Market Summary
Peluang trading EUR/USD terlihat pada awal perdagangan pekan ini ketika pasangan mata uang tersebut bergerak menguat ke area 1,1630. EUR/USD bangkit dari level terendah tujuh minggu di sekitar 1,1585 seiring melemahnya dolar AS. Pasar menilai ketidakpastian kebijakan dagang Amerika Serikat sebagai faktor utama pelemahan dolar.
Presiden AS Donald Trump kembali memicu gejolak setelah mengancam tarif tambahan 10% terhadap sejumlah negara Eropa. Kebijakan ini meningkatkan kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi AS.
Ancaman Tarif Trump Picu Sentimen Risk-off Global
Ancaman tarif terhadap Jerman, Prancis, Inggris, dan beberapa negara Eropa lainnya mendorong sentimen risk-off di pasar keuangan global. Investor beralih ke aset safe haven seperti yen Jepang dan franc Swiss. Indeks dolar melemah menuju level 99 setelah sebelumnya mencatat penguatan multi-pekan.
Tekanan terhadap dolar membuka ruang bagi euro untuk menguat. Kondisi ini menjaga peluang trading EUR/USD tetap menarik di tengah meningkatnya volatilitas pasar.
Sikap Uni Eropa Bantu Menopang Euro
Pejabat Uni Eropa menunjukkan sikap tegas terhadap ancaman AS. Menteri Keuangan Jerman Lars Klingbeil menegaskan Eropa tidak akan menerima tekanan terkait Greenland. Prancis juga menyatakan dukungan penuh kepada Denmark dan Greenland.
Pasar merespons sikap tersebut dengan relatif tenang. Euro tetap stabil dan mencatat kenaikan terbatas. Pada sesi Eropa, EUR/USD bergerak naik sekitar 0,2%.
Agenda Ekonomi dan Sentimen Pasar Pekan Ini
Fokus pelaku pasar tertuju pada rilis final Harmonised Index of Consumer Prices (HICP) Zona Euro. Data inflasi ini menjadi indikator penting bagi arah kebijakan Bank Sentral Eropa. Dari Amerika Serikat, kalender ekonomi relatif sepi akibat libur Martin Luther King Jr. Day.
Namun, perhatian investor akan meningkat menjelang rilis Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal ketiga dan indeks harga PCE pada Kamis. Selain itu, Forum Ekonomi Dunia di Davos menjadi sorotan utama, terutama pidato Presiden Trump yang berpotensi memengaruhi sentimen global.
Euro Diuntungkan dari Ketidakpastian Kebijakan AS
Ketidakpastian kebijakan dagang AS kembali menekan kepercayaan terhadap dolar. Sejumlah analis menilai kondisi ini mendukung penguatan euro, meski ketegangan geopolitik masih berlanjut. Dengan latar belakang tersebut, peluang trading EUR/USD tetap terbuka selama sentimen pasar cenderung menghindari risiko dan fokus pada stabilitas kawasan Eropa.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD masih cenderung bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.1600. Selama harga bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan tetap terbuka dengan resistance terdekat di 1.1640. Jika harga mampu menembus area ini, kenaikan lanjutan berpeluang mengarah ke resistance berikutnya di kisaran 1.1660–1.1675.
Sebagai skenario alternatif, Trading Central menilai bahwa penurunan harga ke bawah level 1.1600 dapat membuka ruang pelemahan lanjutan. Dalam kondisi tersebut, EUR/USD berpotensi menguji area support di kisaran 1.1589–1.1565.
Resistance 1: 1.1640 Resistance 2: 1.1660 Resistance 3: 1.1675
Support1: 1.1600 Support 2: 1.1580 Support 3: 1.1565
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Pada timeframe H4, harga emas masih berada dalam tren naik yang solid setelah berhasil menembus resistance 4.640 dan bergerak di atas SMA 50, yang menegaskan dominasi buyer. Pembukaan gap up di area 4.592 menjadi sinyal lanjutan momentum bullish, dengan zona 4.592–4.640 kini berperan sebagai support penting selama harga tidak kembali menutup gap tersebut.
