Wall Street Melonjak Saat Harapan Damai Iran Menguat
Wall Street melonjak pada perdagangan Kamis setelah meningkatnya optimisme bahwa Amerika Serikat dan Iran semakin dekat menuju kesepakatan damai. Sentimen tersebut mendorong kenaikan pasar saham global, sementara harga minyak, imbal hasil obligasi, dan dolar AS bergerak lebih rendah. Di sisi lain, emas dan perak berhasil rebound setelah sebelumnya mengalami tekanan jual yang cukup besar.
Harapan Kesepakatan Damai Dorong Sentimen Risiko
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pembatalan rencana serangan militer terhadap Iran dan menyatakan bahwa proses negosiasi telah mencapai tingkat tertinggi dalam kepemimpinan Iran. Trump juga mengatakan bahwa pembahasan akhir telah mendapatkan persetujuan dari sejumlah negara di Timur Tengah dan kawasan sekitarnya.
Trump bahkan menyebut kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi ditandatangani akhir pekan ini. Jika tercapai, kesepakatan tersebut dapat membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz yang selama beberapa bulan terakhir terganggu akibat konflik.
Meski demikian, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan bahwa Teheran belum mengambil keputusan final terkait kesepakatan tersebut dan tetap mempertahankan sejumlah garis merah dalam proses negosiasi.
Pelaku pasar menyambut positif perkembangan ini karena perang di Timur Tengah selama beberapa bulan terakhir menjadi sumber utama ketidakpastian ekonomi global. Konflik tersebut telah mendorong lonjakan harga energi dan meningkatkan risiko inflasi di berbagai negara.
Wall Street Melonjak, Bursa Global Ikut Menguat
Wall Street melonjak tajam setelah muncul kabar mengenai kemajuan negosiasi damai. Investor kembali memburu aset berisiko karena berharap tekanan terhadap pasar energi akan mereda dalam beberapa waktu mendatang.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 929,97 poin atau 1,86% menjadi 50.848,75. Sementara itu, S&P 500 menguat 1,75% ke level 7.394,30 dan Nasdaq Composite melesat 2,54% menjadi 25.809,66.
Penguatan juga terjadi di pasar saham global. Indeks MSCI World naik 1,16% ke level 1.099,55. Di Eropa, indeks STOXX 600 bertambah 0,54% setelah Bank Sentral Eropa atau ECB menaikkan suku bunga sesuai ekspektasi pasar.
Pelaku pasar menilai berakhirnya konflik dapat mengurangi tekanan inflasi yang selama ini berasal dari lonjakan harga energi. Namun, investor masih menunggu rincian lebih lanjut sebelum mengambil posisi yang lebih agresif.
Harga Minyak Turun Meski Tetap Bertahan Tinggi
Harga minyak sempat turun tajam setelah pengumuman Trump. Kekhawatiran mengenai gangguan pasokan energi mulai mereda seiring meningkatnya peluang tercapainya perdamaian.
Minyak mentah AS ditutup turun 2,58% atau US$2,32 menjadi US$87,71 per barel. Sementara itu, minyak Brent melemah 2,92% atau US$2,72 menjadi US$90,38 per barel.
Meskipun turun, harga minyak masih bertahan pada level yang relatif tinggi. Pasar memperkirakan normalisasi pasokan energi membutuhkan waktu beberapa bulan sehingga tekanan terhadap inflasi belum sepenuhnya hilang.
Sebelumnya, data menunjukkan indeks harga produsen atau PPI Amerika Serikat naik lebih tinggi dari perkiraan pada Mei. Kenaikan tersebut mencatat laju tahunan terbesar dalam tiga setengah tahun terakhir, terutama akibat lonjakan harga energi yang dipicu konflik Timur Tengah.
Dolar dan Imbal Hasil Obligasi Melemah
Harapan perdamaian juga mendorong investor keluar dari aset safe haven. Akibatnya, dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat mengalami penurunan.
Yield obligasi Treasury AS tenor 10 tahun turun menjadi 4,457% dari 4,54% pada sesi sebelumnya. Yield obligasi tenor dua tahun juga melemah ke 4,062%.
Indeks dolar turun 0,36% ke level 99,69. Euro menguat ke US$1,1579, sementara dolar AS melemah terhadap yen Jepang ke level 159,94.
Penurunan dolar dan yield obligasi memberikan dukungan tambahan bagi logam mulia karena menurunkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Emas Rebound Setelah Sentuh Level Terendah Enam Bulan
Wall Street melonjak bersamaan dengan rebound yang terjadi pada pasar logam mulia. Harga emas spot naik 3,41% menjadi US$4.212,21 per troy ounce, sedangkan harga perak melesat 5,51% menjadi US$67,20 per ounce.
Pada perdagangan Jumat, harga emas kembali menguat mendekati US$4.240 per ounce. Penguatan ini terjadi setelah emas sebelumnya menyentuh level terendah dalam enam bulan.
Melemahnya dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi menjadi faktor utama yang menopang pemulihan harga emas. Selain itu, banyak investor memanfaatkan penurunan tajam sebelumnya untuk kembali masuk ke pasar.
