Market Summary
Pasangan mata uang EUR/USD mencatat kenaikan moderat sebesar 0,2% pada perdagangan Kamis, diperdagangkan sedikit di atas level 1,1200. Namun, momentum ini mulai terkikis pada sesi perdagangan Eropa, ketika dollar AS perlahan memulihkan sebagian dari kerugiannya. Pemulihan dollar AS didukung oleh perkembangan baru dalam hubungan perdagangan antara AS dan China, termasuk pernyataan optimis dari pejabat AS terkait langkah negosiasi lebih lanjut untuk mencegah eskalasi konflik. Selain itu, langkah Beijing yang menangguhkan beberapa kebijakan non-tarif terhadap entitas AS menambah dorongan positif bagi greenback.
Euro sebelumnya mendapat dukungan dari sentimen pelemahan dollar global yang dipicu oleh ketidakpastian pasar terhadap kebijakan perdagangan AS. Namun, tekanan jual terhadap EUR/USD tetap terasa di tengah ekspektasi pasar terhadap data ekonomi AS yang menunjukkan ketahanan konsumsi domestik. Meski dollar AS menghadapi tekanan dari ketidakpastian kebijakan perdagangan dan anggaran pemerintah yang kontroversial, kekuatan data fundamental tetap menjadi penopang utama mata uang ini.
Di sisi lain, investor masih menimbang dampak jangka panjang dari jeda sementara dalam perang dagang AS-China. Kesepakatan untuk menurunkan tarif sebesar 115% menjadi langkah awal yang signifikan, namun pasar membutuhkan lebih banyak kepastian sebelum dapat memperkirakan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi global. Dalam konteks ini, euro menghadapi dilema karena meskipun pelemahan dollar menawarkan keuntungan jangka pendek, ketidakpastian global tetap menjadi faktor penghambat.
Ke depan, fokus utama pasar akan tertuju pada pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell, serta rilis data ekonomi penting, seperti Indeks Harga Produsen (PPI) dan Penjualan Ritel untuk bulan April yang dijadwalkan pada sesi perdagangan Amerika Utara. Investor akan mencermati pidato Powell untuk memahami apakah bank sentral AS telah mengubah kebijakan moneternya setelah data Indeks Harga Konsumen (CPI) April yang melambat dan jeda sementara dalam perang dagang AS-China.
Analisis Teknikal

Dari perspektif teknikal, analisis Trading Central menunjukkan potensi bullish EUR/USD pada time frame H4, dengan level pivot di 1.1185. Jika harga tetap di atas level ini, target kenaikan mengarah ke resistance 1.1265-1.1320.
Sebagai alternatif skenario, jika harga turun di bawah 1.1185, potensi penurunan akan menuju support 1.1165-1.1145.
Resistance 1: 1.1265 Resistance 2: 1.1290 Resistance 3: 1.1320
Support1: 1.1185 Support 2: 1.1165 Support 3: 1.1145
Penutup
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.





Pergerakan harga emas pada time frame H4 saat ini berada dalam tekanan bearish setelah gagal bertahan di atas area support 3.225 dan bergerak mendekati area oversold dengan RSI berada di bawah level 30. Jika harga mampu bertahan di atas 3.151 dan membentuk pantulan naik, ada potensi koreksi menuju resistance 3.225 hingga 3.265.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 mengalami penurunan setelah kenaikan tajam sebelumnya. Harga saat ini sedang menguji area support dinamis berupa trendline naik. Jika tekanan jual berlanjut, maka support terdekat yang berpotensi diuji berada di level 60,98, diikuti oleh SMA 50 di sekitar 60,21.
Secara teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan GBP/USD masih memiliki potensi untuk bergerak bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.3290. Selama harga bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan dapat berlanjut menuju resistance terdekat di 1.3370. Jika resistance ini berhasil ditembus, target berikutnya berada di area 1.3400-1.3420.


Pergerakan harga emas pada grafik H4 saat ini menunjukkan pola pemantulan setelah sebelumnya mengalami tekanan bearish yang cukup tajam. Harga tengah bergerak naik dari area support di sekitar 3.202, namun masih tertahan di bawah resistance minor di area 3.280. SMA 50 yang melandai ke bawah menunjukkan tren jangka menengah yang masih bearish. RSI berada di kisaran 40,58, menandakan momentum masih lemah dan belum mengindikasikan potensi pembalikan tren secara signifikan.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan penguatan signifikan dengan harga saat ini menguji area resistance di sekitar 64,16 setelah sebelumnya menembus beberapa level resistance minor. Namun, terdapat sinyal peringatan dari indikator RSI yang menunjukkan bearish divergence, yaitu ketika harga membentuk puncak yang lebih tinggi tetapi RSI justru membentuk puncak yang lebih rendah. Kondisi ini mengindikasikan potensi melemahnya momentum naik dan kemungkinan terjadinya koreksi harga dalam waktu dekat.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/JPY masih berpeluang bullish dengan level pivot di 147,60. Selama harga tetap bergerak di atas level tersebut, kenaikan masih bisa berlanjut untuk menguji area resistance di 148,65–149,50.


