Indeks Dolar AS Jatuh ke Level Terendah 2 Minggu
Indeks dolar AS turun ke level 99 pada perdagangan Kamis, level terendah dalam hampir dua pekan terakhir. Pelemahan ini muncul setelah Gubernur The Fed Waller memberi sinyal dukungan untuk menahan suku bunga apabila inflasi terus membaik. Waller menyampaikan bahwa dirinya akan cenderung mendukung penahanan suku bunga acuan pada level saat ini jika data dua minggu mendatang menunjukkan tren serupa.
Moderasi kenaikan harga minyak turut meredakan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi. Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed bulan ini hanya sekitar 50 persen, turun signifikan dari 70 persen di awal pekan. Lonjakan harga minyak sempat memicu kekhawatiran inflasi, apalagi setelah Ketua The Fed Warsh berjanji di Simposium Jackson Hole untuk menjaga inflasi tetap terkendali.
Investor kini menanti rilis laporan tenaga kerja AS pada hari Jumat, sementara data inflasi utama berikutnya baru akan muncul pekan depan. Dolar AS juga melemah terhadap yen, karena pelaku pasar menaikkan ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan.
Pasar Saham AS Menguat Usai Sinyal The Fed
Indeks saham utama AS menguat pada penutupan perdagangan Kamis, seiring imbal hasil obligasi yang berhenti melonjak dan mendukung sektor-sektor sensitif terhadap kredit. S&P 500 naik 1,1%, Dow Jones melonjak 624 poin, dan Nasdaq menguat 1,2%.
Gubernur The Fed Waller kembali memberi sinyal bahwa The Fed tidak perlu menaikkan suku bunga jika inflasi inti terus melambat, sebuah pergeseran dari pernyataannya sebelumnya yang menyoroti risiko inflasi. Imbal hasil obligasi kemudian melandai.
Dolar AS Tertekan, Euro dan Poundsterling Menguat
Euro menguat tajam terhadap dolar AS. EUR/USD menembus level 1,1600 dan mencapai level tertinggi dalam empat hari terakhir. Pelemahan indeks dolar AS menjadi pendorong utama penguatan ini. Pasar akan mencermati data Factory Orders Jerman lebih dulu, kemudian S&P Global Construction PMI Jerman dan zona euro, sebelum agenda hari ini berakhir dengan data Retail Sales Eropa.
Poundsterling turut menguat. GBP/USD berhasil kembali ke area 1,3550 dan menyentuh level tertinggi dua hari, setelah dua hari berturut-turut mengalami pelemahan. Pasar akan mencermati rilis S&P Global Construction PMI Inggris bersamaan dengan survei Decision Maker Panel dari Bank of England.
Yen dan Dolar Australia Menguji Level Kunci
USD/JPY anjlok ke kisaran 155,00, level terendah sejak awal Agustus. Ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan pada pertemuan berikutnya mendorong pelemahan ini. Pasar juga mewaspadai kemungkinan intervensi otoritas Jepang di pasar valuta asing. Jepang akan merilis data belanja rumah tangga lebih dulu, lalu menyusul indeks Coincident dan Leading Economic versi awal.
AUD/USD melanjutkan penguatan yang terjadi sejak Rabu. Pasangan mata uang ini sempat melampaui level kunci 0,7200 dan menantang level tertinggi multi-minggu, seiring tren pelemahan dolar AS yang terus berlanjut. Indeks Kepercayaan Konsumen Westpac dan data perumahan Australia akan menjadi perhatian pasar pada 8 September mendatang.
Harga Minyak dan Emas Melanjutkan Penguatan
Harga minyak WTI kembali menguat dan menembus level 93,00 dolar per barel, level tertinggi sejak akhir Juli. Eskalasi ketegangan di kawasan Selat Hormuz antara AS dan Iran serta pelemahan tajam dolar AS mendorong kenaikan harga minyak ini.
