The Fed Jadi Fokus Pasar Pekan Ini
The Fed menjadi perhatian utama pelaku pasar pada pekan ini. Investor menantikan keputusan suku bunga Federal Reserve, Bank of England (BoE), dan Bank of Japan (BoJ). Selain itu, data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS), inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE), inflasi Australia, serta data inflasi dan pertumbuhan ekonomi awal Zona Euro juga berpotensi menggerakkan pasar keuangan global.
Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan di sekitar level 101,50 menjelang rangkaian data ekonomi penting dari AS. Pada Senin, Durable Goods Orders Juni diperkirakan naik 1,6% setelah sebelumnya turun 4,5%. Sementara itu, pesanan barang tahan lama di luar sektor transportasi diproyeksikan meningkat 0,9%.
Keputusan The Fed dan Data Ekonomi AS Jadi Penentu
Selasa akan diwarnai rilis Consumer Confidence serta data ADP Employment Change. Meski demikian, perhatian terbesar tetap tertuju pada hasil rapat The Fed pada Rabu.
Bank sentral AS diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50% hingga 3,75%. Pertemuan kali ini tidak akan disertai pembaruan proyeksi ekonomi maupun dot plot. Karena itu, pelaku pasar akan mencermati pernyataan kebijakan moneter serta konferensi pers Ketua The Fed, Kevin Warsh, untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan berikutnya.
Sehari setelah keputusan tersebut, AS akan merilis estimasi awal pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal kedua yang diperkirakan meningkat menjadi 2,3% secara tahunan dari 2,1%. Pada saat yang sama, inflasi inti PCE bulanan diproyeksikan melambat menjadi 0,1% dari 0,3%, sedangkan klaim pengangguran mingguan diperkirakan naik menjadi 206 ribu dari 187 ribu.
Komentar pasar menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat atau inflasi yang tetap tinggi dapat memperkuat alasan The Fed mempertahankan kebijakan moneter yang ketat. Sebaliknya, jika tekanan inflasi mereda, ekspektasi kenaikan suku bunga berikutnya bisa berkurang.
Eropa Menunggu Inflasi, Inggris Pantau BoE
EUR/USD masih bergerak di sekitar 1,1370 meskipun aktivitas bisnis Jerman dan Zona Euro menunjukkan perbaikan. Pekan ini dimulai dengan rilis survei IFO Jerman, yang diperkirakan naik menjadi 86,1 dari 85,6. Investor juga akan memantau pertemuan EcoFin serta laporan bulanan Bundesbank.
Pada akhir pekan, perhatian beralih ke data inflasi Jerman dan Zona Euro. Inflasi utama Zona Euro diperkirakan meningkat menjadi 2,9% secara tahunan dari 2,8%, sedangkan inflasi inti diproyeksikan bertahan di 2,4%. Jika pertumbuhan ekonomi dan inflasi lebih kuat dari perkiraan, euro berpotensi memperoleh dukungan karena ekspektasi pelonggaran kebijakan European Central Bank (ECB) dapat berkurang.
Sementara itu, GBP/USD diperdagangkan di sekitar 1,3325 menjelang keputusan kebijakan moneter BoE pada Kamis. Bank sentral Inggris diperkirakan mempertahankan suku bunga di level 3,75%. Setelah pengumuman tersebut, Andrew Bailey dijadwalkan memberikan konferensi pers yang akan menjadi perhatian pelaku pasar.
BoJ, Australia, dan China Ikut Menjadi Sorotan
USD/JPY bertahan di sekitar 163,80 menjelang keputusan Bank of Japan pada Jumat. BoJ diperkirakan mempertahankan suku bunga di level 1,00%. Investor juga menunggu laporan prospek ekonomi terbaru serta konferensi pers setelah rapat berakhir.
Di Australia, Gubernur Reserve Bank of Australia, Michele Bullock, dijadwalkan memberikan pidato sebelum data inflasi Juni dirilis. Inflasi bulanan diperkirakan naik 0,3% setelah sebelumnya turun 0,7%, sementara inflasi inti diproyeksikan meningkat 0,4%.
