Pergerakan Dolar AS di Awal Pekan
Pergerakan dolar AS kembali melemah pada awal pekan dan menghapus penguatan yang terjadi pada Jumat. Indeks Dolar AS (DXY) kembali bergerak turun dan menguji area terendah dalam beberapa hari di bawah level 99. Tekanan terhadap Greenback muncul setelah pasar mulai mencerna data Nonfarm Payrolls (NFP) yang lebih kuat.
Fokus investor kini beralih ke data inflasi Amerika Serikat yang akan rilis pada Jumat. Data tersebut berpotensi memberi petunjuk baru mengenai arah kebijakan Federal Reserve. Selain itu, pasar juga mencermati NFIB Business Optimism Index, ADP Employment Change Weekly, serta Consumer Inflation Expectations.
Euro dan Poundsterling Menguat
EUR/USD mempertahankan posisi di area atas kisaran perdagangan terbaru dan tetap berada di atas 1,1600. Pelemahan dolar AS memberi ruang bagi euro untuk melanjutkan penguatan. Perhatian pasar Eropa tertuju pada data neraca perdagangan Jerman serta agenda pidato dari ECB.
GBP/USD juga bergerak positif pada awal pekan. Namun, kenaikan pasangan ini mulai menghadapi hambatan di sekitar 1,3550. Data BRC Retail Sales Monitor menjadi perhatian utama dari Inggris pada perdagangan hari ini.
Di Eropa, indeks saham bergerak terbatas pada Senin. Euro STOXX 50 naik 0,1% menjadi 6.399, sedangkan STOXX Europe 600 relatif datar di 649,8. Investor masih menilai dampak suku bunga tinggi terhadap kinerja perusahaan.
Yen Menguat, USD/JPY Sentuh Level Terendah
Yen Jepang mendapat dorongan baru setelah pasar kembali memperkirakan kemungkinan pengetatan kebijakan Bank of Japan. Kondisi tersebut mendorong USD/JPY turun ke level terendah dalam tujuh bulan, mendekati 154,00.
Pasar akan mencermati Average Cash Earnings, Current Account, Bank Lending, serta data pertumbuhan ekonomi Jepang pada kuartal kedua. Data tersebut dapat memengaruhi ekspektasi terhadap langkah BoJ berikutnya.
Dolar Australia Pertahankan Tren Positif
AUD/USD melanjutkan tren penguatan selama beberapa pekan terakhir dan sempat bergerak di atas 0,7220. Level tersebut merupakan area yang terakhir terlihat pada pertengahan Mei.
Investor akan mencermati Westpac Consumer Confidence, Private House Approvals, Building Permits, dan NAB Business Confidence. Pernyataan dari pejabat Reserve Bank of Australia, Hunter dan Hauser, juga dapat memberikan arah baru bagi dolar Australia.
Minyak Naik di Tengah Ketegangan AS-Iran
Harga minyak mentah WTI kembali menghadapi level tertinggi dalam tiga bulan dan bergerak di atas $93 per barel. Kenaikan harga minyak terjadi ketika ketegangan dalam konflik AS-Iran kembali meningkat.
Perkembangan geopolitik menjadi faktor penting bagi pasar minyak. Setiap eskalasi baru berpotensi meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan dan mendorong harga bergerak lebih tinggi.
Emas Bertahan di Atas $4.400
Harga emas bergerak melemah secara terbatas, tetapi masih bertahan di atas $4.400 per troy ounce. Investor memilih berhati-hati menjelang rilis data inflasi AS pada Jumat.
Ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve juga memberi tekanan terhadap emas. Pasar terus mengevaluasi dampak data NFP yang lebih kuat terhadap prospek kebijakan moneter AS.
Jika data inflasi kembali menunjukkan tekanan harga yang tinggi, peluang kenaikan suku bunga dapat meningkat dan berpotensi membatasi penguatan emas. Sebaliknya, tanda-tanda perlambatan inflasi dapat kembali meningkatkan minat terhadap logam mulia.
