Ekspektasi kenaikan suku bunga kembali mendominasi pergerakan pasar keuangan global pada akhir pekan. Sentimen tersebut muncul di tengah optimisme terhadap negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong penguatan pasar saham global, namun sekaligus menekan harga emas sebagai aset safe haven.
Wall Street Cetak Rekor Baru
Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Jumat. Indeks Dow Jones mencatat rekor penutupan tertinggi baru, sementara S&P 500 membukukan kenaikan mingguan kedelapan berturut-turut. Dow Jones naik 294,04 poin atau 0,58% ke level 50.579,70. S&P 500 menguat 0,37% menjadi 7.473,47, sedangkan Nasdaq Composite bertambah 0,19% ke level 26.343,97.
Kenaikan saham masih ditopang oleh tingginya permintaan terhadap saham berbasis kecerdasan buatan atau AI. Selain itu, optimisme terkait potensi meredanya konflik Timur Tengah ikut meningkatkan minat risiko investor.
Bursa saham Eropa juga bergerak lebih tinggi. Indeks STOXX 600 naik 0,73% dan mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam tujuh pekan terakhir, dengan sektor teknologi menjadi pendorong utama.
Negosiasi AS-Iran Dorong Optimisme Pasar
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, mengatakan bahwa pembicaraan dengan Iran menunjukkan sedikit kemajuan, meskipun proses menuju kesepakatan damai masih membutuhkan waktu. Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyebut perbedaan antara kedua negara masih cukup besar. Kondisi tersebut membuat pasar tetap berhati-hati terhadap potensi gangguan pasokan energi global.
Pakistan juga terus mendorong upaya mediasi. Kepala militer Pakistan dilaporkan tiba di Teheran untuk membahas proposal penghentian konflik.
Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Menguat
Ekspektasi kenaikan suku bunga semakin meningkat setelah harga minyak dunia tetap bertahan di level tinggi. Investor khawatir kenaikan harga energi dapat mendorong inflasi lebih tinggi dan memaksa Federal Reserve mengambil kebijakan moneter lebih ketat.
Minyak mentah AS ditutup naik menjadi US$96,60 per barel, sedangkan Brent menguat ke US$103,54 per barel. Harga energi yang tinggi meningkatkan kekhawatiran terhadap biaya hidup dan tekanan inflasi global.
Pasar kini memperkirakan peluang sekitar 55% untuk kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin sebelum Oktober. Komentar terbaru dari Gubernur The Fed, Christopher Waller, turut memperkuat pandangan tersebut. Ia mengatakan bahwa bank sentral tidak lagi perlu mempertahankan bias pelonggaran kebijakan.
Dolar AS Stabil Dekati Puncak Enam Pekan
Indeks dolar AS bertahan dekat level tertinggi enam pekan terakhir. Pelaku pasar terus mencermati arah kebijakan moneter Federal Reserve di bawah kepemimpinan baru.
Kevin Warsh resmi dilantik sebagai Ketua The Fed pada Jumat. Investor kini menunggu sinyal kebijakan selanjutnya terkait inflasi dan suku bunga.
Indeks dolar naik tipis ke level 99,24. Sementara itu, euro melemah ke US$1,1611 dan dolar AS menguat terhadap yen Jepang ke level 159,13. Data terbaru menunjukkan inflasi inti Jepang melambat ke level terendah dalam empat tahun pada April. Kondisi ini membuat prospek kebijakan Bank of Japan semakin kompleks.
Harga Emas Turun untuk Minggu Kedua
Harga emas spot turun 0,78% ke US$4.506,47 per ounce pada perdagangan Jumat dan menuju penurunan mingguan kedua berturut-turut. Tekanan terhadap emas muncul karena ekspektasi kenaikan suku bunga mengurangi daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti emas. Selain itu, penguatan pasar saham global membuat sebagian investor mengalihkan dana ke aset berisiko.
Meski begitu, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah masih membatasi penurunan harga emas lebih dalam. Investor tetap memantau perkembangan negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran yang dapat memengaruhi arah pasar dalam jangka pendek.
Secara keseluruhan, ekspektasi kenaikan suku bunga menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar global akhir-akhir ini, terutama terhadap harga emas, dolar AS, dan pasar obligasi.
