Wall Street naik di Tengah Ketegangan Geopolitik
Wall Street naik pada perdagangan Rabu setelah Presiden Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dalam konflik Iran. Sentimen ini meredakan kekhawatiran pasar, meski situasi di Timur Tengah masih rapuh.
Indeks utama mencatat kenaikan kuat. Dow Jones Industrial Average naik 0,69% ke 49.490,52. S&P 500 menguat 1,05% ke 7.137,91 dan Nasdaq Composite melonjak 1,64% ke 24.657,57. S&P 500 dan Nasdaq kembali mencetak rekor penutupan tertinggi.
Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
Wall Street naik karena investor melihat fundamental ekonomi masih solid. Konsumsi tetap kuat dan kinerja korporasi tidak terganggu signifikan oleh lonjakan harga energi.
Meski konflik mendominasi berita, dampaknya terhadap aktivitas ekonomi belum terlihat jelas. Pelaku pasar juga menilai jalur energi global masih akan kembali normal sebelum menimbulkan kerusakan besar.
Musim Earnings Tetap Optimistis
Musim laporan keuangan kuartal pertama berjalan dengan ekspektasi tinggi. Pertumbuhan laba S&P 500 diperkirakan mencapai 14,4% secara tahunan.
Namun, sekitar dua pertiga perusahaan mulai menyoroti risiko kenaikan harga energi dalam laporan mereka. Beberapa perusahaan global bahkan menarik proyeksi bisnis atau memberi sinyal kenaikan harga.
Ketegangan Selat Hormuz Dorong Minyak Melonjak
Ketegangan meningkat setelah Iran menyita dua kapal di Selat Hormuz. Jalur ini menjadi titik vital distribusi energi global, dengan sekitar 20% pasokan minyak dan LNG melewatinya.
Harga minyak melonjak tajam. Minyak AS naik 3,67% ke $92,96 per barel, sementara Brent naik 3,48% ke $101,91. Kenaikan juga didorong oleh penurunan stok bensin dan distilat di AS.
Emas, Dolar, dan Kripto ikut bergerak
Wall Street naik diikuti pergerakan aset lain. Emas naik 0,55% ke $4.737,69 per ons setelah sempat menyentuh level terendah mingguan. Kontrak berjangka emas juga menguat.
Dolar AS naik 0,26% ke 98,63 terhadap sekeranjang mata uang utama. Yen melemah dan euro turun ke $1,1704.
Di pasar kripto, Bitcoin melonjak 4,13% ke $78.866,74 dan Ethereum naik 3,48% ke $2.398,37.
Obligasi dan Pasar Global Beragam
Imbal hasil obligasi AS bergerak naik tipis di tengah perdagangan yang fluktuatif. Yield US Treasury 10-tahun naik ke 4,304%, sementara tenor 2-tahun naik ke 3,8%.
Pasar saham global menunjukkan pergerakan campuran. Indeks MSCI global naik 0,42%, tetapi bursa Eropa melemah untuk sesi ketiga berturut-turut. Tekanan konflik masih membayangi sentimen investor global.
Prospek Harga Emas Kamis | 23 April 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat mulai kehilangan momentum bullish setelah harga turun menembus garis trendline naik dan bergerak di bawah SMA 50, yang mengindikasikan potensi perubahan arah menjadi bearish. Saat ini harga juga gagal bertahan di atas area resistance 4.771 dan cenderung bergerak melemah, sementara RSI berada di sekitar level 40 yang menunjukkan tekanan jual mulai meningkat namun belum masuk kondisi oversold.
Selama harga tetap berada di bawah area 4.771, potensi penurunan masih terbuka untuk menguji zona support 4.668 hingga 4.644, dengan kemungkinan lanjutan menuju 4.607 jika tekanan bearish semakin kuat. Namun, jika harga mampu kembali naik dan menembus 4.771, maka peluang rebound untuk menguji resistance lebih tinggi di kisaran 4.833 hingga 4.844 masih terbuka.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.771 R2 4.833 R3 4.871
S1 4.668 S2 4.644 S3 4.607
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.670 |
| Profit Target Level | 4.720 |
| Stop Loss Level | 4.640 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.770 |
| Profit Target Level | 4.690 |
| Stop Loss Level | 4.790 |
Prospek Harga US Oil Kamis | 23 April 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan penguatan setelah sebelumnya mengalami tekanan bearish, dengan harga kini berhasil menembus SMA 50 dan bertahan di atas area support 89,57, yang mengindikasikan adanya pergeseran momentum ke arah bullish dalam jangka pendek. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance 95,17 sebagai target terdekat.
Momentum ini juga didukung oleh RSI yang bergerak di atas level tengah, mencerminkan tekanan beli yang mulai dominan. Namun, area 95,17 tetap menjadi resistance kunci, sehingga jika terjadi penolakan di level tersebut, harga berpotensi terkoreksi kembali menguji 89,57. Sebaliknya, jika resistance tersebut berhasil ditembus, maka peluang kenaikan lanjutan menuju 97,90 hingga 99,92 akan semakin terbuka.
US Oil INTRADAY AREA
R1 95,17 R2 97,90 R3 99,92
S1 89,57 S2 87,58 S3 85,41
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 91,00 |
| Profit Target Level | 95,00 |
| Stop Loss Level | 89,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 95,10 |
| Profit Target Level | 92,00 |
| Stop Loss Level | 98,00 |
Baca analisa sebelumnya: Wall Street Tertekan Akibat Perang Iran, Minyak Naik
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