Harga emas turut melanjutkan pemulihan sejak Rabu. Logam mulia ini menembus level kunci 4.500 dolar per troy ounce, seiring pelemahan tajam dolar AS. Penurunan imbal hasil obligasi AS di seluruh kurva serta kekhawatiran yang berlanjut di Timur Tengah turut mendorong kenaikan harga emas.
Fokus Pasar Hari Ini: Data Tenaga Kerja AS
Laporan Non-Farm Payrolls menjadi sorotan utama pasar pada akhir pekan ini, disusul data Tingkat Pengangguran dan inflasi upah. Berikut perkiraan data ketenagakerjaan AS yang akan muncul hari ini:
- Average Hourly Earnings m/m: perkiraan 0,3%, dibanding sebelumnya 0,1%
- Non-Farm Employment Change: perkiraan 55 ribu, dibanding sebelumnya -23 ribu
- Unemployment Rate: perkiraan 4,1%, sama dengan bulan sebelumnya di 4,1%
Ketiga data ini berpotensi menjadi katalis pergerakan indeks dolar AS dalam waktu dekat. Jika data tenaga kerja melebihi ekspektasi, peluang The Fed menahan suku bunga bisa kembali berkurang.
Prospek Harga Emas Jumat | 04 September 2026
Pergerakan emas pada grafik H4 mulai kembali bullish setelah rebound dari area 4.282 dan berhasil menembus 4.396. Harga kini berada di atas SMA 50, sementara RSI 57,36 menunjukkan momentum masih cukup positif.
Namun, kenaikan masih tertahan di resistance 4.510 yang menjadi level penentu arah berikutnya. Jika berhasil ditembus, emas berpeluang melanjutkan penguatan menuju 4.565 hingga 4.632, sedangkan kegagalan breakout dapat memicu koreksi ke 4.396.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.510 R2 4.565 R3 4.632
S1 4.396 S2 4.353 S3 4.282
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | Breakout 4.510 |
| Profit Target Level | 4.565 – 4.632 |
| Stop Loss Level | 4.450 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | Breakout 4.450 |
| Profit Target Level | 4.400 |
| Stop Loss Level | 4.510 |
Prospek Harga US Oil Jumat | 04 September 2025
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih menunjukkan tren bullish setelah harga menembus 87,64 dan bergerak di atas SMA 50. RSI yang berada di 70,85 menunjukkan momentum penguatan masih cukup kuat, meski harga mulai memasuki area overbought.
Saat ini, harga tengah menguji resistance 93,43 sebagai level penting berikutnya. Jika berhasil menembus level tersebut, US Oil berpeluang melanjutkan kenaikan menuju 95,42 hingga 96,94. Namun, jika momentum bullish melemah, harga berpotensi terkoreksi menuju 89,52.
US Oil INTRADAY AREA
R1 93,43 R2 95,42 R3 96,42
S1 89,50 S2 87,64 S3 85,07
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 89,50 |
| Profit Target Level | 93,40 |
| Stop Loss Level | 87,60 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 93,40 |
| Profit Target Level | 90,00 |
| Stop Loss Level | 95,45 |
Baca analisa sebelumnya: Ketegangan AS-Iran Guncang Pasar Global
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
Pada grafik H4, emas masih berada dalam tekanan bearish setelah gagal bertahan di atas area 4.461 dan kini melakukan rebound dari kisaran support 4.300 an. RSI 41,26 menunjukkan momentum masih cenderung bearish, meski mulai muncul pemulihan dari area oversold.
Pada grafik H4, US Oil masih menunjukkan tren bullish dengan harga bertahan di atas SMA 50 yang terus menanjak. Namun, RSI 68,01 menunjukkan momentum sudah mendekati area overbought sehingga koreksi jangka pendek berpotensi terjadi.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih cenderung bearish setelah menembus area support 4.396 dan bergerak di bawah SMA 50 yang mulai mengarah turun. Saat ini harga berada di sekitar 4.331, dengan support terdekat di 4.311, kemudian 4.262 dan 4.223, sementara resistance berada di 4.396, 4.464 hingga 4.508.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan tren bullish setelah harga menembus resistance 89,30 dan bergerak di atas SMA 50 yang mulai mengarah naik. Saat ini harga berada di sekitar 90,75, dengan resistance terdekat di 91,78, kemudian 93,43 dan 95,42, sementara support berada di 89,30 dan 87,64 hingga 85,07.