Prospek Harga Emas Senin | 25 Mei 2026
Pergerakan harga emas pada time frame H4 mulai menunjukkan sinyal rebound setelah dibuka gap up dan langsung menembus resistance 4.534, yang kini berubah menjadi area support terdekat. Harga saat ini sedang menguji resistance 4.571 yang juga berdekatan dengan SMA 50, sehingga area tersebut menjadi level penting untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas 4.571, maka momentum bullish berpotensi berlanjut menuju resistance 4.637 hingga 4.670.
Sebaliknya, jika kembali gagal menembus area SMA 50 di 4.571, harga berpotensi mengalami koreksi terbatas dengan support awal berada di 4.534, kemudian 4.491. RSI yang bergerak naik di atas level 50 turut mendukung potensi penguatan jangka pendek dan mengindikasikan mulai meningkatnya momentum beli.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.571 R2 4.673 R3 4.670
S1 4.534 S2 4.491 S3 4.453
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | Breakout 4.572 |
| Profit Target Level | 4.630 |
| Stop Loss Level | 4.530 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.635 |
| Profit Target Level | 4.590 |
| Stop Loss Level | 4.680 |
Prospek Harga US Oil Senin | 25 Mei 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 berada dalam tekanan bearish setelah harga gagal bertahan di atas support 95,02 dan kembali bergerak di bawah area SMA 50. Penurunan tajam terbaru juga membawa harga turun menjauhi resistance 96,90, sehingga memperkuat dominasi seller dalam jangka pendek. Saat ini harga mengarah ke support 88,57, dan jika level tersebut ditembus, tekanan turun berpotensi berlanjut menuju area support kuat 85,41 hingga 83,21 yang sebelumnya menjadi zona rebound penting.
RSI yang sudah turun ke bawah level 30 juga menunjukkan kondisi oversold, sehingga membuka peluang technical rebound dalam jangka pendek. Namun selama harga masih bergerak di bawah 95,02 dan SMA 50, potensi kenaikan diperkirakan masih terbatas dan cenderung dimanfaatkan sebagai peluang jual.
US Oil INTRADAY AREA
R1 95,02 R2 96,90 R3 99,32
S1 88,57 S2 85,41 S3 83,21
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 92,00 |
| Profit Target Level | 95,00 |
| Stop Loss Level | 88,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 95,020 |
| Profit Target Level | 92,00 |
| Stop Loss Level | 97,00 |
Baca analisa sebelumnya: Harga Emas Melemah Usai Optimisme Damai Iran
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Harga emas sempat mengalami rebound, namun penguatannya masih tertahan di resistance 4.589 sehingga belum mampu mengubah arah trend secara signifikan. Setelah gagal menembus area tersebut, harga kembali melemah dan membentuk low baru di sekitar 4.488 sebelum akhirnya rebound lagi dan bergerak naik mendekati resistance 4.589. Meski rebound masih berlangsung, pergerakan harga yang tetap berada di bawah SMA 50 serta trendline bearish menunjukkan bahwa tekanan turun masih mendominasi.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih cenderung bearish setelah harga gagal bertahan di atas area resistance 100,50 dan kembali bergerak di bawah SMA 50. Tekanan jual meningkat setelah harga beberapa kali gagal melanjutkan kenaikan menuju resistance 102,74 dan membentuk pelemahan bertahap dalam jangka pendek. RSI yang bergerak di bawah level netral juga menunjukkan momentum bullish mulai melemah.