Meski demikian, potensi kenaikan emas masih menghadapi tantangan. Harga minyak yang tetap tinggi berisiko mempertahankan tekanan inflasi dalam beberapa bulan ke depan. Kondisi tersebut dapat membuat suku bunga bertahan pada level tinggi lebih lama.
Fokus Pasar Beralih ke Pertemuan The Fed
Perhatian investor kini tertuju pada pertemuan Federal Reserve pekan depan yang akan menjadi rapat pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh. Mayoritas pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan tersebut. Namun, ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember masih cukup tinggi.
Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 67% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada akhir tahun. Prospek kebijakan moneter tersebut akan menjadi faktor penting yang menentukan arah pergerakan dolar AS, obligasi, dan harga emas dalam beberapa bulan mendatang.
Prospek Harga Emas Jumat | 12 Juni 2026
Pergerakan emas pada grafik H4 menunjukkan upaya rebound setelah sempat menyentuh support kuat di 4.019. Penguatan yang terjadi dalam beberapa sesi terakhir berhasil mendorong harga menembus area 4.116 dan 4.187, sehingga kedua level tersebut kini berubah fungsi menjadi support yang dapat menjadi pijakan bagi kelanjutan kenaikan.
Dari sisi momentum, RSI yang bangkit dari area oversold dan kembali bergerak di sekitar level 50 mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai berkurang dan minat beli jangka pendek mulai meningkat. Selama harga mampu bertahan di atas support 4.187, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance 4.271. Jika level tersebut berhasil ditembus, target berikutnya berada di area 4.345 yang berdekatan dengan SMA 50.
Meski demikian, tren utama masih cenderung bearish karena harga masih bergerak di bawah SMA 50 yang terus menurun. Oleh karena itu, area 4.345 berpotensi menjadi resistance kuat yang menentukan apakah rebound saat ini dapat berkembang menjadi pemulihan yang lebih besar atau hanya sekadar koreksi dalam tren turun. Jika harga kembali turun dan menembus support 4.187, maka tekanan jual berpotensi meningkat dengan target menuju 4.116 dan kemudian support utama di 4.019.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.271 R2 4.345 R3 4.423
S1 4.187 S2 4.116 S3 4.019
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.190 |
| Profit Target Level | 4.270 |
| Stop Loss Level | 4.170 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.340 |
| Profit Target Level | 4.275 |
| Stop Loss Level | 4.380 |
Prospek Harga US Oil Jumat | 12 Juni 2025
Pergerakan US Oil masih berada dalam tren bearish pada grafik H4, terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah SMA 50 serta masih berada di bawah descending trendline yang telah terbentuk sejak akhir April. Tekanan jual kembali meningkat setelah harga menembus support 88,61 dan 85,93, sehingga kedua level tersebut kini beralih fungsi menjadi resistance yang berpotensi membatasi setiap upaya kenaikan.
Penurunan terbaru membawa harga mendekati support 83,60, sementara RSI turun ke sekitar level 33 yang menunjukkan momentum bearish masih cukup dominan meskipun sudah mendekati area oversold. Selama support 83,60 mampu bertahan, harga berpeluang melakukan rebound teknikal untuk menguji resistance terdekat di 85,93. Jika resistance tersebut berhasil ditembus, kenaikan dapat berlanjut menuju resistance berikutnya di 88,61 dan kemudian area 91,40 yang berdekatan dengan SMA 50.
Namun, selama harga masih bergerak di bawah 85,93 dan 88,61, bias jangka pendek hingga menengah tetap cenderung bearish. Jika support 83,60 gagal dipertahankan, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju support 81,26, bahkan membuka peluang penurunan lebih dalam ke area 78,97.
US Oil INTRADAY AREA
R1 85,93 R2 88,61 R3 91,40
S1 83,60 S2 81,26 S3 78,97
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 83,60 |
| Profit Target Level | 85,90 |
| Stop Loss Level | 82,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 85,93 |
| Profit Target Level | 83,60 |
| Stop Loss Level | 86,50 |
Baca analisa sebelumnya: Wall Street Anjlok, Minyak Melonjak akibat Konflik Iran
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.

Pergerakan US Oil pada time frame H4 mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah berhasil memantul dari area support 89,63. Kenaikan terbaru membawa harga kembali bergerak di atas SMA 50. Kondisi ini mengindikasikan tekanan jual mulai mereda dan momentum bullish jangka pendek mulai terbentuk. Selain itu, RSI naik ke atas level 60. Pergerakan tersebut menunjukkan peningkatan kekuatan beli dan mendukung peluang kenaikan lanjutan.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih cenderung bearish setelah gagal mempertahankan kenaikan di atas area 91,10 dan kembali bergerak di bawah SMA 50. Selain itu, harga juga masih berada di bawah descending trendline yang membatasi pergerakan naik sejak akhir April, menandakan bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish setelah harga menembus support 4.423 dan 4.366, serta bergerak di bawah SMA 50 dan descending trendline. Tekanan jual sempat mendorong harga turun ke zona support 4.300–4.260 sebelum muncul rebound terbatas.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih cenderung bearish karena harga bergerak di bawah SMA 50 dan tetap berada di bawah descending trendline yang membatasi pergerakan naik sejak akhir April. Setelah sempat menguat menguat tajam, harga kemudian mengalami koreksi dan berhasil menutup gap di area 90,08, sebelum kembali bergerak di bawah SMA 50.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah menembus support 4.423 dan bergerak di bawah SMA 50 serta trendline menurun. Penurunan di bawah level 4.366 memperkuat peluang pelemahan lanjutan menuju support 4.300, dengan target berikutnya di 4.260 jika tekanan jual berlanjut.
