Wall Street berakhir variatif, Fokus Pasar Beralih ke The Fed
Wall Street berakhir variatif pada perdagangan Selasa setelah euforia yang sempat mendorong pasar pada awal pekan mulai mereda. Investor memilih lebih berhati-hati sambil menunggu rincian lebih lanjut mengenai kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran. Perhatian pasar juga tertuju pada keputusan suku bunga Federal Reserve yang akan diumumkan Rabu waktu setempat, sekaligus menjadi rapat kebijakan pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh.
Indeks S&P 500 turun 0,6% dan ditutup di 7.512,15. Nasdaq Composite melemah 1,2% ke level 26.376,34. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average justru menguat 0,6% dan mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah di 52.002,94.
Rotasi Sektor Dorong Kinerja Dow Jones
Wall Street berakhir variatif terjadi seiring berlanjutnya rotasi sektor di pasar saham Amerika Serikat. Investor mulai mengurangi eksposur pada saham teknologi yang sebelumnya menjadi motor penguatan pasar dan beralih ke sektor keuangan, industri, serta properti.
Sektor teknologi dan energi menjadi dua sektor dengan kinerja terburuk di antara sektor-sektor dalam indeks S&P 500. Penurunan harga minyak mentah turut menekan saham-saham energi, sementara investor mengambil keuntungan pada saham teknologi setelah reli kuat dalam beberapa pekan terakhir.
Di sisi lain, sektor keuangan dan industri mendapatkan dukungan dari optimisme bahwa ekonomi Amerika Serikat masih menunjukkan ketahanan meskipun pertumbuhan global menghadapi berbagai tantangan.
Harga Minyak Turun di Bawah US$80
Harga minyak melanjutkan penurunan setelah pasar semakin optimistis bahwa Selat Hormuz akan kembali beroperasi penuh. Jalur pelayaran strategis tersebut diperkirakan dibuka sepenuhnya setelah perwakilan Amerika Serikat dan Iran menandatangani memorandum of understanding (MoU) di Swiss pada Jumat mendatang.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Selat Hormuz saat ini telah mulai dibuka secara bertahap. Menurut Trump, kapal-kapal sudah mulai beroperasi dan pembukaan penuh diperkirakan terjadi pada akhir pekan ini.
Trump juga mengungkapkan bahwa dokumen MoU akan dipublikasikan pada Jumat dan akan menjadi dasar untuk tahap negosiasi berikutnya selama 60 hari. Ia menilai kesepakatan tersebut sangat penting untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir serta mempercepat normalisasi hubungan ekonomi kedua negara.
Meski demikian, rincian lengkap kesepakatan masih terbatas. Media pemerintah Iran menyebut pembahasan mengenai komitmen nuklir masih berada pada tahap umum dan belum memasuki negosiasi teknis yang lebih rinci.
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengatakan bahwa salah satu poin utama dalam kesepakatan tersebut adalah kerja sama antara Amerika Serikat, Badan Energi Atom Internasional (IAEA), dan Iran untuk menghancurkan cadangan uranium dengan tingkat pengayaan tinggi milik Iran.
Investor Menanti Keputusan The Fed
Fokus utama pasar saat ini tertuju pada Federal Reserve. Bank sentral Amerika Serikat secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam rapat kebijakan yang berakhir Rabu.
Selain keputusan suku bunga, investor akan mencermati proyeksi ekonomi terbaru serta pandangan Kevin Warsh mengenai arah kebijakan moneter ke depan. Pasar ingin mengetahui apakah The Fed masih membuka peluang kenaikan suku bunga tambahan tahun ini atau mulai melihat ruang untuk pelonggaran kebijakan.
Penurunan tajam harga minyak dalam beberapa hari terakhir memberikan ruang lebih besar bagi The Fed. Turunnya biaya energi berpotensi mengurangi tekanan inflasi yang sempat meningkat akibat konflik di Timur Tengah.
Mantan CEO PIMCO Mohamed El-Erian menilai penurunan harga minyak sekitar 20% dalam lima hari terakhir akan memberikan manfaat langsung bagi rumah tangga Amerika Serikat melalui penurunan harga bahan bakar.
Bank Sentral Global Mulai Ambil Langkah Berbeda
Selain Federal Reserve, sejumlah bank sentral utama dunia juga mengumumkan keputusan kebijakan moneter pada pekan ini.
Bank of Japan menaikkan suku bunga ke level tertinggi sejak 1995. Keputusan tersebut muncul setelah yen terus melemah dan tekanan inflasi tetap tinggi. Bank sentral Jepang juga mengumumkan rencana untuk mengurangi pembelian obligasi secara bertahap dalam beberapa kuartal mendatang.