Pergerakan harga emas pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish meskipun mulai menunjukkan tanda rebound jangka pendek setelah bertahan di atas support 4.453. Harga masih bergerak di bawah trendline menurun dan di bawah area moving average, sehingga tren turun masih mendominasi. Namun, RSI mulai bergerak naik dari area oversold yang mengindikasikan momentum pelemahan mulai berkurang.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 kini cenderung bearish setelah harga turun menembus support 100,50 sekaligus bergerak di bawah SMA 50. Breakdown tersebut mengindikasikan momentum bullish sebelumnya mulai melemah, sementara area 100,50 kini berubah fungsi menjadi resistance terdekat.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah harga kembali bergerak di bawah area moving average dan gagal bertahan di atas resistance 4.533–4.589. Momentum penurunan juga terlihat dari RSI yang turun mendekati area oversold, menunjukkan dominasi seller masih cukup kuat dalam jangka pendek.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga berhasil bertahan di atas area support 102,06 dan terus bergerak di atas moving average. Momentum kenaikan juga terlihat dari RSI yang berada di atas level 60, menandakan minat beli masih cukup dominan.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah harga gagal bertahan di atas area resistance 4.646–4.670 dan kembali turun menembus support minor. Saat ini harga sedang mencoba rebound dari area demand 4.475–4.525, yang juga menjadi support penting dalam beberapa pekan terakhir. Selama harga masih mampu bertahan di atas area tersebut, peluang rebound jangka pendek masih terbuka untuk menguji resistance 4.605, kemudian 4.646.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga berhasil bertahan di atas SMA 50 dan kembali bergerak naik mendekati area resistance 102,40. Momentum kenaikan masih cukup terjaga dengan RSI yang bergerak di atas level netral, sehingga peluang penguatan lanjutan masih terbuka selama harga mampu bertahan di atas support 100,50. Jika resistance 102,40 berhasil ditembus, harga berpotensi melanjutkan kenaikan menuju 105,25, kemudian 107,34.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish setelah harga turun menembus support 4.605 dan bergerak di bawah SMA 50, yang menandakan tekanan jual masih mendominasi. Indikator RSI juga turun ke area oversold di kisaran 25 sehingga membuka peluang terjadinya rebound jangka pendek.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga berhasil bergerak di atas SMA 50 dan menembus resistance 100,50, yang kini berubah fungsi menjadi support. Penguatan ini juga didukung oleh indikator RSI yang naik ke kisaran 65, menandakan momentum beli masih cukup kuat meskipun mulai mendekati area overbought.
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat masih berada dalam tekanan bearish setelah harga gagal bertahan di atas area resistance 4684 dan kembali bergerak di bawah garis SMA 50. Pelemahan ini membuka peluang penurunan lanjutan menuju support 4618, kemudian 4586 hingga 4560 jika tekanan jual semakin kuat.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat masih berada dalam tekanan bearish setelah harga gagal mempertahankan kenaikan di atas area resistance 98,98 – 100,50 dan kembali bergerak di bawah garis SMA 50. Koreksi ini juga terjadi setelah harga menembus garis uptrend jangka pendek, sehingga membuka peluang pelemahan lanjutan menuju support 95,02, kemudian 93,67 hingga 91,84.
Pergerakan emas di time frame H4 terlihat masih bergerak sideways di area konsolidasi setelah sebelumnya rebound dari support 4.560. Harga saat ini bergerak di sekitar SMA 50 dan mencoba bertahan di atas resistance 4.660 yang kini menjadi support terdekat. Jika mampu bertahan di atas area tersebut, emas berpeluang melanjutkan kenaikan untuk menguji resistance 4730, kemudian 4.770 hingga 4.833.
Pergerakan US Oil di time frame H4 terlihat mulai kehilangan momentum bullish setelah gagal bertahan di atas resistance 100,50 dan kembali bergerak di bawah SMA 50. Koreksi juga terjadi setelah harga menembus garis uptrend jangka pendek, yang membuka peluang pelemahan lebih lanjut menuju support 93,67. Jika tekanan bearish berlanjut, harga berpotensi turun menguji support berikutnya di 91,84 hingga 89,72.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish setelah berhasil rebound dan bertahan di atas area support 4.660, sekaligus bergerak di atas SMA 50. RSI yang berada di sekitar level 55 juga mengindikasikan momentum kenaikan masih cukup terjaga.
Pergerakan US Oil di time frame H4 sebelumnya sempat menguat setelah breakout di atas SMA 50 dan resistance 99,13, bahkan mencetak high baru di sekitar 102,62. Namun pada pembukaan market hari ini, harga langsung dibuka gap down dan kembali bergerak di bawah SMA 50 serta menembus up trend line yang sebelumnya menopang kenaikan.
Harga emas berhasil rebound setelah bertahan di atas support 4.660 dan kini kembali menguji resistance 4.770. Jika mampu breakout di atas level tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk melanjutkan penguatan menuju resistance 4.833 hingga 4.890. Namun, selama resistance 4.770 belum ditembus secara meyakinkan, harga masih berisiko mengalami koreksi terbatas untuk menguji support terdekat di 4.696.
Harga US Oil sempat rebound, namun penguatan masih tertahan di bawah SMA 50 serta area resistance 99,13 hingga 101,46. Kegagalan menembus area tersebut menunjukkan momentum bullish masih belum cukup kuat, sehingga harga berisiko kembali bergerak melemah dalam jangka pendek.
