Market Summary
Peluang trading silver kembali menarik perhatian pelaku pasar menjelang rilis data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat. Harga silver (XAG/USD) melemah tipis pada Rabu ini dan diperdagangkan di kisaran $58,50 setelah gagal menembus level $59,00 pada Selasa. Sentimen pasar yang lesu akibat eskalasi ketegangan di Iran menekan logam mulia ini, meski pelemahan indeks dolar AS (DXY) seharusnya memberi angin segar bagi harga silver.
Sentimen Iran Tekan Harga Silver
Selera risiko investor tetap tertekan seiring meningkatnya ketegangan di Iran. Militer AS kembali memblokade Selat Hormuz bagi kapal-kapal Iran. Presiden AS Donald Trump bahkan mengancam akan menyasar infrastruktur sipil seperti pembangkit listrik dan jembatan. “Kami tidak akan ragu menargetkan fasilitas vital jika provokasi terus berlanjut,” tegasnya. Teheran pun membalas dengan ancaman penutupan jalur energi lain. Harga minyak stabil mendekati level tertinggi dalam sebulan, sementara logam mulia justru tertekan akibat sentimen pasar yang memburuk.
Dolar AS Melemah Usai Data Inflasi Turun
Indeks dolar melemah di bawah level 101 pada Rabu, mencatat pelemahan dua hari beruntun setelah data inflasi AS keluar lebih lemah dari perkiraan. Ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat pun mereda. Tingkat inflasi tahunan AS turun menjadi 3,5% pada Juni dari 4,2% pada Mei, jauh di bawah proyeksi 3,8%. Harga minyak yang lebih rendah membantu meredakan inflasi energi. Harga konsumen bahkan turun 0,4% dari bulan sebelumnya, penurunan bulanan pertama sejak 2020.
Ketua The Fed Kevin Warsh Tegaskan Komitmen Stabilitas Harga
Ketua The Fed, Kevin Warsh, mempertahankan nada hawkish dalam testimoni kongres perdananya. Ia menegaskan bahwa bank sentral tidak akan mentoleransi tekanan inflasi yang persisten. “The Fed akan terus berkomitmen memulihkan stabilitas harga,” ujarnya dalam testimoni Selasa lalu. Meski demikian, pernyataan tersebut gagal mengangkat nilai tukar dolar AS. Warsh juga tidak memberikan sinyal kebijakan yang lebih agresif ke depan. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September berada di kisaran 50%, seiring ketegangan AS-Iran yang kembali mendorong harga minyak naik.
Proyeksi Data PPI AS Bulan Juni
Data PPI AS untuk Juni 2026 diperkirakan stagnan, menjadi pembacaan bulanan terlemah dalam sepuluh bulan terakhir. Sebelumnya, PPI naik 1,1% pada dua bulan berturut-turut. Penurunan harga energi pasca gencatan senjata antara AS dan Iran menjadi pendorong utama moderasi ini. PPI inti, yang mengeluarkan komponen pangan dan energi, diproyeksikan naik 0,4% pada Juni, sama seperti Mei. Secara tahunan, inflasi produsen headline diperkirakan melambat menjadi 6,2% dari 6,5%, penurunan pertama dalam delapan bulan setelah mencapai level tertinggi sejak November 2022. Sebaliknya, inflasi produsen inti tahunan diprediksi justru naik menjadi 5,2% dari 4,9%, level tertinggi sejak Desember 2022.
Peluang Trading Silver Jelang Rilis PPI
Peluang trading silver hari ini bergantung pada dua kekuatan yang saling berlawanan. Di satu sisi, pelemahan dolar AS dan ekspektasi kenaikan suku bunga yang mereda mendukung penguatan harga logam mulia. Di sisi lain, ketegangan geopolitik Iran terus menekan selera risiko pasar. Trader perlu mencermati rilis data PPI AS karena angka inflasi produsen yang melambat berpotensi memperkuat argumen dovish terhadap kebijakan The Fed. Jika data PPI keluar lebih rendah dari ekspektasi, harga silver berpeluang menguji kembali level $59,00. Sebaliknya, data yang lebih panas dapat menambah tekanan jual pada logam mulia ini.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan XAG/USD pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot berada di 59,00. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih berpotensi berlanjut dengan target penurunan ke area support di 57,80, kemudian 57,30, hingga 56,80.