Dari sisi teknikal, US Oil pada time frame H4 menunjukkan upaya rebound setelah memantul dari area support 90,08 yang bertepatan dengan terbentuknya gap pada pembukaan perdagangan pekan ini. Harga juga berhasil kembali bergerak di atas SMA 50, mengindikasikan perbaikan momentum jangka pendek setelah tekanan jual yang mendominasi dalam beberapa pekan terakhir.
Pergerakan emas pada grafik H4 masih menunjukkan kecenderungan bearish meskipun sempat mengalami pemulihan dalam jangka pendek. Setelah memantul dari area support 4.423, harga sempat menembus resistance 4.497 yang bertepatan dengan SMA 50, namun gagal bertahan di atas level tersebut dan kembali bergerak turun. Kegagalan mempertahankan posisi di atas resistance sekaligus SMA 50 tersebut mengindikasikan bahwa tekanan jual masih cukup kuat.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish terbatas meskipun sedang mengalami fase koreksi. Harga masih bertahan di atas SMA 50, yang mengindikasikan bahwa tren naik jangka pendek belum berubah. Namun, kegagalan menembus resistance 96,94 memicu tekanan jual yang mendorong harga bergerak turun dari area puncak rebound terbaru.
Pergerakan harga emas masih berada dalam tren bearish pada time frame H4, terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah SMA 50 serta masih tertahan di bawah garis tren turun. Setelah gagal menembus area resistance 4.497, harga kembali mengalami tekanan jual dan kini mendekati support 4.418. Jika support tersebut berhasil ditembus, penurunan berpotensi berlanjut menuju 4.397 hingga 4.366.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan fase pemulihan setelah sebelumnya turun hingga membentuk low di area support 90,08. Rebound yang terjadi berhasil mendorong harga menembus SMA 50 dan menguji resistance 94,68, sehingga membuka peluang kenaikan lanjutan menuju resistance berikutnya di 98,60. Meski demikian, tren yang lebih besar masih cenderung bearish karena harga masih bergerak di bawah garis tren turun yang membatasi kenaikan sejak akhir April.
Pergerakan emas pada timeframe H4 sebelumnya sempat mencoba melanjutkan rebound dengan menembus resistance 4.525 dan bergerak di atas SMA 50. Namun penguatan tersebut gagal berlanjut setelah harga tertahan di resistance 4.546, sehingga kembali melemah dan bergerak di bawah SMA 50. Kondisi ini mengindikasikan bahwa tren bearish masih tetap dominan.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 berhasil rebound dari area support 86,26 dan kini bertahan di atas SMA 50 yang bertepatan dengan support 91,56. Saat ini harga sedang menguji resistance 94,66 setelah membentuk kenaikan bertahap dari area terendah sebelumnya, yang mengindikasikan momentum bullish mulai menguat. Indikator RSI (14) berada di level 62,25 atau di atas level netral 50, menunjukkan bahwa tekanan beli masih mendominasi pergerakan harga.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish. Setelah sebelumnya rebound dan menguji area resistance 4.570–4.595, harga gagal melanjutkan kenaikan dan kembali tertekan. Tekanan jual semakin menguat setelah harga menembus support 4.525 yang kini beralih fungsi menjadi resistance.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan tanda-tanda rebound setelah penurunan sebelumnya tertahan di area support 86,26. Harga berhasil menguat dan kembali bergerak di atas area 89,24, namun kenaikan masih menghadapi tantangan di sekitar SMA 50 yang saat ini berada di area 94,66. Selama harga mampu bertahan di atas support 89,24, peluang rebound masih terbuka untuk menguji resistance 94,66, kemudian 96,90 hingga 99,32.
Pergerakan harga emas sebelumnya sempat rebound setelah membentuk titik terendah di area 4.360. Namun, penguatan tersebut masih tertahan di area resistance 4.595 sehingga memicu koreksi terbatas. Meski mengalami tekanan jual, harga tetap mampu bertahan di atas SMA 50 dan support 4.491, yang menunjukkan bahwa struktur bullish jangka pendek masih terjaga.
Pergerakan US Oil sebelumnya mengalami tekanan jual yang cukup kuat hingga turun ke area support 86,50. Namun, penurunan tersebut gagal berlanjut setelah muncul minat beli yang mendorong harga rebound dari area tersebut. Penguatan yang terjadi saat ini membuka peluang bagi harga untuk melanjutkan kenaikan dan menguji resistance terdekat di 92,49.