Selain itu, data PMI China juga menjadi perhatian karena berpengaruh terhadap dolar Australia. PMI Manufaktur diperkirakan turun ke 49,9 dari 50,3 sehingga kembali berada di zona kontraksi. PMI Non-Manufaktur juga diperkirakan melemah menjadi 50,0.
Harga Emas dan Minyak Dipengaruhi Geopolitik
Harga minyak mentah WTI turun ke sekitar US$89 per barel setelah muncul laporan bahwa Pakistan dan Iran tengah menjajaki peluang dimulainya kembali negosiasi antara AS dan Iran melalui dorongan diplomatik China. Meski demikian, berbagai hambatan masih membayangi sehingga risiko geopolitik tetap tinggi dan dapat memicu volatilitas harga energi.
Di sisi lain, harga emas bergerak naik ke sekitar US$4.065 per troy ons. Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut menopang logam mulia tersebut meskipun indeks dolar masih menguat.
Perkembangan geopolitik juga masih menjadi perhatian. Donald Trump mengatakan kesabarannya terhadap Iran mulai menipis. Ia juga menegaskan bahwa China dan Rusia tidak memberikan maupun menjual senjata kepada Iran. Di sisi lain, laporan menunjukkan Pakistan berupaya menghidupkan kembali dialog antara AS dan Iran atas dorongan China.
Wall Street Menanti Laporan Keuangan dan Keputusan The Fed
Kontrak berjangka saham AS menguat setelah harga minyak terkoreksi menyusul meredanya ketegangan antara AS dan Iran pada akhir pekan. Meski demikian, pasar tetap berhati-hati karena kelompok Houthi di Yaman dilaporkan masih melancarkan serangan terhadap fasilitas di Arab Saudi sehingga risiko gangguan pasokan energi belum sepenuhnya hilang.
Selain keputusan The Fed, investor juga akan mencermati laporan keuangan sejumlah perusahaan besar seperti Apple, Microsoft, Meta Platforms, Visa, Exxon Mobil, Starbucks, Ford, dan PayPal. Kombinasi hasil kinerja emiten serta sinyal kebijakan moneter diperkirakan akan menjadi penggerak utama pasar global sepanjang pekan ini.
Prospek Harga Emas Senin | 27 Juli 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan upaya melanjutkan tren bullish setelah sebelumnya sempat terkoreksi menembus support 4.042 yang berdekatan dengan SMA 50 hingga menguji support 4.019. Namun, tekanan jual tidak berlanjut karena harga kembali berhasil bergerak di atas level 4.042. Pada awal perdagangan hari ini, emas dibuka dengan pembentukan gap di kisaran 4.050–4.085 dan melanjutkan kenaikan hingga mendekati resistance 4.104.
Selama harga mampu bertahan di atas support 4.042, peluang penguatan masih terbuka untuk menguji resistance 4.104. Apabila level tersebut berhasil ditembus, kenaikan berpotensi berlanjut menuju resistance 4.141 hingga 4.166. Sebaliknya, jika harga kembali turun di bawah 4.042, tekanan jual berpeluang membawa harga menguji support 4.019 dan 3.983. Sementara itu, indikator RSI yang berada di kisaran 54 menunjukkan momentum mulai menguat dan masih memberikan ruang bagi kenaikan lanjutan.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.104 R2 4.141 R3 4.166
S1 4.042 S2 4.019 S3 3.983
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.045 |
| Profit Target Level | 4.090 |
| Stop Loss Level | 4.010 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.140 |
| Profit Target Level | 4.105 |
| Stop Loss Level | 4.170 |
Prospek Harga US Oil Senin | 27 Juli 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish, namun pada perdagangan hari ini harga mengalami koreksi tajam dengan membentuk gap di kisaran 88,13–83,09. Koreksi tersebut sempat mendorong harga turun menembus SMA 50 yang berada di sekitar 83,88, tetapi tekanan jual tidak berlanjut sehingga harga kembali mampu bertahan di atas area tersebut. Ke depan, SMA 50 akan menjadi level kunci yang menentukan arah tren berikutnya.
