Market Summary
Peluang trading AUD/USD terbuka usai pasangan mata uang ini melemah pada sesi perdagangan Eropa awal hari Kamis. AUD/USD sempat turun 0,17% ke level sekitar 0,7110, sebelum akhrinya pulih.
Data Tenaga Kerja Australia Tekan AUD/USD
AUD/USD anjlok tajam pada sesi Asia setelah rilis data ketenagakerjaan Juli. Data tersebut menunjukkan pengusaha memangkas 15.800 pekerja. Pasar keuangan sebelumnya memperkirakan ekonomi menciptakan 15.000 lapangan kerja baru. Angka itu jauh di bawah pertumbuhan 80.200 pekerjaan pada Juni.
Tingkat pengangguran Australia juga naik menjadi 4,5%. Para ekonom sebelumnya memperkirakan angka ini bertahan stabil di 4,4%.
RBA Beri Sinyal Suku Bunga, AUD/USD Bereaksi
Data tenaga kerja yang lemah ini meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA). Pada hari Rabu, Wakil Gubernur RBA Andrew Hauser mengingatkan risiko inflasi masih membayangi ke depan. Hauser menegaskan bank sentral perlu menaikkan suku bunga untuk menekan tekanan harga.
Dolar AS Tertekan Buyback Obligasi
Sementara itu, sentimen pasar berubah risk-on setelah Departemen Keuangan Amerika Serikat mengumumkan rencana mempercepat operasi pembelian obligasi bertenor panjang. Langkah ini bertujuan menekan biaya pinjaman yang tinggi.
Departemen Keuangan AS menyatakan akan melipatgandakan skala operasi buyback likuiditas untuk surat berharga bertenor 10 hingga 30 tahun. The Wall Street Journal melaporkan lonjakan imbal hasil belakangan ini memicu kekhawatiran soal likuiditas dan stabilitas pasar.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan perluasan besar-besaran program buyback obligasi jangka panjang ini. Bessent menyebut langkah tersebut mendorong imbal hasil obligasi jangka panjang turun dan melemahkan Dolar AS.
Peluang Trading AUD/USD ke Depan
MUFG menilai ekspektasi pengetatan kebijakan The Fed mulai mereda. Upaya Departemen Keuangan menahan imbal hasil jangka panjang berpotensi membatasi penguatan Dolar AS.
Analis MUFG menyebut peluang penguatan Dolar AS yang berkelanjutan makin sulit terjadi. Tanpa kenaikan inflasi atau imbal hasil AS, tren ini sulit berbalik arah.
Menurut MUFG, program buyback saja tidak akan mengubah fundamental jangka panjang. Namun langkah ini menunjukkan kesiapan otoritas menahan laju kenaikan imbal hasil. Kondisi ini mengindikasikan faktor selisih suku bunga yang selama ini menopang Dolar AS mulai memudar.
Secara keseluruhan, peluang trading AUD/USD tetap terbuka di tengah tekanan data domestik Australia dan pergeseran sentimen pasar global menjelang akhir pekan.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai AUD/USD masih menunjukkan kecenderungan bullish pada time frame H4. Level pivot berada di 0.7102. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target resistance di 0.7144, 0.7154, dan 0.7164.
Sebaliknya, jika AUD/USD turun dan menembus level 0.7102, tekanan koreksi berpotensi berlanjut. Dalam skenario ini, harga dapat menguji area support 0.7086 hingga 0.7076.
Resistance 0.7144 Resistance 2: 0.7154 Resistance 3: 0.7164
Support1: 0.7102 Support 2: 0.7086 Support 3: 0.7076
Baca juga: Peluang Trading Gold Jelang Notulen FOMC
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
Secara teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan gold pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot di 4.385. Selama harga masih bergerak di bawah level tersebut, tekanan bearish berpotensi berlanjut dengan target penurunan menuju area support 4.296, kemudian 4.275, hingga 4.254.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot di 1.3565. Selama harga masih bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut dengan target penurunan menuju area support 1.3497, kemudian 1.3478, hingga 1.3459.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat pergerakan USD/CAD masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.3899. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut dengan support terdekat di 1.3843. Jika level tersebut ditembus, penurunan berpotensi berlanjut menuju support berikutnya di 1.3820 hingga 1.3818.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat USD/CAD masih berpeluang melanjutkan tren bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.3920. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju support 1.3896, 1.3857, hingga 1.3844.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot berada di 1.1546. Selama harga masih bergerak di bawah level tersebut, tekanan bearish diperkirakan tetap berlanjut, dengan potensi penurunan menuju support di 1.1497, kemudian 1.1485, hingga 1.1472.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat pergerakan harga emas masih cenderung bullish pada time frame H4. Level pivot berada di 4.348. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target resistance di 4.438, 4.462, dan 4.485.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat pergerakan AUD/USD pada time frame H4 masih cenderung bullish dengan level pivot di 0.7041. Selama harga mampu bertahan di atas pivot tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance 0.7088, kemudian 0.7099 hingga 0.7110.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih berpotensi bullish, dengan level pivot di 1.1533. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target resistance di 1.1591, kemudian 1.1605, hingga 1.1619.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan XAU/USD pada time frame H4 masih cenderung bullish, dengan level pivot berada di 4.236. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan masih terbuka dengan resistance terdekat di 4.326.