Sementara itu, Reserve Bank of Australia mempertahankan suku bunga. Namun bank sentral tersebut menegaskan bahwa inflasi masih terlalu tinggi sehingga peluang kenaikan suku bunga tambahan tetap terbuka jika diperlukan.
SpaceX Terus Melonjak Setelah IPO
Saham SpaceX kembali menjadi pusat perhatian pasar. Setelah melonjak sekitar 19% pada hari pertama perdagangan pekan lalu, saham perusahaan milik Elon Musk tersebut naik hampir 20% pada Senin dan bertambah 4,8% lagi pada Selasa.
Kapitalisasi pasar SpaceX kini mendekati US$3 triliun. Perusahaan tersebut bahkan sempat melampaui Amazon dan Microsoft sehingga menjadi perusahaan publik terbesar keempat di dunia berdasarkan nilai pasar.
SpaceX juga bergerak agresif setelah memperoleh dana besar dari penawaran saham perdana. Perusahaan tersebut menyepakati akuisisi startup kecerdasan buatan Cursor senilai US$60 miliar dan mengalokasikan sekitar US$20 miliar untuk melunasi pinjaman jangka pendek.
Emas Menguat Jelang Pengumuman The Fed
Wall Street variatif juga diikuti pergerakan emas yang cenderung menguat. Harga emas spot naik 0,5% menjadi US$4.330,68 per troy ounce, sementara kontrak berjangka emas naik ke US$4.352,51 per troy ounce.
Harga emas mendapatkan dukungan dari penurunan harga minyak dan meningkatnya harapan terhadap tercapainya kesepakatan damai permanen antara Amerika Serikat dan Iran. Berkurangnya risiko inflasi akibat energi membantu menjaga daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Meski demikian, penguatan emas masih terbatas karena investor memilih menunggu keputusan Federal Reserve dan proyeksi ekonomi terbaru yang akan menjadi petunjuk penting bagi arah pasar keuangan global dalam beberapa bulan mendatang.
Prospek Harga Emas Rabu | 17 Juni 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan harga masih berada dalam fase pemulihan setelah rebound tajam dari area support 4.023. Namun, momentum kenaikan kembali tertahan di area resistance 4.364 yang bertepatan dengan garis tren turun (bearish trendline) yang telah membatasi pergerakan harga sejak pertengahan Mei. Kegagalan menembus area tersebut mengindikasikan bahwa tekanan jual masih cukup kuat dan para pelaku pasar masih menjadikan area tersebut sebagai zona distribusi.
Dalam jangka pendek, harga terlihat bergerak konsolidatif tepat di bawah resistance, sehingga pergerakan selanjutnya akan sangat ditentukan oleh respons harga terhadap area 4.364. Jika mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, emas berpeluang melanjutkan pemulihan menuju resistance berikutnya di 4.423, bahkan membuka jalan untuk menguji area 4.476.
Sebaliknya, jika kembali gagal menembus resistance trendline tersebut, harga berpotensi melanjutkan koreksi untuk menutup gap yang masih terbuka di sekitar 4.235. Penembusan di bawah area tersebut dapat meningkatkan tekanan bearish dan mendorong harga kembali menguji support 4.170 hingga 4.118. Sementara itu, RSI yang masih bertahan di atas level 50 menunjukkan momentum pemulihan masih terjaga, meskipun belum cukup kuat untuk mengonfirmasi perubahan tren menjadi bullish.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.364 R2 4.423 R3 4.476
S1 4.235 S2 4.170 S3 4.118
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.250 |
| Profit Target Level | 4.350 |
| Stop Loss Level | 4.230 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.360 |
| Profit Target Level | 4.315 |
| Stop Loss Level | 4.380 |
Prospek Harga US Oil Rabu | 17 Juni 2025

Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish yang kuat. Harga gagal bertahan di atas support 81,63 dan melanjutkan penurunan hingga menembus support 78,49. Penembusan kedua level tersebut mengubah fungsi area 78,49 dan 81,63 menjadi resistance. Kedua level ini berpotensi membatasi kenaikan harga dalam jangka pendek. Tekanan jual yang berlanjut kemudian membawa harga turun mendekati support 74,77. Level ini kini menjadi area kunci untuk menentukan arah pergerakan berikutnya.
Meskipun kondisi oversold membuka peluang rebound teknikal, tren bearish masih tetap dominan. Selama harga bergerak di bawah resistance 78,49, tekanan turun masih berpeluang berlanjut. Jika terjadi pemantulan dari area support saat ini, harga berpotensi menguji resistance 78,49 terlebih dahulu. Setelah itu, kenaikan dapat berlanjut menuju resistance 81,63 yang sebelumnya merupakan support penting.