Sebagai skenario alternatif, apabila harga berhasil menembus dan bergerak di atas level 59,00, maka peluang penguatan terbuka untuk menguji area resistance di 59,30 hingga 59,65.
Resistance 1: 59,00 Resistance 2: 59,30 Resistance 3: 59,65
Support1: 57,80 Support 2: 37,30 Support 3: 56,80
Baca juga: Peluang Trading EUR/USD Menjelang Data CPI AS
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.






Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish karena harga bergerak di bawah garis downtrend jangka menengah dan SMA 50. Setelah sempat melemah hingga membentuk support baru di area 3.982, harga berhasil rebound dan menguji resistance 4.115. Namun, penguatan tersebut masih tertahan di area SMA 50 sehingga mengindikasikan bahwa kenaikan yang terjadi masih sebatas pullback dalam tren turun.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 mulai menunjukkan perubahan ke arah bullish setelah berhasil menembus garis downtrend jangka menengah dan resistance 76,02 yang kini beralih fungsi menjadi support. Penguatan tersebut mendorong harga naik hingga menguji resistance 81,22, sebelum bergerak konsolidasi di bawah level tersebut. Meski masih tertahan di area resistance, harga tetap bertahan di atas support 76,02 dan SMA 50, sehingga mengindikasikan momentum bullish masih terjaga.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot berada di 1.1410. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih berlanjut dengan target penurunan menuju area support 1.1375, kemudian 1.1355, hingga 1.1340.

Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang berada di bawah garis downtrend jangka menengah dan masih tertahan di bawah SMA 50. Setelah gagal bertahan di atas resistance 4.132, harga kembali melemah dan menembus support 4.072, yang kini menjadi area resistance terdekat. Pelemahan ini membuka peluang bagi emas untuk melanjutkan penurunan menuju support 3.972, dengan target berikutnya di 3.942 hingga 3.836 apabila tekanan jual semakin meningkat.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 mulai menunjukkan perubahan ke arah bullish setelah berhasil rebound dari area support 67,00 dan membentuk lower high yang diikuti dengan penembusan garis downtrend jangka menengah. Harga juga telah bergerak di atas SMA 50 dan berhasil menembus resistance 76,02, yang kini berpotensi menjadi area support terdekat. Selama mampu bertahan di atas level tersebut, US Oil berpeluang melanjutkan kenaikan menuju resistance 81,63, dengan target berikutnya di 85,55 hingga 88,61 apabila tekanan beli tetap terjaga.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan XAU/USD pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish dengan level pivot di 4.095. Selama harga bergerak dan bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih berlanjut dengan target penurunan menuju area support 4.045, kemudian 4.025, hingga 4.000.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari harga yang bergerak di bawah garis downtrend jangka menengah dan SMA 50. Setelah gagal menembus area resistance sekaligus trendline di kisaran 4.134–4.180, tekanan jual kembali meningkat sehingga harga berbalik melemah.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 mulai menunjukkan sinyal pemulihan setelah berhasil rebound dari area support 67,00 dan menembus SMA 50. Namun, kenaikan tersebut masih tertahan oleh garis downtrend jangka menengah yang telah menjadi resistance dinamis sejak pertengahan Mei, sehingga harga kembali mengalami koreksi. Selama harga masih mampu bertahan di atas support 69,18 sekaligus SMA 50, peluang untuk kembali menguji area downtrend dan resistance 76.02 masih terbuka.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central melihat bahwa pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bearish dengan level pivot berada di 72,50. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih berlanjut dengan potensi menguji area support di 70,70, kemudian 70,10, hingga 69,40.

