FLASH NEWS
Economic News & Analysis
Indeks saham utama Amerika Serikat mencatatkan kenaikan pada Kamis, dipimpin oleh sektor teknologi yang menjadi penggerak utama Wall Street. Investor tetap waspada sambil menanti perkembangan lebih lanjut dalam konflik perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Sementara itu, dollar AS melemah setelah sebelumnya mengalami penguatan.
Sektor teknologi dalam indeks S&P 500 melonjak 3,5%, menjadi sektor dengan kinerja terbaik pada hari itu. Saham Alphabet, perusahaan induk Google, naik lebih dari 3% dalam perdagangan setelah jam kerja, didorong oleh hasil laporan keuangan kuartal pertama yang melampaui ekspektasi analis. Saham ini juga ditutup naik 2,5% pada sesi reguler. Di sisi lain, beberapa laporan kinerja perusahaan teknologi lainnya masih dinanti.
Presiden AS, Donald Trump, mengonfirmasi bahwa pembicaraan perdagangan dengan Tiongkok sedang berlangsung, meskipun ada klaim dari pihak Beijing yang menyatakan sebaliknya. Beijing kembali menuntut pencabutan tarif AS jika Amerika benar-benar ingin menyelesaikan konflik ini. Sementara itu, Gedung Putih menyatakan kesediaannya untuk mempertimbangkan pengurangan tarif yang luas.
Perang tarif yang dipimpin oleh Trump telah menciptakan volatilitas signifikan di pasar. Perusahaan-perusahaan di berbagai industri melaporkan kenaikan harga dan ketidakpastian terkait dampak kebijakan perdagangan terhadap prospek bisnis mereka. Beberapa perusahaan besar, seperti Unilever, menyebutkan melemahnya kepercayaan konsumen di AS, sementara saham IBM mengalami tekanan setelah kontrak pemerintahnya terpangkas akibat kebijakan pemotongan biaya.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 486,83 poin (1,23%) ke 40.093,40, S&P 500 melonjak 108,91 poin (2,03%) ke 5.484,77, dan Nasdaq Composite menguat 457,99 poin (2,74%) ke 17.166,04. Indeks global MSCI juga mencatat kenaikan 1,44%, sementara indeks pan-Eropa STOXX 600 naik 0,36%. Di Asia, indeks Nikkei Jepang menambahkan 0,5%.
Data ekonomi menunjukkan peningkatan kecil dalam jumlah klaim pengangguran baru di AS, mengindikasikan pasar tenaga kerja tetap tangguh. Namun, hasil lelang obligasi pemerintah menunjukkan minat yang bervariasi. Yield obligasi 10 tahun AS turun 7,8 basis poin menjadi 4,309%, mencerminkan harapan akan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve pada bulan Juni.
Di pasar mata uang, dollar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya, termasuk euro yang naik 0,63% menjadi $1,1383, dan yen Jepang yang menguat 0,58% ke 142,61 per dollar. Harga emas naik 1,4% ke $3.333,90 per ons, sementara harga minyak mentah juga menunjukkan penguatan. Brent crude naik 0,7% ke $66,55 per barel, dan West Texas Intermediate (WTI) naik 0,8% ke $62,79 per barel. Kenaikan harga minyak didorong oleh pelemahan dollar AS, potensi peningkatan produksi OPEC+, serta berbagai faktor ekonomi dan geopolitik, termasuk ketegangan terkait perang Rusia-Ukraina.
Prospek Harga Emas Hari Jumat (25/04)
Pergerakan emas di time frame H4 menunjukkan tren naik yang sempat terkoreksi setelah mencapai area resistance di sekitar 3.495,00. Saat ini harga mulai menguat kembali setelah menyentuh support dinamis dari SMA 50 dan membentuk candle bullish. Jika harga mampu menembus resistance terdekat di 3.389,00, maka potensi kenaikan lanjutan menuju 3.443,00 hingga 3.495,00 terbuka lebar.
Namun, jika harga gagal melanjutkan penguatan dan kembali melemah di bawah 3.306,00, maka tekanan jual berpeluang membawa harga turun ke area 3.260,00 hingga 3.192,00. RSI berada di kisaran 55,28 yang menunjukkan momentum mulai pulih namun belum menunjukkan kondisi jenuh beli.
Data Perdagangan pada hari Kamis (24/04)
Open: 3.290,71 High: 3.367,76 Low: 3.290,69 Close: 3.341,66 Range: 77,07
GOLD INTRADAY AREA
R1 3.389 R2 3.443 R3 3.495
S1 3.245 S2 3.220 S3 3.192
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.310 |
| Profit Target Level | 3.350 |
| Stop Loss Level | 3.300 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 3.385 |
| Profit Target Level | 3.350 |
| Stop Loss Level | 3.405 |
Prospek Harga Minyak Hari Jumat (25/04)
Pergerakan US Oil pada time frame H4 sempat mengalami tekanan setelah menembus trendline naik dan kini bergerak mendatar di atas support dinamis dari SMA 50. Jika harga mampu bertahan di atas area 62,79 dan menembus resistance terdekat di 63,24, maka peluang penguatan menuju 64,17 hingga 64,89 akan terbuka.
Sebaliknya, jika harga gagal bertahan dan turun di bawah 61,46, maka tekanan jual dapat mendorong harga turun lebih jauh ke 60,70 hingga 59,85. Indikator RSI berada di level 50,18 yang mencerminkan kondisi netral, sehingga arah pergerakan berikutnya masih menunggu konfirmasi breakout dari salah satu area kunci.
Data perdagangan pada hari Kamis (24/04)
Open: 62,25 High: 63,26 Low: 61,96 Close: 62,69 Range: 0,40
OIL INTRADAY AREA
R1 63,24 R2 64,17 R3 64,89
S1 61,46 S2 60,70 S3 59,85
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 61,50 |
| Profit Target Level | 63,00 |
| Stop Loss Level | 60,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 64,15 |
| Profit Target Level | 63,00 |
| Stop Loss Level | 65,00 |
Secara teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 3.305. Selama harga tetap bergerak di atas level tersebut, potensi pergerakan selanjutnya adalah naik untuk menguji resistance di kisaran 3.348–3.367.






