Dolar AS naik sekitar 0,2% dan bergerak menuju level 101,00 pada indeks utamanya. Yield obligasi Treasury AS tenor 10 tahun ikut naik menuju 4,60%. Lonjakan harga energi memicu kekhawatiran baru soal inflasi yang bisa bertahan lebih lama. Meski begitu, data inflasi AS terbaru justru lebih rendah dari perkiraan. Kondisi ini menurunkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada Juli, sehingga penguatan dolar pun masih terbatas.
Ketegangan AS-Iran Mendorong Permintaan Aset Aman
Amerika Serikat dan Iran masih saling serang. Di saat yang sama, kelompok Ansar Allah dari Yaman yang berafiliasi dengan Iran mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi. Perkembangan ini memicu kekhawatiran baru atas keamanan jalur pelayaran di Teluk dan Laut Merah. Pasokan energi global dan infrastruktur air kawasan juga ikut terancam. Kontak diplomatik antar pihak tetap berjalan, namun belum ada kesepakatan gencatan senjata yang konkret. Ketegangan ini turut mendukung permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset lindung nilai.
Euro dan Poundsterling Tertekan Dolar yang Lebih Kuat
EUR/USD turun sekitar 0,2% menuju 1,1410. Permintaan luas terhadap dolar menekan mata uang Euro. Investor akan memantau Bank Lending Survey dari European Central Bank (ECB) serta indikator ZEW hari ini. Sentimen Ekonomi Jerman diperkirakan membaik ke angka 18 dari sebelumnya 10,5. Indikator Situasi Saat Ini diproyeksikan naik ke -77,8 dari -81. Sentimen Ekonomi Zona Euro untuk Juli diperkirakan mencapai 11,5, naik dari 9,5 pada bulan sebelumnya. Pejabat ECB Joachim Nagel dijadwalkan memberikan pernyataan publik pada hari ini; isi komentarnya belum tersedia menjelang penerbitan artikel ini.
GBP/USD melemah sekitar 0,1% menuju 1,3430. Poundsterling kesulitan menghadapi dolar yang menguat. Investor menantikan laporan pasar tenaga kerja Inggris yang cukup padat. Upah rata-rata tanpa bonus diperkirakan tetap di 3,4% untuk periode tiga bulan hingga Mei. Upah termasuk bonus diproyeksikan naik ke 4,5% dari 4,4%. Klaim pengangguran diperkirakan bertambah 28,3 ribu pada Juni, turun dari 31,2 ribu bulan sebelumnya. Tingkat pengangguran ILO diperkirakan naik ke 5,0% dari 4,9%.
Yen Melemah, Dolar Australia dan Kanada Bergerak Variatif
USD/JPY naik sekitar 0,1% menuju 162,50. Yield AS yang terus naik menekan Yen Jepang. Jepang akan merilis laporan perdagangan Juni pada sesi Asia hari ini. Ekspor diperkirakan naik 18,6% secara tahunan, mempercepat dari 16,8% sebelumnya. Impor diproyeksikan naik 21,0%, melanjutkan kenaikan 12,5% pada periode sebelumnya. Defisit perdagangan total diperkirakan menyempit ke ¥120 miliar dari ¥391,8 miliar.
AUD/USD naik sekitar 0,2% menuju 0,7000 meski dolar menguat. Dolar Australia tetap mendapat dukungan setelah People’s Bank of China mempertahankan suku bunga pinjaman acuan satu tahun di 3,00% dan lima tahun di 3,50%. Keputusan ini sesuai ekspektasi pasar dan menjaga stabilitas kondisi pembiayaan di China, mitra dagang terbesar Australia.
USD/CAD naik sekitar 0,3% menuju 1,4070. Data inflasi Kanada yang lebih lunak menekan Dolar Kanada. Indeks Harga Konsumen Kanada turun 0,4% secara bulanan pada Juni, lebih dalam dari perkiraan penurunan 0,2%. Inflasi tahunan melambat ke 2,8% dari 3,2%, di bawah perkiraan 2,9%. Data ini menurunkan ekspektasi pengetatan kebijakan lanjutan oleh Bank of Canada dan mengalahkan dukungan dari kenaikan harga minyak mentah.