Selama harga tetap bertahan di atas area 83,88, peluang rebound masih terbuka untuk menutup gap dan menguji resistance 87,27 hingga 89,63. Sebaliknya, apabila harga kembali menembus ke bawah SMA 50, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju support 81,22 hingga 77,88. Sementara itu, indikator RSI yang turun ke kisaran 43 menunjukkan momentum bullish melemah sehingga pergerakan harga masih berpotensi bergerak volatil dalam jangka pendek.
US Oil INTRADAY AREA
R1 87,27 R2 89,63 R3 93,58
S1 83,88 S2 81,22 S3 77,88
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 83,90 |
| Profit Target Level | 87,00 |
| Stop Loss Level | 81,20 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 87,20 |
| Profit Target Level | 84,00 |
| Stop Loss Level | 90,00 |
Baca analisa sebelumnya: Dolar AS Menguat di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, meski sebelumnya sempat menembus garis downtrend jangka menengah dan menguji resistance di area 4.104 hingga 4.166. Namun, kenaikan tersebut gagal dipertahankan sehingga harga kembali terkoreksi dan kini menguji area support 4.042 yang juga berdekatan dengan SMA 50.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan tren bullish setelah berhasil menembus resistance 84,53 yang kini beralih menjadi support dan bertepatan dengan area SMA 50. Harga kemudian melanjutkan penguatan hingga menguji resistance 93,58, namun mulai mengalami konsolidasi setelah reli yang cukup tajam.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan perbaikan setelah berhasil menembus garis downtrend jangka menengah yang selama ini membatasi kenaikan harga. Penembusan tersebut juga diikuti dengan pergerakan harga di atas SMA 50, sehingga mengindikasikan perubahan momentum menjadi lebih bullish. Saat ini area 4.084 menjadi support terdekat, sementara 4.042 merupakan support berikutnya yang bertepatan dengan area breakout.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish setelah berhasil menembus garis downtrend jangka menengah dan bergerak stabil di atas SMA 50. Kenaikan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir juga berhasil menembus resistance 84,53, sehingga level tersebut kini berubah menjadi support terdekat.
Pergerakan emas pada time frame H4 mulai menunjukkan perbaikan setelah berhasil menembus garis downtrend jangka menengah yang selama ini menahan kenaikan harga. Harga juga telah bergerak di atas SMA 50. Kondisi ini menjadikan area 4.042 sebagai support penting karena merupakan titik breakout yang bertepatan dengan SMA 50. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance 4.115 hingga 4.138. Jika resistance tersebut ditembus, harga berpotensi melanjutkan penguatan menuju area 4.180. Namun, jika harga kembali turun dan menembus support 4.042, koreksi berpotensi berlanjut menuju support 4.019 hingga 3.983.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish setelah sebelumnya berhasil menembus garis downtrend jangka menengah. Harga terus membentuk pola higher high dan higher low, yang mengindikasikan tren naik masih terjaga. Setelah berhasil menembus resistance 83,09, level tersebut kini menjadi support baru, sementara SMA 50 yang berada di kisaran 79,76 semakin memperkuat prospek bullish selama harga tetap bergerak di atasnya. Selama support 83,09 mampu dipertahankan, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance 86,28 hingga 88,61, dengan target berikutnya di area 91,43. Namun, jika harga kembali turun dan menembus support 83,09, koreksi berpotensi berlanjut menuju area SMA 50 di kisaran 79,76.