Harga emas pada grafik H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah menembus garis uptrend dan bergerak di bawah SMA 50, sementara RSI(14) berada di 32,22 yang menunjukkan momentum bearish masih kuat dan mendekati area oversold. Harga sempat turun menembus support 4.407 pada perdagangan kemarin, namun berhasil ditutup kembali di atas level tersebut sehingga support ini masih berpeluang menahan tekanan jual, meski harga tetap berada di bawah resistance 4.508.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 masih menunjukkan bias bullish setelah harga bertahan di atas SMA 50. RSI(14) berada di 65,43 yang mengindikasikan momentum bullish masih cukup kuat, sehingga harga berpeluang melanjutkan kenaikan menuju resistance 87,64 dan 88,54. Jika 88,54 berhasil ditembus, target berikutnya berada di 90,49.
Harga emas mengalami koreksi tajam setelah gagal mempertahankan area resistance 4.573, bahkan kini bergerak di bawah SMA 50 dan menembus trendline naik jangka menengah. RSI yang turun ke sekitar 29 menunjukkan kondisi oversold sehingga peluang rebound teknikal tetap terbuka, terutama jika harga mampu bertahan di atas support 4.407–4.367.
Pergerakan XAU/USD pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish setelah harga bertahan di atas SMA 50, meski saat ini mengalami koreksi dari area 4.697. Selama harga tetap bertahan di atas support 4.573–4.541, peluang bullish masih terbuka untuk kembali menguji resistance 4.660 dan 4.697, dengan target lanjutan 4.746 jika 4.697 berhasil ditembus.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 cenderung bearish setelah harga menembus ke bawah trendline naik dan bergerak di bawah SMA 50. Selama harga tertahan di bawah resistance 82,68–84,28, tekanan jual masih berpotensi berlanjut untuk menguji support 79,88, kemudian 77,74 dan 76,51.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih berpeluang melanjutkan tren bullish, dengan level pivot di 4.619. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance 4.735, kemudian 4.767 hingga 4.798.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih menunjukkan tren bullish dengan harga bertahan di atas MA 50 dan struktur kenaikan yang tetap terjaga. RSI(14) berada di 66,86, menunjukkan momentum beli masih cukup kuat meski mulai mendekati area overbought.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 sebelumnya menunjukkan tren naik, dengan harga bergerak di atas SMA 50 dan sempat menguji area resistance 85,79. Namun, tren tersebut kemudian berbalik melemah setelah harga turun menembus SMA 50 dan support 82,68, yang menandakan meningkatnya tekanan jual.
Harga emas masih bergerak dalam tren bullish setelah menembus resistance 4.625 dan bertahan di atas area tersebut. Posisi harga yang berada jauh di atas SMA 50 mengindikasikan momentum kenaikan masih kuat, meski RSI 14 di 73,84 menunjukkan kondisi overbought sehingga peluang koreksi tetap terbuka.
Harga US Oil masih bergerak dalam tren bullish setelah berhasil bertahan di atas SMA 50 dan support 84,28. Saat ini harga sedang mengalami koreksi, namun RSI 14 di 50,17 menunjukkan momentum masih relatif netral sehingga ruang untuk kembali menguat masih terbuka.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih menunjukkan tren bullish setelah berhasil menembus resistance 4.444 dan bergerak di atas SMA 50. Harga kini berada di sekitar 4.525 dan sedang menguji resistance 4.541, dengan RSI 14 di level 67 yang menunjukkan momentum bullish masih cukup kuat.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan momentum bullish dengan harga berada di atas SMA 50 dan RSI 14 sekitar 62. Harga telah menutup gap di 87,63, namun masih berada di bawah area gap tersebut sehingga level 87,63 kini menjadi resistance penting.