Harga Minyak Menguat, Emas Tertekan Dolar yang Kuat
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 0,6% menuju $83,00 per barel. Kekhawatiran atas meluasnya konflik AS-Iran dan ancaman blokade Ansar Allah terhadap jalur pelayaran Arab Saudi mendorong harga naik. Harapan akan negosiasi diplomatik baru mencegah kenaikan yang lebih besar.
Dolar AS yang lebih kuat menekan harga emas hingga turun sekitar 0,2% menuju $4.008 per troy ounce. Logam mulia ini sempat mendapat dukungan dari ketidakpastian geopolitik. Namun, penguatan dolar dan kenaikan yield Treasury meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Pasar juga akan memantau rilis rata-rata empat minggu ADP Employment Change pada sesi AS hari ini. Belum ada perkiraan pasar untuk data ini, sementara pembacaan sebelumnya berada di 19,75 ribu. Angka yang lebih lemah bisa memperkuat sinyal pelambatan perekrutan swasta dan menekan dolar. Sebaliknya, perbaikan angka bisa mendukung yield dan dolar.
Wall Street Ditutup Variatif, Saham Chip Menguat
Indeks saham AS mayoritas ditutup melemah pada Senin. Kenaikan saham teknologi tidak cukup mengimbangi pelemahan pasar secara keseluruhan akibat kekhawatiran eskalasi konflik Timur Tengah. S&P 500 turun 0,2%, Dow Jones turun 307 poin, dan Nasdaq 100 ditutup nyaris flat. Sektor tradisional tertekan setelah harga minyak berayun tajam akibat memburuknya konflik AS-Iran. Yield Treasury naik seiring kekhawatiran inflasi berbasis energi yang memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed di sisa tahun ini.
Bank-bank besar bergerak turun. JPMorgan melemah 0,6% dan Bank of America turun 1,4%. Produsen manufaktur juga mencatat kerugian; Applied Materials turun 0,7%. Di sisi lain, saham produsen chip justru rebound setelah koreksi teknologi baru-baru ini, seiring pasar menilai apakah perusahaan hyperscaler AI akan memperlambat belanja infrastruktur AI ke depan. Broadcom naik 2%, Micron naik 1,9%, AMD naik 1,6%, dan Intel naik 2,1%. Alphabet naik 1,5% menjelang pembaruan panduan yang dijadwalkan pada Rabu.
Prospek Harga Emas Selasa | 21 Juli 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 sempat rebound dari area support 3.942, namun kenaikannya tertahan di area SMA 50 yang juga bertepatan dengan garis downtrend jangka menengah, tepat di sekitar resistance 4.042. Kegagalan harga menembus area tersebut membuat tekanan jual kembali mendominasi.
Selama harga masih bertahan di bawah resistance 4.042, tren bearish diperkirakan masih berlanjut dengan peluang menguji kembali support 3.942. Jika level tersebut berhasil ditembus, penurunan berpotensi berlanjut menuju 3.886 hingga 3.819.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.042 R2 4.081 R3 4.115
S1 3.942 S2 3.886 S3 3.819
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.960 |
| Profit Target Level | 4.010 |
| Stop Loss Level | 3.940 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.040 |
| Profit Target Level | 3.970 |
| Stop Loss Level | 4.081 |
Prospek Harga US Oil Selasa | 21 Juli 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish setelah berhasil menembus garis downtrend jangka menengah dan bergerak di atas SMA 50. Pada perdagangan sebelumnya, harga sempat menguat dengan pembukaan gap up hingga membentuk resistance baru di 84,52. Namun, kenaikan tersebut tidak bertahan lama sehingga harga terkoreksi untuk menutup gap di kisaran 82,00, bahkan sempat turun di bawah support 81,22 sebelum akhirnya ditutup kembali di atas level tersebut.
Selama harga mampu bertahan di atas support 81,22, peluang penguatan masih terbuka untuk kembali menguji resistance 84,52, dengan target berikutnya di 88,61 hingga 91,43.
US Oil INTRADAY AREA
R1 84,52 R2 88,61 R3 91,43
S1 81,22 S2 79,76 S3 77,79
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 81,50 |
| Profit Target Level | 84,00 |
| Stop Loss Level | 79,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 84,00 |
| Profit Target Level | 82,00 |
| Stop Loss Level | 85,00 |
Baca analisa sebelumnya: Indeks Dolar AS Menguat Jelang Rapat Bank Sentral
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