Pergerakan US Oil di time frame H4 menunjukkan potensi pelemahan setelah harga gagal mempertahankan kenaikan di area resistensi signifikan sekitar 63,89 hingga 64,89. Harga telah menembus trendline biru ke bawah, menandakan adanya tekanan jual yang semakin dominan, sementara SMA 50 kini sejajar dengan harga, memperkuat bias bearish.
Secara teknikal, analisis dari Trading Central menunjukkan bahwa pasangan GBP/USD masih berpotensi melanjutkan tren bearish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 1.3355. Selama harga tetap bergerak di bawah level pivot tersebut, ada peluang penurunan lanjutan menuju area support di kisaran 1.3240-1.3160.

Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan bahwa harga dalam tren naik yang baru saja mengalami koreksi setelah menembus garis tren biru ke bawah. SMA 50 berada di bawah harga, menunjukkan bahwa tren jangka menengah tetap bullish. Namun, ada gap yang terbentuk di sekitar area 3.369,00 yang bisa menjadi area menarik untuk koreksi lebih lanjut.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan harga dalam tren naik yang didukung oleh garis tren biru. SMA 50 berada di bawah harga, mengonfirmasi momentum bullish. Harga saat ini berada di sekitar area resistensi di 64,89, dan jika level ini ditembus, target kenaikan berikutnya adalah 65,96 hingga 67,14. Sebaliknya, jika terjadi koreksi, support terdekat berada di 63,52.
Secara teknikal, analisis dari Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/JPY masih memiliki kecenderungan bearish, dengan level pivot berada di 141.05. Selama harga tetap bergerak di bawah level tersebut, tren bearish diperkirakan berlanjut menuju area support di kisaran 139.60 hingga 138.60.

Berdasarkan grafik XAU/USD (Gold vs US Dollar) pada timeframe H4 di atas, terlihat bahwa harga sedang berada dalam tren naik yang kuat, ditandai dengan serangkaian higher highs dan higher lows, serta posisi harga yang berada jauh di atas moving average merah (kemungkinan MA200). Saat ini harga bergerak mendekati area resistance R1 di 3.458,86, dengan kecenderungan melanjutkan kenaikan menuju R2 di 3.495,46.
Pergerakan US Oil di time frame H4 saat ini menunjukkan tren naik yang ditandai dengan pembentukan higher low, terlihat dari garis tren biru dan bergerak di atas SMA 50. Harga saat ini berada sedikit di atas pivot point di 62.57 dan mendekati resistance pertama di 63.42. Jika momentum bullish berlanjut, target berikutnya adalah resistance kedua di 64.23 dan resistance ketiga di 65.08.
