Wall Street Menguat Setelah AS dan Iran Sepakati Perdamaian
Wall Street menguat pada awal pekan setelah Amerika Serikat dan Iran mengumumkan kesepakatan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama empat bulan. Kabar tersebut langsung meningkatkan optimisme pasar karena membuka jalan bagi normalisasi pasokan energi global dan meredakan kekhawatiran terhadap gangguan distribusi minyak dunia.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran telah rampung. Ia mengizinkan pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa biaya tambahan bagi kapal-kapal yang melintas dan mencabut blokade angkatan laut Amerika Serikat. Trump juga mengatakan bahwa jalur pelayaran tersebut akan kembali dibuka pada Jumat untuk mendukung proses pembersihan ranjau.
Dari pihak Iran, Kazem Gharibabadi mengonfirmasi bahwa kedua negara telah mencapai kesepakatan damai yang mencakup penghentian konflik di seluruh front. Ia menambahkan bahwa negosiasi menuju perjanjian permanen akan dimulai dalam waktu 60 hari.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, turut membenarkan adanya kesepakatan tersebut. Menurutnya, diskusi awal akan menjadi landasan bagi pembahasan teknis dan proses penandatanganan resmi.
Harga Minyak Jatuh Setelah Prospek Pembukaan Selat Hormuz
Pasar energi merespons positif kabar perdamaian tersebut. Harga minyak Brent turun 3,8% ke bawah USD84 per barel, level terendah sejak awal Maret ketika konflik mulai memanas. Sementara itu, minyak WTI melemah 4,3% ke sekitar USD81 per barel.
Penurunan harga minyak terjadi karena investor memperkirakan pasokan energi global akan kembali lancar setelah Selat Hormuz dibuka. Jalur pelayaran strategis tersebut menampung sekitar 20% perdagangan minyak dunia setiap hari dan telah ditutup sejak perang dimulai pada 28 Februari.
Penutupan Selat Hormuz sebelumnya mendorong kenaikan biaya energi, pupuk berbasis gas, serta berbagai kebutuhan industri lainnya. Kondisi tersebut turut memberikan tekanan terhadap inflasi dan aktivitas ekonomi global.
Wall Street Menguat, Russell 2000 Cetak Rekor
Selain mendorong penurunan harga minyak, kesepakatan damai juga mengangkat sentimen di pasar saham. Kontrak berjangka S&P 500, Dow Jones Industrial Average, dan Nasdaq bergerak lebih tinggi menjelang pembukaan perdagangan.
Wall Street menguat karena pelaku pasar menilai berakhirnya konflik dapat mengurangi risiko terhadap pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Kontrak berjangka Russell 2000 yang mewakili saham-saham berkapitalisasi kecil bahkan mencetak rekor tertinggi baru pada perdagangan Minggu malam.
Meningkatnya minat terhadap aset berisiko menunjukkan bahwa investor mulai mengurangi kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi yang selama beberapa bulan terakhir menjadi sumber volatilitas pasar.
Tantangan Masih Mengintai Implementasi Kesepakatan
Meskipun pasar menyambut positif kabar tersebut, sejumlah tantangan masih dapat menghambat implementasi kesepakatan. Banyak kapal masih tertahan di kedua sisi Selat Hormuz sehingga proses normalisasi arus perdagangan kemungkinan membutuhkan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.
Selain itu, kantor berita Fars melaporkan bahwa Iran berencana mengatur lalu lintas maritim di kawasan Teluk bersama otoritas Oman. Langkah tersebut berpotensi menimbulkan perdebatan baru karena pembukaan penuh Selat Hormuz menjadi salah satu syarat utama yang diinginkan Washington dalam kesepakatan tersebut.
Ketidakpastian juga masih terlihat dari perkembangan geopolitik di kawasan. Serangan Israel ke Lebanon pada akhir pekan memunculkan kekhawatiran bahwa ketegangan regional dapat kembali meningkat dan mengganggu proses perdamaian yang sedang berlangsung.
Inflasi dan Harga Bensin Tetap Menjadi Perhatian
Meski harga minyak turun tajam, pasar masih menunggu dampaknya terhadap inflasi Amerika Serikat. Sebelum kesepakatan tercapai, lonjakan harga energi telah memicu salah satu guncangan pasokan terbesar dalam sejarah modern.
Data terbaru menunjukkan inflasi konsumen Amerika Serikat naik 4,2% secara tahunan pada Mei dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak April 2023. Secara bulanan, inflasi juga meningkat 0,5%.
Pelaku pasar berharap penurunan harga minyak dapat membantu menekan biaya energi dan memperlambat laju inflasi dalam beberapa bulan mendatang. Namun, arah selanjutnya akan sangat bergantung pada keberhasilan implementasi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Harga Emas Tetap Menguat
Di tengah membaiknya sentimen risiko, harga emas justru masih mencatat kenaikan. Logam mulia tersebut naik 1,41% menjadi USD4.281,39 per troy ons.
Meskipun harga emas telah terkoreksi sekitar 5,86% dalam satu bulan terakhir, nilainya masih melonjak lebih dari 26% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa investor masih mempertahankan sebagian eksposur terhadap aset safe haven sambil menunggu kepastian mengenai implementasi kesepakatan dan perkembangan geopolitik di Timur Tengah.
Dengan demikian, Wall Street menguat dan harga minyak melemah tajam karena pasar menyambut peluang berakhirnya konflik di Timur Tengah. Namun, investor masih perlu mencermati perkembangan di lapangan karena keberhasilan kesepakatan akan menjadi faktor utama yang menentukan arah pasar global dalam beberapa pekan mendatang.