Pasar Eropa Dibayangi Politik dan Suku Bunga
Selain kebijakan moneter, perkembangan politik Eropa turut menjadi perhatian. Partai sayap kanan AfD memenangkan pemilu negara bagian di Saxony-Anhalt. Hasil tersebut menjadi kemenangan besar pertama bagi partai tersebut dan memperkuat fragmentasi politik di Eropa.
Ketidakpastian politik serta kekhawatiran terhadap defisit anggaran mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik. Kenaikan harga gas alam juga menambah risiko inflasi ketika European Central Bank bersiap mengambil langkah suku bunga berikutnya.
Sektor asuransi menjadi salah satu yang tertekan. Munich Re turun sekitar 3%, sementara Allianz melemah hampir 1%. Di sisi lain, saham teknologi menguat. ASML naik 2,3%, sedangkan Infineon melonjak 6,4% setelah sinyal positif dari produsen chip Korea mendukung sektor semikonduktor.
Fokus Pasar Beralih ke Inflasi AS
Pergerakan dolar AS masih menjadi perhatian utama pasar global setelah Greenback kembali berada di bawah tekanan. Investor kini menunggu data inflasi AS pada Jumat untuk menilai apakah tekanan harga masih cukup kuat untuk mengubah ekspektasi kebijakan Federal Reserve.
Sementara itu, yen mendapat dukungan dari ekspektasi pengetatan BoJ, sedangkan euro, poundsterling, dan dolar Australia mempertahankan momentum positif. Emas masih bertahan di atas $4.400, tetapi menghadapi tekanan dari meningkatnya ekspektasi suku bunga AS.
Perdagangan Amerika Serikat sendiri relatif sepi karena pasar tutup dalam rangka Labor Day. Kondisi tersebut dapat membuat pergerakan dolar AS dan likuiditas lebih terbatas dan pergerakan sejumlah aset menjadi lebih sensitif terhadap perubahan sentimen pasar.
Prospek Harga Emas Selasa | 08 September 2026
Pergerakan emas pada timeframe H4 terlihat masih berada dalam tekanan bearish setelah rebound dari area 4.324 gagal melanjutkan kenaikan dan tertahan di sekitar 4.510, sehingga harga kembali terkoreksi ke area 4.400. Posisi harga yang masih berada di bawah SMA 50 serta RSI 45 menunjukkan momentum kenaikan belum cukup kuat, sehingga tekanan jual masih berpotensi berlanjut menuju 4.365 dan 4.324.
Namun, jika harga mampu kembali menembus 4.450, peluang rebound terbuka dengan target menguji kembali 4.510 hingga 4.565.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.450 R2 4.510 R3 4.565
S1 4.365 S2 4.324 S3 4.282
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.370 |
| Profit Target Level | 4.440 |
| Stop Loss Level | 4.320 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.450 |
| Profit Target Level | 4.386 |
| Stop Loss Level | 4.480 |
Prospek Harga US Oil Selasa | 08 September 2025
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 masih menunjukkan tren bullish dengan harga bertahan di atas SMA 50 dan RSI 64 yang menandakan momentum kenaikan masih cukup kuat.
Harga saat ini sedang menguji resistance 93,43, sehingga jika berhasil ditembus, peluang kenaikan berikutnya terbuka menuju 95,42 hingga 96,94, tetapi jika kembali gagal menembus area tersebut, harga berpotensi terkoreksi menuju support 89,52 dan 87,64.
US Oil INTRADAY AREA
R1 93,43 R2 95,42 R3 96,42
S1 89,50 S2 87,64 S3 85,07
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 89,60 |
| Profit Target Level | 93,40 |
| Stop Loss Level | 87,60 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 93,40 |
| Profit Target Level | 90,00 |
| Stop Loss Level | 95,45 |
Baca analisa sebelumnya: Dolar AS Menguat, Emas dan Minyak Tertekan
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
