Harga Emas Rebound Berkat Potensi Kesepakatan Damai
Rebound harga emas terjadi pada perdagangan Senin setelah pasar merespons optimisme terkait potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Harapan meredanya konflik di Timur Tengah mendorong penurunan harga minyak dunia, sementara investor tetap memburu aset safe haven di tengah ketidakpastian global.
Harga spot gold melonjak 1,4% ke level US$4.573,31 per ounce. Sementara itu, kontrak berjangka emas naik 1,1% menjadi US$4.606,97 per ounce. Perak juga mencatat kenaikan tajam sebesar 3,3% ke level US$78,03 per ounce.
Optimisme Damai AS-Iran Angkat Sentimen Pasar
Pasar mulai merespons positif laporan terkait pembicaraan antara Washington dan Teheran. Iran dan Amerika Serikat disebut telah mencapai kerangka awal kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang berlangsung selama lebih dari dua bulan terakhir.
Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan kedua negara sudah menemukan titik temu dalam beberapa pembahasan penting. Namun, pemerintah Iran menegaskan bahwa kesepakatan final masih belum dapat dipastikan dalam waktu dekat.
Sebelumnya, pejabat senior Gedung Putih menyampaikan bahwa kedua pihak telah menyusun kerangka awal perjanjian. Salah satu poin utama dalam pembahasan tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz.
Selat Hormuz Jadi Sorotan Pasar Energi
Selat Hormuz memegang peran vital bagi distribusi minyak global. Hampir seperlima pasokan minyak dunia melewati jalur tersebut setiap hari. Penutupan jalur tanker selama beberapa pekan terakhir telah memicu lonjakan harga energi dan meningkatkan kekhawatiran inflasi global.
Harapan pembukaan kembali jalur pelayaran itu membuat harga minyak bergerak turun. Kondisi tersebut membantu meredakan tekanan inflasi energi yang sebelumnya membebani pasar global.
Penurunan harga minyak juga memperbaiki sentimen investor terhadap aset berisiko. Namun, permintaan terhadap emas masih bertahan karena pasar tetap mencermati perkembangan geopolitik dan arah kebijakan moneter global.
Prospek Suku Bunga Tinggi Batasi Penguatan
Meski rebound harga emas terus berlanjut, kenaikan logam mulia masih menghadapi tekanan dari ekspektasi suku bunga tinggi. Pelaku pasar menilai bank sentral kemungkinan mempertahankan kebijakan ketat lebih lama apabila inflasi energi kembali meningkat.
Suku bunga tinggi biasanya mengurangi daya tarik emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil. Faktor ini membuat kenaikan emas belum bergerak terlalu agresif meskipun tensi geopolitik mulai mereda.
Beberapa institusi besar seperti JPMorgan Chase dan Morgan Stanley sebelumnya juga menilai bahwa pergerakan harga energi dan perkembangan geopolitik akan menjadi faktor utama yang memengaruhi arah pasar komoditas global dalam jangka pendek.
Di tengah kondisi tersebut, rebound harga emas masih berpotensi berlanjut apabila pasar kembali meningkatkan permintaan terhadap aset lindung nilai. Investor kini menunggu perkembangan lanjutan dari negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran serta dampaknya terhadap inflasi global dan kebijakan suku bunga.
Prospek Harga Emas Selasa | 26 Mei 2026
Harga emas berhasil rebound setelah bertahan di atas support 4.453 dan kembali bergerak naik mendekati area resistance 4.589. Pergerakan ini juga didukung oleh RSI yang mulai menguat ke atas level 50, menandakan momentum bullish mulai kembali terbentuk dalam jangka pendek. Selain itu, harga mulai bergerak di atas SMA 50 pada time frame H4, yang membuka peluang lanjutan kenaikan.
Jika harga mampu menembus resistance 4.589, maka penguatan berpotensi berlanjut untuk menguji resistance berikutnya di 4.637 hingga 4.670. Namun, selama harga masih tertahan di bawah area tersebut, pergerakan emas tetap berisiko mengalami koreksi kembali ke support 4.534, dengan support lanjutan berada di 4.491 dan 4.453.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.589 R2 4.673 R3 4.670
S1 4.534 S2 4.491 S3 4.453
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.550 |
| Profit Target Level | 4.600 |
| Stop Loss Level | 4.530 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.635 |
| Profit Target Level | 4.590 |
| Stop Loss Level | 4.680 |
Prospek Harga US Oil Selasa | 26 Mei 2025
Harga US Oil masih bergerak dalam tekanan bearish setelah gagal bertahan di atas resistance 95,02 dan kembali turun menembus support 92,65. Pelemahan ini juga terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah SMA 50 pada time frame H4, sementara RSI turun mendekati area oversold, menandakan momentum bearish masih cukup dominan.
Saat ini area 88,57 menjadi support penting jangka pendek. Jika level tersebut ditembus, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju support berikutnya di 85,41, bahkan membuka peluang penurunan lebih dalam ke area demand di sekitar 83,21. Namun, apabila harga mampu bertahan di atas 88,57, US Oil berpeluang mengalami rebound teknikal untuk kembali menguji resistance 92,65, kemudian 95,02 hingga 96,90.
US Oil INTRADAY AREA
R1 92,65 R2 95,02 R3 96,90
S1 88,57 S2 85,41 S3 83,21
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 89,50 |
| Profit Target Level | 92,00 |
| Stop Loss Level | 88,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 92,65 |
| Profit Target Level | 89,00 |
| Stop Loss Level | 95,10 |
Baca analisa sebelumnya: Ekspektasi Suku Bunga Tekan Harga Emas
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