Prospek Harga Emas Senin | 15 Juni 2026
Harga emas rebound setelah pembukaan dengan gap up dan berhasil kembali menembus area 4.235 yang sebelumnya menjadi resistance. Area tersebut kini beralih fungsi menjadi support dan menjadi level penting yang perlu dipertahankan untuk menjaga momentum kenaikan. Gap yang terbentuk saat pembukaan juga masih belum tertutup, sehingga selama harga bertahan di atas 4.235 dan tidak kembali mengisi gap tersebut, peluang gap berkembang menjadi runaway gap tetap terbuka.
Momentum rebound didukung oleh RSI yang naik mendekati level 60, sementara target kenaikan berikutnya berada di area SMA 50 di sekitar 4.312. Sebaliknya, jika harga kembali turun di bawah 4.235 dan mulai mengisi gap yang terbentuk, maka peluang kenaikan lanjutan akan berkurang dan tekanan jual berpotensi kembali meningkat.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.312 R2 4.364 R3 4.423
S1 4.235 S2 4.170 S3 4.118
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | Breakout 4.312 |
| Profit Target Level | 4.360 |
| Stop Loss Level | 4.265 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.360 |
| Profit Target Level | 4.315 |
| Stop Loss Level | 4.380 |
Prospek Harga US Oil Senin | 15 Juni 2025
Pergerakan US Oil masih berada dalam tren bearish setelah gagal bertahan di atas resistance 85,93, yang sebelumnya merupakan area support penting. Tekanan jual kemudian berlanjut hingga menembus support 81,63, sehingga level tersebut kini juga beralih fungsi menjadi resistance.
Saat ini harga sedang menguji support 78,97 dengan RSI yang telah memasuki area oversold, mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai berlebihan. Jika support 78,97 ditembus, penurunan berpotensi berlanjut menuju 76,72, bahkan membuka peluang pelemahan lebih dalam ke area 74,93. Namun, jika 78,97 mampu bertahan, harga berpeluang melakukan rebound untuk menguji resistance 81,63, diikuti resistance berikutnya di 83,60 dan 85,93. Meski demikian, selama harga masih bergerak di bawah level-level resistance tersebut, tren bearish tetap menjadi skenario yang dominan.
US Oil INTRADAY AREA
R1 81,63 R2 83,60 R3 85,93
S1 78,97 S2 76,72 S3 74,93
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 76,80 |
| Profit Target Level | 78,80 |
| Stop Loss Level | 74,80 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | Breakout 78,90 |
| Profit Target Level | 75,00 |
| Stop Loss Level | 83,90 |
Baca analisa sebelumnya: Wall Street Melonjak Saat Harapan Damai Iran Menguat
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai GBP/USD masih bergerak dalam tren bullish pada time frame H4 dengan level pivot berada di 1.3375. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka menuju resistance terdekat di 1.3435. Jika berhasil menembus area tersebut, penguatan berpotensi berlanjut ke 1.3460 hingga 1.3480.
Pergerakan emas pada grafik H4 menunjukkan upaya rebound setelah sempat menyentuh support kuat di 4.019. Penguatan yang terjadi dalam beberapa sesi terakhir berhasil mendorong harga menembus area 4.116 dan 4.187, sehingga kedua level tersebut kini berubah fungsi menjadi support yang dapat menjadi pijakan bagi kelanjutan kenaikan.
Pergerakan US Oil masih berada dalam tren bearish pada grafik H4, terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah SMA 50 serta masih berada di bawah descending trendline yang telah terbentuk sejak akhir April. Tekanan jual kembali meningkat setelah harga menembus support 88,61 dan 85,93, sehingga kedua level tersebut kini beralih fungsi menjadi resistance yang berpotensi membatasi setiap upaya kenaikan.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan harga perak pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot berada di 64,90. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual masih berpotensi berlanjut untuk menguji area support di 62,40, kemudian 61,45, dan selanjutnya 60,00.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah berhasil memantul dari area support 89,63. Kenaikan terbaru membawa harga kembali bergerak di atas SMA 50. Kondisi ini mengindikasikan tekanan jual mulai mereda dan momentum bullish jangka pendek mulai terbentuk. Selain itu, RSI naik ke atas level 60. Pergerakan tersebut menunjukkan peningkatan kekuatan beli dan mendukung peluang kenaikan lanjutan.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat pergerakan harga emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish dengan level pivot di 4.220. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut dengan target penurunan menuju support terdekat di 4.140.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih cenderung bearish setelah gagal mempertahankan kenaikan di atas area 91,10 dan kembali bergerak di bawah SMA 50. Selain itu, harga juga masih berada di bawah descending trendline yang membatasi pergerakan naik sejak akhir April, menandakan bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar.
Dari perspektif teknikal, Trading Central menilai pergerakan USD/JPY masih cenderung bullish pada time frame H4 dengan pivot berada di level 160,00. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, pasangan mata uang ini berpotensi melanjutkan kenaikan menuju resistance 160,40, diikuti 160,55 dan 160,65.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish setelah harga menembus support 4.423 dan 4.366, serta bergerak di bawah SMA 50 dan descending trendline. Tekanan jual sempat mendorong harga turun ke zona support 4.300–4.260 sebelum muncul rebound terbatas.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih cenderung bearish karena harga bergerak di bawah SMA 50 dan tetap berada di bawah descending trendline yang membatasi pergerakan naik sejak akhir April. Setelah sempat menguat menguat tajam, harga kemudian mengalami koreksi dan berhasil menutup gap di area 90,08, sebelum kembali bergerak di bawah SMA 50.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central melihat bahwa pergerakan US Oil berpotensi melanjutkan penguatannya pada time frame H4, dengan level pivot di 92,45. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance terdekat di 95,80. Jika berhasil menembus area tersebut, harga berpotensi melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya di 97,00 hingga 98,10.