Pergerakan emas pada time frame H4 sempat rebound dari area support 3.942, namun kenaikannya tertahan di area SMA 50 yang juga bertepatan dengan garis downtrend jangka menengah, tepat di sekitar resistance 4.042. Kegagalan harga menembus area tersebut membuat tekanan jual kembali mendominasi.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish setelah berhasil menembus garis downtrend jangka menengah dan bergerak di atas SMA 50. Pada perdagangan sebelumnya, harga sempat menguat dengan pembukaan gap up hingga membentuk resistance baru di 84,52. Namun, kenaikan tersebut tidak bertahan lama sehingga harga terkoreksi untuk menutup gap di kisaran 82,00, bahkan sempat turun di bawah support 81,22 sebelum akhirnya ditutup kembali di atas level tersebut.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish. Setelah tertahan di area resistance 4.115–4.081 yang juga berdekatan dengan garis downtrend jangka menengah dan SMA 50, harga terus melemah hingga mendekati support 3.942. Emas kemudian sempat rebound dan membentuk resistance baru di 4.023, namun gagal melanjutkan kenaikan dan kembali bergerak turun, bahkan disertai gap pada pembukaan perdagangan awal pekan ini.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish setelah berhasil menembus garis downtrend jangka menengah dan bergerak di atas SMA 50. Setelah menembus resistance 77,79 yang kini berfungsi sebagai support, harga bergerak konsolidasi dalam rentang 77,79–81,22 sebelum akhirnya berhasil menembus resistance 81,22. Penguatan tersebut turut disertai gap pada pembukaan perdagangan awal pekan ini, yang mengindikasikan masih kuatnya tekanan beli.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari harga yang tetap bergerak di bawah garis downtrend jangka menengah serta berada di bawah SMA 50. Setelah gagal menembus area resistance 4.115, harga kembali melemah dan menembus support 4.014 yang kini beralih fungsi menjadi resistance.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish setelah berhasil menembus garis downtrend jangka menengah dan bergerak di atas SMA 50. Setelah menembus resistance 76,02 yang kini beralih fungsi menjadi support, harga melanjutkan kenaikan hingga menguji resistance 81,22.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, ditunjukkan oleh harga yang bergerak di bawah garis downtrend jangka menengah dan masih tertahan di bawah SMA 50. Setelah gagal menembus area resistance sekaligus garis tren turun di kisaran 4.115, tekanan jual kembali meningkat sehingga harga berbalik melemah.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 telah berbalik bullish setelah berhasil menembus garis downtrend jangka menengah dan bergerak di atas SMA 50. Penembusan resistance 76,02 mengonfirmasi perubahan tren. Level tersebut kini berfungsi sebagai area support yang cukup kuat. Setelah reli hingga menguji resistance 81,22, harga kini bergerak konsolidasi. Support terdekat berada di 77,79, sedangkan resistance terdekat berada di 81,22.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish karena harga bergerak di bawah garis downtrend jangka menengah dan SMA 50. Setelah sempat melemah hingga membentuk support baru di area 3.982, harga berhasil rebound dan menguji resistance 4.115. Namun, penguatan tersebut masih tertahan di area SMA 50 sehingga mengindikasikan bahwa kenaikan yang terjadi masih sebatas pullback dalam tren turun.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 mulai menunjukkan perubahan ke arah bullish setelah berhasil menembus garis downtrend jangka menengah dan resistance 76,02 yang kini beralih fungsi menjadi support. Penguatan tersebut mendorong harga naik hingga menguji resistance 81,22, sebelum bergerak konsolidasi di bawah level tersebut. Meski masih tertahan di area resistance, harga tetap bertahan di atas support 76,02 dan SMA 50, sehingga mengindikasikan momentum bullish masih terjaga.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang berada di bawah garis downtrend jangka menengah dan masih tertahan di bawah SMA 50. Setelah gagal bertahan di atas resistance 4.132, harga kembali melemah dan menembus support 4.072, yang kini menjadi area resistance terdekat. Pelemahan ini membuka peluang bagi emas untuk melanjutkan penurunan menuju support 3.972, dengan target berikutnya di 3.942 hingga 3.836 apabila tekanan jual semakin meningkat.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 mulai menunjukkan perubahan ke arah bullish setelah berhasil rebound dari area support 67,00 dan membentuk lower high yang diikuti dengan penembusan garis downtrend jangka menengah. Harga juga telah bergerak di atas SMA 50 dan berhasil menembus resistance 76,02, yang kini berpotensi menjadi area support terdekat. Selama mampu bertahan di atas level tersebut, US Oil berpeluang melanjutkan kenaikan menuju resistance 81,63, dengan target berikutnya di 85,55 hingga 88,61 apabila tekanan beli tetap terjaga.