Pada pembukaan pasar, harga US Oil dibuka gap down di 58,74 dari penutupan sebelumnya di 59,21 dan sempat menembus support 58,69. Tekanan jual tidak berlanjut karena harga mampu bertahan dan memantul dari area tersebut, sehingga pergerakan selanjutnya hampir menutup gap yang terbentuk. Selama harga bertahan di atas support 58,69, peluang pemulihan tetap terbuka dengan potensi kenaikan menuju resistance 59,88, kemudian 60,56.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan silver pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish. Level pivot berada di area 92,50. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, peluang penurunan tetap terbuka. Area support berikutnya berada di kisaran 89,40 hingga 86,30.
Pergerakan emas pada grafik H4 masih berada dalam struktur tren naik yang jelas setelah bergerak konsisten di atas garis trendline bullish jangka menengah dan SMA 50 yang kini berfungsi sebagai support dinamis. Kenaikan kuat sebelumnya membawa harga menembus area 4.500 dan bergerak ke zona 4.600, namun setelah itu pergerakan mulai melambat dan membentuk fase konsolidasi di kisaran 4.550–4.640, yang menandakan pasar sedang melakukan penyesuaian momentum.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan perubahan struktur pasar setelah reli tajam dari area 56,73 yang membawa harga menembus SMA 50 dan resistance 58,44 hingga mencapai puncak di sekitar 62,18. Namun, kenaikan tersebut diikuti koreksi cepat yang menekan harga kembali ke area 58,6–59,0, menandakan munculnya aksi ambil untung setelah pergerakan naik yang terlalu agresif.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bearish, dengan level pivot di 1.3455. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut untuk menguji area support di 1.3415 hingga 1.3370.
Pergerakan emas pada grafik H4 masih menunjukkan tren bullish karena harga bergerak stabil di atas garis uptrend dan SMA 50, namun momentum kenaikan mulai melambat. Harga membentuk higher high di area 4.640–4.650, sementara RSI justru mencatat lower high, sehingga mengonfirmasi terbentuknya bearish divergence yang memberi sinyal potensi koreksi jangka pendek.
Saat ini US Oil menembus garis downtrend jangka menengah dan bergerak stabil di atas SMA 50 di kisaran 58,47. Kondisi ini mengonfirmasi perubahan struktur pasar ke arah bullish. Harga kemudian reli hingga menembus area 62,00, sebelum terkoreksi tajam dan membentuk long black candlestick yang menandakan kembalinya tekanan jual.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bullish dengan level pivot di 4.595. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance di 4.655, kemudian 4.675, hingga 4.695.
Pergerakan emas pada grafik H4 masih bergerak dalam tren naik yang terjaga, terlihat dari posisi harga yang tetap berada di atas garis SMA 50 serta di atas trendline naik jangka menengah. Setelah mencetak rekor baru di area 4.630, harga mengalami koreksi terbatas dan saat ini terlihat menguji kembali area support dinamis di sekitar trendline naik sekaligus zona 4.550.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan penguatan signifikan setelah menembus garis resistance downtrend jangka menengah. Kondisi ini mengindikasikan perubahan struktur pasar dari bearish ke bullish. Kenaikan mendorong harga bergerak stabil di atas area 60,00 dan mendekati resistance 61,26. Posisi harga yang telah berada di atas SMA 50 turut memperkuat momentum kenaikan.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan harga perak masih berpeluang bullish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 83,45. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, potensi penguatan diperkirakan berlanjut dengan resistance terdekat di 86,20. Jika level ini berhasil ditembus, maka peluang kenaikan lanjutan terbuka menuju area resistance 86,90–87,80.
Pergerakan emas pada timeframe H4 masih menunjukkan tren naik yang solid, dengan harga bertahan di atas garis trendline naik dan SMA 50 yang kini berperan sebagai support dinamis. Setelah mencetak high baru di area 4.630, harga terlihat mengalami koreksi sehat dan bergerak turun mendekati area support 4.550–4.500, yang juga berdekatan dengan trendline naik, sehingga zona ini menjadi area krusial untuk menjaga kelanjutan tren bullish.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan perubahan struktur yang lebih positif setelah harga berhasil menembus resistance trendline turun di area 58,84. Level 58,84 yang sebelumnya menjadi resistance kini beralih fungsi sebagai support terdekat, sehingga selama harga mampu bertahan di atas area ini, bias bullish jangka pendek tetap terjaga. Kenaikan harga juga didukung oleh posisi harga yang sudah bergerak di atas SMA 50, menandakan momentum penguatan mulai terbentuk.
