebagai sesuatu yang “bodoh”.
Pernyataan tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar bahwa konflik yang telah berlangsung selama 10 minggu akan terus berlanjut dan mengganggu pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.
Iran menegaskan bahwa penyelesaian konflik harus mencakup penghentian perang secara menyeluruh. Teheran juga meminta kompensasi atas kerusakan perang, menuntut penghentian blokade laut AS, pencabutan sanksi, serta penghapusan larangan ekspor minyak Iran.
Harga minyak mentah AS ditutup naik 2,78% atau US$2,65 menjadi US$98,07 per barel. Sementara itu, Brent melonjak 2,88% menjadi US$104,21 per barel.
Kenaikan harga energi memperkuat kekhawatiran inflasi global dan memicu kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Imbal Hasil Obligasi AS Naik
Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat bergerak naik seiring lonjakan harga minyak. Yield obligasi tenor 10 tahun naik menjadi 4,41% dari sebelumnya 4,364%.
Yield obligasi tenor 30 tahun naik menjadi 4,9835%, sedangkan yield tenor 2 tahun meningkat menjadi 3,952%. Pergerakan tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat bertahan lebih lama dan mempersulit langkah pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve.
Dolar AS Menguat Terhadap Yen
Pergerakan dolar AS cenderung mixed di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar. Indeks dolar sempat menguat sebelum akhirnya kembali melemah tipis ke level 97,96.
Terhadap yen Jepang, dolar AS naik 0,37% menjadi 157,23. Sementara itu, euro turun tipis ke US$1,1777.
Pound sterling juga melemah ke US$1,361 setelah Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menghadapi tekanan politik dari internal Partai Buruh usai hasil buruk dalam pemilu lokal pekan lalu.
Harga Emas Berbalik Naik
Harga emas dunia kembali menguat setelah bergerak volatil sepanjang perdagangan. Pelaku pasar menunggu data inflasi Amerika Serikat yang akan dirilis akhir pekan ini sambil memantau perkembangan diplomasi antara AS dan Iran.
Harga spot gold naik 0,44% menjadi US$4.735,39 per troy ounce. Sementara kontrak berjangka emas AS naik 0,15% menjadi US$4.727,70 per troy ounce.
Kenaikan emas menunjukkan bahwa investor masih mencari aset safe haven di tengah tingginya ketidakpastian geopolitik dan risiko inflasi global.
Fokus Pasar Tertuju pada Pertemuan Trump dan Xi
Wall Street cetak rekor karena investor masih berharap adanya kemajuan diplomasi antara Amerika Serikat dan China terkait konflik Timur Tengah. Pasar juga menantikan data inflasi AS untuk mencari petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve berikutnya.
Selama ketegangan di Selat Hormuz belum mereda, pasar energi diperkirakan tetap volatil. Kondisi tersebut berpotensi menjaga permintaan aset lindung nilai seperti emas sekaligus menopang penguatan harga minyak dunia.
Prospek Harga Emas Selasa | 12 Mei 2026
Harga emas berhasil rebound setelah bertahan di atas support 4.660 dan kini kembali menguji resistance 4.770. Jika mampu breakout di atas level tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk melanjutkan penguatan menuju resistance 4.833 hingga 4.890. Namun, selama resistance 4.770 belum ditembus secara meyakinkan, harga masih berisiko mengalami koreksi terbatas untuk menguji support terdekat di 4.696.
Dari sisi teknikal, tren bullish jangka pendek masih terjaga karena harga tetap bergerak di atas SMA 50 yang kini berada di sekitar 4.618 dan berfungsi sebagai support dinamis. Selama harga bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan masih lebih dominan.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.770 R2 4.833 R3 4.890
S1 4.696 S2 4.660 S3 4.618
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.700 |
| Profit Target Level | 4.760 |
| Stop Loss Level | 4.650 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.830 |
| Profit Target Level | 4.770 |
| Stop Loss Level | 4.890 |
Prospek Harga US Oil Selasa | 12 Mei 2025
Harga US Oil sempat rebound, namun penguatan masih tertahan di bawah SMA 50 serta area resistance 99,13 hingga 101,46. Kegagalan menembus area tersebut menunjukkan momentum bullish masih belum cukup kuat, sehingga harga berisiko kembali bergerak melemah dalam jangka pendek.
Selama harga masih bergerak di bawah resistance tersebut, potensi koreksi masih terbuka untuk menguji support terdekat di 96,07. Jika tekanan jual kembali meningkat dan support tersebut ditembus, maka pelemahan berpotensi berlanjut menuju area 93,78 hingga support berikutnya di 92,26. Sebaliknya, perubahan arah bullish baru akan lebih terkonfirmasi apabila harga mampu breakout dan bertahan di atas area 99,13 hingga 101,46.
US Oil INTRADAY AREA
R1 99,13 R2 101,46 R3 104,06
S1 96,07 S2 93,78 S3 92,26
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 96,10 |
| Profit Target Level | 100,00 |
| Stop Loss Level | 93,70 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 99,00 |
| Profit Target Level | 96,10 |
| Stop Loss Level | 101,50 |
Baca analisa sebelumnya: Harga Minyak Melonjak, Wall Street Waspadai Inflasi
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