Sebaliknya, jika harga gagal bertahan di atas support 74,77, tekanan jual berpotensi kembali meningkat. Kondisi tersebut dapat mendorong harga turun menuju support 73,22. Penembusan di bawah level tersebut akan membuka ruang pelemahan yang lebih dalam menuju area 70,40. Sementara itu, RSI yang berada di bawah level 30 menunjukkan kondisi oversold. Karena itu, peluang rebound jangka pendek masih terbuka meskipun tren utama tetap cenderung bearish.
US Oil INTRADAY AREA
R1 81,63 R2 83,60 R3 85,93
S1 78,49 S2 76,72 S3 74,93
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 75,00 |
| Profit Target Level | 78,00 |
| Stop Loss Level | 73,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 78,45 |
| Profit Target Level | 75,00 |
| Stop Loss Level | 80,40 |
Baca analisa sebelumnya: AS dan Iran Capai Kesepakatan, Wall Street Reli
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan harga masih berada dalam fase pemulihan setelah rebound tajam dari area support 4.023. Kenaikan tersebut berhasil membawa harga menembus beberapa resistance penting di 4.118, 4.170, dan 4.235. Namun, momentum bullish mulai tertahan di area 4.364–4.369 yang bertepatan dengan resistance trendline bearish yang telah membatasi pergerakan harga sejak pertengahan Mei.
Harga emas rebound setelah pembukaan dengan gap up dan berhasil kembali menembus area 4.235 yang sebelumnya menjadi resistance. Area tersebut kini beralih fungsi menjadi support dan menjadi level penting yang perlu dipertahankan untuk menjaga momentum kenaikan. Gap yang terbentuk saat pembukaan juga masih belum tertutup, sehingga selama harga bertahan di atas 4.235 dan tidak kembali mengisi gap tersebut, peluang gap berkembang menjadi runaway gap tetap terbuka.
Pergerakan US Oil masih berada dalam tren bearish setelah gagal bertahan di atas resistance 85,93, yang sebelumnya merupakan area support penting. Tekanan jual kemudian berlanjut hingga menembus support 81,63, sehingga level tersebut kini juga beralih fungsi menjadi resistance.
Pergerakan emas pada grafik H4 menunjukkan upaya rebound setelah sempat menyentuh support kuat di 4.019. Penguatan yang terjadi dalam beberapa sesi terakhir berhasil mendorong harga menembus area 4.116 dan 4.187, sehingga kedua level tersebut kini berubah fungsi menjadi support yang dapat menjadi pijakan bagi kelanjutan kenaikan.
Pergerakan US Oil masih berada dalam tren bearish pada grafik H4, terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah SMA 50 serta masih berada di bawah descending trendline yang telah terbentuk sejak akhir April. Tekanan jual kembali meningkat setelah harga menembus support 88,61 dan 85,93, sehingga kedua level tersebut kini beralih fungsi menjadi resistance yang berpotensi membatasi setiap upaya kenaikan.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah berhasil memantul dari area support 89,63. Kenaikan terbaru membawa harga kembali bergerak di atas SMA 50. Kondisi ini mengindikasikan tekanan jual mulai mereda dan momentum bullish jangka pendek mulai terbentuk. Selain itu, RSI naik ke atas level 60. Pergerakan tersebut menunjukkan peningkatan kekuatan beli dan mendukung peluang kenaikan lanjutan.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat pergerakan harga emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish dengan level pivot di 4.220. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut dengan target penurunan menuju support terdekat di 4.140.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih cenderung bearish setelah gagal mempertahankan kenaikan di atas area 91,10 dan kembali bergerak di bawah SMA 50. Selain itu, harga juga masih berada di bawah descending trendline yang membatasi pergerakan naik sejak akhir April, menandakan bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish setelah harga menembus support 4.423 dan 4.366, serta bergerak di bawah SMA 50 dan descending trendline. Tekanan jual sempat mendorong harga turun ke zona support 4.300–4.260 sebelum muncul rebound terbatas.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih cenderung bearish karena harga bergerak di bawah SMA 50 dan tetap berada di bawah descending trendline yang membatasi pergerakan naik sejak akhir April. Setelah sempat menguat menguat tajam, harga kemudian mengalami koreksi dan berhasil menutup gap di area 90,08, sebelum kembali bergerak di bawah SMA 50.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah menembus support 4.423 dan bergerak di bawah SMA 50 serta trendline menurun. Penurunan di bawah level 4.366 memperkuat peluang pelemahan lanjutan menuju support 4.300, dengan target berikutnya di 4.260 jika tekanan jual berlanjut.
Dari sisi teknikal, US Oil pada time frame H4 menunjukkan upaya rebound setelah memantul dari area support 90,08 yang bertepatan dengan terbentuknya gap pada pembukaan perdagangan pekan ini. Harga juga berhasil kembali bergerak di atas SMA 50, mengindikasikan perbaikan momentum jangka pendek setelah tekanan jual yang mendominasi dalam beberapa pekan terakhir.
