Market Summary
Pasangan USD/CAD menguat pada hari Jumat setelah Presiden AS Donald Trump mengejutkan pasar dengan pengumuman tarif impor baru. Salah satu langkah paling mencolok adalah tarif sebesar 35% untuk impor dari Kanada, yang akan mulai diberlakukan pada 1 Agustus. Pernyataan ini mengejutkan pelaku pasar yang sebelumnya memperkirakan Kanada dan AS akan segera menyelesaikan kesepakatan ekonomi dan keamanan.
Dollar Kanada Melemah, USD/CAD Sentuh Tertinggi Dua Minggu
Sebagai reaksi langsung, dollar Kanada melemah sebesar 0,22% menjadi C$1,369, sempat turun lebih dari 0,5% sesaat setelah pengumuman tarif tersebut. Pasangan USD/CAD bahkan sempat menyentuh level tertinggi dalam dua minggu, meskipun kesulitan menembus level psikologis di 1.3700.
Investor melihat bahwa ancaman tarif lebih tinggi di masa depan—terutama jika Kanada melakukan balasan—menambah ketidakpastian terhadap kelanjutan negosiasi dagang antara kedua negara yang sebelumnya ditargetkan selesai pada 21 Juli.
Penurunan Harga Minyak dan Kuatnya dollar AS Membebani CAD
Faktor lain yang memperlemah CAD adalah penurunan harga minyak mentah semalam, yang berdampak langsung terhadap nilai mata uang berbasis komoditas seperti dollar Kanada. Selain itu, penguatan dollar AS secara luas turut menambah tekanan bagi CAD.
Dollar AS menguat 0,2% terhadap sekeranjang mata uang dan berada di level 97,79, berpotensi menutup pekan ini dengan kenaikan mingguan sebesar 0,8%—kenaikan mingguan terbesar sejak Februari.
Prospek Suku Bunga The Fed Membatasi Penguatan USD/CAD
Meskipun dollar AS menunjukkan penguatan, ekspektasi pelaku pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh The Fed masih membatasi penguatan lebih lanjut dari USD/CAD. Risalah dari pertemuan FOMC pada 17-18 Juni mengindikasikan bahwa mayoritas pejabat The Fed masih mengkhawatirkan inflasi yang meningkat akibat kebijakan tarif Trump, namun tetap menunjukkan kehati-hatian dalam memangkas suku bunga secara terburu-buru.
Data ketenagakerjaan AS yang solid juga menjadi faktor pendukung bagi USD, menurunkan kemungkinan pemangkasan suku bunga pada Juli. Beberapa pejabat Fed menyampaikan bahwa kebijakan moneter saat ini masih cukup ketat, dan suku bunga baru mungkin dipertimbangkan mulai Oktober. Meski demikian, masih ada potensi dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 basis poin hingga akhir tahun.
Sentimen Pasar dan Data Ketenagakerjaan Kanada Menjadi Fokus
Saat ini, pelaku pasar tampak berhati-hati menanti rilis data ketenagakerjaan Kanada terbaru, yang diperkirakan akan menjadi katalis penting bagi pergerakan CAD. Selain itu, dinamika harga minyak serta pidato lanjutan dari pejabat tinggi The Fed diperkirakan akan menciptakan peluang perdagangan jangka pendek bagi pasangan USD/CAD.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan USD/CAD masih berada dalam tren bullish pada time frame H4. Level pivot utama berada di 1.3670. Selama harga tetap bergerak di atas level ini, potensi kenaikan diperkirakan masih berlanjut. Target selanjutnya berada di area resistance 1.3730 hingga 1.3770.
Sebagai skenario alternatif, jika harga turun di bawah level 1.3670, tekanan jual kemungkinan akan meningkat. Hal ini dapat mendorong harga turun ke area support di 1.3650 hingga 1.3630.
Resistance 1: 1.3730 Resistance 2: 1.3750 Resistance 3: 1.3770
Support1: 1.3670 Support 2: 1.3650 Support 3: 1.3630
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.






Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat harga saat ini masih bergerak di bawah garis tren menurun yang terbentuk dari serangkaian puncak harga sebelumnya, menunjukkan bahwa tekanan jual jangka menengah masih dominan. Harga saat ini sedikit di bawah rata-rata SMA 50, yang kini berperan sebagai resistensi dinamis.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihaat harga saat ini sedang menguji garis tren naik (ascending trendline) yang telah terbentuk sejak akhir April 2025, sekaligus berada di area penyangga dinamis yang berdekatan dengan SMA 50. Selama harga mampu bertahan di atas garis tren dan tidak menembus support di kisaran 66,17, struktur uptrend jangka menengah masih terjaga.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot berada di kisaran 3.308. Selama harga tetap bergerak di atas level ini, tren naik berpotensi berlanjut untuk menguji area resistance berikutnya di 3.336–3.355.


Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat harga saat ini sedang menguji area resistance di sekitar level 3.321, yang juga berdekatan dengan SMA 50, menandakan potensi area pertarungan antara buyer dan seller. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas level ini, maka ada peluang kenaikan menuju resistance berikutnya di 3.346 hingga 3.366.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan tren naik jangka pendek. Harga memantul dari garis tren naik dan menembus di atas SMA 50 serta level Fibonacci 23.6%. Saat ini, harga bertahan di atas support 67,29. Ini membuka peluang kenaikan lebih lanjut menuju resistance Fibonacci 38.2% di sekitar 69,33. Jika level ini tertembus, target berikutnya berada di 70,98 (level 50%).
Berdasarkan analisis teknikal dari Trading Central, pergerakan US Oil masih menunjukkan kecenderungan bullish pada time frame H4. Level pivot utama berada di 67,78, yang menjadi acuan arah pergerakan selanjutnya.

